Jesuit akan mengadakan pertemuan global hari Senin untuk memilih Superior General baru

jesuit-and-pope
Foto: Adolfo Nicolas, superior jenderal Jesuit saat ini dan Paus Francis.

“Kesuksesan Reformasi pertamapun usai, Roma menggalang kekuatan baru, berharap agar gerakan ini hancur. Pada saat inilah, Ordo Jesuit diciptakan, organ yang paling kejam, tidak bermoral, dan terkuat dari semua sistim kepausan. Terputus dari ikatan duniawi dan kepentingan manusia, mati rasa terhadap semua tuntutan alamiah, akal dan hati nurani sepenuhnya dibungkam, mereka tidak mengenal aturan, ikatan, kecuali aturan milik Ordo, dan tidak memiliki kewajiban lain kecuali untuk meningkatkan kekuatannya. . . Tidak ada kejahatan yang terlalu besar bagi mereka untuk dilakukan, tidak ada penipuan yang terlalu tinggi bagi mereka untuk dipraktekan, dan tidak ada penyamaran yang terlalu sulit bagi mereka untuk dilakukan. Bersumpah untuk tetap miskin dan rendah hati, namun adalah tujuan pelatihan mereka untuk mengamankan harta dan kekuasaan, mengabdikan hidup demi untuk menghancurkan Protestan, demi untuk mengembalikan supremasi kepausan. Ketika muncul sebagai anggota Ordo, mereka mengenakan jubah kesucian. . . tapi di balik jubah yang berkesan takbersalah ini, tersembunyi tujuan yang paling kriminal dan mematikan. Prinsip dasar dari Ordo ini adalah, hasil akhir akan menghalalkan segala cara. Dengan demikian, berbohong, mencuri, bersumpah palsu, membunuh, tidak hanya akan dimaafkan tapi direkomendasikan, hanya untuk memenuhi kepentingan Gereja. Dengan berbagai penyamaran, Jesuit berhasil dengan cara mereka, masuk ke dalam kantor pemerintahan, mencapai karir puncak sebagai penasehat raja, sehingga mempengaruhi kebijakan negara. Mereka menjadi hamba untuk bertindak sebagai mata-mata bagi majikan mereka.
. . . Jesuit dengan cepat menyebarkan diri di Eropa, dan di mana pun mereka pergi, maka akan diikuti oleh kebangkitan kepausan. Untuk memberi mereka kekuatan yang lebih besar, sebuah perintah dikeluarkan untuk memperkuat kembali inkuisisi. . . dan kekejaman yang sangat mengerikan, yang tak dapat ditanggung oleh terang matahari, terulang kembali di ruang bawah tanah rahasia mereka. Inilah cara yang telah dianjurkan Roma untuk memadamkan terang Reformasi, untuk menarik Alkitab dari antara manusia, agar kebodohan dan kekafiran Abad Kegelapan tetap bertahan”.
The Great Controversy, Ellen G. White, 1888

Leave a Reply