Perdamaian Yang Singkat

Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman—maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin—mereka pasti tidak akan luput. 1 Tesalonika 5:3.

Sementara pekerjaan penyelamatan sedang berakhir, masalah besar akan muncul di bumi dan bangsa-bangsa akan marah, namun masalah itu tetap dikendalikan agar tidak menghalangi pekerjaan malaikat ketiga. Pada waktu itu “hujan akhir”, atau penyegaran dari hadirat Tuhan akan datang untuk memberikan kekuatan pada seruan keras malaikat ketiga, dan mempersiapkan orang-orang kudus untuk dapat tahan berdiri manakala tujuh bela yang terakhir dicurahkan. 259.1
Saya diberi penglihatan tentang para penduduk bumi yang berada dalam kekacauan besar. Perang, pertumpahan darah, penderitaan, kekurangan, kelaparan, dan wabah penyakit merebak di mana-mana. Ketika perkara-perkara ini menimpa umat Allah, mereka mulai bersama-sama menekan dan menyisihkan kesukaran-kesukaran kecil mereka. Kepentingan diri tidak lagi mengendalikan mereka; kerendahan hati yang mendalam datang sebagai gantinya. Penderitaan, kebingungan, dan kekurangan telah menyebabkan orang yang bernafsu dan tidak rasional menjadi insyaf dan bertindak dengan penilaian dan kebijaksanaan. 259.2
Perhatian saya kemudian beralih dari pemandangan itu. Tampaknya ada sesuatu masa yang singkat akan perdamaian. Sekali lagi para penduduk bumi ditampilkan di hadapan saya; dan kembali segala perkara berada dalam kekacauan besar. Pertengkaran, perang, dan pertumpahan darah, dengan kelaparan dan wabah penyakit merebak di mana-mana. Bangsa-bangsa lain terlibat dalam perang dan kekacauan ini. Perang mengakibatkan kelaparan. Kekurangan dan pertumpahan darah menimbulkan penyakit. Dan kemudian hati manusia menggagalkan mereka demi rasa takut, “dan demi menantikan perkara-perkara yang segera datang ke bumi.” 259.3
Malaikat-malaikat kini menahan angin-angin pertengkaran itu, sampai seluruh dunia diamarkan malapetakanya yang akan datang; tetapi sebuah badai sedang bergumul, siap sedia untuk dihembuskan ke bumi, dan ketika Allah menyuruh malaikat-malaikatNya melepaskan angin-angin itu, maka akan terjadi sebuah pemandangan pertengkaran yang tak dapat dilukiskan dengan pena ….. 259.4
Suatu masa istirahat telah diberikan dari Allah bagi kita secara cuma-cuma. Setiap kuasa yang diberikan dari surga kepada kita hendaklah digunakan dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan oleh Tuhan untuk menolong mereka yang sedang binasa dalam ketidaktahuan. 259.5

9 September – Seruan Damai dan Sejahtera
Mereka mengobati luka umatKu dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera. Yeremia 6:14.

Para pengikut kepausan, Protestan, dan dunia ini akan…. melihat dalam persekutuan ini sebuah pergerakan besar untuk pengubahan dunia dan mengantarkan mereka menuju milenium yang telah lama dinantikan. 260.1
“Hari Tuhan akan datang seperti pencuri di malam hari; di mana langit akan berlalu dengan suatu keributan besar, berbagai elemen akan dilebur dalam api yang sungguh-sungguh panas, bumi dan juga perbuatan-perbuatannya akan dibakar. 2 Petrus 3:10. Manakala penalaran filsafat telah membungkam rasa takut akan penghakiman-penghakiman Allah; manakala guru-guru agama mengarahkan pikiran pada sejarah panjang damai dan kemakmuran, dan dunia disibukkan dengan urusan-urusan dan kesenangan-kesenangannya, menanam dan membangun, berpesta dan bergembira, menolak amaran-amaran dan Allah dan mengejek para utusanNya—maka itulah saatnya kehancuran mendadak menimpa mereka, dan mereka tidak akan luput. 1 Tesalonika 5:3. 260.2
Seperti para penghuni lembah Siddim, orang-orang sedang bermimpi akan kemakmuran dan perdamaian. “Menyingkirlah demi hidupmu,” adalah amaran dari malaikat-malaikat Allah; tetapi suara-suara lain terdengar mengatakan, “Tidak usah gempar; tak ada alasan untuk takut.” Orang banyak berseru, “Damai dan sejahtera,” sedangkan Surga menyatakan bahwa kehancuran yang cepat sedang mendekati pendosa. Pada malam menjelang kehancuran mereka, kota-kota milik orang-orang lugu itu bergemuruh dalam kesenangan dan menertawakan amaran-amaran dari utusan Allah; namun para pengejek itu binasa di dalam api; bahwa malam itu pintu kasihan tertutup selamanya bagi para penduduk yang jahat dan tidak peduli milik Sodom. Allah tidak akan selamanya dicemooh; Dia tidak akan berlama-lama diremehkan. “Sungguh, hari Tuhan datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan daripadanya orang-orang yang berdosa.” Yesaya 13:9. Sebagian besar penduduk dunia akan menolak belaskasihan Allah dan akan diliputi dengan kehancuran yang cepat dan yang tidak pernah terjadi lagi. Tetapi orang-orang yang memperhatikan amaran itu akan tinggal “di dalam tempat rahasia milik yang Mahatinggi,” dan “di bawah bayang-bayang yang Mahakuasa.” KebenaranNya akan menjadi perisai dan naungan mereka. 260.3

10 September – Pekerjaan Allah Diselesaikan
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. Matius 24:14.

Pesan peringatan yang hikmat dan suci haruslah dinyatakan di negeri-negeri yang paling keras dan kota-kota yang paling berdosa, di setiap tempat di mana terang daripada pekabaran besar tiga malaikat itu belum menyingsing. Setiap orang harus mendengar panggilan terakhir ke perjamuan kawin Anak Domba. Dari kota kecil ke kota kecil, dari kota besar ke kota besar, dari negara ke negara, pesan kebenaran masa kini harus dikabarkan, bukan dengan pameran lahiriah tetapi dengan kuasa Roh Allah. 261.1
Pekabaran dari kuasa pembaharuan yang berasal dari karunia Allah akan dibawakan ke setiap negara dan setiap musim, hingga kebenaran meliputi seluruh dunia. Sebagian dari antara mereka yang akan dimeteraikan adalah orang-orang yang datang dari setiap bangsa, suku, bahasa, dan masyarakat. Dari setiap negara akan dikumpulkan para laki-laki dan perempuan yang akan tahan berdiri di hadapan tahta Allah dan di hadapan Anak Domba, sambil berseru, “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” Wahyu 7:10. 261.2
Seluruh bumi harus diterangi dengan kemuliaan kebenaran Allah. Terang harus dipancarkan ke semua negeri dan semua bangsa. Dan adalah mereka yang telah menerima terang itu yang akan memancarkannya. Bintang fajar telah terbit atas kita, dan kita harus memancarkan cahayanya menelusuri lorong-lorong mereka yang tinggal dalam kegelapan. 261.3
Sebuah krisis terbentang di hadapan kita. Dengan kuasa Roh Kudus kita sekarang harus menyatakan kebenaran-kebenaran besar untuk hari-hari terakhir. Waktunya tak akan lama lagi begitu setiap orang mendengar amaran dan membuat keputusan. Maka kemudian akhirnya akan tiba. 261.4
Kebenaran yang terkandung dalam pekabaran malaikat yang pertama, kedua, dan ketiga harus disiarkan ke setiap bangsa, suku, bahasa, dan masyarakat; pekabaran itu harus menyinari kegelapan dari setiap benua dan meluas melewati pulau-pulau di samudera. Janganlah ada penundaan dalam pekerjaan ini. 261.5

Semboyan kita haruslah Maju dan Maju terus! Malaikat-malaikat surga akan mendahului kita mempersiapkan jalan. Beban kita bagi daerah-daerah yang belum terjangkau tidak bisa diletakkan hingga seluruh bumi diterangi dengan kemuliaan Allah. 261.6

September 8 – A Little Time of Peace
For when they shall say, Peace and safety; then sudden destruction cometh upon them, as travail upon a woman with child; and they shall not escape. 1 Thess. 5:3.
While the work of salvation is closing, trouble will be coming on the earth, and the nations will be angry, yet held in check so as not to prevent the work of the third angel. At that time the “latter rain,” or refreshing from the presence of the Lord, will come, to give power to the loud voice of the third angel, and prepare the saints to stand in the period when the seven last plagues shall be poured out. 259.1
I was shown the inhabitants of the earth in the utmost confusion. War, bloodshed, privation, want, famine, and pestilence were abroad in the land. As these things surrounded God’s people, they began to press together, and to cast aside their little difficulties. Self-dignity no longer controlled them; deep humility took its place. Suffering, perplexity, and privation caused reason to resume its throne, and the passionate and unreasonable man became sane, and acted with discretion and wisdom. 259.2
My attention was then called from the scene. There seemed to be a little time of peace. Once more the inhabitants of the earth were presented before me; and again everything was in the utmost confusion. Strife, war, and bloodshed, with famine and pestilence, raged everywhere. Other nations were engaged in this war and confusion. War caused famine. Want and bloodshed caused pestilence. And then men’s hearts failed them for fear, “and for looking after those things which are coming on the earth.” 259.3
Angels are now restraining the winds of strife, until the world shall be warned of its coming doom; but a storm is gathering, ready to burst upon the earth, and when God shall bid His angels loose the winds, there will be such a scene of strife as no pen can picture. . . . 259.4
A moment of respite has been graciously given us of God. Every power lent us of heaven is to be used in doing the work assigned us by the Lord for those who are perishing in ignorance. 259.5

September 9 – The Peace and Safety Cry
They have healed also the hurt of the daughter of my people slightly, saying, Peace, peace; when there is no peace. Jer. 6:14.
Papists, Protestants, and worldlings will . . . see in this union a grand movement for the conversion of the world and the ushering in of the long-expected millennium. 260.1
“The day of the Lord will come as a thief in the night; in the which the heavens shall pass away with a great noise, and the elements shall melt with fervent heat, the earth also and the works that are therein shall be burned up.” 2 Peter 3:10. When the reasoning of philosophy has banished the fear of God’s judgments; when religious teachers are pointing forward to long ages of peace and prosperity, and the world are absorbed in their rounds of business and pleasure, planting and building, feasting and merrymaking, rejecting God’s warnings and mocking His messengers–then it is that sudden destruction cometh upon them, and they shall not escape. 1 Thessalonians 5:3. 260.2
Like the dwellers in the vale of Siddim, the people are dreaming of prosperity and peace. “Escape for thy life,” is the warning from the angels of God; but other voices are heard saying, “Be not excited; there is no cause for alarm.” The multitudes cry, “Peace and safety,” while Heaven declares that swift destruction is about to come upon the transgressor. On the night prior to their destruction, the cities of the plain rioted in pleasure and derided the fears and warnings of the messenger of God; but those scoffers perished in the flames; that very night the door of mercy was forever closed to the wicked, careless inhabitants of Sodom. God will not always be mocked; He will not long be trifled with. “Behold, the day of the Lord cometh, cruel both with wrath and fierce anger, to lay the land desolate: and he shall destroy the sinners thereof out of it.” Isaiah 13:9. The great mass of the world will reject God’s mercy, and will be overwhelmed in swift and irretrievable ruin. But those who heed the warning shall dwell “in the secret place of the most High,” and “abide under the shadow of the Almighty.” His truth shall be their shield and buckler. 260.3

September 10 – God’s Work is Finished
And this gospel of the kingdom shall be preached in all the world for a witness unto all nations; and then shall the end come. Matt. 24:14.
The solemn, sacred message of warning must be proclaimed in the most difficult fields and in the most sinful cities, in every place where the light of the great threefold gospel message has not yet dawned. Every one is to hear the last call to the marriage supper of the Lamb. From town to town, from city to city, from country to country, the message of present truth is to be proclaimed, not with outward display, but in the power of the Spirit. 261.1
The message of the renewing power of God’s grace will be carried to every country and clime, until the truth shall belt the world. Of the number of them that shall be sealed will be those who have come from every nation and kindred and tongue and people. From every country will be gathered men and women who will stand before the throne of God and before the Lamb, crying, “Salvation to our God which sitteth upon the throne, and unto the Lamb.” Revelation 7:10. 261.2
The whole earth is to be illuminated with the glory of God’s truth. The light is to shine to all lands and all peoples. And it is from those who have received the light that it is to shine forth. The daystar has risen upon us, and we are to flash its light upon the pathway of those in darkness. 261.3
A crisis is right upon us. We must now by the Holy Spirit’s power proclaim the great truths for these last days. It will not be long before everyone will have heard the warning and made his decision. Then shall the end come. 261.4
The truth contained in the first, second, and third angel’s messages must go to every nation, kindred, tongue, and people; it must lighten the darkness of every continent, and extend to the islands of the sea. There must be no delay in this work. 261.5
Our watchword is to be, Onward, ever onward! Angels of heaven will go before us to prepare the way. Our burden for the regions beyond can never be laid down till the whole earth is lightened with the glory of the Lord. 261.6

Leave a Reply