OTORITAS PAULUS DAN INJIL

July 8, 2017 - Pelajaran Sekolah Sabat

Pelajaran Sekolah Sabat, 1-7 Juli, 2017

Ayat hafalan : ” Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”Galatia 1:10

I. PAULUS, SANG PENULIS SURAT

✍🏿 I. Alasan dan ciri khas penulisan surat Paulus adalah sbb :

β–ͺ 1. Paulus tidak bisa tinggal lama di satu tempat

Sebagai misionaris kepada bangsa-bangsa lain, Paulus mendirikan sejumlah gereja yang tersebar di seluruh Mediterania. Meskipun ia bisa mengunjungi gereja-gereja ini setiap kali, tetapi dia tidak bisa tinggal terlalu lama di satu tempat.

β–ͺ 2. Paulus selalu memberikan bimbingan kepada Jemaat, dan mengimbangi ketidakhadirannya, ia menulis surat.

Untuk mengimbangi ketidakhadirannya, Paulus menulis surat kepada jemaat-jemaat untuk memberikan bimbingan. Seiring waktu, salinan surat-surat Paulus dibagikan kepada gereja-gereja lain (Kol. 4:16).

β–ͺ 3. Surat Paulus mempunyai format dasar sebagai seorang penulis profesional di zaman itu.

Format dasar dari surat-surat Paulus ternyata umum digunakan oleh semua penulis surat pada zamannya. Formatnya mencakup (1) sambutan pembukaan yang menyebutkan pengirim dan penerima, dan kemudian mencakup salam; (2) ucapan syukur; (3) badan utama surat; dan pada akhirnya, (4) ungkapan penutup.

β–ͺ 4. Di dalam 13 suratnya, ada identitas diri Paulus sebagai orang yang menulis surat itu

Ada tiga belas surat yang dimulai dengan nama “Paulus” pada kata pertamanya, dan dengan demikian memberikan identitas Paulus sebagai penulisnya, al. buku Roma, 1dan 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 dan 2 Tesalonika, 1 dan 2 Timotius, Titus dan Filemon

β–ͺ 5. Surat Palus mengandung landasan teologi Kristiani dan etika Kristen

Di antara surat-surat itu terkandung ajaran-ajaran paling awal dalam Kekristenan, termasuk perdebatan prinsip dalam gereja mula-mula, munculnya aliran-aliran yang tidak sejalan dan, sebagai bagian dari Kanon Alkitab, semua surat ini terus menerus menjadi landasan teologi Kristiani dan etika Kristen.

✍🏿 II. Apa alasan pada naskah-naskah kuno Perjanjian Baru Surat Ibrani ditempatkan di antara surat-surat Paulus, dikarenakan :

πŸ‘‰πŸΏ 1. Tidak semua naskah kuno Perjanjian Baru yang terlestarikan sekarang ini memuat surat-surat Paulus, karena naskah-naskah itu sendiri tidak diketemukan lengkap.

πŸ‘‰πŸΏ 2. Sebenarnya hanya sekitar delapan persen dari seluruh naskah Perjanjian Baru yang memuatnya. Dalam kebanyakan kasus, surat-surat Paulus digabungkan dengan Kisah Para Rasul

✍🏿 III. Bagaimana diketahui dalam surat-surat Paulus, ada sejumlah rujukan kepada surat-surat yang tidak ada lagi sekarang.

β–ͺ1. “Surat pertama Paulus kepada jemaat di Korintus”, jelas menyebutkan “Surat Paulus yang terdahulu kepada jemaat di Korintus ” dirujuk pada 1 Korintus 5:9

β–ͺ2. ” Surat Paulus yang ketiga kepada jemaat di Korintus”, juga disebut “Surat yang keras” (Severe Letter) dirujuk pada 2 Korintus 2:4 dan 2 Korintus 7:8-9

β–ͺ3. ” Surat terdahulu kepada jemaat di Efesus”, dirujuk pada Efesus 3:3-4

β–ͺ4. ” Surat kepada jemaat di Laodikea”[5] dirujuk pada Kolose 4:16

II. PENGGILAN PAULUS

✍🏿 I. Bagaiman cara Paulus memperkenal dirinya dan apa intisari surat Galatia, adalah sbb :

β–ͺ 1. Paulus adalah Rasul Yesus Kristus

Surat Galatia ditulis untuk menolong orang-orang yang telah disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu. Dengan kata lain, supaya mereka kembali taat kepada ajaran yang benar Paulus memulai suratnya ini dengan berkata bahwa ia adalah rasul Yesus Kristus.

β–ͺ 2. Kerasulan Paulus adalah panggilan Tuhan dan bukan dari manusia

Paulus dengan tegas menuliskan dalam surat Galatia bahwa dia dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi rasul dan bukan dari manusia.

β–ͺ 3. Tugas Paulus adalah menginjil kepada orang-orang bukan Yahudi

Dia juga mengatakan bahwa tugasnya ditujukan terutama untuk orang yang bukan Yahudi.

β–ͺ 4. Hubungan manusia dan Allah kembali terjalin melalui kepercayaan kepada Kristus

Setelah itu, Paulus mengajarkan kepada jemaat Galatia bahwa hubungan manusia dengan Tuhan diperbaharui atau menjadi baik kembali hanya melalui percaya kepada Kristus.

β–ͺ 5. Perbuatan Kasih adalah bukti dari iman dan hubungan kepercayaan kepada Yesus Kristus

Di dalam pasal-pasal terakhir kitab Galatia ini (5-6), Paulus menjelaskan bahwa cinta kasih yang timbul pada diri orang Kristen itu disebabkan karena iman percayanya kepada Kristus. Iman percaya tersebut akan dengan sendirinya menyebabkan orang itu melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan karakter Kristus, yaitu kasih.

β–ͺ 6. Paulus bersebrangan dengan orang-orang Yahudi yang menekankan keselamatan oleh penurutan pada Hukum Taurat

Tetapi Orang ajaran Yudaisme itu mencoba meyakinkan orang-orang Galatia bahwa keselamatan harus dikerjakan dengan jalan menaati Hukum Taurat.

β–ͺ 7. Kerasulan Paulus dipertanyakan karena ajarannya berbeda dengan kepercayaan orang-orang Kristen Yahudi soal keselamatan

Paulus pun mendapat cobaan dan tantangan dalam halam hal ini. Mereka sengaja melakukan hal tersebut untuk menghasut orang-orang Galatia untuk melawan Paulus, dengan menghasut kerasulannya.

✍🏿 II. Tuduhan orang-orang kristen Yahudi kemungkinan besar, mereka mengklaim kerasulannya, makanya diragukan otoritas Paulus, menyampaikan Firman Allah, disebabkan :

β–ͺ 1. Paulus bukan langsung pengikut / murid Yesus

Bahwa Paulus bukan salah satu dari pengikut Yesus yang asli; oleh karena itu otoritas atau kekuasaannya, tidak berasal dari Tuhan tetapi dari manusia ;

β–ͺ 2. Paulus dan Barnabasa dianggap hanya sebagai misonaris saja di Antiokhia

Barangkali pemimpin gereja Antiokhia yang menugaskan Paulus dan Barnabas hanya sebagai misionaris saja. (Kis. 13:1-3).

β–ͺ 3. Paulus hanya sebagai suruhan atau disuruh oleh Ananias yang membaptis Paulus

Mungkin Paulus itu hanya disuruh atau berasal dari Ananias, yang mula-mula membaptis Paulus (Kis. 9:10-18).

β–ͺ 4. Paulus hanya utusan di Antiokhia atau Damaskus saja

Menurut mereka, Paulus itu hanya seorang utusan dari Antiokhia atau Damaskus tidak lebih dari itu !

β–ͺ 5. Paulus menyampaikan pendapatnya sendiri, bukan Firman Tuhan

Mereka, orang-orang Kristen Yahudi bersikeras bahwa pekabaran Paulus hanya pendapatnya sendiri, bukan Firman Allah.

III. INJIL PAULUS

βœπŸΏπŸ‘‰πŸΏ I. Apa Intisari dari tulisan surat Galatia pasal 1 ?

β–ͺ 1. Outline tulisan surat Paulus dalam buku Galatia pasal 1 dibagi menjadi 3 bagian :

Galatia 1:1-5 = Salam
Galatia 1:6-10 = Hanya satu Injil
Galatia 1:11-24 = Bagaimana Paulus menjadi rasul (Kisah Para Rasul 9)

β–ͺ 2. Salah satu keistimewaan dari surat-surat Paulus adalah cara ia menghubungkan kata-kata kasih karunia dan damai sejahtera pada bagian salam.

β–ͺ 3. Kombinasi dari dua kata ini merupakan modifikasi salam yang paling khas di dunia Yunani dan Yahudi.

β–ͺ 4. Di mana seorang penulis Yunani akan menulis β€œSalam” (chairein), Paulus menulis β€œkasih karunia,”suatu kata dalam bahasa Yunani yang terdengar mirip (charis).

β–ͺ 5. Kepada kata ini ( kasih karunia ) Paulus menambahkan salam khas orang Yahudi β€œDamai sejahtera.”

✍🏿 πŸ‘‰πŸΏ II. Apa yang menjadi perhatian utama dalam tulisan Injil Paulus :

β–ͺ Paulus prihatin dengan kemurtadan mereka. ( Galatia 1:6-10 )

✍🏿 πŸ‘‰πŸΏβ–ͺ 1. Kalimat ” Aku heran ” , dst. Ayat 6

πŸ”Ή Hatinya amat terkejut sekaligus sedih karenanya.

πŸ”Ή Yang menjadi dosa dan kebodohan mereka adalah bahwa mereka tidak memegang teguh ajaran Kekristenan sebagaimana yang sudah diberitakan kepada mereka, tetapi malah membiarkan diri dipalingkan dari kemurnian dan kesederhanaannya.

✍🏿 πŸ‘‰πŸΏβ–ͺ 2. Ada beberapa hal yang memperburuk kemurtadan mereka.

πŸ‘‰πŸΏπŸ”Ή 1. Bahwa mereka berbalik dari pada Dia yang telah memanggil mereka.

πŸ”Ή πŸ‘‰πŸΏ Bukan saja dari Rasul Paulus, yang sudah menjadi alat untuk memanggil mereka ke dalam persekutuan Injil, melainkan juga dari Allah sendiri, yang oleh perintah dan petunjuk-Nya Injil diberitakan kepada mereka, dan mereka diundang untuk ambil bagian dalam hak-hak istimewanya.

πŸ”Ή πŸ‘‰πŸΏ Sehingga dalam hal ini mereka sungguh bersalah telah menyalahgunakan kebaikan dan rahmat yang sudah diberikan kepada mereka.

πŸ‘‰πŸΏ πŸ”Ή 2. Bahwa mereka menyia-nyiakan panggilan kasih karunia Kristus untuk memberikan mereka berkat dan keuntungan sebagai ahli waris Sorga.

πŸ”ΉπŸ‘‰πŸΏ Karena Injil yang sudah diberitakan kepada mereka adalah penyingkapan yang paling mulia akan anugerah dan rahmat ilahi di dalam Kristus Yesus, maka melalui Injil itu mereka dipanggil untuk ambil bagian dalam berkat-berkat dan keuntungan-keuntungannya yang terbesar, seperti pembenaran, pendamaian dengan Allah di dunia sini, dan kehidupan serta kebahagiaan kekal di akhirat nanti.

πŸ”ΉπŸ‘‰πŸΏ Mereka sudah ditebus Tuhan Yesus untuk kita dengan darah-Nya yang berharga sebagai bayarannya, dan dengan cuma-cuma Ia memberikannya kepada semua orang yang tulus menerima Dia.

πŸ”ΉπŸ‘‰πŸΏ Oleh karena itu, sepadan dengan besarnya hak istimewa yang mereka nikmati, demikianlah besarnya dosa dan kebodohan mereka dalam meninggalkannya dan membiarkan diri dijauhkan dari cara yang sudah ditetapkan untuk memperoleh berkat-berkat ini.

πŸ‘‰πŸΏπŸ”Ή 3. Bahwa mereka begitu lekas berbalik dari Kebenaran yang mereka terima dari Paulus.

πŸ”ΉπŸ‘‰πŸΏ Dalam sekejap saja mereka sudah kehilangan selera dan penghargaan terhadap anugerah Kristus yang tampaknya telah mereka miliki, dan begitu mudahnya mereka termakan oleh orang-orang yang mengajarkan pembenaran dengan menjalankan hukum-hukum Taurat.

πŸ”ΉπŸ‘‰πŸΏ Banyak dari antara mereka sudah termakan oleh ajaran ini. Para pengajar itu besar dan dididik dalam ajaran-ajaran kaum Farisi, yang mereka campuradukkan dengan ajaran Kristus, dan dengan demikian merusakkannya. Dan sama seperti ini merupakan tanda kelemahan dari jemaat-jemaat di Galatia, demikian pula itu semakin memperbesar kesalahan mereka.

IV. TIDAK ADA INJIL LAIN

Galatia 1: 6b,7a ” … yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil.”

✍🏿 Apa maksudnya Injil lain, bukan Injil ?

πŸ‘‰πŸΏβ–ͺ 1. Bahwa mereka berbalik mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil.

πŸ”Ή Demikianlah Rasul Paulus menggambarkan ajaran dari para pengajar yang masih berpegang pada agama Yahudi ini. Ia menyebutnya Injil lain, karena ajaran itu membuka jalan pembenaran dan keselamatan yang berbeda dari apa yang sudah diwahyukan di dalam Injil, yaitu oleh perbuatan, dan bukan oleh iman di dalam Kristus.

πŸ”Ή Dan ia menambahkan, β€œYang sebenarnya bukan Injil, kamu akan mendapatinya sebagai sesuatu yang bukan Injil sama sekali, yakni yang sungguh bukan Injil lain, tetapi yang memutarbalikkan Injil Kristus, dan menjungkirbalikkan fondasi-fondasinya.”

β–ͺπŸ‘‰πŸΏ 2. Bahwa menggunakan cara lain untuk masuk Sorga adalah menyimpang dari pewahyuan Injil Kristus yang diberitakan Paulus.

πŸ”Ή Dengan ini ia menyiratkan bahwa orang-orang yang berusaha menetapkan jalan lain untuk masuk sorga selain dari apa yang sudah diwahyukan oleh Injil Kristus bersalah atas penyimpangan yang luar biasa besar, dan pada akhirnya akan mendapati diri mereka keliru secara menyedihkan.

πŸ”Ή Demikianlah, Rasul Paulus berusaha menanamkan perasaan bersalah yang memang sudah semestinya begitu pada diri orang-orang Galatia ini karena mereka sudah meninggalkan jalan pembenaran menurut Injil.

β–ͺπŸ‘‰πŸΏ 3. Bahwa menegur orang-orang yang kurang paham karena mereka terseret oleh ajaran bukan Injil, pergunakanlah roh lemah lembut cara mendekati mereka.

πŸ”Ή Namun, pada saat yang sama, ia memperhalus tegurannya dengan bersikap lemah lembut terhadap mereka, dan berkata bahwa mereka sebenarnya lebih tertarik pada ajaran itu karena kelicikan dan kegigihan beberapa orang yang mengacaukan mereka, dan bukan karena mereka mendekatinya atas kemauan mereka sendiri.

πŸ”Ή Ini memang tidak bisa mereka jadikan alasan, namun bisa meringankan kesalahan mereka. Dan melalui hal ini ia mengajar kita bahwa dalam menegur orang lain, sebagaimana kita tidak boleh lalai memberikan teguran, demikian pula kita harus menegur dengan lembut, dan berusaha memimpin orang itu dalam roh lemah lembut ( Galatia 6:1).

V. ASAL MULA INJIL PAULUS

πŸ‘‰πŸΏβœπŸΏ I. Dari segi apa pemberitaan Injil Paulus dipertanyakan :

β–ͺ 1. Keabsahan dan kualitas pribadinya Paulus

Seperti yang telah kita lihat, musuh Paulus menyerangnya atas dasar kualitas pribadi dan keabsahan panggilan dan ajaran-ajarannya.

β–ͺ 2. Cara pandang Paulus berbeda dengan orang Kristen Yahudi

Secara dangkal, cara pandang orang-orang Kristen Yahudi mungkin menarik bagi orang yang hidup di abad pertama, kehidupan masa Greco-Roman.

β–ͺ 3. Paulus dibedakan dengan Petrus yang pernah bertemu dengan Yesus

Paulus tidak pernah bertemu dengan Yesus ketika menjelma menjadi manusia; tetapi dia akui itu. Maka, suka atau tidak, dia tidak dapat dianggap sama seperti, misalnya, Petrus.

β–ͺ 4. Bagi Paulus tradisi orang-orang Yahudi, Roma dan Yunani bukan yang terpenting untuk mendapatkan keselamatan.

Juga, musuh-musuh Judaistik Paulus berbicara soal tradisi. Menghormati tradisi adalah suatu hal yang penting bagi orang Yahudi, Roma, dan Yunani. Berlawanan dengan kepercayaan modern yang berkembang, orang pada masa itu percaya bahwa Masa Keemasan (secara harafiah) ada pada masa lalu dan sejak saat itu segalanya sedang merosot. Berarti, hal-hal yang telah diturunkan dari masa lalu adalah lebih superior daripada hal-hal yang baru datang belakangan.

β–ͺ 5. Tradisi mereka satu sama lain berbeda dan dari situ Paulus mulai masuk menginjil kepada mereka

Banyak orang Yunani dan Roma yang mengejek tradisi Yahudi sebagai aneh, tidak dapat diterima, dan berlawanan dengan keadaan pada umumnya. Tetapi, banyak juga yang melihatnya, dalam kekaguman, sebagai sebuah wahyu dari zaman ketika nenek moyang mereka baru saja bangkit dari barbarisme.

β–ͺ 6. Paulus dianggap sebagai pembawa ajaran baru layaknya seperti ajaran Filusuf-filusuf orang Yunani

Beberapa dari mereka bahkan orang percaya Yahudi yang berpandangan Yunani, seperti Philo dari Alexandria, yang mengaku (di antara banyak hal) bahwa Plato memperoleh ide-idenya dari Musa. Singkatnya, inovasi tidaklah dihargai. Dan Paulus dipandang, secara benar ataupun salah, sebagai seorang innovator.

πŸ‘‰πŸΏβœπŸΏ II. Apa Tanggapan Paulus?

β–ͺ 1. Paulus memperlakukan para musuhnya dengan benar dan menerima sepenuhnya apa yang dituduhkan kepada dirinya

Paulus mengakui bahwa Dia tidak memperoleh doktrin-doktrinnya itu dari hubungan pribadi dengan Yesus ketika masa pelayanan-Nya di bumi.

β–ͺ 2. Paulus mengakui pengetahuannya itu dia terima semua dari Yesus yang telah bangkit, yang sekarang melayani di sebelah kanan Bapa di surga.

Wahyu ini jelas sangat berkuasa dan autentik sehingga bahkan mereka yang telah berjalan dengan Yesus selama pelayanannya di bumi terpanggil untuk mengakuinya dan bahkan β€œmemuji Tuhan” oleh karenanya ( Galatia 1: 24).

β–ͺ 3. Paulus bersaksi memiliki juga pengalaman Alkitabiah dan praktek keagamaan yang berlatar belakang tradisi Yahudi

Dalam hal latar belakang tradisi Yahudi untuk interpretasi Alkitabiah dan praktik keagamaan, Paulus pun punya, bahkan lebih dari yang ada pada para pencelanya.

β–ͺ 4. Paulus mengakui kesalahannya yang telah melakukan penganiayaan kepada orang-orang Yahudi Kristen sebelumnya.

Dan pengetahuan ini hanya bermanfaat sedikit saja! Itu malah mendorong dia pada jalan yang salah, yaitu jalan yang membawa dia kepada penganiayaan atas orang-orang Yahudi Kristen yang sekarang ini menuduh bahwa dia tidak cukup berakar di dalam Yudaisme.

β–ͺ 5. Paulus membuang simbol dan atribut siapa dirinya supaya berterima oleh orang-orang lain.

Bahkan, untuk menjadi rasul sebagaimana dia, dia harus membuang banyak simbol yang kemudian dapat membuat dia lebih dipercaya di mata para lawannya.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua….. πŸ™πŸ™πŸ™
Joshua Tobing

Leave a Reply