Penakut Masuk Neraka

Tetapi orang-orang penakut, orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua. Why. 21:8
Jika ayat ini kita interpretasi secara literal, maka seandainya orang-orang yang masuk api neraka itu berbaris, kelompok paling depan adalah para penakut Walaupun ada delapan perilaku umat manusia yang disebut pada ayat di atas yang akan menggiring seseorang ke dalam lautan api yang memusnahkan itu, tujuh di antaranya mudah dipahami dan diterima, namun salah satu sepertinya bisa menimbulkan confius khususnya bagi mereka yang masih terbatas pengertiannya tentang Alkitab. Perilaku yang dimaksudkan ialah “penakut.” Mungkin sebagaian orang akan bertanya, “Apakah takut ular berbisa, takut akan binatang buas, takut pencuri, perampok, dan lain sejenisnya, akan membawa orang masuk ke api neraka???? Bahkan ada yang kemudian akan berkesimpulan bahwa ketakutan-ketakutan seperti disebut di atas adalah dosa yang berakibat maut.
Dengan tidak tergopoh-gopoh menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu, marilah kita telusuri selanjutnya secara berhati-hati, agar kita tidak salah menyikapi amaran Tuhan ini, apalagi mengajarkannya kepada orang lain. Semua versi Alkitab menggunakan terjemahan yang sama yaitu “penakut.” Berasal dari kata ‘deiloi’ (Bahasa Gerika), atau ‘cowardly’ (Bahasa Inggris) walaupun Alkitab versi NIV lebih cenderung mengartikannya sebagai “pengecut.” Menurut “Oxford Advanced Dictionary”, Coward is person unable to control his fear; Person who runs away from danger. Selanjutnya “Kamus Besar Bahasa Indonesia” mendefinisikan, “penakut atau pengecut ialah seseorang yang tidak berani menghadapi kenyataan.”
Dengan demikian sikap penakut hanya dimiliki oleh orang-orang yang bersandar kepada dirinya sendiri dan mengandalkan kekuatannya. Firman Tuhan menandaskan orang seperti itu terkutuk karena hatinya menjauh dari Tuhan. Yeremia 17:5 Kenyataan ini sering juga dialami oleh Para Rasul seperti dituliskan dalam Injil.
Pada sekali petang hari ketika mereka sedang berlayar, sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut, sehingga perahu ditimbus gelombang sementara Yesus tidur. Murid-murid-Nya spontan ketakutan padahal Yesus ada bersama mereka. Ia berkata kepada mereka, ”Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Mat. 8:26. Dari teguran Yesus ini kita dapati keterangan lanjutan bahwa orang penakut tidak percaya kepada Tuhan. Kondisi itulah yang kemudian semakin hari, semakin membawa dia jauh dari Tuhan. Dengan perkataan lain ketakutan akan menggerogoti iman kekristenan seseorang. Beberapa di antaranya dapat dirinci sebagai berikut, “Orang yang takut kehilangan kedudukan maupun pekerjaan di perusahaan akan tega melanggar hari Sabat.” Orang yang takut hartanya akan berkurang tidak akan setia mengembalikan persepuluhan dan persembahan kepada Tuhan, serta menutup diri dalam usaha membantu orang lain. Orang yang takut kehilangan reputasi dikalangan sahabat-sahabat, akan ambisi jabatan di gereja, tanpa memperhitungkan adanya missi suci di dalamnya. Namun di lain pihak orang yang takut direpotkan oleh tanggung jawab yang tidak mendapat bayaran langsung, akan menolak tugas yang sekecil apapun di Jemaat. Takut disaingi orang lain, akan menempuh cara-cara yang tidak terpuji untuk menuruti kata hatinya. Semuanya ketakutanlah yang menjadi pemicunya, walaupun masih banyak lagi yang lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan yakni, semua perkara-perkara yang ditakutkan itu yang kemudian menjadi pemicu, justru merupakan sarana yang disediakan Tuhan, untuk menjadi saluran berkat yang berkelimpahan bagi siapa saja yang mengimaninya dengan proporsi yang sebenarnya. Yesus berkata: “Damai sejahtera kutinggalkan bagimu.” Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Yoh. 14:27
Mari kita lihat bagaimana selanjutnya Firman Tuhan menegaskan, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” I Yoh 4:18. Dapat kita rasakan bagaimana pengertian “takut” dalam ayat tersebut dan akibat yang ditimbulkannya sepanjang perjalanan hidup manusia. Itulah sebabnya pelajaran Sekolah Sabat kita pekan ini mengupas tuntas tentang kasih itu. Secara teori amat gampang dipahami, namun sulit mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus mengakuinya sulit secara jujur, karena memang itu adalah “Buah Roh.” Dengan diri sendiri tidak mungkin mempertumbuhkannya, kecuali menyerah sepenuhnya kepada tuntunan Rohulkudus, yang adalah Oknum Keallahan.

– PDT. B. SAMOSIR

1 thought on “Penakut Masuk Neraka

  1. TAKUT DISINI TIDAK TERMASUK “TAKUT KEPADA TUHAN” YG ALKITAB SENDIRI KATAKANA ADALAH PERMULAAN SEGALA HIKMAT! MENGAPA? KARENA ORANG YANG TAKUT KEPADA TUHAN TIDAK AKAN TAKUT KEPADA SIAPA ATAU APA PUN JUGA! DAN ARTI TAKUT KEPADA TUHAN SEBENARNYA SANGAT JELAS ARTINYA DALAM AYAT DIATAS, YAITU AKAN MENYEBABKAN KITA TAKUT MELANGGAR 10 PERINTAHNYA. TAKUT MENYEMBAH ILAH LAIN, TAKUT MENGHUJAT NAMANYA, TAKUT MELANGGAR SEMUA PERINTAH2NYA BAIK YANG LISAN APALAGI YANG TERTULIS DIATAS LOH BATU, DILETAKKAN DALAM TABUT PERJANJIAN, DAN SEKARANG TERUKIR DALAM HATI SANUBARI KITA SEHINGGA KITA PATUHI KARENA TERDORONG KASIH KITA KEPADA TUHAN!

Leave a Reply