Pelajaran SS. : IMAN DALAM PERJANJIAN LAMA

July 27, 2017 - Stevanus S. Widjaja

▪👉🏿. Apa referensi yang membuktikan bahwa Iman dalam Perjanjian Lama adalah bagian dari Injil yang berdasarkan Kitab Suci dan menceritakan Yesus sebagai Mesias ?

1. Buku Perjanjian Lama berisi himpunan Nubuatan Injil menyaksikan tentang YESUS ( KSZ, 192 )

“Dalam tiap-tiap halaman, baik sejarah, atau ajaran, atau nubuatan, Perjanjian Lama disinari oleh kemuliaan Anak Allah. Sebegitu jauh sebagai suatu lembaga Ilahi seluruh peraturan Yahudi adalah himpunan nubuatan Injil.

Kepada Kristus “segala nabi-nabi pun menyaksikan.” Kisah 10:43. Dari perjanjian yang diberikan kepada Adam, sampai kepada bapa-bapa dan orang percaya terang surga yang mulia itu adalah menjelaskan jejak-jejak Penebus.

Orang Majus melihat Bintang di Betlehem, Silo akan datang, sementara perkara-perkara masa depan lalu di hadapan mereka itu dalam suatu cara yang misterius. Dalam tiap pengorbanan, kematian Kristus ditunjukkan. Dalam tiap asap dupa, kebenaran-Nya naik. Dalam tiap bunyi trompet, nama-Nya yang dibunyikan. Dalam kehebatan tempat yang suci dari yang maha suci, di sana kemuliaan-Nya berdiam.” KSZ,192

2. Perjanjian Lama menyatakan dengan jelas segala seluk beluk pelayanan Kristus, dan berulang-ulang Ia mengutip dari suratan nabi-nabi dan menyatakan ” Hari ini suratan ini digenapi di dalam telingamu .” KSZ, 221

3. Pembawa Kabar Injil di PL dan PB adalah orang Kedua setelah Kristus ( KSZ, 272 )

” Kristus memanggil rnurid-murid-Nya agar menjadi saksi-saksi bagi-Nya, memberitahukan kepada dunia apa yang mereka lihat dan dengar daripada-Nya. Jabatan mereka sangat penting yang pernah diamanatkan kepada manusia, dan adalah yang kedua dari Kristus sendiri. Mereka itu bekerjasama dengan Allah untuk menyelamatkan dunia ini. Sebagaimana pada zaman Perjanjian Lama sepuluh bapa-bapa itu berdiri mewakili orang Israel, demikian pula kedua belas rasul berdiri mewakili pengabaran Injil sidang. ” KSZ, 272

4. Upacara-Upacara Kaabah di zaman Isral kuno adalah melambangkan Kristus sebagai Anak Domba ( PNB, 356 )

” Mereka yang menyatakan bahwa Kristus datang untuk mengubah hukum Allah dan membatalkan Perjanjian Lama, menyatakan bahwa zaman bangsa Israel itu adalah zaman kegelapan, dan menggambarkan agama orang Israel itu sebagai sesuatu yang terdiri dari sekadar bentuk upacara-upacara saja. Tetapi ini adalah satu kesalahan. Di seluruh halaman-halaman sejarah yang suci itu, dimana perlakuan Allah terhadap umat-Nya dicatat, terdapat jejak yang amat jelas dari AKU ADA itu. Tidak pernah Ia memberikan kepada manusia pernyataan yang lebih jelas tentang kuasa dan kemuliaan-Nya daripada ketika Ia diakui sebagai satu-satunya pemerintah Israel dan memberikan hukum itu kepada mereka. Di sini dinyatakan satu tongkat pemerintahan yang tidak dipengaruhi oleh tangan manusia; dan kenyataan daripada Raja Israel yang tidak kelihatan itu amat agung dan ajaib.” Para Nabi dan Bapa, 356

5. Rasul Paulus dan Petrus bersaksi bahwa*Kristus sendiri yang telah berbicara kepada umat-Nya melalui nabi-nabi dalam PL*. ( PNB, 357 )

” Rasul Paulus, pada waktu menulis kepada gereja Kristen, mengatakan bahwa nabi-nabi “bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.” 1 Petrus 1:10, 11. Kristus yang telah berbicara kepada kita melalui Perjanjian Lama. “Kesaksian Yesus adalah Roh nubuat,” Wahyu 19:10. ” Para Nabi dan Bapa, 357

6. Di dalam pengajaran-Nya selagi DIA hidup di antara manusia, Yesus mengarahkan pikiran orang banyak kepada Perjanjian Lama (PNB, 357 )

” Ia berkata kepada orang Yahudi, “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal.” Yohanes 5:39. Pada saat itu buku-buku Perjanjian Lama adalah satu-satunya Alkitab yang ada. Sekali lagi Anak Allah berkata, “Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” dan Ia menambahkan, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” Lukas 16:29, 31. ” Para Nabi dan Bapa 357

7. Buku Perjanjian Lama menuliskan : syarat-syarat keselamatan di “perjanjian lama”, adalah, turut dan hidup kepada Perintah YESUS ( PNB, 357 )

“Jikalau diturutnya akan dia, ia akan hidup di dalamnya” (Yehezkiel 20:11; Imamat 18:5), tetapi Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan.” Ulangan 27:26. “Perjanjian baru” diteguhkan di atas “janji-janji yang lebih baik” ; janji pengampunan dosa-dosa dan akan anugerah Allah untuk memperbaharui hati manusia dan membawanya kembali kepada keselarasan dengan prinsip-prinsip hukum Allah. “Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan; Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka…. Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” Yeremia 31:33, 34. ” Para Nabi dan Bapa 357

Semoga bermanfaat….. 🙏🙏🙏

Leave a Reply