Pakaian Harmagedon

October 9, 2012 - Steve Wholberg

 

Banyak orang bilamana mendengar kata Harmageddon atau Armagedon, langsung memikirkan perang dunia ketiga atau perang Nuklir antara AS dengan Rusia atau AS melawan China/Korea Utara yang akan berujung kepada Kiamat Dunia. Itu sebabnya, banyak yang memonitor terus konflik-konflik militer di Timur Tengah, Afganistan, dll, cemas semua ini akan membawa kepada perang dunia ketiga. Banyak film yang sudah dibuat yang mengacu kepada thema ini. Namun tahukah saudara apa pengertian sebenarnya dari kata Armagedon? Kata Armagedon sendiri hanya disebutkan satu kali dalam Alkitab, yaitu terdapat di dalam Wahyu 16:16, yang merupakan ayat inti kita pada tulisan ini. Alkitab yang memperkenalkan kata ini, jadi biarlah Alkitab menerangkannya sendiri. Mari kita ungkap lebih jauh.
Armagedon/Harmageddon (Bahasa Ibrani) berasal dari dua suku kata. “Har” yang berarti “Gunung” dan “Mageddo” adalah nama sebuah lembah di Israel dimana banyak terjadi peperangan atau pembantaian. Melihat pengertian dasar ini, tidak heran banyak pembicara populer saat ini yang mengartikan bahwa perang dunia itu akan terjadi secara lokal di lembah Megiddo. Diantara mereka, ada yang mengaitkan konflik militer di lembah Israel ini, dipicu oleh akan dibangunnya Bait Suci di Jerusalem. Apa benar demikian?
Baik, mari kita mulai. Mengingat “Har” berarti “Gunung”, maka tentunya kita harus tau apa arti kata “Gunung” dalam Alkitab. Coba kita buka Daniel 2:35b “Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi”. Kalau Saudara baca dari awal, ini adalah mimpi Raja Nebukadnezar. Mari kita lihat arti dari mimpi tersebut. Kita buka Daniel 2:44 “Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya”. Jadi “Gunung” disini adalah “Kerajaan Allah”. Ayat inti kita yakni (Wahyu 16:16) menuliskan “Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon”, siapakah “ia” dalam ayat ini? Saudara bisa baca ayat-ayat sebelumnya, “Ia” disini adalah Naga, binatang, nabi palsu dan raja-raja yang menyokongnya alias Setan dan pengikut-pengikutnya (ayat 13), yang akan dikumpulkan guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa (ayat 14), yang dengan sendiri telah mengartikan kata “Mageddo”. Kalau Saudara baca ayat 15 ”Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” Jadi bisa disimpulkan, Armagedon berarti, pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kali, Setan akan mengumpulkan bala tentaranya secara global, untuk menyerang Kerajaan Allah (yang turun dari Surga) pada peperangan terakhir, namun mereka akan dibantai habis atau dibinasakan dan kerajaan Allah ini akan menempati bumi serta memerintah secara kekal. Wahyu 19:19 lebih detail lagi mengisahkan peristiwa peperangan itu “Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang Kuda itu dan tentara-Nya” (Jelas sekali ayat ini mengacu kepada peperangan global, bukan lokal). Siapakah “Penunggang Kuda” itu? Saudara bisa membaca sendiri, terdapat dalam Wahyu 19:11-16. Siapa “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan”? Dialah Yesus Kristus, baca 1 Timotius 6:15; Wahyu 17:14.
Namun, inilah substansi tulisan saya saat ini. Kalau Saudara baca kembali Wahyu 16: 15, apakah kita kedapatan ber”pakaian” pada waktu itu? Inilah syarat untuk menjadi bagian bala tentara kerajaan Allah dibawa panglima Yesus Kristus pada peperangan terakhir itu.
Ingat peristiwa Adam dan Hawa ketika jatuh kedalam dosa (Kejadian 3:21)? Mereka mencoba untuk membuat pakaian mereka sendiri tapi kemudian Allah menggantinya dengan kulit domba. Allah ingin menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak dapat mengusahakan sendiri keselamatan mereka dari dosa/ketelanjangan. Maut kekal otomatis menjadi upah mereka. Namun, dengan pakaian yang dibuat oleh Allah sendiri, yang dibuat dengan mengorbankan domba, barulah mereka bisa luput dari upah dosa. Allah ingin mengajarkan bahwa, agar bisa selamat, mereka harus melihat kepada pengorbanan domba yang sebenarnya, yaitu Yesus Kristus, di kayu salib. Itulah hakekat “pakaian” yang dimaksud dalam Wahyu 16:15. Kita telah berdosa, telanjang seperti Adam dan Hawa, kita tidak dapat merajut keselamatan kita sendiri, kita harus percaya kepada kebenaran Yesus Kristus, baru kita diberikan jubah-Nya. Bila kita tetap memakai jubah-Nya, dengan cara menurut akan Firman-Nya, maka pada waktu kedatangan-Nya, kita akan tergolong orang yang berjaga-jaga dan memperhatikan pakaian kita. Dengan kata lain, sesudah percaya kepada-Nya, kita harus berpaling dari dosa, dengan meminta kuasa Roh Kudus untuk mengalahkan pencobaan Setan dalam kehidupan kita sehari-hari. Apakah dosa itu? Dosa adalah pelanggaran Hukum Allah, baca 1 Yohanes 3:4. Yang manakah Hukum Allah yang dimaksudkan disini? Yesus menjawabnya sendiri, baca Matius 19:16-30, yaitu 10 Hukum Allah (sudah kita bahas pada tulisan minggu lalu “Rahasia Bait Suci: 10 Hukum Allah”). Wahyu 7:13,14 mengatakan: “Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: ”Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang? Maka kataku kepadanya: ”Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: ”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba”. Kirim email ke k13s@live.com bila ingin bertanya atau ingin belajar lebih jauh. Tuhan memberkati.

Leave a Reply