PEMELIHARAAN HARI SABAT

September 17, 2017 - Ellen G. White

“Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” (1 Tesalonika 5 : 19-21).

ALLAH TELITI TERHADAP SABAT-NYA ZAMAN INI
“Tuhan tidak kurang teliti-Nya di waktu ini terhadap Sabat-Nya daripada sewaktu Ia memberikan petunjuk-petunjuk khusus di atas kepada bani Israel. Ia memerintahkan mereka agar membakar apa yang hendak mereka bakar, dan merebus apa yang hendak mereka rebus pada hari keenam, yaitu persiapan bagi istirahat pada hari Sabat. Mereka yang lalai melakukan persiapan bagi hari Sabat pada hari yang keenam, dan yang memasak makanan pada hari Sabat, mereka itu melanggar perintah yang keempat, dan merupakan pelanggar-pelanggar hukum Allah. Semua orang yang benar-benar rindu untuk menyucikan Sabat sesuai dengan perintah itu, tidak akan mau memasak makanan apapun pada hari Sabat. Dalam takut akan Allah yang telah mengaruniakan hukum-Nya dari Sinai, mereka akan menolak, lalu makan makanan yang telah dipersiapkan pada hari yang keenam, sekalipun ia itu kurang melezatkan. Allah melarang bani Israel membakar dan merebus pada hari Sabat. Larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang penganut Sabat sebagai sesuatu anjuran yang sungguh-sungguh dari Jehovah mereka. Tuhan akan mengawasi umat-Nya agar tidak memanjakan selera makannya yang tak terkendali pada hari Sabat, yaitu hari yang telah disendirikan-Nya bagi meditasi dan perbaktian yang suci.” (Spiritual Gifts, vol. 3, pp. 253, 254)

“Kita harus berhati-hati menjaga saat (memulai dan mengakhiri) hari Sabat. Ingatlah bahwa setiap saat sudah ditahbiskan, waktu yang suci.” (Testimonies for the Church, vol. 6, p. 356)

HARI PERSIAPAN
“Hari yang mendahului Sabat itu harus dibuat menjadi hari persiapan, agar supaya segala-galanya dapat siap bagi memasuki jam-jamnya yang suci. Jangan sekali urusan pekerjaan kita sendiri dibiarkan datang mengganggu waktu Sabat yang suci.” (Patriarchs and Prophets, p. 296)

“Sebelum matahari masuk hendaklah para anggota keluarga berkumpul untuk membaca firman Allah, menyanyi, dan berdoa. Di sini diperlukan adanya reformasi, karena banyak yang sudah lalai. Kita perlu mengaku kepada Allah dan saling mengaku satu kepada yang lainnya. Kita harus memulai kembali untuk membuat pengaturan-pengaturan khusus, agar setiap anggota keluarga dapat dipersiapkan untuk memuliakan hari itu yang telah diberkati dan disucikan Allah. (Testimonies for the Church, vol. 6, pp. 356-357)

“Jangan seorangpun membiarkan dirinya sepanjang minggu memikirkan kepentingan-kepentingan hidup ini dan menghabiskan tenaganya sedemikian rupa oleh berbagai usahanya mengejar keuntungan duniawi, sehingga pada hari Sabat mereka sudah tidak lagi bertenaga untuk berbakti kepada Allah. Kita sedang merampok Tuhan apabila kita membuat diri kita lalai menyembah Dia pada hari suci-Nya. Bahkan kita pun sedang merampok diri sendiri, karena kita juga membutuhkan persekutuan yang hangat dan bercahaya, sebagaimana juga kekuatan untuk diperoleh dari kepintaran dan pengalaman orang-orang Kristen lainnya.” (Child Guidance, p. 530)

“Apabila mungkin, para pengusaha supaya memberikan kepada para karyawannya beberapa jam dari Jumat tengah hari sampai kepada permulaan Sabat di sore hari. Berikanlah kepada mereka waktu untuk melaksanakan persiapan, agar dapat mereka menyambut kedatangan hari Tuhan itu dengan pikiran yang tenang. Dengan cara ini engkau tidak akan menderita rugi walaupun dalam hal-hal yang biasa.” (Testimonies for the Church, vol. 6, p. 356)

“Sebelum masuk matahari hendaklah semua pekerjaan yang bersifat dunia ditinggalkan dan semua bacaan dunia disingkirkan. Para orangtua, jelaskanlah pekerjaanmu dan semua maksudnya kepada anak-anakmu, hendaklah mereka itu ikut serta mempersiapkan diri untuk memperingati Sabat sesuai dengan perintah itu.” (Testimonies for the Church, vol. 6, p. 356)

Tujuan memilihara Hari Sabat :

I. Keluar dari Mesir -bangsa Israel

Tujuannya : Memperingati Hari PENCIPTAAN

Kel 20: 11 : ” Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. ”

II. Mau masuk Tanah Kanaan – generasi kedua dan tersisa

Tujuannya : Memperingati hari PENEBUSAN

Ulangan 5:15 : ” Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat .”

III. Mau Masuk Kanaan Semawi – umat yang tersisa

Tujuannya : Memperingati hari PENCIPTAAN dan hari PENGHAKIMAN

Wahyu 14:7 : ” Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”

IV. Pemeliharaan Hari Sabat adalah wajib dipatuhi untuk semua orang di dunia ini karena hari Sabat akan tetap dipelihara sampai hidup kekal di Surga

” Hari Sabat bukannya hanya untuk orang Israel saja, tetapi untuk dunia. Hukum itu telah diumumkan kepada manusia di taman Eden dan mempunyai keharusan yang tidak akan binasa, sebagaimana halnya dengan sepuluh hukum.

Dari hukum itu di mana hukum keempat adalah salah satu diantaranya, Kristus berkata, “Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat.

” Selama langit dan bumi ada, hari Sabat akan tetap menjadi tanda daripada kuasa Khalik. Dan apabila Eden akan kembali memberikan kembangnya di atas dunia, maka hari Sabat Tuhan yang suci akan dimuliakan oleh seluruhnya yang ada pada naungan Matahari.

“Sabat berganti Sabat” penghuni dunia yang telah dibaharui itu akan naik “sujud menyembah di hadapan-Ku, firman Tuhan.” Matius 5: 18; Yesaya 66:23. ” KSZ, hal. 264,265

Comments

  1. Panjaitan says:

    Dimana saya bisa mendapatkan buku2 yang dimana kutipn kutipan diatas diambil dr buku2 roh nubuat. Jika ada yang bisa membantu untuk mendapatkannya mohon beri komentarnya. Trmksi.

Leave a Reply