Penurutan Legalis

September 17, 2017 - Stevanus S. Widjaja

1. Apa itu *penurutan legalis^ ?

Penurutan legalis adalah :

▪ Penurutan yang tidak berlandaskan kasih tetapi dorongan untuk mementingkan diri sendiri

” Penurutan itu tidak didorong oleh kasih.
Pendorong hatinya bersifat mementingkan diri. Mereka beramal secara lahir kepada Allah sebagai alat untuk mencapai kebesaran nasional. Mereka bukannya menjadi terang dunia, melainkan mengasingkan diri dari dunia supaya terlepas dari pencobaan kepada penyembahan berhala. ” KSZ, 19

▪Melakukan Penurutan yang tidak dituntun oleh Allah dan menyimpang dari Prinsip HukumNya

” sibuk dengan martabat yang tidak berarti serta segala penurutan yang-tidak dituntut Allah, perhatian mereka dialihkan dari prinsip-prinsip hukum-Nya yang besar itu. “KSZ, 370

▪ Penurutan yang berpura-pura atau palsu

” berpura-pura sangat tekun beragama, mereka mengaku menurut hukum Allah, tetapi mereka hanya menunjukkan suatu penurutan yang palsu. ” KSZ, 556

2. Bagaimana Hukum disalah gunakan ?

_Hukum sudah masuk arti di salah gunakan :

▪ Apabila manusia lebih mementingkan segala hukum upacara daripada Hukum Kasih

” Kasih dan penurutan kepada Allah, dan penghargaan yang tidak mementingkan diri bagi manusia, kelihatan baginya lebih berharga daripada segala upacara.” KSZ, 570

▪Apabila menuntut penghormatan dan penurutan dari orang-orang banyak

” Menuntut penghormatan dan penurutan yang terutama dari orang banyak. Yesus menyuruh para pendengar-Nya melakukan apa yang diajarkan oleh rabbi-rabbi sesuai dengan hukum, tetapi jangan mengikuti teladan mereka. Mereka sendiri tidak mempraktekkan ajaran mereka sendiri. ” KSZ, 573

▪Membebankan orang banyak terhadap penurutan-penurutan yang mereka sendiri tidak lakukan dengan sempurna

” Orang Farisi memerintahkan banyak sekali peraturan dengan mengalaskannya di atas tradisi, dan membatasi kebebasan pribadi tanpa alasan. Dan bagian-bagian tertentu dari hukum itu mereka jelaskan sedemikian rupa sehingga membebankan pada orang banyak penurutan-penurutan yang mereka sendiri abaikan secara diam-diam, dan kalau hal itu memenuhi maksud mereka, maka dengan sebenarnya mereka menuntut dibebaskan daripadanya. “KSZ, 573

3. Bagaimana contoh diperbudah oleh dosa ?

Contoh diperbudak oleh dosa :

▪Enggan menurut Hukum Allah melalui penyangkalan diri dan kerendahan hati

” Tetapi bila penurutan kepada Allah menuntut penyangkalan diri dan kerendahan hati, orang-orang yang sama ini memadamkan keyakinan mereka dengan enggan menurut. Dengan demikian mereka menunjukkan roh yang sama sebagaimana yang ditunjukkan oleh orang Farisi yang disalahkan oleh Kristus. KSZ, 581

▪ Tidak menghargai tabiat Kristus, dan mengabaikan penurutan sejati yang berasal dari dalam hati

” Semua penurutan sejati berasal dari dalam hati. Itulah pekerjaan hati bersama Kristus. Dan kalau kita setuju, Ia akan menyamakan diri-Nya dengan pikiran dan tujuan kita, menyatupadukan hati dan pikiran kita menjadi sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga bila menurut Dia, kita hanyalah melaksanakan dorongan hati kita sendiri. Kemauan, yang dihaluskan dan disucikan, akan mendapat kesukaannya yang paling tinggi dalam melakukan pekerjaan-Nya. Bila kita mengenal Allah karena kita mendapat hak istimewa untuk mengenal Dia, kehidupan kita akan menjadi suatu kehidupan yang suka menurut terus-menerus. Oleh menghargai tabiat Kristus, oleh hubungan dengan Allah, dosa akan menjadi suatu kebencian bagi kita. KSZ, 631

▪Memilih mengikuti tradisi manusia dan tidak memiliki kesetiaan penurutan kepada Hukum Allah, itu berarti masih diperbudak oleh dosa

” Peperangan melawan hukum Allah, yang dimulai di surga, akan diteruskan sampai akhir rnasa. Setiap manusia akan diuji. Penurutan atau pun pelanggaran merupakan persoalan yang harus ditentukan oleh segenap dunia. Semua orang akan dipanggil untuk memilih antara hukum Allah dan hukum manusia. Di sinilah akan ditarik garis pemisah. Akan terdapat hanya dua golongan. Setiap tabiat akan diperkembangkan sepenuhnya, dan semua orang akan menunjukkan apakah mereka telah memilih pihak kesetiaan atau pihak pemberontakan. “KSZ, 721

Leave a Reply