Tanda Binatang

Dari tulisan sebelumnya kita sudah tahu bahwa berdasarkan Ulangan 11:8, istilah dahi dan tangan hanyalah lambang. Pada akhirnya semua orang akan mendapatkan sesuatu di dahi, pada dahi umat Allah akan tertulis nama Allah dan pada dahi dan tangan mereka yang akan dibinasakan, tertera tanda binatang. Artinya, Allah mau agar karakter-Nya tertanam dalam pikiran (dahi) dan dihidupkan dalam perilaku (tangan). Demikian juga Setan, dia mau agar ajaran sesatnya bersarang dalam pikiran (dahi) dan dipraktekkan dalam kehidupan (tangan) para pengikutnya.
Kunci untuk mengerti akan tanda binatang ini ada pada Wahyu 14:6-12, yaitu pada Pekabaran Tiga Malaikat yang kita sudah bahas sampai dengan saat ini.
Mari kita ulang membaca ayat-ayat fundamental ini. (6) Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,(7) dan ia berseru dengan suara nyaring: ”Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” (8) Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: ”Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.” (9) Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: ”Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya,(10) maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba (11) Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.” (12) Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.
Ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam ayat ayat diatas, yakni:
1. Perlu menyembah Pencipta kita dan bukan Binatang itu.
2. Perlu memelihara hukum Allah dan memiliki iman pada Yesus Kristus, supaya tidak mendapatkan Tanda Binatang.
3. Pekabaran Tiga Malaikat berbicara tentang kedua hal diatas dan bukan mengenai microchip computer yang konon dipercayai orang akan ditanamkan pada dahi dan tangan.
Kalau kita buka dan baca Kel. 20:3-17, hanya 1 dari sepuluh hukum ini yang berbicara khusus tentang Pencipta langit dan bumi, yaitu hukum ke-4, yaitu penyucian Sabat hari ketujuh. Kalau saudara cermati dengan baik, hanya hukum ke-4 ini sajalah yang berbicara tentang kata Dahi dan Tangan.
Ayat 8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (dahi)
Ayat 9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu (tangan)
Ayat 11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Allah mau kita memelihara hari Sabat oleh karena Ia juga berhenti pada hari itu setelah bekerja menciptakan langit dan bumi dan segala isinya selama 6 hari sebelumnya. Ayat inilah yang dikutip pada pekabaran malaikat yang pertama.
Mari kita lihat pengertian Tanda Binatang.
Wahyu 15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
Dikatakan Tanda Binatang berasal dari kekuasaan binatang itu. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, ahli-ahli Alkitab Protestan selama 400 tahun, sejak zaman reformasi, termasuk Martin Luther, John Wycliffe, Huss, Jerome, Spurgeon, John Wesley, Knox, Calvin, Baxter, dll mengidentifikasikan binatang yang dijelaskan dalam buku Wahyu ini adalah Roma Kepausan atau Gereja Roma Katolik.
Banyak yang tidak tahu bahwa bukan saja Gereja Roma Katolik telah menggantikan Sabat Alkitab dari hari ketujuh kepada hari Minggu (hari pertama dalam pekan), mereka juga menyatakan bahwa Hari Minggu adalah tanda kekuasaan gereja mereka, “Of course the Catholic Church claims that the change was her act . . . AND THE ACT IS A MARK of her ecclesiastical power.”–from the office of Cardinal Gibbons, through Chancellor H.F. Thomas, November 11, 1895. Baca semua pengakuan gereja Roma Katolik tentang hari Sabat dan hari Minggu disini:
http://www.champs-of-truth.com/lessons/tract_22h.htm

Jadi inilah kesimpulan dari apa yang sudah kita pelajari:
1. Pekabaran Tiga Malaikat adalah kunci untuk mengerti tanda binatang.
2. Pekabaran malaikat pertama dalam Wahyu 14:7, mengamarkan tentang pentingnya menyembah Allah, pencipta langit dan bumi. Ini sangat penting agar kita luput dari tanda binatang.
3. Pekabaran malaikat yang ketiga mengatakan bahwa mereka yang memelihara hukum Allah dan memiliki iman kepada Yesus, tidak akan mendapatkan tanda binatang.
4. Satu-satunya hukum dari 10 hukum moral Allah yang berbicara tentang Allah Pencipta langit dan bumi adalah hukum ke-4, yaitu penyucian Sabat hari ketujuh.
5. Hukum ke-4 berhubungan dengan “dahi” dan “tangan” karena ada kata “ingat” dan “bekerja”.
6. Binatang nubuatan telah diidentifikasikan oleh ahli ahli Alkitab Protestan selama 400 tahun sebagai kekuasaan kepausan.
7. Tidak saja gereja Roma Katolik telah menggantikan Sabat hari ketujuh kepada hari Minggu, hari pertama dalam pekan, mereka juga menyatakan bahwa ini adalah tanda kekuasaan mereka.
Inilah fakta-fakta sejarah sesuai dengan nubuatan Firman Allah. Saya percaya belum ada yang memiliki tanda binatang saat ini. Saya juga percaya, Allah memiliki umat-umatNya di semua gereja, baik dalam gereja Roma Katolik maupun dalam gereja Protestan. Pada suatu waktu nanti, oleh karena terjadinya krisis yang sangat besar (bisa baca buku “National Sunday Law” karangan Jan Marcussen untuk keterangan lebih rinci, cover buku terlampir), pemerintah di seluruh dunia akan bersatu dan tanda binatang ini akan dipaksakan. Itulah saat-saat terakhir untuk memutuskan dimana kita akan berpijak, mau mengikuti Pencipta langit dan bumi, memelihara hukum-hukumNya atau mau mengikuti Binatang dan Patungnya itu lalu kemudian mendapatkan tanda binatang. Selamat tahun baru 2014!

Leave a Reply