Penjagaan yang Terakhir

February 19, 2013 - Ellen G. White

17 Februari – Penjagaan Yang Terakhir
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Markus 13:35, 36.

Sebuah rombongan diperlihatkan di hadapan saya……. Mata mereka terarah ke surga, dan perkataan Guru mereka ada pada mulut mereka: “Apa yang Aku katakan kepadamu Kukatakan kepada semua orang, berjaga-jagalah.”……. Tuhan memberitahukan sebuah penundaan sebelum pagi itu akhirnya tiba. Tetapi Dia tidak akan membiarkan mereka kelelahan, ataupun mengistirahatkan penjagaan mereka yang sungguh-sungguh, sebab pagi itu tidak akan terbit di hadapan mereka secepat yang mereka harapkan…… 56.1
Saya melihat bahwa adalah mustahil untuk memiliki perasaan-perasaan dan kesukaan-kesukaan yang dipikat dalam perhatian-perhatian duniawi, untuk menambah kekayaan duniawi, namun masih berada dalam sebuah penantian, posisi berjaga-jaga, sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Juruselamat kita. Kata malaikat itu: “Mereka dapat memastikan hanya satu dunia. Untuk meraih harta surgawi, mereka harus mengorbankan harta duniawi. Mereka tidak bisa memiliki kedua-duanya.”…….. 56.2
Saya melihat bahwa Penjagaan demi Penjagaan sudah ada di masa lalu. Oleh karena ini, haruskah berkurang kewaspadaan? Oh, tidak! Ada sebuah kebutuhan yang lebih besar akan penjagaan yang tidak boleh berhenti, sebab sekarang waktunya lebih singkat daripada sebelum berlalunya penjagaan yang pertama……. Seandainya kita berjaga-jaga dengan kewaspadaan yang terus berlanjut, maka berapa banyak lagi kebutuhan akan kewaspadaan ganda dalam penjagaan yang kedua. Berlalunya penjagaan yang kedua telah membawa kita kepada yang ketiga, dan sekarang adalah tidak dapat dimaafkan menghentikan kewaspadaan kita. Penjagaan yang ketiga memanggil ketiga kesungguhan itu. Menjadi tidak sabar sekarang akan berarti kehilangan semua kesungguhan kita, yang bertekun berjaga-jaga sampai sekarang. Malam yang panjang akan kegelapan sedang mencobai; tetapi pagi itu ditunda dalam belaskasihan, sebab jika Guru harus datang sekarang, maka akan begitu banyak yang ditemukan tidak siap. Ketidakmauan Allah melihat umatNya binasa telah menjadi alasan atas penundaan yang begitu lama…… 56.3
Perbedaan antara mereka yang mencintai dunia dan mereka yang mencintai Kristus adalah begitu jelas. Sementara dari anak-anak dunia ini adalah semuanya kesungguhan dan ambisi untuk mengamankan harta duniawi, umat Allah tidak sama dengan dunia ini, tetapi menunjukkan melalui penjagaan mereka yang sungguh-sungguh, posisi menunggu bahwa mereka diubahkan; bahwa rumah mereka bukanlah di dunia ini, tetapi bahwa mereka sedang mencari sebuah negeri yang lebih baik, bahkan sebuah negeri surgawi. 56.4

February 17 – The Last Watch
Watch ye therefore: for ye know not when the master of the house cometh, at even, or at midnight, or at the cockcrowing, or in the morning: lest coming suddenly he find you sleeping. Mark 13:35, 36.
A company was presented before me. . . . Their eyes were directed heavenward, and the words of their Master were upon their lips: “What I say unto you I say unto all, Watch.” . . . The Lord intimates a delay before the morning finally dawns. But He would not have them give way to weariness, nor relax their earnest watchfulness, because the morning does not open upon them as soon as they expected. . . . 56.1
I saw that it was impossible to have the affections and interests engrossed in worldly cares, to be increasing earthly possessions, and yet be in a waiting, watching position, as our Saviour has commanded. Said the angel: “They can secure but one world. In order to acquire the heavenly treasure, they must sacrifice the earthly. They cannot have both worlds.” . . . 56.2
I saw that watch after watch was in the past. Because of this, should there be a lack of vigilance? Oh, no! There is the greater necessity of unceasing watchfulness, for now the moments are fewer than before the passing of the first watch. . . . If we watched with unabated vigilance then, how much more need of double watchfulness in the second watch. The passing of the second watch has brought us to the third, and now it is inexcusable to abate our watchfulness. The third watch calls for threefold earnestness. To become impatient now would be to lose all our earnest, persevering watching heretofore. The long night of gloom is trying; but the morning is deferred in mercy, because if the Master should come, so many would be found unready. God’s unwillingness to have His people perish has been the reason for so long delay. . . . 56.3
The difference between those who love the world and those who love Christ is so plain as to be unmistakable. While worldlings are all earnestness and ambition to secure earthly treasure, God’s people are not conformed to the world, but show by their earnest, watching, waiting position that they are transformed; that their home is not in this world, but that they are seeking a better country, even a heavenly. 56.4

Leave a Reply