Buletin Bait

Edisi 23 Oktober 13

“Hati-Hati Berjanji”

alam perjalanan hidup seorang anak manusia, pastilah pernah berjanji dalam berbagai macam bentuk. Ada yang berjanji memberikan sesuatu, membelikan sesuatu, mengajarkan sesuatu dan lain-lain. Orang tua dan anak atau suami istri mungkin paling banyak dalam membuat janji satu sama lain.

Berjanji, tidak salah asalkan itu ditepati, karena kata orang “janji adalah hutang”. Anak kecil yang dijanjikan sesuatu oleh orang tuanya, pasti ditagih terus menerus sampai itu ditempati, jika tidak akan disebut pembohong. Sementara Alkitab menyebut “setan adalah bapak segala pembohong”.

Dalam banyak kesempatan, orang membuat janji karena dorongan emosional. Misalkan ada pengumpulan dana pembangunan gereja, maka ada orang dengan gampang menyebutkan janjinya, tampa berpikir bahwa janji itu harus dipenuhi dalam waktu cepat. Ada juga yang berjanji, hanya demi gengsi, karena Si A sudah berjanji dalam jumlah besar, maka saya juga harus.

Kenapa berjanji harus hari-hati?. Karena janji itu adalah hutang. Hutang harus dilunasi, kalau tidak dibawa seumur hidup. Ada aliran agama lain, mewajibkan keluarga yang ditinggal mati anggota keluarganya menyampaikan ke hadirin yang datang melayat, supaya kalau ada yang masih piutang kepada yang meninggal ini agar disampaikan dan dilunasi. Artinya apa?, hutang tidak bisa dibawa ke surga kalau berhak masuk surga, bahkan ke nerakapun tidak bisa.

Karena kebanyakan janji itu diukur dalam bentuk materi, maka dengan mudah orang akan mengukur berapa kewajiban dari yang dijanjikan belum dipenuhi. Sementara janji dalam bentuk non material, tentu dengan mudah dilupakan orang kalau tidak dipenuhi.

Alkitab mencatat beberapa orang berjanji kepada Tuhan, tetapi sering diingkari. Orang Israel dalam perjalanan ke Tanah Kanaan, kalau sudah mulai susah, datang lagi menangis kepada Tuhan dan berjanji hidup setia beribadah dan hanya menyembah Tuhan, dan Tuhan memberikan kelepasan dan kemakmuran kepada mereka. Namun saat mereka sudah mulai makmur, hidup tenang, kesetiaan beribadah sesuai janji mereke sebelumnya akhirnya memudar. Dan mungkin ini juga potret hidup kita sebagai Israel rohani.

Peristiwa paling fenomenal soal ingkar janji dalam Alkitab adalah saat Ananias dan Safira berjanji kepada Tuhan untuk menyerahkan semua harta yang dijual kepada Tuhan, tetapi nyatanya hanya diberikan sebagian saja. Sebagian saja janji kita kepada Tuhan dipenuhi, Tuhan sudah tidak senang, apalagi kalau seluruhnya tidak kita penuhi. Jadi jika anda mau berjanji kepada Tuhan, maka janganlah karena dorongan emosi yang meluap-luap seketika itu, tetapi sebelum berjanji, berdoalah kepada Tuhan, agar ada tuntunan dari Dia agar kita mengambil keputusan yang tepat.

Berbeda dengan Tuhan, dalam II Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Pasti Tuhan penuhi janji-Nya, tinggal kita apakah sabar menantikan itu.

Yoshen Danun
BAIT Jakarta.

Matius 5:13 “Kamu adalah garam dunia” kata Yesus. “Jika garam itu menjadi tawar , dengan apakah ia diasingkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak-injak orang”

Dalam Matius 5:3-12 Yesus menerangkan apa orang Kristen itu dan dalam ayat 13 dan seterusnya ia menerangkan bagaimana mereka seharusnya. Yesus menerangkan fungsi dan tugas orang Kristen selalu dalam ilustrasi yang sederhana, mudah dikenal dan dimengerti tetapi melakukan arti yang sangat dalam sehingga kesannya tidak mudah dilupakan. Yesus menggunakan garam untuk menerangkan peranan orang Kristen. Siapakah yang tidak mengenal garam? Semuanya kita mengenal garam, karena garam adalah kebutuhan semua manusia setiap hari.

Jadi hidup kita haruslah seperti garam. Kekristenan tanpa kasih yang menyelamatkan adalah ibarat garam tanpa rasa asin yang harus dibuang dan diinjak-injak.

Ada 4 fungsi kebenaran besar sebagai garam:
1. Dunia ini hambar, karena itu dunia memerlukan garam.
Sejak dosa masuk ke dalam dunia ini, penduduknya semakin jahat dihadapan Tuhan. Alkitab mencatat , “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata…. Adapun bumi ini telah rusak dihadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi ini dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia (kecuali Nuh dan keluarganya) menjalankan hidup yang rusak di bumi.” Kejadian 6:5-6; 11-12.

Dunia yang busuk, cemar, jahat, berdosa dan buruk ini sama seperti daging yang sedang busuk dan bernanah. Jika dibiarkan terus, akibatnya akan fatal. Yesus menyamakan kejahatan manusia sekarang seperti kejahatan manusia pada zaman Nuh dan Lot (Lukas 17:26-29). Dunia yang bejat ini menjadi tempat yang hambar bagi manusia. Yesus menyamakan kita seperti garam yang berguna mengatasi kehambaran. Dengan garam, kehambaran bisa diatasi. Jadi karena dunia sedang busuk dan hambar, kita harus berguna seperti garam.

2. Kita harus berguna seperti garam.
Apabila orang menekankan kegunaan dan pentingnya seseorang , biasanya dikatakan, “Orang seperti dia adalah garam dunia.” Orang Yunani menyebut garam itu ilahi (theion). Orang Italia menyebut, “Tidak ada yang lebih berguna daripada matahari dan garam(Nih utilius sole et sale). Orang Romawi berkata, “Tidak ada lagi yang lebih murni daripada garam sebagai garam berasal dari yang paling murni yaitu matahari dan lautan.”

Jadi , jika orang Kristen disebut sebagai garam dunia, dia harus menjadi satu teladan kemurnian. Murni dalan kejujuran, kerajinan, perkataan, tindakan bahkan murni dalam pikiran sekalipun. Yakobus berkata: “Supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” Yakobus 1:27.

3. Kita harus bercampur seperti garam.
Menurut Yesus, orang Kristen tidak dimaksudkan untuk mengurung diri dan menjadi biarawan atau biarawati. Kita harus mengadakan hubungan dengan orang lain melalui kontak pribadi dengan cara datang dekat dengan mereka. Pengaruh pribadi akan mengalir, memancar dan bercampur kepada setiap orang yang kita hubungi dan kita kawani.
Seperti garam tidak berfungsi jika belum dicampur dengan makanan, demikian juga kita tidak akan dapat mempengaruhi mereka sebelum kita mengadakan kontak pribadi dengan orang lain.
Ellen G. White menuliskan: “Hanya metode Kristus saja yang dapat membawa keberhasilan dalam menjangkau orang lain. Juruselamat bergaul dengan orang lain sebagai seorang yang merindukan kebaikan mereka. Ia menunjukkan simpatinya kepada mereka, memenuhi keperluan-keperluan mereka, memenangkan keyakinan mereka. Kemudian Ia berkata kepada mereka, “Ikutilah Aku!” The Ministry of Healing, hal. 143.

4. Kehilangan fungsi berarti kehidupan eksistensi.
Ellen G. white berkata: “Jika kita tidak dapat digunakan Roh Kudus sebagai agen yang olehnya kebenaran yang ada dalam Yesus disebarluaskan kepada dunia, kita sama seperti garam yang telah kehilangan keasinannya dan tidak berguna lagi sama sekali.” Thoughts from the Mount of Blessing, hal. 37.

Paulus juga berkata: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini.” (Roma 12:2). Janganlah kita menjadi busuk seperti dunia ini.

Seperti garam tidak berguna tanpa terang yang dipancarkannya, seperti gayung tidak berguna bila tidak dapat menciduk air, seperti pakaian yang tidak berguna bila tidak bisa lagi dipakai, demikian juga orang Kristen yang tidak mampu mempengaruhi orang lain sudah pasti dibuang saja. Kehilangan fungsi berarti kehilangan eksistensi.

Menjadi pertanyaan bagi kita semua: Masihkah kehidupan Kekristenan kita murni? Apakah kehidupan kita masih bekerja untuk mengawetkan kehidupan di dunia ini? Apakah diri kita masih memancarkan rasa kasih yang menggembirakan yang membuat orang lain merasa enak? Apakah kehidupan dan kata-kata kita membuat orang lain merasa enak? Apakah kehidupan dan kata-kata kita membuat orang lain haus akan Kristus Air Hidup itu? Dapatkah kehidupan kita mengangkat orang lain dari kejatuhan dan kebejatan?

Dengan Kristus , kita akan dapat berguna seperti garam. Tanpa Kristus kita tidak dapat melakukannya. Kekristenan tanpa kasih yang menyelamatkan adalah sia-sia dan harus dibuang! Kehilangan fungsi berarti kehilangan eksistensi! Berguna atau dibuang? Inilah yang harus kita pikirkan dan jawab. ***

Lagu adalah bahasa jiwa. Itu sebabnya jiwa yang bergembira atau sebaliknya larut dalam perasaan mendayu-dayu dapat ditentukan oleh lagu . Kalau lagu mendatangkan kegembiraan maka menurut Raja Salomo adalah obat yang manjur. Sedangkan lagu yang mematahkan semangat, putus asa dan tak berpengharapan sudah pasti akan mengeringkan tulang alias mendatangkan penyakit.

Minggu kemarin sambil melagukan “Tuhan pimpin spanjang jalan amat senanglah hatiku” dengan mobil Kijang perjalanan kami ke SLA Kawangkoan dari Manado telah mencapai Pineleng. Walau jalan melingkar-lingkar mobil tetap melaju seakan ingin mendahului semua mobil yang didepan. Seat belt telah dipasang, tikungan yang sempit dilalui dengan cepat sayup2 terdengar lagu “Apabila damai perjalananku” dari teman yang duduk dibelakang. Lepas dari Tinoor masuk Kota Bunga Tomohon jalan sedikit lengang. Hal ini membuat pak sopir menaikkan kecepatan, semakin kencang padahal perjalanan menuju Sekolah Berasrama yang terletak di antara Desa Tompaso II dan Pinabetengan itu tidaklah dikejar waktu. Trip ini hanya sebuah perkunjungan nostalgia yang seharusnya dijalani dengan santai saja, tak perlu terburu-buru. Dalam suasana diam, tangan memegang sandaran kursi, semua mata kedepan lalu muncul usulan dari bagian tengah yang mengajak semua menyanyi lagi dan lagu yang ditawarkan untuk keadaan tegang seperti ini adalah “Kuserahkan Hidupku dan tumpah darahku” yang disambut ketawa semua penumpang sambil mengingatkan bapak sopir untuk menurunkan kecepatan agar perjalanan dapat dinikmati dengan aman.

Kehidupan kerohanian seseorang bagai sebuah perjalanan. Berapa akrab,erat dan dekatnya kita berjalan dengan Yesus sang Juruselamat sangat menentukan kenyamanan perjalanan itu. Lagu sion no. 103 menggambarkan betapa bahagianya bila menjadikan Yesus sahabat dalam perjalanan iman. “Jalan serta Yesus selalu sejahtera mana saja aku dipimpinkannya, dengan tiada Tuhan girangku hilang, jalan serta Yesus selamanya senang. Dimanapun saja tidak kugentar, jalan serta Yesus aku bergemar”.

Dimana saja, sebuah perjalanan tak luput dari halangan. Cuaca tak berawan dipagi hari tidak menjamin akan berlanjut sampai petang hari. Namun perjalanan harus dimulai, ketika sebuah langkah telah diayun, perjalanan telah mencapai setengahnya kata orang bijak. Jangan gentar terhadap halangan dan rintangan. Hal itu adalah lumrah, itu akan selalu muncul memberi cobaan bahkan ujian mental apakah kuat menuju cita. Pengalaman pemazmur mengingatkan kita bahwa kegentaran akan selalu datang bahkan ancaman sering berada didepan mata tetapi tidak perlu takut dan ragu. Mazmur 57:7; Mazmur 35:17; Mazmur 42:6. Dalam kegelisahannya Raja Daud mengutarakan rahasia keberhasilannya yaitu dekat dengan Tuhan … bagai rusa merindu sungai berair. Mazmur 42:2.

Kerinduan seekor rusa mencari air untuk melenyapkan dahaganya adalah gambaran kesungguhan seseorang yang berkeinginan kuat agar selalu dekat dengan Tuhannya. Lebih dekat lebih baik agar tetap subur, segar dan kuat. Hal ini menjadikan seseorang tetap yakin akan pertolongan Tuhan bagai Ayub, yang dalam cobaan penderitaanya tidak kehilangan arah, ‘Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu’. Ayub 19:25.

Dalam ilustrasi imaginasi, adalah seorang musafir yang memandang kilas balik perjalanannya dengan Yesus. Di telusuran masa-masa kehidupannya yang manis, nampak dua pasang kaki jalan beriringan di pantai kehidupannya dan dirasakannya betapa berbahagia dia ketika itu. Namun hei , coba lihat … matanya difokus kepada bagian dimana ada saatnya Cuma satu pasang kaki nampak diatas pasir …. Oh, ternyata itu adalah disaat yang paling sulit dan berat dalam kehidupan, Ia membatin. Lalu sang musafir menanyakan kepada Tuhan … Kenapa Engkau meninggalkan aku justru disaat aku sangat membutuhkan uluran tangan kasih Mu? Jawaban yang datang sangat mengharukan hatinya ….. Hai anakku yang kukasihi. Dalam perjalanan kehidupanmu aku selalu mendampingimu dan tidak pernah meninggalkanmu sendirian. Ketahuilah, disaat yang paling getir dalam kehidupanmu .. ketika itu aku menggendongmu. Itu sebabnya hanya nampak sepasang kaki.

Berjalan dengan Yesus secara beriringan seperti jalan dengan seorang sahabat akan memudahkan komunikasi dua arah. Akan lebih gampang memahami bila ada kesulitan di perjalanan. Juga sangat enteng untuk saling menolong karena tidak terpisahkan oleh jarak. Kesulitan, ancaman maupun bahaya akan selalu datang silih berganti namun janji Yesus adalah tetap. “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu”. Yesaya 46:4.

Kirimkan berita, kesaksian dan artikel rohani anda ke redaksi BAIT melalui email redaksi@baitonline.org

Karunia Roh
Kisah Para Rasul – Ellen G. White

Ketika Kristus menjanjikan Roh itu kepada murid-murid-Nya, Ia sedang mendekati akhir pekerjaan-Nya di dunia ini. Ia sedang berdiri dalam bayang-bayang salib, dengan suatu kesadaran penuh akan beban kesalahan yang terletak atas-Nya sebagai Penanggung Dosa. Sebelum mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban sembelihan, Ia memberi petunjuk kepada murid-murid-Nya mengenai pemberian yang paling penting dan sempurna yang dikaruniakan-Nya kepada para pengikut-Nya–pemberian yang akan membawa di dalam jangkauan mereka sumber-sumber yang tidak terbatas akan rahmat-Nya. “Aku akan minta kepada Bapa,” kata-Nya, “dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Yohanes 14:16, 17. Juruselamat menunjuk kepada waktu bila Roh Kudus harus datang untuk melakukan pekerjaan yang besar sebagai utusan-Nya. Kejahatan yang sudah tertimbun berabad-abad lamanya harus dikalahkan oleh kuasa Ilahi dari Roh Kudus.
Apakah hasil dari kecurahan Roh pada hari Pentakosta? Kabar gembira tentang Juruselamat yang telah bangkit telah dibawa ke penjuru dunia yang didiami. Sementara murid-murid mengabarkan pekabaran anugerah penebusan, hati diserahkan kepada kuasa pekabaran ini. Sidang melihat orang-orang yang bertobat berkumpul kepadanya dari segala jurusan. Orang-orang yang murtad telah bertobat kembali. Orang-orang berdosa bersatu dengan orang-orang percaya dalam mencari mutiara yang mahal harganya. Mereka yang telah menjadi penantang-penantang Injil yang paling gigih menjadi pemenang-pemenangnya. Nubuatan digenapi, “Orang yang tersandung. . . akan menjadi seperti Daud, dan keluarga Daud. . . seperti Malaikat Tuhan.” Zakharia 12:8. Setiap orang Kristen melihat di dalam saudaranya kenyataan kasih dan kebajikan Ilahi. Terdapat satu minat besar; satu pokok pelajaran dari perlombaan yang mengesampingkan hal-hal yang lain. Cita-cita orang-orang percaya adalah untuk menyatakan tabiat Kristus dan bekerja untuk memperluas kerajaan-Nya.
“Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.” Kisah 4:33. Di bawah pekerjaan mereka telah ditambahkan kepada sidang orang-orang pilihan, yang menerima kabar kebenaran, menyerahkan hidup mereka kepada pekerjaan untuk memberikan kepada orang lain pengharapan yang memenuhi hati mereka dengan damai dan kesukaan. Mereka tidak dapat ditahan atau ditakut-takuti oleh ancaman. Tuhan berbicara melalui mereka, dan sementara mereka pergi dari satu tempat ke tempat yang lain, orang-orang miskin menerima kabar Injil yang dikabarkan kepada mereka, dan mukjizat-mukjizat rahmat Ilahi telah dikerjakan.
Dengan kebesaran Allah dapat bekerja jika manusia menyerahkan diri mereka kepada pengendalian Roh Kudus.
Janji Roh Kudus tidak terbatas pada usia atau bangsa. Kristus menyatakan bahwa pengaruh Ilahi dari Roh-Nya harus menyertai para pengikut-Nya sampai kesudahan. Sejak hari Pentakosta sampai kepada waktu ini, Penghibur itu telah dikirim kepada semua orang yang menyerahkan diri mereka kepada Tuhan dan kepada pekerjaan-Nya. Kepada semua orang yang sudah menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, Roh Kudus datang sebagai penasihat, penyuci, pembimbing dan saksi. Lebih dekat orang-orang percaya berjalan dengan Allah, lebih jelas dan berkuasa pulalah mereka menyaksikan kasih Penebus dan anugerah-Nya yang menyelamatkan. Pria dan wanita yang melalui abad-abad penganiayaan dan ujian yang panjang sebagian besar bersukacita karena hadirat Roh dalam kehidupan mereka, telah berdiri sebagai tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat di dalam dunia. Di hadapan malaikat-malaikat dan manusia mereka telah menyatakan kuasa yang mengubahkan dari kasih penebusan.
Mereka yang pada hari Pentakosta dipenuhi dengan kuasa dari atas, tidak dibebaskan dari penggodaan dan pergumulan selanjutnya. Sedang mereka bersaksi untuk kebenaran mereka berulang kali diserbu oleh musuh segala kebenaran, yang berusaha merampok dari mereka pengalaman Kristen mereka. Mereka dipaksa bergumul dengan kuasa yang dikaruniakan oleh Allah untuk mencapai ukuran kedewasaan pria dan wanita di dalam Kristus Yesus. Setiap hari mereka berdoa untuk persediaan rahmat, supaya mereka boleh mencapai lebih tinggi dan tetap lebih tinggi kepada kesempurnaan Ilahi. Di bawah pekerjaan Roh Kudus, yang terlemah sekalipun, dengan melatih iman kepada Allah, belajar memperbaiki kuasa-kuasa yang dipercayakan dan disucikan, murni, bersih, dan mulia. Sebagaimana dalam kerendahan hati mereka menyerahkan diri kepada pengaruh yang membentuk dari Roh Kudus, mereka memperoleh kepenuhan Allah dan dibentuk menurut rupa Ilahi.
Berlalunya waktu tidak membuat perubahan janji perpisahan Kristus untuk mengirim Roh Kudus sebagai wakil-Nya. Bukannya karena suatu pembatasan di pihak Allah sehingga kekayaan anugerah tidak mengalir ke dunia kepada manusia. Kalau kegenapan nubuatan tidak kelihatan sebagaimana adanya, hal itu disebabkan karena janji tidak dihargai sebagaimana mestinya. Kalau semua orang rela, semua akan dipenuhi Roh. Di mana pun kebutuhan akan Roh Kudus merupakan suatu masalah yang diremehkan, di sana akan terlihat kekurangan rohani, kegelapan rohani, kemunduran dan kematian rohani. Bila perkara kecil menguasai perhatian, kuasa Ilahi yang perlu bagi pertumbuhan dan kemakmuran sidang, dan yang akan mengeluarkan segala berkat yang lain dalam usahanya, meskipun berkekurangan akan menerima kelimpahan yang tak terbatas.
Sejak hal itu dimaksudkan olehnya kita harus menerima kuasa, mengapa kita tidak lapar dan dahaga untuk pemberian roh itu? Mengapa kita tidak berbicara tentang dia, mendoakannya, dan berkhotbah mengenai hal itu? Tuhan lebih rela memberi Roh Kudus kepada mereka yang melayani Dia daripada orangtua yang memberikan pemberian yang baik kepada anak-anaknya. Untuk baptisan Roh setiap hari setiap pekerja haruslah mempersembahkan permohonannya kepada Allah. Rombongan pekerja-pekerja Kristen haruslah berkumpul untuk minta pertolongan istimewa, untuk khidmat surga, supaya mereka dapat mengetahui bagaimana merencanakan dan melaksanakan dengan bijaksana. Terutama mereka harus berdoa bahwa Allah akan membaptiskan duta-duta pilihan-Nya di ladang Tuhan dengan suatu ukuran kekayaan akan Roh Kudus. Kehadiran Roh bersama pekerja-pekerja Allah akan menjadi pemasyhuran kebenaran suatu kuasa yang tidak segala kuasa atau kemuliaan dunia dapat berikan.
bersambung ….
Artikel Rohani

Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau

MASA KESUKARAN PADA ABAD PERTENGAHAN

Lanjutan….

Paham Pemeliharaan Hari Minggu

Setelah berhasil mengimplementasikan paham Purgatori yang merupakan produkdari paham kebakaan jiwa pada abad modern ini,maka Setan maka melalui instrumennya yang kuat yakni ordo Jesuit berusaha melembagakan pengalihan isyu pemeliharaan hari perbaktian yang benar seperti yang Alkitab ajarkan yakni hari ketujuh yakni Sabat dan dialihkan ke hari Minggu. Menurut gereja Katholik bahwa gereja itu sendiri memiliki otoritas untuk merobah aturan-aturan yang ada di dalam Kitab Suci karena mereka percaya bahwa Alkitab dan Tradisi memiliki otoritas yang sama tinggi. Dengan cara ini maka gereja ini mengakui bahwa sejak abad ke-4 hari Sabat maka gereja telah memindahkan kekudusan hari Sabat ke hari Minggu sebagai hari peristirahatan dan hari peribadatan.Bagi mereka yang tidak memusingkan sejarah dan tradisi gereja, tentu saja tidak menjadi persoalan bagi Setan untuk mengelabui mereka yang mengaku Kristen yang memang sudah menerima dan terus memelihara hari Minggu secara turun-temurun. Tentu saja terlalu mudah bagi raja kegelapan ini untuk menipu orang Kristen yang tidak lagi meneliti bagi diri mereka sendiri terkait fakta-fakta dan tradisi dan sejarah gereja Roma Katholik dimana mereka sudah menganggap hal yang lazim hari Minggu sebagai hari peribadatan secara universal. Namun terhadap mereka yang memiliki latar belakang pendidikan teologi dan sejarah gereja tentu saja adalah menjadi keharusan bagi Setan untuk mengadakan suatu penipuan atau pengalihan isyu. Belakangan ini ada pernyataan yang mengejutkan untuk menyembunyikan fakta-fakta sejarah terkait perobahan yang sengaja dilakukan oleh negara (kaisar Konstantin, yakni 7 Maret 321 TM terkait hari Minggu dijadikan hari peristirahatan) dan oleh gereja Katholik (dalam Konsili di kota Laodikea tahun 336 TM yang memindahkan kekudusan Sabat ke hari Minggu sebagai peringatan atas kebangkitan Kristus).Pernyataan tersebut justru berasal dari seorang mantan penganut Advent bernama Dirk Anderson yang berupaya memojokkan pernyataan dari Ellen G. White terkait teori perobahan yang Paus adakan terhadap hari perbaktian.

Menurut Anderson, “sayang sekali bagi Ellen White, teoribahwa Pausmerobah hari peribadatan adalah kemudian disangkal oleh seorang salah seorang dari sarjana MAHK, Dr. Samuele Bacchiocchi di dalam buku garapannya, berjudul From Sabbath to Sunday. Di tahun 1970an, Bacchiocchi adalah pertama dan satu-satunya penganut non-Katholikyang pernah diijinkan untuk belajar di Universitas Katholik Pontifikal Gregorian di Roma. . . . penelitiannya menunjukkan bahwa perobahan dari Sabat ke perbaktian Minggu muncul jauh lebih awal di dalam sejarah dari pada yang sebelumnya sudah diakui oleh orang-orang Advent. Faktanya bahwa perobahan itu memang sudah terjadi jauh sebelum kepausan didirikan di dalam kekuasaannya. Temuan-temuan ini melemparkan anggapan meragukan terhadap apakah perbaktian hari Minggu dapat dianggap kesetiaan kepada kepausan semenjak praktek kepausan tersebut berlangsung sepanjang abad-abad kekristenan sebelum Paus pertama muncul.” Memang untuk mendukung pernyataannya, Dirk Anderson mengutip ulasan dari Dr. Samuele Bacchiocchi pada tanggal 8 Februari 1997 yang menulis di dalam sebuah pesan E-mail message ke “Free Catholic Mailing List” catholic@american.edu sebagai berikut:
“Saya berbeda dari Ellen White, sebagai contoh, tentang asal usul dari hari Minggu. Ia mengajarkan bahwa pada abad-abad pertama semua orang Kristen memelihara Sabat dan itu berlangsung secara luas melalui usaha-usaha dari Konstantinbahwa pemeliharaan hari Minggu diadopsi oleh banyak orang Kristen pada abad ke-4. Penelitianku menunjukkan sebaliknya. Jikalau anda membaca essei saya berjudul HOW DID SUNDAYKEEPING BEGIN? (BAGAIMANA PEMELIHARAAN HARI MINGGU DIMULAI? yang mana meringkaskan disertasi saya, anda akan memperhatikan bahwa saya menempatkan asal-usul pemeliharaan hari Minggu menjelang masa Kaisar Hadrian, pada tahun 135 TM.”

Oleh mengacu pada pernyataan Dr. Samuele Bacchiochi tersebut maka Dirk Anderson berupaya mempertahankan pendapatnya bahwa Sabat dirobah ke hari Minggu jauh sebelum masa Konstantin, bahwa paus pertama tidak datang secara bersamaan waktu itu tetapi nanti muncul pada tahun 606 TM, dan bahwa oleh karena itu menurutnya sebutan Ellen White yang mempertalikan perobahan Sabat oleh para Paus dan Konstantin adalah salah. Jelas di sini bahwa pernyataan janggal dari Dirk Andersondi atas sengaja digulirkan dan diilhamkan Setan kepadanya dengan tujuan untuk mempersiapkan para raja, para pemimpin dunia dan para negarawan dan para peneliti sejarah agar dengan mudah untuk menganggap satu hal yang normal dan wajar sejarah perobahan Sabat ke hari Minggu sebagai satu fakta alamiah dari sejarah. Mereka menyatakan bahwa perobahan pemeliharaan Sabat bukan nanti terjadi di jaman kaisar Konstantin tahun 321 TM tetapi sudah mulai berlangsung di jaman kaisar Hadrian (memerintah tahun 117-138 TM).Oleh karena mereka menerima fakta sejarah lainnya bahwa adalah satu hal yang wajar bagi orang Kristen Roma menghindarkan dirinya dari pemeliharaan Sabat karena mereka tidak mau diidentifikasikan dengan orang-orang Yahudi yang pernah memberontak kepada kekaisaran Roma (132-135 TM dipimpin Simon Barkhokeba). Pemberontakan di zaman kaisar Hadrian ini menimbulkan satu tekanan politik dan psiko-sosial terhadap orang-orang Kristen pemelihara Sabat, sehingga mereka secara perlahan-lahan mulai meninggalkan pemeliharaan Sabat dan beralih ke hari Minggu. Boleh jadi para sejarawan modern menyatakan bahwa peralihan pemeliharaan Sabat ke Minggu di dalam sejarah gereja Kristen adalah satu pilihan wajar bagi orang-orang Kristen untuk mencari identitas mereka sendiri di bawah tekanan-tekanan politik kekaisaran Roma. Dan bisa saja pencaharian identitas ini dianggap sebagai satu hal yang wajar dan alamiah bagi suatu agama. Padahal tanpa disadarinya bahwa itu juga menggenapi nubuatan Daniel 7:25 dan menyimpang dari kehendak Tuhan Allah Pencipta langit dan bumi.

Konflik antara Kaisar Roma dan orang-orang Yahudimenjadi salah satu sebab peralihan pemeliharaan hari Sabat ke hari Minggu di gereja Kristen mula-mula.Beberapa konsep teologis modern seperti pandangan modern dari Charles Ryrie pada dasarnya tidak melihat suatu peralihan sejarah pemeliharaan hari Minggu yang sudah diassosiasikan dengan hari Perjamuan Tuhan yang diadakan oleh orang-orang Kristen asal Yahudi yang secara perlahan-lahan mulai mengalihkan perhatiannya dari pemeliharaan Sabat kepada pemeliharaan hari Minggu sebagai hari berkumpul untuk beribadah mereka. Hal ini mereka lakukan karena mendapatkan tekanan dari pihak kaisar Roma. Konflik antara kaisar Roma dan orang-orang Yahudi ini telah berakar dari kebijakan yang radikal yang diambil oleh kaisar sebelumnya yakni Hadrian (kira-kira tahun 117-138 TM) yang mengadakan tekanan terhadap upacara-upacara ritual dan kebiasaan-kebiasaan Yahudi. Menurut hasil penyelidikan cermat dari Bacchiocchi bahwa indikasi-indikasi tak langsung dari pemeliharaan Sabat di gereja Yerusalem sesudah tahun 70 TM telah tersedia oleh peristiwa-peristiwa yang terkait dengan kehancuran kota tersebut pada tahun 135 TM. Kaisar tersebut, sesudah penumpasan secara kejam pemberontakan Barkokeba (berkisar tahun 132-135 TM), dibangunnya kembali puing-puing Yerusalem sebagai ibu kota Romawi Baru, bernama Aelia Capitolina. Pada masa ini larangan-larangan keras dibebankan kepada orang-orang Yahudi. Mereka diusir dari kota Yerusalem dilarang secara kategoris untuk memasuki kembali kota itu dan melarang mempraktekkan agama mereka, secara khusus dua kebiasaan karakteristik mereka, yakni Sabat dan sunat. Sumber-sumber kerabian berbicara secara melimpah larang-larangan yang dibebankan oleh kaisar Hadrian, yang pemerintahnya secara umum dirujuk kepada “zaman penganiayaan—shemad” atau zaman dekrit—gezarah.” Pada masa inilah orang-orang Kristen pemelihara Sabat di gereja mula-mula tidak mau dikategorikan sebagai orang-orang Yahudi untuk menghindar dari penganiaan yang dilancarkan terhadap orang-orang Yahudi tersebut.
Sehingga secara perlahan-lahan mereka mulai beralih kepada pemeliharaan hari Minggu sebagai hari peribadatan mereka.

Toleransi Kerajaan Roma Terhadap Kekristenan. Setelah lebih kurang tiga ratus tahun berlangsungnya penganiayaan oleh para kaisar Roma terhadap orang-orang Kristen maka terjadi masa toleransi dari pihak kerajaan. Hal ini terjadi dengan tampilnya kaisar baru di Roma yang cenderung menunjukkan rasa hormat dan toleransi di mana ia menjunjung tinggi praktek peribadatan dan kebebasan orang-orang Kristen dalam menjalankan ajaran-ajarannya sehingga menghentikan masa penganiayaan kerajaan Roma terhadap Kekristenan. Kaisar itu tidak lain adalah Konstantin Agung.
Ada satu cerita yang terkenal sebagai penyebab melunaknya perlakuan kaisar terhadap orang-orang Kristen. Di tahun 312 masehi, kaisar Konstantin sedang memasuki kota Roma untuk berperang dengan saingannya yakni Maxentius. Lawannya kelihatan menang dari segi jumlah pasukan. Konstantin sehari sebelum peperangan yang akan datang melihat satu khayal di langit sebuah tanda salib dengan perkataan yang berhiasan berikut ini: “In Hoc Signo Crucis Vinces,” yang berarti “Dengan Dalam Tanda (Salib), Engkau Akan Menang.” Konstantin langsung mengadopsi salib sebagai lencananya dan mengenakannya juga kepada tentara-tentaranya dan pada panji-panjinya.Pada hari berikutnya Konstantin mengalahkan Maxentius di pertempuran jembatan Milvian.Konstantin pergi untuk menyatakan kekristenan sebagai agama Negara Roma dan ia sendiri dibaptiskan kemudian sebagai orang Kristen setelah mendapatkan penyakit lepra menjelang hari ajalnya tahun 337 M.

Kaisar Konstantin telah mengeluarkan sebuah hukum atau undang-undang toleransi beragama dibayar yang berlaku diseluruh kerajaan Romawi dikenal dengan istilah Edik (putusan) Milano di mana menjadikan agama Kristen sebagai agama negara pada tahun 313 Masehi. Undang-undang Milano itu menetapkan bahwa gereja mendapat kebebasan sepenuh-penuhnya, bahkan segala yang dirampas oleh negara harus dikembalikan atau dibayar. Mulai saat itu ada perdamaian antara gereja dan negara, bahkan untuk keamanan dan kemajuan negara, para kaisar mengharapkan bantuan dan berkat dari pihak gereja.

Bahkan pada 7 Maret tahun 321, kaisar Konstantin mengeluarkan satu edik lain yang memberikan aturan atau Undang-Undang pemeliharan hari Minggu di kerajaan Roma yang dikenal dengan Edik Konstantin. Adapun isi undang-undang diberikan oleh Crispus dan Konstantin kepada para konsul pada hari ketujuh dari bulan Maret untuk kedua kalinya yang berbunyi sebagai berikut:

“Pada hari Matahari (hari Minggu) yang dimuliakan biarlah semua hakim dan penduduk yang bertempat tinggal di kota-kota beristirahat, dan biarlah semua toko ditutup. Di pedesaan, betapapun, orang-orang yang disibukkan di pertanian boleh secara bebas dan secara sah menurut hukum melanjutkan pencaharaian-pencaharian mereka; sebab itu seringkali terjadi bahwa hari lain tidak cocok untuk menaburkan benih gandum atau untuk menanam anggur; agar tidak melalaikan saat yang wajar bagi penyelenggaraan-penyelenggaran tersebut sehingga tidak menghilangkan rahmat surgawi.”

Bersambung…

Cerita Untuk Anak

Dikirim oleh Max Kaway

SALING MEMAAFKAN
Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah , sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini , sang pengusaha sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh , dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar. Di pinggir jalan , tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu.

Namun , karena berjalan terlalu kencang , tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang diparkir di jalan. Tapi , bukan anak-anak itu yang tampak melintas. Aah. .. ternyata ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang. Cittt ……. ditekannya rem mobil kuat-kuat.

Dengan geram , dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu dilemparkan. Jaguar yang tergores , bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain , begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa.

Ditariknya seorang anak yang paling dekat dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir. “Apa yang telah kau lakukan ? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku ! Lihat goresan itu “, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu mobil. “Kamu tentu paham , mobil baru semacam ini akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores ,” ujarnya lagi dengan geram , tampak ingin memukul anak itu.
Sang anak tampak ketakutan dan berusaha meminta maaf. “Maaf Pak , maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab , saya tidak tahu lagi harus melakukan apa “. Pada air mukanya tak tersembunyikan rasa ngerinya, dan tangannya bermohon ampun. “Maaf Pak , saya melemparkan batu itu , karena tak ada seorang pun yang mau berhenti….”

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah , di dekat mobil-mobil parkir tadi. “Itu di sana ada kakakku. Dia tadi tergelincir , dan terjatuh dari kursi rodanya.

Saya tak kuat mengangkatnya. Dia terlalu berat. Badannya tak mampu saya papah, dan sekarang dia sedang kesakitan…” Air matanya mengalir makin deras yang diusapnya berkali-kali dengan punggung tangannya bergantian. Ia mulai terisak.

Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. “Maukah Bapak membantu saya mengangkatnya ke kursi roda ? Tolonglah , kakakku terluka , tapi dia terlalu berat untukku” . Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera , diangkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian diambilnya sapu tangan mahal miliknya , untuk mengusap luka di lutut anak itu.
Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat , kedua anak itu pun berterima kasih , dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. “Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak ” Keduanya berjalan beriringan , meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka.

Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu , melintasi sisi jalan menuju rumah mereka. Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat , sambil merenungkan kejadian yang baru saja dialaminya. Kerusakan yang terjadi pada mobil mahalnya bisa jadi bukanlah hal sepele.

“Kalau ia berdosa kepadamu tujuh kali sehari dan setiap kali datang kepadamu dan berkata, ‘Saya minta maaf,’ ampunilah dia.” alau ia berdosa kepadamu tujuh kali sehari dan setiap kali datang kepadamu dan berkata, ‘Saya minta maaf,’ ampunilah dia.”Lukas 17:4
Inpirational Story

Harga Sebuah Keajaiban
Oleh : Bredly Sampouw

Sally berumur 8 tahun ketika mendengar orangtuanya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi, yang menderita sakit parah. Hanya operasi yang sangat mahal yang bisa menyelamatkannya, tetapi mereka tidak mempunyai biaya untuk operasi. Sally mendengar ayahnya berkata, “Hanya keajaiban yang bisa menyembuhkannya.” Sally mengambil tabungan dari tempat persembunyiannya, lalu dikeluarkannya semua isi tabungannya ke lantai dan dihitung semua uangnya.

Dengan membawa uang, Sally menyelinap keluar dan pergi ke Apotek. “Apa yang kamu perlukan?” tanya Apoteker. “ Saya mau bicara mengenai adikku, ia sakit dan saya mau membeli keajaiban,” jawab Sally. “Apa yang kamu katakan?” “Ayahku mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya. Jadi, berapa harganya?” “Kami tidak menjual keajaiban, Adik Kecil.” “Saya punya uang. Katakan saja berapa harga keajaiban?” Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, “Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?” “Saya tidak tahu,” jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya. “Saya hanya tahu ia sakit parah dan ayah mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Orang tuaku tak mampu membayarnya, tetapi saya punya uang.” “Berapa uang yang kamu punya?” “Satu dolar dan sebelas sen,” jawab Sally dengan bangga.

“Kebetulan sekali,” kata pria itu sambil tersenyum, “Satu dolar dan sebelas sen, harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu.” Ia mengambil uang, kemudian memegang tangan Sally dan berkata, “Bawa saya kepada adikmu. Saya mau bertemu dengannya dan orangtuamu.”

Pria itu adalah dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama. Georgi kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Orangtuanya sangat bahagia. Sally tersenyum. Ia tahu pasti berapa harga keajaiban tersebut, yaitu satu dolar sebelas sen, ditambah dengan keyakinan.

Inspirasi
Untuk Direnungkan : Apakah saat membaca kisah Georgi dan Sally ini, Anda sedang mengalami masalah yang sama? Bukan hanya dalam hal kesehatan, melainkan keuangan? Apakah Anda merasa bahwa hanya keajaiban yang bisa menolong Anda? Tidakkah Anda sadar bahwa hanya Tuhan yang sanggup menciptakan keajaiban, plus keyakinan Anda sendiri?

Untuk Dilakukan : “Jawab Tuhan : “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” Lukas 17 : 6

Tahukah Anda bahwa “Keajaiban” dan “Iman” itu berasal dari ruang perbendaharaan yang sama di rumah Tuhan? Ketika kita mengahadapi permasalahan apakah kesehatan atau keuangan hanya dua hal yang kita perlukan yaitu keajaiban dan Iman. Cobalah hari ini bila anda menghadapi masalah, karena kita punya Allah yang tahu keperluan kita sebelum kita sampaikan kepadaNya tetapi syaratnya ada Iman niscaya keajaiban terjadi dalam hidup kita. Berapa yang ada padamu serahkan padaNya niscaya Dia yang menambahkan yang masih kurang. “Ajaiblah Yesus juruselamatku”

Pathfinder
Geologi, Lanjutan

1. Sediakan informasi berikut:
a. Bagaimanakah gempa bumi memberitahukan
kepada kita apa yang ada di dalam bumi?
b. Bagaimanakah air yang begitu banyak (seperti
pada air bah zaman Nuh) melakukannya hanya
dalam beberapa bulan apa yang air sedikit harus melakukannya dalam ribuan atau jutaan tahun.
c. Mengapakah bukti-bukti gletser yang kelihatan di New England menyatakan bahwa tidak ada lagi gletser sekarang ini?
d. Bagaimanakah paham penciptaan, yang bahwa air bah terjadi secara universal dan bagi dunia yang masih muda sejak penciptaan, mengerti dan menggunakan skema waktu geologi?
e. Apakah yng disebut dengan teori pergeseran benua pada bagian dalam bumi (lempeng tektonik), dan bagaimanakah paham penciptaan cocok dengan aktifitas geologi seperti itu secara lambat laun sejak penciptaan?

2. Dibagian dunia manakah engkau dapat melihat:
a. Gletser yang besar
b. Gunung berapi aktif
c. Bukit pasir
d. Goa di batu kapur (Sinkholes)
e. Bagian laut dalam yang masuk ke daratan (Fiords)
f. Pegunungan yang panjang (Faultblock mountains)
g. Folded mountains
h. Tebing kapur (Chalk cliffs)
i. Gunung atau gumpalan es yang terapung (Icebergs)
j. Atol

3. Tulislah sebuah karangan terdiri dari 500 kata, tentang salah satu dari yang berikut:
a. Uraikan geologi menarik yang engkau lihat pada perjalanan yang engkau lakukan belum lama ini.
b. Uraikan aktifitas geologi yang terjadi karena hujan lebat, banjir atau badai yang engkau alami.

Tingkat Ketrampilan 2

Rumah Tangga

RUMAH TANGGA BAHAGIA
Oleh: Drs. Reinhold Kesaulya, MPH

Focus on the Family, Aug. 1995, p. 3. “Salah satu penelitian berharga di bidang ilmu jiwa ialah bahwa mereka yang menikah jarang mendapat depresi berat. Itulah sebabnya Tuhan sangat serius ketika dalam Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Rumahtangga (RT) = adalah satu unit yang terdiri dari satu keluarga yang tinggal bersama. EGW: “Jantung sebuah masyarakat, gereja dan bangsa adalah rumahtangga. Kesejahteraan masyarakat, kemajuan gereja dan kemakmuran bangsa tergantung atas pengaruh rumahtangga”. Berrumah-tangga adalah tujuan Tuhan untuk mengkomunikasikan kasihNya kepada manusia.

Banyak hal perlu diketahui sebelum kita boleh berbicara mengenai rumahtangga bahagia karena tidak semua RT itu sama. Ada RT besar, kecil, di kota, di desa, terpelajar, kurang terpelajar, rohani, tidak rohani, orang kaya, orang miskin, anak laki2/perempuan semua, RT dengan satu orang tua, harmonis, tidak harmonis, dengan hoby tertentu, mertua, ipar, kebudayaan yang berbeda, kebiasaan/kharakter, dll.

Pertanyaan-pertanyaan Penting Pra-nikah:
= Apakah pria/wanita itu berkelakuan baik?
= Apakah ia menghargai kesehatan tubuh?
= Apakah ia cerdas?
= Apakah emosinya seimbang?
= Apakah ia bertanggungjawab?
= Apakah dia rela menerima nasihat dengan baik?
= Apakah anda benar mencintainya?
= Apakah ia senang menerima sanak saudara anda?
= Apakah sanak keluarga menerimanya?
= Apakah ia menyukai anak?
= Apakah keinginan, hoby, minat dan agama sudah sama?
= Apakah anda sedia membatalkan pernikahan bila mendapatkan hal yang bisa membahayakan RT anda?

Keputusan untuk berrumahtangga adalah suatu keputusan yang sangat vital (penting). Kalau salah pilih akan rusak masyarakat, gereja dan bangsa. Prakarsa untuk membentuk RT ini berasal dari Tuhan sendiri. Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Kejadian 2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Epesus 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya Epesus 5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

LANGKAH DISIPLIN PERNIKAHAN
Disiplin = menertibkan, mengatur.
1. Disiplin untuk tetap bersama-sama:
Sediakan waktu untuk saling bercakap-cakap dengan ber-sungguh2. (pendidikan anak, simpanan di bank, pindah rumah, dll)
Bercakap-cakap mengenai harapan dan rasa takut, ke-ragu2an dan impian, dan pengalaman pemeliharaan Tuhan setiap hari.
Bercakap-cakap sambil olahraga jalan kaki.
Rencanakan waktu untuk bercakap-cakap menjelang tidur (pillow talk). (beri pujian untuk botaknya, dll.)
Berikan rangkulan setiap hari sebagai obat tenaga, kuat, penawar untuk sepanjang hari. (rangkulan mengurangi kecelakaan, meningkatkan prestasi kerja dan mencegah perselingkuhan).
2. Disiplin untuk melakukan sesuatu tanpa disuruh:
Lakukan hal2 kecil bagi pasangan anda. (jahit kenop, smer sepatu)
Turut dalam membereskan pekerjaan di rumah. (sapu & ngepel rumah)
Dengan manis tanpa mengomel, hentikan caranya menonton acara kesayangannya di TV. (jangan langsung mengomel & matikan TV)
3. Disiplin untuk bertumbuh bersama-sama:
Luangkan cukup waktu untuk lakukan beberapa hal bersama-sama. Umpamanya: (1) Menolong tetangga. (2) Melawat yang sakit. (3) Olahraga bersama. (4) Bersama dalam kegiatan jemaat, dll.
4. Disiplin untuk bertumbuh dalam iman:
Gunakan waktu untuk berdoa dan berbhakti bersama-sama.
Turut terlibat dalam kegiatan di masyarakat.
Pimpin kelompok belajar Alkitab di rumah tetangga.
Mensponsori kegiatan kelompok pemuda.
Ambil bagian bersama dalam diskusi dan/atau menjadi penasehat Alkitab.

= 2 Prinsip Alkitab Untuk RT Bahagia:
(1) Hidup dengan Tuhan. 1 Yohanes 1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. = Persekutuan dalam rumahtangga, antara suami isteri, antara orangtua dan anak2, antara kita dan para ipar, antara kita dan mertua, antara kita dan cucu, dst.

(2) Kerjakan dengan segenap hati. Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. = Bina rumahtangga kita dengan segenap hati. Bukan untuk dipuji orang tetapi untuk memuliakan Tuhan. Banyak kali kita berpose dengan manis untuk diambil gambar (berfoto), tetapi apakah rumahtangga kita memang benar-benar bahagia seperti berpose di foto?
= Kehadiran Kristus merupakan kebahagiaan rumahtangga
Pelayanan untuk Kristus merupakan tanggungjawab rumahtangga
Kehendak Kristus merupakan undang-undang rumahtangga
Kemuliaan Kristus merupakan mahkota rumahtangga.

Disiplin ini diperlukan untuk saling mengasihi. (1) Lakukan apa yang harus dilakukan. (2) Rencanakan kegiatan anda. (3) Catat tanggal dan tugas lain perencanaan keluarga agar tidak terganggu dengan kegiatan kantor atau jemaat. (4) Dua kali sebulan usahakan untuk berdua saja tanpa gangguan anak2 atau pekerjaan lain.umpamanya: makan bersama di restoran. (5) Usahakan agar berdua saja adakan perjalanan keluar daerah atau keluar negeri

1 Yohanes 3:18 “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”
Di Taman Eden, Iblis menghancurkan keharmonisan rumahtangga Adam & Hawa.

Perkokoh Pernikahan Anda.
Jadikan kehidupan pernikahan anda lebih mesra, lebih mengasihi, lebih peduli dan lebih setia.

1. Memiliki karunia-karunia untuk:
a. Menyembuhkan luka dia yang disakiti.
b. Mendengarkan & didengarkan.
c. Bertumbuh dalam kerohanian.
d. Mengatasi konflik.
e. Menjadi orangtua yang mengasihi.
f. Memahami.
g. Mengatur sumberdaya di rumah.
2. Komunikasi Yang Baik
a. Membagikan pemikiran dan perasaan anda.
b. Mengungkapkan cinta anda kepada pasangan anda (kata & perbuatan).
c. Menyatakan dengan jelas niat anda.
d. Mendengarkan pasangan anda.

Robert J. Morgan, ”Nelson’s Complete Book”, Thomas Nelso Publisher, 2000, p. 135. Ada 5 tipe komunikasi yang merupakan tenunan dalam hubungan suami isteri, bahkan memainkan peranan penting dalam mencegah perceraian.

(1) Percakapan Ringan (basa basi)
Banyak di antara kita sukar mengadakan percakapan ringan dan menganggapnya tidak penting. Tetapi sebenarnya itu membangun jalinan rasa simpati dan perhatian bahkan memimpin kepada hal-hal yang lebih besar.
2) Percakapan Serius. Banyak kali kita harus memecahkan masaalah serius atau berbicara dari hati ke hati mengenai hal-hal penting.
(3) Percakapan Isi Hati. Ialah membicarakan masaalah diri sendiri, ketakutan, harapan, ambisi, dan perasaan hati.
(4) Percakapan Kejiwaan.
Berbicara mengenai keselamatan kita, keselamatan anak2/cucu2, kerohanian keluarga kita dan bagaimana persiapan bagi kedatangan Yesus. Bila sesuatu terjadi, ambil hikmahnya, bahwa ini adalah jalan Tuhan untuk menyelamatkan kita.
Maleakhi 3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: “TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.” (5) Percakapan Manis.
Kategori ini melibatkan kata-kata seperti: ”I love you”, ”Honey”, ”Kalau aku ini roti, kaulah menteganya”, ”Kalau aku telur, kaulah garamnya”, ”Oh, kekasihku, kaulah gelembung udara dalam botol coca colaku”, ”Oh, engkaulah kumbang bagi bungaku”, dll. **

Laporan Kongres Pemuda Advent Kota Manado dan Sekitarnya (PAKMS) Tahun 2013

Oleh: Leony Mangkey

Acara di Kongres Pemuda Advent Kota Manado dan sekitarnya (PAKMS) berlangsung sangat menarik. Di hari pertama, hari Minggu (13/10/2013) diadakan regristasi di Ban Diklat Provinsi Sulut di Maumbi, kabupaten Minahasa Utara. Para peserta yang mencapai sekitar seratus lima puluh orang utusan sekitar 75 jemaat di kota Manado dibagi ke dalam 3 asrama, yakni untuk peserta perempuan di Asrama Soputan dan Klabat dan laki-laki di asrama Lokon. Balai Diklat yang beralam sejuk dan segar dengan air jernih yang tak henti mengalir itu memang memiliki tiga asrama utama. Sementara panitia yang terdiri atas pengurus PAKMS menginap di bagian dalam aula.

Usai registrasi , diadakan acara pembukaan dengan embicara oleh Pdt.RItus Keni, Direktur Pemuda Advent Konfrens Manado. Kelompok Paal2 Youth Choir menyempatkan diri membawakan pujian. Kongres yang mengambil tema “Yesus Kepala Pelayanan” ini dibuka langsung oleh Mikler Lakat, SH mewakili Pemerintah Kota Manado. Kemudian, makan siang dan dilanjutkan dengan Pleno 1, yakni penetapan jadwal acara –penetapan peserta dan peninjau – pembahasan Tatib Kongres serta pemilihan pemimpin sidang.

Sebelum lanjut Pleno 2, diadakan Know Each Others, yang cara bermainnya dibentuk dua kelompok. Masing-masing memperkenalkan namanya beserta gaya/fakta yang dimiliki oleh orang itu. Acara dilanjutkan ke Pleno 2.

Pleno dua berisi Laporan Pertanggungjawaban Ketua PA, Pemandangan umum peserta kongres, – Tanggapan terhadap pemandangan umum peserta kongres danPembagian Komisi. Setelah Pleno 2 peserta melakukan Rest, MCK dan Dinner.

Tepat pukul 7 malam diadakan doa 777 & Ibadah Petang. Dilanjut dengan Revival and Revormation oleh Pdt.Edward Tawilongso, STh. Setelah itu, saat Teduh dan Rest.

Di malam pertama, para pemudi di asrama Soputan terlihat sangat riang karena bisa bertemu dengan teman-teman seantero Manado. Saking kegirangan, lewat pukul 10 malam asrama Soputan masih terlihat ramai dan juta ribut. Tetapi, begitu panitia melakukan inspeksi dan memilih kepala asrama, suasana semakin tenang. Malam pertamapun berlalu dengan penuh kesan.

Senin (14/10) pada jam 5 pagi, Kepala Asrama sudah bertugas untuk membangunkan para peserta untuk Morning Exercise. Pada jam 7 diadakan 777 & Ibadah Pagi. Setelah itu Breakfast.
Acara dilanjut dengan materi Islamologi: Menjalin Persahabaan dengan Umat Muslim. Tapi, sambil menunggu pembicara, diadakan acara yang berhubungan dengan anak muda. Dan dilanjut dengan Penginjilan Terhadap Umat Muslim oleh Pdt.Ilham Syarief kemudian dilanjut dengan Sidang Komisi.

Dalam sidang komisi dibentuk dua komisi, yaitu Komisi A dan Komisi B. Komisi A yang membahas Revisi Aturan Pokok PAKMS diketuai oleh Mikhael Kaunang. Ketua komisi B yang diketuai Kent Panambunan membahas tentang Program Kerja PAKMS; yakni kriteria pimpinan dan pengurus, Mekanisme penetapan calon pemimpin (Ketua Sekertaris Bendahara) PAKMS masa bakti yang baru dan mekanisme pemilihan pimpinan (Ketua Sekertaris Bendahara).

Usai makan siang, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang Pengorganisasian PA oleh Drs Max Siliaung, MSi yang juga senior dan mantan ketua PAKMS, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Materi dilanjutkan dengan Pengembangan Kepribadian : Revolusi Hidup oleh Marly Andries.

Sebagaimana biasa, tepat pukul 7 malam diadakan 777 & Ibadah Petang dan seluruh Pemuda dimintakan untuk hadir tepat waktu.

Karena Pdt. Bryan Sumendap yang dijadwalkan membawakan materi tentang penginjilan lewat radio terlambat tiba dari luar daerah maka jadwal yang seharusnya pagi hari ditunda hingga malam hari.

Pdt.Bryan Sumendap menjelaskan mengenai TV rohani yaitu Hope Channel, dari pusat sampai ke Indonesia. Dan Radion Rohani AWR, di Indonesia memiliki beberapa stasiun. Dan salah satunya di Manado. Namanya Radio Angkat Nafiri yang pusatnya di Warembungan.

Di malam kedua, acara dilanjut Pleno 3. Pleno 3 Sidang paripurna komisi dan pengesahan hasil sidang Komisi. Di Pleno ini banyak pemuda yang sudah kelelahan. Tetapi, Pleno ke 3 pun berakhir hingga tiba saat Teduh dan Rest.

Di hari terakhir, Selasa (15/10), pagi harinya seperti biasa Kepala Asrama membangunkan peserta untuk Morning Exercise, dan setelah itu Persiapan untuk hari terakhir, untuk memilih Ketua Sekertaris Bendahara PA Kota Manado periode 2013-2015. Seperti biasa, tepat pukul 7 pagi diadakan 777 & Ibadah Pagi.

Kemudian Breakfast dan dilanjut Diskusi terbuka mengenai Permasalahan dalam PA dan Penyelesaiannya. Dan dilanjut dengan Pleno 4, Yaitu Pemilihan Ketua, Sekertaris, Bendahara.
Adapun Tim Formatur adalah Hancel Langi, Novendi Kaunang, Basuki, Michael Kaunang, Revelino Hamel, Royke Yonathan dan kawan-kawan. Untuk pemilihan Setiap Jemaat diUtus 1 orang untuk memberikan suara dalam pemilihan. Jumlah Jemaat yang ikut dalam Pemilihan dan Direktur yang memilih adalah 52.

Ada beberapa tahapan untuk memilih Ketua, Sekertaris, Bendahara Kota Manado. Tetapi oleh karena anggota-anggota memberikan pendapat, akhirnya Ketua Pemuda Advent Kota Manado dan Direktur Pemuda Advent sepakat diadakan Votting satu kali lagi dan yang memiliki suara terbanyak yang menjadi Ketua. Dan ketika akhirnya divote, yang terpilih adalah Novendy H.Kaunang, S.Pd,M.Si, menggantikan Elrick Takasanakeng, SH MH, ketua PAKMS saat ini.

Berikutnya memilih Sekertaris, dan ada yang mengusulkan bahwa untuk mengingat waktu, Sekertaris langsung kepada. Hancel agar cepat (karena Hansel menempati perolehan suara terbanyak kedua). Tetapi walau Ketua Sidang memutuskan, Harold Heydemans SE, MSi menyatakan itu pendapat yang bagus, tetapi jika itu disetujui, maka langsung ditulis Hancel saja. Tetapi, banyak yang memilih yang perempuan, hingga akhirnya yang menjadi sekertaris adalah Pingkan Paulus.

Meski sudah saatnya makan siang, tetapi para peserta yang menjadi tim pemilih komit untuk memilih Bendahara dahulu . Ketua Sidangpun memutuskan Rest setelah Pemilihan Bendahara. Hasilnya, Bendahara yang terpilih adalah Hancel Langi, SKed.

Usai Rest & Lunch, acara dilanjutkan dengan pemilihan Pengurus-pengurus PA wilayah Kota Manado yang terdiri atas:
• Manado Utara I (Maasing, Bitung Karangria, Tumumpa, Batusaiki, Molas, Meras, Kavling Sumompo, Tuminting, Cab. Rapi)
• Manado Utara II (Kairagi 1, Tuna Kombos, Parigi 7, Sindulang, Manehage, SMK Discovery),
• Manado Utara III (Bengkol, Buha, Pandu, Kimabajo, Pontoh, Lantung, Lansa, Talawaan Bantik),
• Manado Timur I (Mapanget Barat, GRITMA, Tamara, Lapangan, Perumnas, Permata Klabat, Paniki Atas, Buha Kasuratan, Dipenda Mas),
• Manado Timur II (Kairagi Pioneer, Winuangan, Liwas, Perkamil, Bukit Dendengan, Paal2)
• Manado Tengah I (Wenang, Diponegoro, Tikala, Tikala Baru, Tumoutou,Taas, SMA Klabat),
• Manado Tengah II (Wanea Rike, Teling II, Teling I, Agape Pomorow, Teling Tingkulu, SMA Pioneer, Koka, Kembes, Rumah Sakit Advent, Bumi Beringin),
• Manado Barat I (Sario Sentrum, Sario, Aerterang, Malalayang, Sea, CHT, Kidron),
• Manado Barat II (Tateli, Mokupa, Tambala, Borgo, Ranowangko, Kalasey, Minanga Indah),
• Manado Selatan (Ranotana, Pineleng, Winangun, Batukota, Karombasan Selatan, Kanaan, Nazareth).

Setelah dipilih semua pengurus-pengurus, dilakukan Ibadah Penutupan serta perpisahan. Para peserta terlihat terkesan dengan acara kongres yang sudah digelar dan berharap di Kongres mendatang, acara lebih dimeriahkan dengan kegiatan rekreasi.

Jemaat Gritma Utus 3 Peserta, Antusias Ikuti Acara
Oleh : Ellen Manueke – BAIT Manado

GMAHK Jemaat Gritma mengutus 3 peserta untuk menghadiri kegiatan Kongres PAKMS 2013 yang berlangsung selama 3 hari di Bandiklat Provinsi Sulut di Maumi Minahasa Utara. Mereka terdiri atas Ketua PA, Leony E. Mangkey, serta utusan dari organisasi yang ada yaitu Tesa Maidangkay dan Tiffany Pejoh (Gritma Music) dan Pathfinder.

Selama kegiatan, ketiga utusan yang masih dalam usia remaja ini terlihat antusias mengikuti seitap sesi yang sudah dijadwalkan. Hal ini karena komitmen untuk memberikan yang terbaik kepada jemaat yang telah mengutus mereka.

“Sebenarnya yang diutus dua orang, tetapi yang ingin pergi tiga orang. Jadi dilakukan usaha dana spontanitas, dan syukur bisa terkumpul,” ujar Leony Mangkey.

Selamat mengikuti acara, utusan dari jemaat yang baru berusia 3 tahun ini juga menyempatkan diri membawakan lagu pujian dan instrument ansambel pianika.

Di akhir acara, salah satu utusan, yakni Leony Mangkey yang saat ini bersekolah di SMP Negeri 1 Manado dipercayakan menjadi pengurus PA Wilayah Manado Timur 1 sebagai sekretaris selamat jangka waktu 3 tahun ke depan. Selamat untuk pengurus yang terpilih, mudah-mudahan dapat mengaktifkan kegiatan kepemudaan di daerah masing-masing.

PERKEMAHAN KELUARGA DAN PEMUDA DAERAH SULAWESI TENGAH DAN DISTRIK LUTAT
Oleh : Irma Pakasi – BAIT Toraja

Bertampat di Pantai Makilo Resort, Pendolo, Sulawesi Tengah, 9-13 Oktober 2013 telah diadakan Perkemahan Keluarga dan Pemuda oleh Daerah Misi Sulawesi Tengah dan Distrik Luwu Tana Toraja. Peserta yang ikut acara ini kurang lebih 1300 orang, dengan Nara Sumber: Pdt. Jobbie Yabut, SSD Yout Director, Ibu Ellen Sumanti Sumarauw, Direktur Rtdan Anak-Anak UKIKT, Herry Sumanti, Bendahara UKIKT, Stephen Salainti, Direktur PA UKIKT.

Pdt. Ch. Muaya, Direktur Pemuda Daerah Sulteng selaku penanggung jawab acara ini bersama dengan dr. Djani Moula, menyambut dengan hangat semua peserta, dan telah menyiapkan segala fasilitas perkemahan yang sangat baik. Mulai dari persediaan air, listrik dan mck, semua telah disiapkan, sehingga peserta perkemahan dapat nyaman mengikuti acara demi acara.

Upacara Pembukaan pada hari Rabu, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan Panitia, lagu menyanyikan Mars Pemuda Advent. Pdt. Ramli Mende membawakan sambutan sekaligus menyambut kehadiran semua peserta, dilanjutkan dengan tarian-tarian khas daerah.

“The Power of One to Proclaiming God’s Love” adalah tema yang diambil kali ini yang memacu semua peserta untuk bersatu dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, terlebih untuk menyampaikan kasih Allah bagi orang lain.

Untuk sesi-sesi seminar, diadakan terpisah bagi Pemuda dipimpin langsung oleh Pdt. Jobbie Yabut dan Pdt. Stephen Salainti, semua kegiatan termasuk games yang disambut antusias oleh para Pemuda kita. Untuk Bapak-Bapak mengambil tempat di alam, di bawah pohon-pohon di sekitar Panti Makilo dan Bapak Herry Sumanti memberikan pelarajan-pelajaran yang sangat penting bagaimana menjaga hubungan suami dari istri. Begitu pula untuk Ibu-Ibu diadakan terpisah di bagian tenda induk, yang dipimpin oleh Ibu Ellen Sumanti yang membahas bagaimana membahagiakan pasangan, agar rumah tangga tetap harmonis. Ibu Arlene Pungus, Direktur Rumah Tangga Daerah Sulteng mengkoordinir acara ini dengan baik sehingga ibu-ibu tidak merasa bosan dan tetap duduk mendengar hingga selesai.

Pada Hari Sabat, puncak acara hadir Bupati Kabupaten Poso Bpk. Drs. Piet Inkiriwang, MM. Bapak Bupati didampingi oleh beberapa Staf Kepala Dinas sangat senang bertatap muka dengan umat Advent, menurut pernyataan beliau bahwa Bupati adalah milik semua umat, dan sangat menghargai akan undangan untuk menghadiri Perkemahan ini. Bapak Bupati datang menggunakan mobil dan pergi meninggalkan lokasi perkemahan lewat danau Poso dengan speed boat. Sebelum pergi Bapak Bupati berkenan makan siang bersama dengan tamu-tamu yang hadir.

Pembahasan Sekolah Sabat dipersatukan oleh Pdt. Imanuel Lisupadang, Dir. Pemuda Lutat dan Khotbah di Sabat siang dibawakan oleh Pdt. Jobbie Yabut, yang mengutip kisah tentang Naaman yang disembuhkah Tuhan lewat nabi Elisa dengan berendam di Sungai Yordan. Intinya adalah bahwa sebagai umat Tuhan kita harus membuang jauh-jauh segala kepentingan diri sendiri, kesombongan dengan mengutamakan persatuan, kasih mengasihi maka kuasa Roh Kudus akan dicurahkan.

Acara Sabat sore adalah Festival lagu-lagu Rohani, dan ditutup dengan Renungan dan doa oleh Pdt. Ramli Mende, Ketua Daerah. Sedangkan untuk malam minggu diadakan pagelaran Tarian Dero, yaitu tarian khas daerah Sulawesi Tengah yang diramaikan oleh semua peserta baik Pemuda maupun orang tua.

Hal yang menarik selama acara perkemahan yaitu mandi di danau. Semua peserta yang hadir terjun ke danau baik pagi maupun sore hari dengan suasana yang ceria. Oleh Ketua Panitia Perkemahan dr. Djani Moula, menyediakan fasilitas perahu, speedboat dan rakit yang membuat peserta sangat senang untuk berenang. Ada juga fasilitas olah raga pantai ada Volley, Sepak Takraw dan sepak bola pantai yang membuat persaudaraan dan persahabatan semakin indah dalam persekutuan umat Tuhan di perkemahan ini.

Ministry Tour 2 Jemaat Zhen Li – Jakarta
Oleh : Pdt. Jacky Runtu – BAIT Jakarta

Ingat waktu sekolah ada yang namanya Study Tour dimana anak-anak sekolah diajak jalan-jalan menuju tempat-tempat yang bisa dijadikan bahan pelajaran, maka Ministry tour juga mengajak orangmuda jalan-jalan menuju tempat-tempat yang bisa dijadikan tempat pelayanan sambil mengisi hari libur.
Setelah yang pertama tahun ini dilakukan di Sanggau, Kalimantan Barat pada liburan Lebaran Idul Fitri tanggal 02-09 Agustus 2013 dengan mengambil cuti 3 hari. Maka kali yang kedua ini diadakan di Solo pada liburan lebaran Idul Adha tanggal 11-15 Oktober 2013 dengan mengambil 1 hari cuti di hari Senin.

Berangkat hari Jumat tanggal 11 Oktober 13 sepulang kerja dengan memakai bus Pariwisata yang disewa selama 5 hari untuk perjalanan pulang-pergi. Tiba di Solo jam 07.00 pagi dan Pelayanan Sabat dilakukan di jemaat Kartosuro yang di gembalakan oleh Pdt Arthur. Seluruh acara diambil oleh Pemuda Advent Zhen Li dari acara Sekolah Sabat, Diskusi Sekolah Sabat sampai acara Khotbah yang mana Zhen Li Youth Choir membawakan 6 buah lagu pujian sepanjang rangkaian acara SS dan Khotbah. Pembicara Khotbah adalah gembala jemaat Zhen Li yaitu Pdt. Jacky Runtu yang memotivasi untuk semangat menunjukkan kasih Kristus kepada sesama tanpa pamrih tetapi dengan balasan dari Tuhan “yang tak terduga”. Setelah makan sang bersama tim bersiap untuk melakukan Pelayanan Masyarakat dengan mengadakan pengobatan gratis di dua desa yaitu desa Krecek dan desa Kragilan.
Ikut serta juga Pdt Jimmy Havelaar yang pada hari Sabat melayani di jemaat Yosodipuro sampai sore hari karena memberi seminar pada pertemuan PA gabungan se Solo sampai tutup Sabat. Sedangkan yang mengadakan Pengobatan Gratis kumpul kembali di gereja untuk tutup Sabat dan renungan tutup Sabat dibawakan oleh Pdt Sucianto yang adalah Sekretaris Eksekutif Daerah Jawa Kawasan Tengah.
Malam harinya sampai hari Senin, rombongan bermalam di rumah kediaman ketua Jemaat Kartosuro yaitu bapak Dharsono.

Lalu pada hari Minggu pelayanan juga dilakukan di dua tempat juga yaitu di Ngondang dan Tebu Ireng. Di dua tempat ini ada dua gereja yang digembalakan oleh Pdt Rusdianto. Rencananya setelah pelayanan yang dilakukan mulai jam 09.00 ini selesai, akan rekreasi ke Tawangmangu seperti yang telah dirancang panitya setempat yang dikoordinasikan oleh Pak Adi yang juga adalah Ketua Jemaat Kartosuro, tetapi karena tidak sempat maka rekreasi ke Tawangmangupun dibatalkan.
Adapun yang berangkat saat ini adalah 42 orang dengan komposisi dua orang pendeta yaitu Pdt Jimmy Havelaar dan Pdt Jacky Runtu. Satu orang dokter yaitu dr. Vika Cokronegoro dan satu orang perawat yaitu Ancella Sudrajat. Satu balita berumur 3 tahun yaitu Ziel. Dan sisanya 37 orangmuda dengan berbagai profesi. Ditambah dengan Sdr. Edwin Kristianto dan Keluarga Abet Wijanarko yang adalah anggota jemaat Zhen Li berkampung halaman di Solo. Kedua keluarga ini kalau di Solo akan selalu bergereja di Kartosuro karena itu adalah jemaat mereka sebelumnya. Merekalah yang menjadi penghubung panitya Zhen Li dengan panitya Kartosuro.
Adapun Pelayanan Pengobatan Gratis ini dilakukan dengan poin-poin sebagai berikut:
1. Melibatkan kelompok masyarakat setempat seperti Karang Taruna atau PKK atau kelompok apapun yang bisa turut membantu. Mereka ini kita perlukan membantu bagian pendaftaran karena mereka ini juga yang sebelum acara membagikan undangan sesuai dengan jumlah atau target yang kita mau layani agar tidak membludak dan kalau membludak maka yang membatasi bukan dari kita yang melayani, tetapi dari kelompok masyarakat yang mereka kenal sehingga dapat menghindari sesuatu yang tidak kita inginkan.
2. Kelompok Masyarakat yang kita gandeng jugalah yang akan mengurus ijin dan mengundang pemerintah setempat sehingga pelayanan juga diketahui oleh pemerintah setempat.
3. Urutan Pelayanan yang sistematis sehingga tidak semrawut:
a. Diadakan acara pembukaan: sambutan selamat datang oleh protokol, lalu kata sambutan dari panitya, gereja, perwakilan kelompok masyarakat, dan pemerintah yang membuka secara resmi lalu berdoa.
b. Pengarahan dari Panitya untuk mengikuti prosedur / jalur pemeriksaan / pengobatan
c. Seminar Newstart diberikan sebelum atau sementara pemeriksaan, tergantung situasi, tetapi sebaiknya sebelum pendaftaran pemeriksaan dimulai. d. Jalur pemeriksaan: dari pendaftaran ke pemeriksaan tensi dan berat badan, lalu ke dokter pemeriksa, kemudian ke pengambilan obat. Setelah pengambilan obat, pasien diarahkan ke ruang “curhat” dimana disini kita akan menerangkan sebab-sebab penyakit karena pikiran dan pola hidup yang tidak baik dan meyakinkan bahwa kesembuhan bukan dari obat tetapi dari Tuhan sehingga kita harapkan pasien akan bersedia didoakan. Kalau dia seorang Muslim yang tidak bersedia didoakan maka kita tetap berpesan kepada mereka untuk berdoa sesuai kepercayaan mereka sebelum minum obatnya. Setelah itu mereka kita berikan pakaian layak dan roti atau bubur kacang hijau bila memungkinkan.
4. Akan banyak yang bertugas karena di setiap peralihan satu tempat ke tempat lainnya akan ada orang yang ditugaskan.
5. Catatan khusus di Solo, kita mendapat bantuan dokter dari puskesmas dan atau dari rumah sakit pemerintah setempat. Pada hari pertama kita mendapat seorang dokter dan pada hari kedua mendapat tiga orang dokter. Hari Senin pagi kita bersiap naik bus lagi menuju Jakarta, tetapi singgah dulu di Candi Prambanan, Candi Boko dan Jl. Malioboro Jogja lalu malam harinya langsung menuju Jakarta. Tiba di Jakarta hari Selasa pagi jam 05.00 untuk ke rumah masing-masing dan beristirahat yang cukup agar esok hari sudah bisa bekerja kembali dengan fit.

KKR Pemuda Agape Balikpapan “Metamorfosis’
Oleh : Beverly Runturambi – BAIT Balikpapan

Sejak tanggal 6-12 Oktober 2013 Pemuda Agape Balikpapan melaksanakan KKR di Hotel Bintang depan kantor Walikota Balikpapan dengan pembicara Pdt. Bryan Gallant dialihbahasakan oleh Zeppy Tampubolon. Komitmen pemuda untuk melaksanakan acara ini sungguh luar biasa. Segala sesuatu mereka upayakan agar KKR ini dapat terlaksana untuk kemuliaan nama Tuhan.

Satu minggu sebelum KKR ini berlangsung, tempat pelaksanaan yang awalnya telah disepakati melakukan pembatalan sepihak dengan alasan akan melakukan renovasi bangunan. Mendengar info tersebut Sdr. Marky Yehezkiel dan Panitia mencoba mencari jalan keluar, tentu saja hal ini sempat membuat mereka kewalahan karena harusnya undangan, spanduk, poster sudah harus disebar tapi dengan berubahnya lokasi maka hal itu tak bisa terjadi, hampir semua tempat yang mereka hubungi tidak bersedia atau sudah terlebih dahulu dipesan pihak lain. Tapi disinilah orang-orang muda ini melihat kuasa Tuhan yang ajaib, karena Tuhan membuka jalan di detik-detik terakhir tepat pada waktuNya. Ketika kendala ini muncul harusnya bisa dilaksanakan di gereja Agape saja, tapi dengan alasan mereka ingin menjangkau orang-orang non Advent bahkan Muslim, maka Panitia lebih memilih melakukan KKR ditempat lain.

Dari malam kemalam banyak tamu yang hadir dalam acara ini. Bahkan saudara-saudara yang beragama Muslim lengkap dengan memakai kerudung ikut hadir dalam acara ini. Balikpapan City Choir, PS. SMU 5 Balikpapan dan lain-lain turut meramaikan acara ini dengan lagu-lagu pujian yang mereka bawakan. Puji Tuhan diakhir KKR ada 2 jiwa yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi lewat baptisan suci yang dipimpin oleh Pdt. A.S.M Tulalessy Sekretaris Eksekutif DKKT dan Pdt. Dwi Juniarto Dir. Pemuda DKKT. Semoga kedua jiwa ini, Panitia, dan seluruh umat Tuhan dimapun berada selalu setia sampai Tuhan datang.

PERAYAAH HUT GMAHK CICAHEUM KE-50 (1963 – 2013)
(Golden Anniversary)
Dilaporkan oleh : Bredly Sampouw, Bait, Bandung

Selasa, 15 Oktober, Bertempat di Gedung Cayaha Garuda Giant Jl. Junjunan Bandung telah diadakan perayaan HUT GMAHK ke-50 tahun Emas dari Jemaat Cicaheum. Suatu acara yang istimewa dan sangat meriah telah dilaksanakan di Cahaya Garuda, dihadiri tamu undangan baik dari luar Bandung juga di Bandung. Undangan kepada seluruh pimpinan gereja-gereja se Bandung yang terdiri dari 33 jemaat berserta Institusi Unai, RSA dan IPH. Perayaan 50 tahun mengambil tema : “50 Tahun Bersama Yesus”, sedangkan sub Tema : “Jangan Takut Allah Beserta Kita”. Didepan panggung samping kanan terpampang pula kata-kata: “Sampai disini Tuhan menolong kita” sedangkan disamping kiri terpampang kata-kata : “1963 – 2013 Gereja MAHK Jemaat Cicaheum 50 th Anniversary”. Susuna npanitia perayaan HUT ke 50 jemaat cicaheum: Ketua umum Bpk. Teddy Lukas, Ketua pelaksana Agus Dwiharso dan Nico simbolon, sekretaris Dede Supriatna dengan Mutiara Tampubolon, Bendahara Evi Sahir dengan dibantu 10 seksi. Begitu semaraknya perayaan yang dihadiri hampir 700 orang undangan sesuai nomor urut. Suasana gembira para undangan membaur diantara peserta dan para anggota serta panitia acara HUT nampak pada wajah-wajah gembira dan senyum para undangan ketika disambut di ruang depan. Terlihat para pioneer menyambut dengan wajah senyum kekeluargaan dan di dekat pintu masuk ada penerima tamu, dimana setiap undangan diminta untuk menuliskan nama dan mengambil nomor door price yang ada di kartu undangan. Sebelum memasuki ruangan para undangan berfoto didepan penerimaan tamu, mungkin acara berfoto ini sebagai kenang-kenangan siapa saja yang menghadiri acara spesial ini.

Sejarah Berdirinya GAMHK Cicaheum.
Cikal bakal Jemaat Cicaheum yang dipimpin oleh Pdt Ev. Siregar dimulai pada tahun 1961. Dengan beranggotakan 13 keluarga awalnya maka diorganiserlah menjadi jemaat pada tahun 1963 dimana yang menggembalakan jemaat ialah Pdt. Rifai Burhanudin. Berturut-turut gembala yang pernah melayani dalam kurun waktu 50 tahun adalah : 1965 digembalakan oleh Pdt. D. Batubara bertempat di Jl. Antapani Lama terminal Cicaheum di rumah Kel. Frans Kalitouw. 1965-1968 digembalakan oleh Pdt. Yulianus Ritonga dan Pdt. Cornelius Sahetapi bertempat di Jl. A. Yani pabrik kecap kel. Yap Kian Hay. 1969-1971 digembnalakan Pdt. Pesulima bertempat di Jl. Padasuka. 1971 – 1975 digembalakan oleh Pdt. Tulus Mangungsong bertempat di Klinik Advent Cicaheum Jl. A.H. Nasution rumah Kel. Samuel Manueke. 1976 digembalakan oleh Pdt. Charles Pakpahan bertempat di Jl. A.H. Nasution. 1976 – 1979 digembalakan oleh Pdt. Thomas Trisno saat itu tempat ibadah berpindah-pindah tempat di rumah Kel. Joseph Pangau depan Alun-alun Ujung Berung dan di Jl. Jalaprang 16 Sukaluyu di kel. Didi Supriadi. 1980 digembalakan Pdt. Yunus Panjaitan bertempat di Kel. Benny Iskandar. 1981 digembalakan oleh Pdt. Simanjuntak bertempat di Arcamanik di rumah kel. Bpk. Teddy Lukas kemudian pindah ke rumah Ibu Reni dan pindah lagi di kel. Marbun Gang Irit. 1982 digembalakan oleh Pdt. A.H. Marbun bertempat di Gereja Kristen Jawa di Jl. Kiaracondong, di kel, Beny Jl. Jakarta kemudian pindah lagi ke Gereja Cicaheum Arcamanik, Ibu Reni di Arcsamanik, di Kuburan Cina Cikadut, di kel. Joseph Pangau Ujung berung dan kel. Didi Supriadi di Jl. Jalaprang. 1987 – 1990 digembalakan oleh Pdt. Liklikwatil bertempat di Gereja Kristen Jawa depan Stasiun Kereta Api Kiaracondong kemudian pindah ke Jl. Jakarta di pabrik Konveksi keluarga Benny Iskandar pindah lagi di klinik Kiaracondong. 1989 – 1990 digembalakan juga oleh Pdt. Yunus Panjaitan bertempat di Jl. Jakarta di kel. Benny iskandar dan klinik Kiaracondong. 1991 digembalakan oleh pdt. M.R. Siringo-ringo bertempat di kelinik Kiaracondong. 1991 – 1992 digembalakan opleh Pdt. Pdt. R.H. Panjaitan bertempat di klinik Kiaracondong. 1992 – 1993 digembalakan oleh Pdt. Cornelius Sahetapi bertempat di klinik Kiaracondong di rumah Cicukang milik gereja Cicaheum, dirumah Jutek Bongso di Tamansari, AECS Cikapayang, Batureok, Puncak, klinik Kiaracondong, Gereja Cicaheum Cisaranten dan sampai sekarang masih tetap di rumah ibadah Cicaheum tetapi tidak bisa digunakan untuk beribadah. 1966 – 1999 digembalakan oleh Pdt. Tjutju Elia bertempat di Kiaracondong dan cicukang milik jemaat cicaheum. 1999 -2000 digembnalakan oleh pdt. Simon Situmorang bertempat di cicukang. 2000 – 2009 digembalakan oleh Pdt. B.e. Ludji Leo bertempat di Cicukang dan Yon Zipur 9 Ujung Berung. 2009 -2010 digembalakan oleh Pdt. Agus Setiono bertempat di Yon Zipur 9 Ujung Berung. 2011- sekarang digembalakan oleh Pdt. M. Lumbanraja bertempat di Yon zipur 9 Ujung berung. Gereja Yon Zipur 9 Ujung berung digunakan juga oleh denominasi lain pada hari minggu seperti Gereja Kristen Pasundan (GKP), Gereja Katolik, Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Kristen Pantekosta di Indonesia (GPGI).

Inilah sekilas perjalanan panjang jemaat Cicaheum selama 50 tahun berdiri, dimana selama kurang waktu 40 tahun jemaat ini berpindah-pindah dan 10 tahun terakhir ini jemaat Cicaheum beribadah di area militer di Yon Zipur 9 Ujung Berung. Jemaat Cicaheum sekarang beranggotakan 350 anggota.

Perayaan HUT Emas GMAHK Cicaheum di Cahaya Garuda Giant Bandung.
Acara dimulai pukul 15.00 dengan pemandu acara ialah Ivan Saputra dan Febrita Sinaga. Acara dimulai dengan doa buka dan sambutan oleh ketua perayaan HUT ke-50 ialah Bpk. Teddy Lukas. Renungan dibawakan oleh Pdt. J. Lubis, Wakil Ketua Divisi. Dalam sambutan beliau memberikan latar belakang mengapa dia menerima undangan pada acara HUT ke 50 jemaat Cicaheum! Rupanya mantan pacarnya bergereja di jemaat Cicaheum diawal karianya sebagai perawat di RSA Bandung yaitu ibu Poppy Lubis. Renungan diakhiri dengan doa penyerahan oleh Pdt. J. Lubis dimana semua anggota jemaat diundang kedepan. Tantangan dibawakan oleh Pdt. S. Cakrapawira selaku ketua Konfrense Jawa Barat.

Acara penghargaan diberikan kepada para pioneer berdirinya gereja Cicaheum berupa pelakat beriku ini nama-nama pioner jemaat Cicaheum yang masih ada yaitu : Didi Supriadi, Yoseph Pangau, Teddy Lukas, merry lanjawab, A. Simbolon dan S. Kadarahman. Diberikan penghargaan juga ialah para mantan gembala yang pernah melayani jemaat. Kata sambutan mewakili mantan gembala dibawakan oleh Bpk. Thomas Trisno dalam kata-kata sambutan beliau mengatakan hanya satu kata “Dahsyat” puji Tuhan atas pimpinanNya.

Sesudah acara penghargaan acara penyambutan tamu diadakan dengan menampilkan tari Lengser untuk menyambut para tamu dari belakang menuju kedepan diiringi musik khas Sunda tari Lengser, penari dengan asesori kekuning-kuningan bersama para penari dengan gamelangnya membuat suasana syahdu. Tamu undangan dari divisi, uni dan konfrense bersama seluruh angggota jemaat Cicaheum memasuki panggung lengkap dengan seragam warena emas melambangkan perayaan emas jemaat Cicaheum. Dilanjutkan dengan acara pemukulan gong oleh Pdt. J. Lubis didampingi gembala jemaat, Jutek Bongso dan ketua konfrense dimana pemukulan gong sebanyak 7 kali sesuai dengan logo Gereja Masehi Advent hari-ke-7. Acara dimeriahkan dengan kehadiran seorang penyanyi kristen yang sudah dikenal yaitu Daud Pamei juara 2 lagu-lagu rohani Nasional, top ten Idol Indonesia, pencipta lagu-lagu rohani yang sudah dikenal dan beliau sebagai duta seni pemerintah.

Daud membawakan lagu ciptaannya sendiri diatas panggung. Sebagai ucapan syukur panitia HUT menyediakan jamuan kasih, dan sementara hadirin menyantap sajian yang tersedia maka door price oleh panitia dibagiakan mulai dari lonceng sampai TV 29”. Selesai makan bersama maka ada tamu khusus yang juga diundang memeriahkan acara yaitu penyanyi, bintang iklan dan presenter TV yaitu Choki Sihotang bersama istri dan anaknya, beliau berkisah pengalamannya sejak SD, SMP dan SMA di sekolah Advent Bandung khusus SD Advent Setiabudi, SMA Naripan walaupun prestasi pas-pasan tetapi karirinya sukses sampai sekarang. Ini rahasia suksesnya ialah beliau setia mengembalikan perpuluhan kepada Tuhan, Choki beragama Protestant.

Disela acara menjelang akhir pemandu acara mengundang mantan ketua Uni Barat untuk memberikan tantangan dan bekal dalam pelayanan yaitu Pdt. Bahasa Sumarna, beliau asli orang Sunda yang turut diundang panitia. Menurut kesaksian Pdt. J. Lubis disaat pimpinan Uni Pdt. Bahasa Sumarna Pdt. J. Lubis diangkat sebagai kepala penerbitan jadi ada kesan tersendiri. Acara diakhiri dengan pemberian door price terakhir yaitu 2 TV 29” dan pemenangnya jatuh kepada tamu undangan dari Unai. Selamat kepada GMAHK Cicaheum dalam perayaannya yang ke 50 (Golden Anniversary) teruskan semangat pelayanan kepada generasi-generasi mudah yang siap menerima obor estafet penginjilan didalam mensukseskan Revival and Reformation.

Pdt. Yoram Tumbarante : Melayani Sampai Yesus Datang
Oleh : BAIT Manado

Pdt. Yoran Tumbarante, senior pastor dari jemaat GMAHK Indonesia di Colorado memberikan tantangan bagi seluruh karyawan Rumah Sakit Advent Manado, minggu kemarin 9 Oktober 2013 pada acara chapel untuk mantapkan pelayanan sampai Yesus datang. Dengan mengambil cerita mengenai anak yang terhilang, beliau membahas hilangnya seseorang secara fisik atau hilang secara pikiran sebagaimana yang terjadi pada sang kakak. Selanjutnya beliau menceritakan pentingnya pelayanan yang ramah dan peduli seperti yang terjadi di Colorado, seorang pasien terjamah dengan pelayanan yang luar biasa di RS Advent sehingga si pasien ini menyumbangkan sebuah rumah sakit baru.

RSA Manado menyambut pdt. Tumbarante dengan gembira karena beliau adalah donator sejak lembaga ini didirikan beberapa tahun yang lalu. Datang dengan mrs. Gertje Tumbarante, keduanya sempat menyaksikan beberapa bagian di RSA seperti instalasi gisi dan ruangan lainnya.

Kasih Tuhan di TPPI Jakarta
Oleh : BAIT Manado

“Jikalaupun laut jadi tinta, langit menjadi kertas , rumput-rumput jadi pena dan orang skalian menulis kasih Allah, maka akan kering lautan”. Penggalan syair di buku lagu sion ini menggambarkan besar dan luasnya kasih Tuhan kepada manusia, dikatakan oleh mrs. Dolly Walalangi-Rumagit pada sabtu 28 September di jemaat Tumou Tou, Pondok Indah, Jakarta.

Ruangan ibadah yang ditata apik dengan kembang cantik menyambut hadirin. Jemaat TPPI menjadi pilihan para tamu untuk berkunjung. namak tamu dari Amerika Serikat yaitu pdt. M.H. Wauran dan rombongannya dan juga keluarga pdt. Moldy Mambu dari Rumah Sakit Advent Manado dan dari daerah yang lain.

Sabat itu bertepatan dengan acara perjamuan suci yang diikuti dengan sukacita. Keakraban daan peduli Nampak mewarnai persekutuan di jemaat yang belum lama diresmikan ini. pelayanan yang diprakarsai orang-orang muda menjadi kekuatan jemaat kami, ungkap pendeta jemaat, pdt. wauran di sela-sela acara makan siang.

Leave a Reply