Pahlawan Teori Penciptaan

November 8, 2012 - Steve Wholberg

Saat ini kita akan teruskan mempelajari panggilan surgawi yang terakhir kepada umat manusia diatas dunia ini, yang terdapat di dalam Wahyu 14:6-12. Inilah yang disebut sebagai “Pekabaran Tiga Malaikat”.
Banyak orang Kristen yang tidak mengenal istilah ini, padahal pekabaran ini ada dijantung buku Wahyu dan ditujukan kepada umat manusia yang bersiap bagi kedatangan-Nya. Pekabaran yang berisikan Injil yang Kekal yaitu: Penghakiman, Penyembahan kepada Pencipta, Babel, Binatang, Tanda Binatang, Pentingnya memelihara 10 Perintah Allah dan Senantiasa mengikuti Yesus Kristus.
Perdebatan antara teori evolusi dan teori penciptaan terjadi diseluruh dunia selama bertahun-tahun hingga saat ini. Menurut teori ini, nenek moyang kita berasal dari kera. Teori ini pula mengatakan bahwa galaksi kita ini pada awalnya terbentuk dari sebuah ledakan atau yang kita kenal sebagai teori Big Bang. Apakah ini semua benar? Mari kita lihat apa yang sebenarnya dikatakan oleh Alkitab tentang hal ini. Pekabaran Malaikat Pertama akan menjawab pertanyaan diatas. Allah mau agar kita kembali kepada kebenaran Alkitab dan bukan percaya kepada teori manusia.
Mari kita baca Wahyu 14:7.
dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”
Jelas sekali Allah mau agar kita berbalik dari teori evolusi dan percaya bahwa Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan semua kehidupan didalamnya. Dan Dia mau agar pekabaran ini disampaikan secara nyaring ke seluruh dunia.
Coba bayangkan bila typhoon yang pekan lalu menghantam Filipina, datang dan menimpa junkyard yang penuh dengan ribuan bangkai mobil bekas. Tiba-tiba, sesaat kemudian, terbentuklah pesawat Boeing 747 yang siap untuk tinggal landas! Percayakah saudara akan hal ini? Inilah logika dibalik teori Big Bang! Benar-benar absurd, tidak masuk akal, namun dipercayai oleh sebagian besar ahli-ahli ilmu pengetahuan alam!
Nah, coba pikirkan yang satu ini, kalau memang manusia berasal dari kera, mengapa kera masih juga eksis? Bukankah kera-kera itu seharusnya punah oleh karena evolusi metamorfosis sel kera yang bertransformasi menjadi sel manusia?
Kalau manusia terlanjur percaya kepada teori-teori ini, maka saya yakin, mereka tidak akan percaya adanya Allah Pencipta, bila hal ini benar, tentunya mereka tidak memiliki harapan akan masa depan, karena sudah tentu mereka tidak percaya adanya surga. Dengan demikian mereka juga tidak akan percaya dengan janji hidup yang kekal dan karena tidak lagi memiliki tujuan dan pengharapan dalam hidup, pada akhirnya mereka akan stress dan depresi. Inilah sebetulnya tujuan Setan, secara perlahan membawa manusia kepada kematian kekal!
Kembali ke teori kera, kalau mereka percaya asal-usul manusia berasal dari kera, yah..bertingkahlah seperti binatang, tidak perlu ada standar moral, tidak ada batas kebaikan dan kejahatanan yang akan membuat hilangnya kesadaran akan pertanggung-jawaban pada masa penghakiman nanti. Sadarkah kita bahwa ini adalah situasi dan kondisi manusia pada saat ini? Tidak bisa dipungkiri, konspirasi Setan tampaknya sangat sukses menipu manusia tanpa mereka sadari! Disinilah Pekabaran Malaikat yang Pertama, yang terdapat di dalam Wahyu 14:7, menjadi sangat krusial untuk diperhatikan! Pekabaran ini berlawanan dengan terori-teori diatas, memperingatkan kita bahwa ada pertanggung-jawaban pada masa penghakiman oleh karena kita semua adalah ciptaan-Nya! Pada saat yang sama, Allah menawarkan kesempatan bagi kita untuk bertobat, bila kita mau, ada Juruselamat yang siap mengampuni, menolong dan mengubahkan kita agar kita bisa hidup sejalan dengan standar moral Allah, yaitu Injil Kekal Yesus Kristus.
Dalam Wahyu 4:11 Allah menegaskan bahwa Dia adalah Pencipta, Dialah yang menciptakan langit dan bumi. Tidak mungkin sebuah sel inti manusia yang sangat kompleks dalam fungsinya, berevolusi hanya oleh karena terjadi begitu saja.
Mari kita lihat secara lebih mendalam lagi tentang Pekabaran Malaikat Pertama ini. Hal yang akan kami sampaikan berikut ini adalah penemuan yang jarang dikhotbahkan. Coba kita baca Wahyu 14:7, lalu baca ayat 12, lalu buka dan baca Kel. 20:8-11, apa yang bisa saudara simpulkan disini? Catat ini, kedua ayat sebelumnya (Wahyu 14:7,12) dikutip dari keluaran 20:8-11! Ini adalah Hukum ke-IV dari 10 Hukum Moral Allah, yang diberikan Tuhan kepada Musa di bukit Sinai! Apa artinya ini? Artinya adalah, Sabat Hari Ketujuh adalah tanda/hari peringatan yang harus kita sucikan, agar kita tidak lupa, tidak ditipu, tidak hanyut oleh doktrin-doktrin dan teori-teori palsu. Penyucian Sabat Hari Ketujuh adalah perintah Allah bagi kita ciptaan-Nya agar kita senantiasa menyadari dan mengingat bahwa Allahlah yang menciptakan langit, bumi dan semua kehidupan didalamnya, termasuk kita.
Melalui Pekabaran Tiga Malaikat ini, Allah mau agar manusia menyembah-Nya oleh karena Dia adalah pencipta mereka, melalui penyucian Sabat Hari Ketujuh. Ini adalah pekabaran akhir zaman, pekabaran menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali, pekabaran yang sangat relevan dengan kita yang hidup pada hari-hari terakhir menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali. Allah mau agar kita berpaling dari teori evolusi, kembali kepada teori penciptaan. Allah mau agar manusia menyembah Dia dengan mengatakan bahwa ada 1 hari khusus yang perlu disucikan untuk menyembah-Nya. Kalau pemujua teori evolusi memiliki pahlawan, yaitu Darwin, maka Alkitab memiliki pahlawan, yaitu Sabat Hari Ketujuh.
Pernahkah Saudara renungkan mengapa ada 7 hari dalam sepekan? Itu berasal dari Alkitab, dimana Allah menciptakan langit dan bumi dan segala kehidupan selama 6 hari, lalu berhenti dan menyucikan hari yang ketujuh.
Kalau saudara pelajari Alkitab dengan baik, Sabat hari Ketujuh adalah tanda dan jawaban terhadap semua debat penciptaan evolusi, karena sabat menunjuk kepada Dia, Pencipta langit dan bumi. Kalau saja semua percaya pada Sabat Hari Ketujuh, maka tidak akan ada teori evolusi, tidak ada teori manusia berasal dari kera, tidak ada teori Big Bang, melainkan kita semua sadar bahwa kita berada di dunia ini oleh karena kita diciptakan oleh Allah menurut peta dan teladan-Nya sendiri, pada hari ke 6 dari rangkaian 6 hari penciptaan, lalu Allah berhenti pada hari yang ketujuh. Itulah Pekabaran Malaikat yang Pertama yang terdapat dalam Wahyu 14:6,7 yang harus disampaikan dengan nyaring sebelum kedatangan Yesus Kristus.

Leave a Reply