“Once saved always saved”: Fakta atau Fiksi?

bk-csmc

By Joe Crews

Pembukaan
Kuasa memilih adalah pemberian yang indah dari Tuhan, namun ada satu pilihan di mana Tuhan tidak mengizinkan manusia untuk menjalankannya. Tidak ada orang yang dapat memilih atau tidaknya untuk dilahirkan dalam alamiahnya dengan kecenderungan berdosa warisan. Keputusan yang mempengaruhi kehidupan kita sangat panjang, beberapa waktu yang lalu oleh nenek moyang kita. Kita benar-benar tidak mempunyai pilihan tentang jenis alamiah yang kita miliki saat lahir. Ini adalah kecenderungan berdosa warisan. Jika tidak berubah maka akan menyebabkan kematian kekal.

Tetapi walaupun kita dilahirkan dengan keadaan alamiah yang sudah jatuh. Tuhan memberikan kita pilihan untuk mengubah alamiah kita. Ini bersifat pribadi. Pilihan yang berkuasa, tidak ada yang dapat mengambil dari kita. Tidak diragukan lagi merupakan keputusan terpenting yang setiap orang hadapi selama hidupnya. Pilihannya adalah apakah kita menghasilkan dosa terus dari kecenderungan itu dan mati selamanya, atau menerima sifat baru melalui iman kepada Kristus dan hidup kekal.

Ada banyak ketidaksepakatan dari jenis pilihan yang ditawarkan kepada kita masing-masing. Jutaan orang percaya bahwa Tuhan membuka pintu hanya untuk keputusan sekali dalam seumur hidup, lalu menutup pintu itu selamanya. Seolah-olah Tuhan berkata, “Aku akan memberikan hanya satu keputusan tentang perubahan atas kondisi Anda yang terkutuk. Sekali Anda memutuskan untuk diselamatkan Anda tidak akan pernah dapat memilih untuk hilang lagi. Ketika Anda memilih Yesus sebagai Juru Selamat, itu pilihan terakhir yang akan anda buat tentang takdir kekal Anda. Jika Anda berubah nanti dan menolak keputusan Anda, maka akan terlambat. Tidak peduli berapa dalam dan tulusnya Anda ingin hilang, dan bertobat dari pertobatan Anda, Anda tidak akan pernah keluar dari hidup kekal. Tidak ada jumlah pemberontakan yang pahit, penghujatan yang disengaja, atau hidup bengis dapat mengubah ‘sekali-untuk-selamanya’ keputusan untuk diselamatkan. Saya tidak akan mengizinkan setiap pilihan lebih lanjut setelah Anda menerima Yesus sebagai Juru Selamat Anda.”

Pada dasarnya, ini kepercayaan sebagian besar orang Kristen yang menganjurkan doktrin keselamatan kekal. Kelompok tulus Kristen lainnya percaya bahwa Tuhan membiarkan pintu terbuka bagi kita untuk mengubah pikiran setiap saat. Mereka percaya bahwa keselamatan tidak didasarkan atas hanya satu tindakan yang tidak dapat dibatalkan atau pilihan masa lalu, tapi setelah terus menerus, hubungan pribadi orang percaya dengan Kristus. Saat keputusan untuk menghancurkan hubungan kasih dibuat karena ketidaktaatan yang disengaja, orang percaya tidak lagi menjadi seorang percaya sejati dan menyebabkan hilangnya setiap jaminan keselamatan.

Jutaan jiwa dipertaruhkan
Implikasi yang fantastik dari masalah ini luar biasa. Jika ada jaminan masa depan tanpa syarat bagi semua orang percaya, ini harus menjadi doktrin paling indah yang pernah ada. Tetapi jika ini tidak benar, ini sesungguhnya akan menjadi penyesatan yang paling berbahaya di dunia. Jutaan orang dapat diselamatkan atau hilang atas keputusan yang mereka buat pada titik ini.

Izinkan saya memberikan Anda contoh bagaimana itu mempengaruhi nasib orang-orang dari hari ke hari. Di salah satu seri penginjilan saya ada lebih dari seratus orang yang hadir dengan kepercayaan adanya jaminan kekal. Mereka suka dengan pengungkapan kebenaran Alkitab seperti yang mereka dengar. Mereka senang terutama Sabat hari ketujuh karena mereka belum pernah memahaminya. Semua sungguh yakin bahwa Sabtu adalah Sabat yang benar dalam alkitab. Dan mereka bersemangat juga menerima pelajaran nubuatan. Tetapi dari ratusan orang hanya sedikit yang membuat keputusan untuk menuruti kebenaran. Prakteknya mereka semua mempunyai masalah dengan Sabat berhubungan dengan pekerjaan mereka. Itu artinya ketidaknyamanan, kesulitan ekonomi, dan kemungkinan kehilangan pekerjaan bagi mereka untuk mengikuti jalan kebenaran. Setiap orang yang menolak pekabaran memberikan saya penjelasan yang sama – “kita sudah selamat,” mereka katakan, “dan kita tidak akan hilang. Mengapa kita harus menghadapi risiko kehilangan pekerjaan kita dengan memelihara hari Sabat? Kita tidak diselamatkan karena memelihara hari Sabat, dan kita pasti tidak akan hilang dengan melanggar hari Sabat.”

Anda lihat bagaimana pernyataan mereka sesuai dengan doktrin mereka? Bagi mereka keselamatan tidak ada hubungannya dengan penurutan atau mempercepat pertumbuhan dalam kerohanian. Ini semua berfokus pada masa lalu pada saat mereka membuat keputusan untuk Kristus. Apakah mereka menaati atau tidak menaati apapun dari wahyu kebenaran tidak berpengaruh apapun pada tujuan akhir mereka. Mereka dapat melanggar hukum keempat, hukum ketujuh atau semuanya, dan masih merasakan keselamatan kekal dalam janji yang mereka dapat tuntut “ketika mereka selamat.” Yang pasti, mereka percaya bahwa ketidaktaatan mereka mungkin mempengaruhi sukacita dan damai dari hubungan mereka, tetapi tidak dengan jaminan keselamatan mereka.

Jelas doktrin ini perlu diperiksa secara mendalam, Terlalu banyak konsekuensi kekal bergantung pada penerimaan atau penolakan. Kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini: dapatkah kita mengubah pemikiran kita tentang keselamatan? Dapatkah kita menyerahkan kuasa memilih kita ketika kita bertobat? Apakah keselamatan terdiri dari satu keputusan kudus, atau haruskah kita terus dalam anugrah Kristus setelah keputusan itu? Dapatkah Tuhan memasukkan dosa yang cemar dalam kerajaan-Nya yang kudus? Puji Tuhan Alkitab memiliki ratusan ayat indah dan jelas untuk menjawab pertanyaan ini. Kita akan melihat bersam-sama, dan juga memeriksa beberapa ayat yang telah ditafsirkan untuk menegakkan doktrin “sekali selamat tetap selamat.”

Tidak Ada Dosa Di surga
Bicara tentang Yerusalem baru, Yohanes berkata, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis.” Wahyu 21:17. Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” Matius 5:8. Paulus berulang kali menulis tentang penyingkiran orang-orang berdosa dari surga. Dosa adalah satu-satunya hal yang najis di pemandangan Tuhan. dan tidak ada orang yang sengaja berbuat dosa akan pernah masuk ke dalam kerajaan-Nya. Paulus menulis, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” 1 Korintus 6:9,10.

Tidak ditemukan dalam Alkitab jalan masuk ke kerajaan Tuhan berhubungan dengan pengalaman iman di masa lalu. Keselamatan sifatnya dinamis, hubungan yang bertumbuh dengan satu-satunya yang mempunyai kehidupan kekal untuk dilimpahkan. Hal ini memerlukan hubungan terus-menerus untuk menerimanya. Kehidupan Tuhan dapat dibagikan kepada manusia, tetapi TIDAK PERNAH TERLEPAS DARI PERSATUAN DENGAN KRISTUS! “Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.” 1 Yohanes 5:12

Sama seperti energi kreatif Tuhan terus-menerus diperlukan untuk mempertahankan alam semesta dan mengikat atomnya bersama-sama, kuasa ilahi-Nya terus-menerus diperlukan untuk mempertahankan kehidupan rohani dalam jiwa. Ketika seseorang dengan sengaja memisahkan diri dari Tuhan. Hubungan itu rusak, dan kehidupan kerohanian berhenti mengalir. Tuhan tidak akan menyalahi kebebasan memilih seseorang dalam membuat pilihan. Sebagai bukti bahwa orang Kristen dapat kehilangan hubungan mereka dengan Yesus dan hilang. Baca Yohanes 15:1-6. Di sana Yesus menjelaskan salah satu rahasia terbesar dari kehidupan kekal. “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Ayat 5-6.

Rahasia Kehidupan Yang Berkelanjutan Adalah Terus Tinggal Dalam Yesus
Catat bahwa rahasia kehidupan yang berkelanjutan adalah terus tinggal dalam Yesus, jika seseorang tidak tinggal dalam Kristus, ia layu, mati, dan akhirnya akan dibakar. Ini membuktikan bahwa hubungan orang percaya dengan Kristus adalah tidak pernah berdasarkan hanya sebuah pengalaman di masa lalu. Itu masih berlangsung saat ini, saling berbagi kehidupan bersama yang mana diambil dari Dia “yang adalah hidup kita” (Kolose 3:4). Ketika ranting berpisah dari pokok anggur, sumber kehidupan pergi, hasilnya hanyalah kematian. Kata-kata Yesus ini terlalu jelas untuk disalah artikan. Walaupun percaya, orang Kristen yang percaya yang terhubung dengan pokok anggur yang hidup dapat memilih untuk memisahkan diri dari pokok anggur. Ketika mereka melakukannya, mereka mati dan akan dilempar keluar dalam api dan dibakar. Tidak ada yang bisa layu dan mati kalau sebelumnya tidak pernah hidup.

Keamanan adalah kekal hanya bagi mereka yang memiliki iman abadi tertuju pada Yesus, dan mereka yang hidup terhubung kepada-Nya yang adalah hidup kita. sayangnya, kita dapat memilih untuk hilang tidak peduli bagaimana selamatnya kita dulu. Segala sesuatu tergantung dari memelihara hubungan ilahi dengan pokok anggur yang sejati.

Yesus mengajar kebenaran yang sama tentang kehilangan kehidupan yang kekal dalam perumpamaan penabur. Dalam menjelaskan benih yang mana jatuh di antara semak duri dan batu, Yesus berkata, “Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Lukas 8:12,13.

Ada beberapa hal untuk dicatat tentang perumpamaan ini. Pertama, hanya ada satu kelas yang akhirnya akan selamat – satu-satunya yang membawa banyak buah. Kelompok ini digambarkan oleh yang di pinggir jalan dan yang berbatu yang tidak selamat. Dalam ayat 12, yang di pinggir jalan mendengar tetapi tidak berkesempatan untuk “percaya dan diselamatkan,” tetapi di ayat yang berikutnya, tanah yang berbatu mendengar “percaya sementara.”(terjemahan literal) Jenis “percaya” apa ini? Menurut ayat 12, itulah jenis yang diselamatkan. Jadi orang yang hanya percaya sementara waktu diselamatkan untuk sementara waktu, tetapi dalam masa pencobaannya terjatuh. Akhirnya, tentu mereka hilang bersama dengan semua yang lain. Kecuali yang membawa buah. Ini adalah pengajaran tegas dari Tuhan kita. Seseorang dapat mempunyai iman yang menyelamatkan sementara waktu lalu kehilangan iman itu, dan akhirnya tidak selamat.

Keamanan Hanya Bagi Mereka yang Punya Iman Abadi yang Tertuju Pada Yesus
Mereka yang membaca catatan injil dengan hati-hati akan menemukan ajaran dari Yesus untuk meninggalkan doktrin dari sekali selamat tetap selamat berulang-ulang. Dalam Lukas 12:42-46 Yesus menjelaskan dalam perumpamaan yang lain bagaimana seorang hamba yang setia dapat berbalik menjadi hamba yang tidak setia. Setelah bertanya, “siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya…?” Yesus menjawab pertanyaan-Nya sendiri, “hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu….. tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.” Kemudian Kristus menjelaskan bagaimana hamba itu dapat kehilangan upahnya. “Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.” Ayat 45,46.

Ini contoh sempurna dari Guru Besar kita bagaimana seorang hamba yang setia dan bijaksana dapat dihukum bersama dengan orang yang tidak percaya. Yesus berbicara tentang seseorang yang mana Dia lihat cukup setia percaya dengan tanggung jawab yang berat. Tidak diragukan lagi, hamba ini menggambarkan mereka yang melayani Tuhan dengan hati-hati sebagai orang percaya sejati. Tetapi apa yang terjadi? Hamba yang setia berpaling dari jalan kebenaran, lalu menuai kehancuran abadi dan kematian. Tidakkah ini juga mengingatkan kita akan ayat Ibrani 10:38, “Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Hamba yang di perumpamaan, yang mana adalah seorang percaya, sekarang dihukum bersama orang tidak percaya. Orang setia dapat ditarik kembali kepada kebinasaan.

Keselamatan Dapat Hilang
Satu lagi perumpamaan dari Kristus menyoroti fakta bahwa pengampunan yang berkelanjutan adalah bersyarat untuk orang percaya. Cerita itu ditemukan dalam Matius 18:21-35, dan berpusat sekitar pengampunan dari Tuhan. Seorang raja menanggapi permohonan hambanya dan memaafkan hutang besarnya. Hamba itu ketika keluar dan menemukan sesama hamba yang berhutang dalam jumlah kecil dan tidak menunjukan belas kasihan, melempar dia ke penjara karena tidak dapat membayar hutangnnya. Ketika raja mendengar apa yang terjadi, raja itu mencabut pembatalan hutang yang besar itu dan memerintahkan agar hambanya yang sempat diampuni tadi dilemparkan ke tempat penyiksaan sampai dia dapat membayar hutangnya.

Tidak ada seorangpun yang dapat menyangkal pengajaran jelas dari perumpamaan ini. Meskipun Tuhan dengan murah hati mengampuni mereka yang mengajukan permohonan itu, pengampunan itu bukannya tanpa syarat untuk masa depan. Kita dapat kehilangan pengampunan kita dengan tidak berbelas kasihan dengan orang lain. Ini selaras dengan firman Tuhan dalam Yehezkiel 33:13, “Kalau Aku berfirman kepada orang benar: Engkau pasti hidup! — tetapi ia mengandalkan kebenarannya dan ia berbuat curang, segala perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya.” Prinsip ini diulangi dalam ayat 18 “Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan, ia harus mati karena itu.”

Rahasianya terletak dalam menjaga hubungan yang benar dengan Sumber keselamatan. Yesus berkata, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Matius 24:13. Tidak ada seorangpun akan selamat pada akhirnya apabila tidak melawan dosa dengan kuasa Tuhan. Mereka yang tidak bertahan sampai akhir akan menerima nama mereka dikeluarkan dari buku kehidupan. Para pendukung keselamatan kekal menyangkal bahwa itu akan terjadi. Tetapi baca kemungkinan yang menakutkan untuk diri Anda sendiri dalam Wahyu 3:5, “Barangsiapa menang….Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan.” Implikasi yang jelas bahwa mereka yang tidak menang – mereka yang tidak bertahan sampai akhir – akan menemukan nama mereka dikeluarkan dari buku kehidupan.

Semua ayat ini sungguh berbicara hal yang sama. Dosa yang direncanakan menghancurkan hubungan melalui mana kehidupan kekal diperoleh. Selalu ada “jika” dalam setiap pertimbangan keselamatan kekal. “Tetapi jika kita hidup di dalam terang…darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” 1 Yohanes 1:7. “Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.” 1 Yohanes 2:24. “jika ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Ibrani 10:38 (terjemahan literal). “jika seseorang tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting.” Yohanes 15:6 (terjemahan literal). “jika seseorang menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Yohanes 8:51 (terjemahan literal). “jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.” Roma 11:22. “jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.” 2 Petrus 1:10. “jika kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.” Ibrani 3:14 (terjemahan literal). “jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita.” 2 Timotius 2:12. “jika kita sengaja berbuat dosa…maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.” Ibrani 10:26. “Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” 1 Yohanes 2:15. “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” Yohanes 15:14. “jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati.” Roma 8:13.

Bahayanya Menjadi Terbuang
Paulus mengakui kemungkinan takut dibuang dari hadirat Tuhan pada akhirnya, kecuali dia menahan kecenderungan kedagingan dosa. Dia berkata, “….menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” 1 Korintus 9:27. Paulus menggunakan kata – ditolak – ini sangat menarik. Kata Yunaninya adalah “adokimos,” yang mana dapat diartikan “terkutuk” dengan kata lain. Faktanya, 2 Korintus 13:5 menjelaskan bahwa Yesus tidak tinggal di hati mereka yang terkutuk (adokimos). Titus 1:16 berbicara tentang kekejian dan ketidaktaatan Mereka “tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik (adokimos).” Tentunya Paulus tidak mempunyai hal lain dalam pikiran, tetapi ia dapat hilang jika dia membiarkan dosa untuk merenggut kembali hidupnya.

Paulus juga berbicara tentang kemungkinan orang percaya yang dilahirkan kembali menderita kutukan karena mereka menerima Perjamuan Tuhan dengan cara yang tidak layak. “Karena barangsiapa makan dan minum dengan cara yang tidak layak, makan dan minum hukuman untuk dirinya sendiri.” 1 Korintus 11:29 (terjemahan literal). Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa orang-orang yang berkomitmen jadi Kristen turut serta lambang penebusan mereka. Dapatkah mereka jatuh dalam kebinasaan dan menjadi hilang? Paulus katakan bahwa itu dapat terjadi. Apa itu kebinasaan? Kata Yunani yang sama (krima) ditemukan dalam 1 Timotus 5:12 (terjemahan literal) “Memiliki kebinasaan (krima) karena mereka telah membuang iman pertama mereka.” Betapa polosnya itu orang percaya bisa “membuang iman pertama mereka” dan masuk dalam pembinasaan akhir.

Saya mendengar banyak, sering kali penjelasan dari keselamatan kekal didasari atas analogi kisah seorang anak. “Anak saya lahir dalam keluarga saya dan dia akan selalu menjadi anak saya. Dia tidak mungkin menjadi tidak dilahirkan. Mau taat atau tidak taat, dia akan selalu menjadi anak saya.” Alasan ini untuk menghindari masalah utama. Pertanyaannya bukanlah apakah seorang anak bisa “tidak dilahirkan,” tapi apakah ia bisa sakit dan mati. Tidak ada dokter mengingatkan orang tua baru tentang bahaya bayi yang belum lahir, tetapi dokter akan banyak berbicara tentang perawatan yang tepat agar anak tersebut selamat. Bahkan, jika bayi tidak diberi makan, dia akan segera mati. Dengan cara yang sama, Yesus berkata, “jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” Yohanes 6:53. Apa yang sedang Yesus katakan? Dalam ayat 63 Yesus menjelaskan, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” Kecuali orang Kristen hidup oleh Firman Tuhan, dia tidak bisa terus mengambil bagian kehidupan rohani yang berasal dari-Nya.

Sudahkan kita jelas membuktikan bahwa ketaatan yang berkelanjutan diperlukan untuk keselamatan akhir? Paulus menulis, “Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati.” Roma 6:16. Ketika seseorang memilih untuk tidak mentaati Kristus lagi dan mematuhi Setan sebagai gantinya, ia tidak lagi milik Kristus, tetapi Setan. “Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar…. barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis.” 1 Yohanes 3:7,8.

Penulis kitab Ibrani memberikan sejumlah peringatan khusus terhadap kemurtadan dari iman. Ibrani 10:23 membuka garis argumen terhadap sekali selamat-tetap selamat, posisi yang mana tak seorangpun dapat membantah. Bagian ini dimulai dengan cara ini: “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita.” dan sesudah itu peringatan diberikan kepada orang-orang yang mungkin tergoda mengabsenkan diri mereka sendiri dari jemaat orang percaya. Rupanya, ini adalah salah satu tanda-tanda pertama tergelincir ke belakang. Penulis surat ini, dan saya pikir itu Paulus, memasukan dirinya dalam peringatan. Paulus menulis “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? Yaitu dari ayat 26 sampai 29 Orang-orang yang dijelaskan di sini telah dikuduskan oleh kebenaran, tapi terjatuh ke dalam kemurtadan dengan disengaja.

Sekarang beberapa ayat terakhir dari pasal ini memperingatkan agar tidak keluar dari kepercayaan mereka. Perhatikan ini dengan seksama, “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu….Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.” Ayat 35 sampai 39. Sekarang bagaimana seseorang bisa menjelaskan fakta lebih jelas bahwa keselamatan seseorang tergantung pada kesetiaan kita sampai akhir? Kecuali ada sebuah kemungkinan bahwa seseorang mungkin membuang kepercayaannya, bahwa ia mungkin kembali tertarik kepada kebinasaan, mengapa nabi Tuhan mengumandangkan peringatan seperti itu kalau tidak demikian.

Dalam Ibrani 6:4-6 kita menemukan pernyataan mencolok lain “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.” Sekarang saya pikir akan sangat sulit untuk menggambarkan secara penuh orang yang dilahirkan kembali tapi yang kemudian memberontak terhadap Tuhan, menolak Kristus dan menolak Roh Kudus. Ia telah menempatkan dirinya di luar jangkauan Tuhan dengan perbuatannya sendiri. Oleh karena itu, tidak ada kemungkinan bahwa orang seperti itu dapat diselamatkan selama ia terus menyalibkan Kristus dengan ketidaktaatannya.

Ranting Dapat Dipotong
Dalam roma pasal sebelas, Paulus membahas fakta bahwa banyak dari benih fisik Israel menolak Anak Tuhan dan dengan demikian dipotong. Ilustrasi yang digunakan dari pohon zaitun. Cabang-cabangnya adalah bangsa Israel, tetapi karena ketidakpercayaan mereka, mereka dipatahkan, sebagaimana Anda akan membaca dalam ayat 17 sampai 20. Kemudian, beberapa cabang zaitun liar yang dicangkokkan, yang merupakan orang Kristen non Yahudi. Sekarang perhatikan nasihat ini: “Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu JIKALAU KAMU TETAP DALAM KEMURAHAN-NYA; JIKA TIDAK KAMUPUN AKAN DIPOTONG JUGA.” Ayat 21 dan 22 menambahkan penekanannya. Harap dicatat bahwa setiap keselamatan untuk cabang-cabang tergantung sepenuhnya pada hubungan mereka dengan pohon. keselamatan itu bersyarat.

Mari kita lihat apakah Petrus setuju dengan pendapat Paulus. Dalam surat kedua, pasal pertama, tercantum sejumlah kebaikan yang harus diwujudkan dalam kehidupan setiap orang Kristen. Ini disebutkan dalam ayat 5 sampai 7, dan melihat bahwa ia menulis untuk “mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Ayat 1. Kemudian mereka telah diberikan “segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Ayat 3. Hal ini sangat jelas bahwa Petrus menunjukkan pernyataan ini kepada mereka yang telah bertobat. Tapi perhatikan peringatan yang diberikannya: “Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.” Ayat 9 dan 10. pasti ini menunjukkan bahwa orang Kristen dapat jatuh dari kasih karunia. Mereka dapat berbalik dari mengikuti Yesus. Mereka bahkan bisa menjadi murtad dalam arti sebenarnya dari kata itu.

Dalam pasal ketiga, Petrus melanjutkan dengan mengatakan “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya.” Ayat 14. “kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.” Ayat 17. Jadi kita melihat bahwa Petrus memang setuju dengan Paulus bahwa orang Kristen harus waspada terus-menerus agar tidak disesatkan, dan ia menunjukkan nasib menyedihkan dari mereka yang kembali ke dosanya setelah mereka bertobat.

Salah satu ayat terkuat dalam Alkitab yang membuktikan seseorang bisa berpaling dari Kristus dan hilang bahkan setelah ia telah melalui proses penyelamatan adalah 2 Petrus 2:20-22: “Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.” Pelajaran ini sangat jelas.

Sekarang, orang-orang yang mengambil posisi untuk keselamatan tanpa syarat mengatakan bahwa anak-anak Tuhan tidak dapat diwakili oleh anjing dan babi. Ya, mungkin itu tidak bisa, tapi Petrus melakukannya – dan ini adalah ilustrasi yang paling tepat. Pepatah polos ini menyakitkan. Mereka telah keluar dari pencemaran dunia melalui pengetahuan tentang Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Mereka telah bertobat. Mereka telah bergabung pada pihak Kristus. Mereka telah berbalik dari hidup mereka kepada-Nya, tetapi mereka ingat dunia dan “berkubang” dalam dosa. Seperti Israel keluar dari Mesir, mereka ingat “daging,” dan “daun bawang dan bawang putih” dari Mesir. Mereka ingat kesenangan dari dosa lalu meninggalkan Kristus mereka kembali ke dunia seperti babi kembali ke kubangan lumpur. Tentu saja tidak seharusnya ada orang Kristen yang meniru kebiasaan babi, tapi pepatah Petrus menunjukkan bahwa adalah mungkin.

Roh Tuhan tidak diam pada titik ini. Perhatikanlah: “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ADA ORANG YANG AKAN MURTAD lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” 1 Timotius 4:1. penekanan ditambahkan. Kapan ini terjadi, di mana ada yang akan keluar dari iman? Di waktu-waktu kemudian. Bukankah itu artinya saat ini? Itu akan terjadi pada masa di mana kita hidup dan segera waktunya tiba di hadapan kita. Jika Anda belum memikirkan hal itu sebelumnya, ini masa yang genting. Dan jika Anda masih tidak yakin, dengan seksama Anda dapat baca berita di koran besok.

Pada titik ini “Roh dengan tegas.” Apa artinya itu? Ini berarti Roh Kudus berbicara terus terang, jelas – begitu jelasnya sehingga tidak mungkin disalah mengerti. Baiklah, apa yang akan dilakukan beberapa orang? Beberapa akan keluar dari iman. Jadi memang mungkin untuk meninggalkan iman, bukan? Beberapa melakukannya. Mereka pernah dalam iman, mereka berbakti bersama saudara-saudara mereka, datang gereja dan persekutuan doa. Mereka aktif mempromosikan Injil, mereka memberikan kekayaan mereka, mereka mungkin pernah menjadi pendeta, petugas gereja, dan orang awam terkemuka; Namun demikian mereka meninggalkan iman. Mereka tidak teguh dan setia. Pada hari-hari terakhir datang masa yang sukar, penganiayaan dan kesulitan yang serius, dan beberapa tidak bertahan. Mereka tergoda oleh hal dunia dan roh-roh setan. Sedih untuk mengatakan, mereka menyerahkan kesetiaan mereka pada Anak Manusia di atas salib. Mereka pernah ada di sisi Kristus, tapi sekarang mereka berpihak dengan musuh-Nya.

Tolong jangan salah mengerti. Jika Anda ingin keselamatan tanpa syarat. Anda dapat memilikinya. Dalam Kristus, hari demi hari, saat demi saat. Saat Anda menerima Kristus dan tinggal pada-Nya, Anda akan bertahan. Tidak akan, dan tidak dapat ada kegagalan dalam bagian Kristus. Dia tidak akan gagal; Dia setia. “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau.” Mazmur 55:23. Dia akan berdiri untuk Anda selama Anda berdiri untuk-Nya. Yesus berkata tentang diriNya, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.” Yohanes 14:6. Dan Yohanes menulis tentang Tuhan. “Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.” 1 Yohanes 5:11,12.

Banyak orang non-Kristen berpikir mereka memiliki keselamatan. Mereka akan memberitahu Anda bahwa mereka percaya Tuhan akan membawa mereka ke surga. Mereka akan mengatakan “”Saya sebagai orang baik di gereja,” atau “Saya merasa saya akan diselamatkan tanpa pergi ke gereja.” Tapi sebenarnya, tidak ada manusia yang diselamatkan atas dasar perasaannya. Dia mungkin tulus, tapi ketulusan tidak akan menyelamatkannya. Dia mungkin jujur, benar, bermoral, dan warga kelas satu, tapi itu tidak akan menyelamatkannya. Dia mungkin menjadi bebas, pendukung gereja dan amal kepada yang membutuhkan, tapi tidak akan yang menyelamatkannya. Tidak ada orang yang diselamatkan oleh pekerjaannya, meski mereka melakukan yang terbaik sekalipun.

Ingat ini dan tolong jangan pernah melupakannya: Kristus adalah Juruselamat, bukan pemberian Anda, bukan pekerjaan Anda. Dia menawarkan keselamatan sebagai hadiah gratis. Hal ini ada dalam Kristus, saat Anda menerima Kristus Anda dapat keselamatan. “barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup.” 1 Yohanes 5:12. Tetapi jika Anda tidak memiliki Anak, Anda tidak memiliki hidup, Anda tidak akan mendapatkan keselamatan kekal sampai Anda mempunyai dan menyimpan Kristus Sang Putra.

Apa Artinya Bagi Orang Kristen untuk Meninggalkan “Cinta Pertamanya”?
“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan KASIHMU YANG SEMULA. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:4,5, penekanan ditambahkan.

Bagi orang Kristen untuk meninggalkan cinta pertamanya, adalah kembali ke jalan yang sesat, terjatuh, meninggalkan Tuhan dan pelayanan-Nya, dan untuk pergi ke pelayanan dosa, Setan dan dunia. Tuhan menyerukan pada semua untuk bertobat dan melakukan pekerjaan pertama mereka (buah dari cinta), atau kalau tidak? “Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya.” Ini merupakan peringatan dari Tuhan. Jika orang berdosa menanggapi, bertobat, kembali ke cinta pertamanya, dan melakukan pekerjaan pertamanya, jika semuanya baik-baik – ia akan diselamatkan. Tetapi ia memilih untuk tidak melakukannya, terangnya dihapus, dan murtad hilang.

Dapatkah Orang Murtad Selalu Kembali ke Tuhan Sebelum Meninggal?
Tidak, bahkan jauh daripada itu. Dalam kasus raja pertama Israel, Saul. Ada tertulis Saul bahwa ia “berubah menjadi manusia lain.” “Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan BERUBAH MENJADI MANUSIA LAIN.” 1 samuel 10:6. Penekanan ditambahkan. Namun Saul murtad dari peran tinggi dan mulianya, tidak menuruti TUHAN, dan akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.(1 Samuel 31:1-6). Tidak bisa dikatakan dalam kasus ini bahwa Saul tidak bertobat, Namun, ia bunuh diri tanpa ada kesempatan pertobatan.

Tidak Ada seorang Yang dapat Mengambil
Akhirnya, mari kita lihat ayat yang mungkin telah dikutip lebih dari yang lain untuk mendukung doktrin keselamatan kekal. Yesus berkata, “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.” Yohanes 10:28,29.

Sungguh ini janji luar biasa yang harus dipercaya oleh setiap anak Tuhan! Pada kesan pertama, itu tampaknya menjamin semacam kekebalan terhadap kehilangan kerohanian, tapi kita belum membaca keseluruhan ayatnya. Ayat 27 merupakan bagian tidak terpisahkan dari pemikiran, dan ini menetapkan kondisi tertentu untuk pemenuhan janji dalam ayat 28 dan 29. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka.” Harap perhatikan bahwa hanya pengikut Tuhan sejati yang bersarang aman di tangan-Nya yang melindungi. Dia memberikan hidup yang kekal hanya kepada domba-domba yang setia yang mendengar dan mengikuti-Nya. Dengan mendengar dan mengikuti inilah kita diberikan kekebalan terhadap gangguan setan dan agennya. Perlindungan ini akan memilihara domba-domba dari dibelokan oleh setan, tetapi tidak tersedia bagi domba-domba yang tidak mengikuti. Tidak ada yang bisa merebut mereka dari tangan Bapa, tetapi mereka mungkin memilih untuk melompat keluar setiap saat. Tuhan tidak pernah bahkan mengisyaratkan bahwa Dia akan mengganggu kebebasan memilih pengikut-Nya. Orang Kristen dapat memilih untuk hilang persis seperti orang berdosa dapat memilih untuk diselamatkan.

Coba pikirkan betapa tidak bergunanya ratusan peringatan dari Alkitab terhadap kemurtadan jika mustahil untuk mengalami hal itu. Mengapa Roh Kudus menginspirasi Paulus, Petrus dan semua yang lain untuk menulis seperti ancaman dan peringatan serius terhadapat resiko kehilangan kekekalan jika mereka tidak ada dalam bahaya itu? Dan jika memang benar bahwa “sekali diselamatkan” memiliki jaminan kekal, pasti iblis akan tahu itu. Oleh karena itu, iblis tidak akan pernah membuang-buang waktu menggoda orang-orang percaya, karena mengetahui bahwa sudah mustahil menyebabkan mereka tidak selamat. Namun, kita semua tahu dari pengalaman bahwa Setan bekerja lebih keras untuk menarik orang-orang kudus dari mengikuti Kristus.

Kita harus menyimpulkan bahwa keselamatan tidak terdiri dari satu, komitmen yang tidak dapat dibatalkan, baik dari masa lalu atau masa kini. Menjadi selamat adalah pengalaman menghidupkan kehidupan Kristus dalam kehidupan kita sendiri melalui membagikan dan menanamkan keilahian. Ini tidak akan menjadi kenyataan kecuali dilakukan terus-menerus, hubungan yang dinamis bersama Yesus, sumber kehidupan kekal. Menjadi diselamatkan harus diungkapkan dalam ketiga bentuk kata waktu agar benar-benar alkitabiah. Itu sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi. Mungkin ilustrasi dari Glenn Fillman ini dapat membantu menjelaskannya.

Diselamatkan – Dulu, sekarang, Masa depan
Bill Jones memancing beberapa mil di laut. Capsizes perahunya tenggelam ke bawah. Dia tidak bisa berenang ke tempat yang aman. Saat itu, perahu nelayan lain datang, tetapi beban begitu berat dan tidak mungkin untuk mengambil penumpang lain. Karena mereka ingin menyelamatkan orang itu, akhirnya kru melemparkan dia tali. “Ini, ambil tali ini,” kata mereka. “Kami akan menarik Anda ke pantai.” Saat ia mengambil tali, Bill Jones mengatakan, “Terima kasih Tuhan, saya diselamatkan!” Dan ia diselamatkan, selama ia berpegang pada tali. Keselamatan adalah miliknya, tetapi ia memiliki bagian untuk dimainkan di dalamnya. Jika dia suatu saat melepaskan genggamannya ke tali dan menolak untuk menerimanya kembali, ia akan hilang. Begitu pula dengan orang yang telah diselamatkan dari dosa. Dia tetap diselamatkan selama ia berpegang pada tangan Kristus. Jika dia harus memutuskan untuk melepaskan tangan itu dan menggenggam tangan iblis, ia akan hilang. Keselamatannya tergantung pada keputusan dan tindakannya.

Sebenarnya seseorang dapat berbicara dengan benar tentang keselamatan dalam tiga bentuk kalimat – masa lalu, sekarang, dan masa depan. Dia bisa mengatakan, “Aku telah diselamatkan” ketika ia mengambil tali, “Saya sedang diselamatkan” karena ia sedang ditarik ke pantai; dan “Aku akan diselamatkan” ketika ia mencapai pantai. Seorang yang bertobat – sudah diselamatkan – dari hukuman dosa. Kita menyebutnya pembenaran. Dia – menjadi selamat – dari kuasa dosa, dan kita sebut itu pengudusan. Dia -akan selamat- dari kehadiran dosa ketika Kristus datang, dan itu akan menjadi pemuliaan. Ketiga bentuk kata ini digunakan dalam Alkitab berhubungan dengan keselamatan.

Dalam Roma 8:24 di ekspresikan, “Kita diselamatkan dalam pengharapan.” Terjemahan Weymouth adalah terjemahan yang lebih akurat. Dia mengatakan, “Kita telah diselamatkan,” kata lampau. Terjemahan Revised Standard Version sangat benar membuat kalimat dalam 1 Korintus 1:18 seperti dalam 1 Korintus 1:18 “Bagi kita yang diselamatkan.” Kemudian Kisah 15:11 menyatakan, “bahwa melalui kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan.” Jadi Anda perhatikan di masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Jadi mari kita pastikan bahwa tidak ada yang mendapat kesan yang salah dari ilustrasi orang yang diselamatkan dari tenggelam ini. Apakah fakta bahwa ia harus berpegang teguh pada tali yang membuat dia diselamatkan, yang artinya bahwa kita dapat memperoleh keselamatan kita dengan usaha kita sendiri? Sama sekali tidak, seribu kali tidak! Ingat bahwa ia sedang ditarik oleh kekuatan lain selain dirinya sendiri. Dia hanya bekerja sama dengan kekuatan itu. Dia berpegangan pada tali. Dia harus melakukan itu untuk ditarik ke tempat yang aman. Sebagai orang Kristen kita harus mengakui iman kita di dalam Kristus, kita harus tetap teguh kepada-Nya, kita harus mendatangkan buah dari penurutan; yang merupakan bagian kita dalam berpegang pada Kristus. Dia tidak akan pernah membiarkan kita pergi. Satu-satunya cara kita bisa memisahkan diri kita dari-Nya adalah menutup diri dengan sengaja dan memutuskan hubungan diri kita dari-Nya, kita punya kuasa untuk melakukan itu. Kita masih menjadi agen yang bebas. Kebebasan memilih kita tidak dihapus hanya karena kita telah menjadi orang Kristen.

Pada setiap titik dalam kehidupan Kristen kita bisa memutuskan untuk kembali, lebih memilih hal-hal duniawi daripada hal-hal dari Tuhan dan surgawi. Kita diselamatkan hanya melalui iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Kisah 4:12. Bagaimanapun, kita menunjukkan iman kita dengan pekerjaan kita. Ini adalah manifestasi dari cinta kita kepada-Nya. Menjaga perintah-perintah Tuhan dan melakukan yang benar hanyalah hasil dari Roh Kudus-Nya berdiam di dalam hati. Inilah buah-buah Roh. Kita melakukan hal-hal ini, bukan untuk diselamatkan, tetapi karena kita diselamatkan, dan selama kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, kita akan taat kepada-Nya. Kita tidak akan melepaskan tali. Kita akan terus berpegang teguh pada Kristus sebagai satu-satunya harapan kita.

Leave a Reply