Pandangan Allah Tertuju pada UmatNya

September 22, 2013 - Ellen G. White

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka. Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” Lukas 18:7, 8.

Dalam masa kesusahan itu, jika umat Allah memiliki dosa-dosa yang tidak diakui di dalam diri mereka sementara disiksa oleh ketakutan dan kesengsaraan, maka mereka tidak akan luput; keputusasaan akan melunturkan iman mereka, dan mereka tidak akan mampu memiliki keyakinan untuk memohon kelepasan kepada Allah. Tetapi sementara mereka memiliki kesadaran yang mendalam atas ketidakbenaran mereka, maka mereka tidak memiliki kesalahan-kesalahan tersembunyi untuk diungkapkan. Dosa-dosa mereka telah dibuang dan dihapuskan untuk pehukuman, dan tidak diingat-ingat lagi. 274.1
Mereka yang mengaku orang-orang Kristen yang menjalani pertentangan terakhir yang besar dan tiba-tiba itu akan mengakui dosa-dosa mereka dalam keputusasaan dengan sengsara yang membakar, sementara orang-orang jahat bersukaria atas penderitaan mereka….. 274.2
Sejarah Yakub adalah juga sebuah jaminan bagi kita bahwa Allah tidak akan membuang mereka yang sesat dan dicobai serta digiring ke dalam dosa, namun yang telah berbalik kepadaNya dengan pertobatan yang sungguh-sungguh. Sementara Setan berusaha mencari upaya untuk menghancurkan kelompok ini, Allah akan mengirim malaikat-malaikatNya untuk mengamankan dan melindungi mereka dalam masa bahaya itu. Pembunuhan-pembunuhan dari Setan adalah sengit dan menentukan, penyesatan-penyesatannya adalah menakutkan; namun pandangan Allah tertuju pada umatNya, dan telingaNya mendengar seruan mereka. Penderitaan mereka adalah berat, tungku api yang bernyala tampaknya siap menghanguskan mereka; tetapi Sang Penebus akan membawa mereka sebagai emas dari dalam api. Kasih Allah untuk anak-anakNya dalam periode pencobaan mereka yang paling keras adalah sekuat dan selembut pada masa kemakmuran mereka; tetapi adalah perlu bagi mereka untuk ditempatkan di dalam nyala api; tabiat keduniawian mereka harus dibakar habis, sehingga gambaran Kristus dapat dipantulkan secara sempurna. 274.3
Masa kesengsaraan dan penderitaan di hadapan kita akan menuntut sebuah iman yang dapat menahan keletihan, kelambanan, dan kelaparan—sebuah iman yang tidak akan redup dalam ujian yang sesungguhnya. Masa kasihan dihadiahkan kepada semua orang untuk mempersiapkan diri menghadapi masa itu…. Semua orang yang akan bersandar pada janji-janji Allah, seperti Yakub telah lakukan, dan sungguh-sungguh serta tekun seperti dia, akan berhasil sebagaimana Yakub telah berhasil. 274.4

24 September – Masa Kesusahan Besar
Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Mrk. 13:19.

Masa kesusahan yang belum pernah terjadi sejak awal dunia segera dibentangkan di hadapan kita; dan kita akan membutuhkan sebuah pengalaman yang kita tidak miliki sekarang dan yang banyak orang merasa terlalu malas untuk memperolehnya. Seringkali kasusnya adalah bahwa kesusahan itu lebih besar dalam antisipasinya daripada dalam kenyataannya; tetapi hal ini tidak benar menyangkut krisis yang di hadapan kita. Penyajian yang paling terang tidak dapat mencapai besarnya cobaan. Dan sekarang, sementara Sang Juruselamat yang mulia sedang mengerjakan penghapusan dosa bagi kita, kita mestinya berusaha menjadi sempurna di dalam Kristus. Pemeliharaan Allah adalah sekolah yang di dalamnya kita harus mempelajari kelemahlembutan dan kerendahan hati Yesus. Tuhan senantiasa di hadapan kita, bukan dalam cara yang kita pilih, yang lebih mudah dan lebih menyenangkan pada kita, tetapi dalam tujuan-tujuan yang benar dari kehidupan. Tidak seorangpun dapat mengabaikan atau menunda pekerjaan ini kecuali menginginkan bahaya yang paling mengerikan bagi jiwa mereka. 275.1
Rasul Yohanes dalam penglihatannya mendengar sebuah suara yang nyaring di Surga menyerukan, “Celakalah kamu, hai bumi dan laut! Karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.” Mengerikanlah gambaran-gambaran peristiwa yang menimbulkan seruan dari suara surgawi ini. Amarah Setan meningkat karena waktunya sudah singkat dan pekerjaan penipuan dan penghancurannya mencapai puncaknya pada masa kesusahan itu. Penderitaan yang berkepanjangan milik Allah pun berakhir. Dunia telah menolak belaskasihNya, membenci kasihNya, dan menginjak-injak hukumNya. Orang-orang jahat telah melampaui batas pengasihan mereka dan Tuhan pun menarik kembali perlindungannya serta meninggalkan mereka pada pengasihan pemimpin yang telah mereka pilih. Maka Setan akan berkuasa atas mereka yang telah menyerahkan diri mereka di bawah kendalinya dan dia akan mencampakkan para penduduk bumi ke dalam satu kesusahan akhir yang besar. Setelah para malaikat Allah melepaskan keempat angin sengit akan penderitaan manusia itu, maka semua unsur pertentangan akan dibiarkan lepas. Seluruh dunia akan terlibat dalam kehancuran yang lebih mengerikan daripada kehancuran Yerusalem dahulu. 275.2
Di tengah masa kesusahan itu—yakni kesusahan yang belum pernah terjadi semenjak adanya suatu bangsa—orang-orang pilihan Allah akan berdiri teguh tidak tergoyahkan. Setan dengan seluruh pasukannya yang jahat tidak dapat menghancurkan orang-orang kudus yang paling lemah milik Allah. 275.3

September 23 – God’s Eye is Upon His People
Shall not God avenge his own elect, which cry day and night unto him, though he bear long with them? I tell you that he will avenge them speedily. Luke 18:7, 8.
In the time of trouble, if the people of God had unconfessed sins to appear before them while tortured with fear and anguish, they would be overwhelmed; despair would cut off their faith, and they could not have confidence to plead with God for deliverance. But while they have a deep sense of their unworthiness, they have no concealed wrongs to reveal. Their sins have gone beforehand to judgment and have been blotted out, and they cannot bring them to remembrance. . . . 274.1
Those professed Christians who come up to that last fearful conflict unprepared will, in their despair, confess their sins in words of burning anguish, while the wicked exult over their distress. . . . 274.2
Jacob’s history is also an assurance that God will not cast off those who have been deceived and tempted and betrayed into sin, but who have returned unto Him with true repentance. While Satan seeks to destroy this class, God will send His angels to comfort and protect them in the time of peril. The assaults of Satan are fierce and determined, his delusions are terrible; but the Lord’s eye is upon His people, and His ear listens to their cries. Their affliction is great, the flames of the furnace seem about to consume them; but the Refiner will bring them forth as gold tried in the fire. God’s love for His children during the period of their severest trial is as strong and tender as in the days of their sunniest prosperity; but it is needful for them to be placed in the furnace of fire; their earthliness must be consumed, that the image of Christ may be perfectly reflected. 274.3
The season of distress and anguish before us will require a faith that can endure weariness, delay, and hunger–a faith that will not faint though severely tried. The period of probation is granted to all to prepare for that time. . . . All who will lay hold of God’s promises, as he [Jacob] did, and be as earnest and persevering as he was, will succeed as he succeeded. 274.4

September 24 – The Great Time of Trouble
In those days shall be affliction, such as was not from the beginning of the creation which God created unto this time, neither shall be. Mark 13:19.
The time of trouble such as never was, is soon to open upon us; and we shall need an experience which we do not now possess, and which many are too indolent to obtain. It is often the case that trouble is greater in anticipation than in reality; but this is not true of the crisis before us. The most vivid presentation cannot reach the magnitude of the ordeal. And now, while the precious Saviour is making an atonement for us, we should seek to become perfect in Christ. God’s providence is the school in which we are to learn the meekness and lowliness of Jesus. The Lord is ever setting before us, not the way we would choose, which is easier and pleasanter to us, but the true aims of life. None can neglect or defer this work but at the most fearful peril to their souls. 275.1
The apostle John in vision heard a loud voice in Heaven exclaiming, “Woe to the inhabiters of the earth and of the sea! for the devil is come down unto you, having great wrath, because he knoweth that he hath but a short time.” Fearful are the scenes which call forth this exclamation from the heavenly voice. The wrath of Satan increases as his time grows short, and his work of deceit and destruction reaches its culmination in the time of trouble. God’s long-suffering has ended. The world has rejected His mercy, despised His love, and trampled upon His law. The wicked have passed the boundary of their probation, and the Lord withdraws His protection, and leaves them to the mercy of the leader they have chosen. Satan will have power over those who have yielded themselves to his control, and he will plunge the inhabitants of the earth into one great, final trouble. As the angels of God cease to hold in check the fierce winds of human passion, all the elements of strife will be let loose. The whole world will be involved in ruin more terrible than that which came upon Jerusalem of old. 275.2
In the midst of the time of trouble–trouble such as has not been since there was a nation–His [God’s] chosen ones will stand unmoved. Satan with all the hosts of evil cannot destroy the weakest of God’s saints. 275.3

Leave a Reply