Orang-Orang Jahat dalam Pencurahan Bela-Bela Itu

September 20, 2013 - Ellen G. White

“Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman Tuhan Allah, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman Tuhan. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman Tuhan, tetapi tidak mendapatnya. Amos 8:11, 12.

Dan begitu suara yang lembut penuh belaskasih itu diam, maka ketakutan dan kengerian pun melanda orang-orang jahat. Dengan kejelasan yang mengerikan mereka mendengar ucapan-ucapan, “Sudah terlambat! Sudah terlambat!” 271.1
Kristus [di kayu salib] telah banyak merasakan apa yang akan dirasakan para pendosa ketika cawan-cawan murka Allah dituangkan atas mereka. Keputusasaan gelap seperti selubung kematian akan menggumpal di dalam jiwa mereka yang bersalah, dan kemudian mereka akan menyadari tingkat kepenuhan tertinggi keberdosaan atas dosa. 271.2
Orang-orang yang tidak menghargai Firman Allah bergegas kesana kemari, mengembara dari lautan ke lautan, dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari Firman Tuhan. Malaikat itu berkata, “Mereka tidak akan menemukannya. Ada kelaparan di negeri itu; bukan kelaparan akan makanan, bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman Tuhan. Betapa mereka tidak akan memberikan satu kata pun akan persetujuan dari Allah!……. 271.3
Banyak orang jahat yang marah besar begitu mereka menderita akibat bela-bela itu. Hal itu merupakan pemandangan atas kesengsaraan yang mengerikan. Para orangtua sangat menyalahkan anak-anak mereka, dan anak-anak menyalahkan para orangtua mereka, para saudara laki-laki menyalahkan para saudara perempuan, dan para saudara perempuan menyalahkan para saudara laki-laki….. Orang-orang itu beralih kepada para pendeta mereka dan menyalahkan mereka dengan berkata, “Kalian tidak mengamarkan kami. Kalian mengatakan bahwa seluruh dunia sudah ditobatkan, dan menyerukan, Damai, damai, untuk menenteramkan setiap rasa takut yang muncul. Kalian tidak memberitahukan tentang waktu ini kepada kami; dan orang-orang yang mengamarkan kami akan hal ini kalian nyatakan sebagai orang-orang yang fanatik dan jahat yang akan menghancurkan kami.” Tetapi saya melihat para pendeta itu tidak dapat lolos dari murka Allah. Penderitaan mereka sepuluh kali lebih parah daripada umat mereka itu. 271.4
Dalam masa ketika pehukuman-pehukuman Allah dijatuhkan tanpa belaskasihan, oh, alangkah cemburunya orang-orang jahat itu akan posisi orang-orang benar yang tinggal “dalam tempat rahasia milik Yang Mahatinggi”—paviliun itu yang di dalamnya Tuhan menyembunyikan semua orang yang mengasihi Dia dan mematuhi semua perintahNya. 271.5

September 20 – The Wicked During the Plagues
Behold, the days come, saith the Lord God, that I will send a famine in the land, not a famine of bread, nor a thirst for water, but of hearing the words of the Lord: and they shall wander from sea to sea, and from the north even to the east, they shall run to and fro to seek the word of the Lord, and shall not find it. Amos 8:11, 12.
And as mercy’s sweet voice died away, fear and horror seized the wicked. With terrible distinctness they heard the words, “Too late! too late!” 271.1
Christ [on the cross] felt much as sinners will feel when the vials of God’s wrath shall be poured out upon them. Black despair like the pall of death will gather about their guilty souls, and then they will realize to the fullest extent the sinfulness of sin. 271.2
Those who had not prized God’s Word were hurrying to and fro, wandering from sea to sea, and from the north to the east, to seek the Word of the Lord. Said the angel, “They shall not find it. There is a famine in the land; not a famine of bread, nor a thirst for water, but for hearing the words of the Lord. What would they not give for one word of approval from God! . . . 271.3
Many of the wicked were greatly enraged as they suffered the effects of the plagues. It was a scene of fearful agony. Parents were bitterly reproaching their children, and children their parents, brothers their sisters, and sisters their brothers. . . . The people turned upon their ministers with bitter hate and reproached them, saying, “You have not warned us. You told us that all the world was to be converted, and cried, Peace, peace, to quiet every fear that was aroused. You have not told us of this hour; and those who warned us of it you declared to be fanatics and evil men, who would ruin us.” But I saw that the ministers did not escape the wrath of God. Their suffering was tenfold greater than that of their people. 271.4
In the time when God’s judgments are falling without mercy, oh, how enviable to the wicked will be the position of those who abide “in the secret place of the most High”–the pavilion in which the Lord hides all who have loved Him and have obeyed His commandments! 271.5

Leave a Reply