Penglihatan Itu Adalah Pasti

February 26, 2013 - Ellen G. White

Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 27 Februari (MARANATHA THE LORD IS COMING – Ellen G. White) :

27 Februari – Penglihatan itu adalah Pasti
Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. Habakuk 2:3.

Iman yang menguatkan Habakuk dan semua orang suci dan benar pada masa itu di mana terjadi pencobaan yang keras adalah sama dengan iman yang menguatkan umat Allah pada masa ini. Dalam waktu-waktu yang paling gelap, di bawah keadaan-keadaan yang paling mengancam, orang beriman Kristiani boleh menjaga jiwanya tetap tinggal pada sumber semua terang dan kuasa. Hari demi hari, melalui iman dalam Allah, pengharapan dan semangatnya boleh diperbaharui….. Dalam pelayanan akan Allah tidak perlu ada keputusasaan, tidak perlu ada keraguan, dan tidak perlu ada ketakutan. Tuhan akan lebih dari sekedar menggenapi pengharapan-pengharapan tertinggi dari mereka yang percaya kepadaNya. Dia akan memberikan mereka kebijaksanaan sesuai dengan berbagai keperluan mereka. 66.1
Dari rahmat berlimpah yang dibuat bagi setiap jiwa yang dicoba, rasul Paulus memberikan kesaksian yang fasih. Kepadanya telah diberikan jaminan ilahi, “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.” Dalam syukur dan keyakinan hamba yang murni milik Allah itu menjawab: “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 2 Korintus 12:9, 10. 66.2
Kita harus menghargai dan memelihara iman yang darinya para nabi dan rasul telah menguji—iman yang terletak pada janji-janji Allah dan menantikan pembebasan dalam waktu dan cara yang telah ditentukanNya. Perkataan yang pasti dari nubuatan itu akan menemukan penggenapannya yang terakhir dalam kedatangan yang mulia dari Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus, sebagai Raja dari segala raja dan Tuhan dari segala tuan. Waktu untuk menunggu mungkin kelihatan lama, jiwa mungkin ditekan oleh keadaan-keadaan yang mematahkan semangat, banyak orang yang di dalam diri mereka telah percaya mungkin jatuh; tetapi dengan nabi yang bertekun untuk mendorong Yehuda dalam sebuah masa kemurtadan yang tak tertandingi, biarlah kita dengan yakin menyatakan, “Tetapi Tuhan ada di dalam baitNya yang kudus: Berdiam dirilah di hadapanNya, ya segenap bumi!” [Habakuk 2:20]. 66.3
Mari kita selalu mengingat pesan yang menggembirakan ini, “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. ……. Orang benar akan hidup oleh iman.” [Hab. 2:3; Roma 1:17]. 66.4

February 27 – The Vision is Sure
The vision is yet for an appointed time, but at the end it shall speak, and not lie: though it tarry, wait for it; because it will surely come, it will not tarry. Hab. 2:3.
The faith that strengthened Habakkuk and all the holy and the just in those days of deep trial was the same faith that sustains God’s people today. In the darkest hours, under circumstances the most forbidding, the Christian believer may keep his soul stayed upon the source of all light and power. Day by day, through faith in God, his hope and courage may be renewed. . . . In the service of God there need be no despondency, no wavering, no fear. The Lord will more than fulfil the highest expectations of those who put their trust in Him. He will give them the wisdom their varied necessities demand. 66.1
Of the abundant provision made for every tempted soul, the apostle Paul bears eloquent testimony. To him was given the divine assurance, “My grace is sufficient for thee: for my strength is made perfect in weakness.” In gratitude and confidence the tried servant of God responded: “Most gladly therefore will I rather glory in my infirmities, that the power of Christ may rest upon me. Therefore I take pleasure in infirmities, in reproaches, in necessities, in persecutions, in distresses for Christ’s sake: for when I am weak, then am I strong.” 2 Cor. 12:9, 10. 66.2
We must cherish and cultivate the faith of which prophets and apostles have testified–the faith that lays hold on the promises of God and waits for deliverance in His appointed time and way. The sure word of prophecy will meet its final fulfilment in the glorious advent of our Lord and Saviour Jesus Christ, as King of kings and Lord of lords. The time of waiting may seem long, the soul may be oppressed by discouraging circumstances, many in whom confidence has been placed may fall by the way; but with the prophet who endeavoured to encourage Judah in a time of unparalleled apostasy, let us confidently declare, “The Lord is in his holy temple: let all the earth keep silence before him.” 66.3
Let us ever hold in remembrance the cheering message, “The vision is yet for an appointed time, but at the end it shall speak, and not lie: though it tarry, wait for it; because it will surely come, it will not tarry. . . . The just shall live by his faith.” 66.4

Leave a Reply