Peristiwa-Peristiwa Akhir Zaman: HUKUM HARI MINGGU

January 27, 2014 - Alfred E. Boling

1. PENTINGNYA PERISTIWA INI

1 – Ini adalah suatu topik yang perlu kita pahami.–“Penghakiman yang mengerikan yang diumumkan terhadap pemujaan binatang dan patungnya, akan menuntun orang untuk mempelajari nubuatan-nubuatan dengan teliti untuk mengetahui apa tanda binatang itu, dan bagaimana mereka dapat menghindarkan diri agar tidak menerimanya.”—Great Controversy, 594:2.

2 – Hukum hari Minggu tidak dapat dihindarkan.–“Cepat atau lambat hukum-hukum Hari Minggu akan disahkan.” –Last Day Events, 128:4.

Tujuan

1 – Suatu gerakan nasional.–“Negeri kita ini berada dalam bahaya. Waktu berjalan terus ketika para pembuat undang-undang akan begitumengabaikan prinsip-prinsip Protestantisme untuk memberikan jalan bagi kesesatan Roma. Orang-orang yang telah ditempa oleh Tuhan dengan penuh keajaiban, memperkuat mereka untuk melepaskan kuk penindasan pengajaran kepausan yang menyakitkan,melalui suatu gerakan nasional akan memberikan tenaga kepada iman Roma yang telah korup, dan oleh karenanya membangkitkan tirani yang hanya menunggu satu sentuhan saja untuk mulai masuk kembali ke dalam kekerasan dan pemerintahan yang sewenang-wenang.”—4 Spirit of Prophecy, 410.

2 – Sebuah hukum. —“Usaha-usaha yang lebih pasti akan di-lakukan untuk meninggikan sabat palsu, dan untuk melemparkan penghinaan kepada Tuhan Sendiri dengan menggantikan hari yang telah diberkati dan dikuduskanNya. Sabat palsu ini harus diberlakukan melalui undang-undang yang memaksa.”-7 Bible Commen­tary, 985.

3 – Sebuah perintah. —“Melalui perintah yang memberlakukan lembaga kepausan yang melanggar hukum Tuhan itu, bangsa kita akan melepaskan dirinya sepenuhnya dari kebenaran.” –5 Testi-monies, 451.

4. Sebuah amandemen Undang-undang. —“Kami melihat bahwa usaha-usaha sedang dilakukan untuk membatasi kebebasan-kebebasan beragama kita. Pertanyaan tentang hari Minggu sekarang mendapat proporsi yang besar. Sebuah amandemen sedang didesakkan ke dalam Undang-undang kita di dalam Kongres, dan ketika itu diperoleh, pemaksaan akan mengikutinya.” – Review Extra, 18 Desember 1888.

5. Sebuah amandemen keagamaan ke dalam Undang-undang. –“Jikalau orang-orang dapat digiring untuk memilih sebuah hukum hari Minggu, maka para pendeta akan menggunakan pengaruh persatuan mereka untuk memperoleh sebuah amandemen keagamaan ke dalam Undang-undang, dan memaksa bangsa ini untuk memelihara hari Minggu.” Review Extra, 24 Desember 1889.

Hukum Ini Akan Menghancurkan Kebebasan Beragama

 

1 – Hukum ini akan mengakhiri kebebasan beragama.—“Hukum Tuhan, melalui alat-alat Setan, diabaikan. Di negeri kita yang membanggakan kebebasan, kebebasan beragama akan berakhir. Pertandingan akan ditentukan tentang pertanyaan Sabat, yang akanmenghasut seluruh dunia.” ­Evangelism, 296:9.

2. Hukum itu akan menghidupkan kembali tirani.—“Kaum Protestan akan menggunakan seluruh pengaruh dan kekuatan mereka di pihak Kepausan. Melalui gerakan nasional yang memberlakukan sabat palsu, mereka akan memberikan hidup dan tenaga bagi iman Roma yang korup, menghdupkan kembali tirani dan tekanan terhadap hati nurani.” Maranatha, 179:2.

3. Manusia akan dipaksa untuk menurut.—“Sebuah krisis besar menghadang umat Tuhan. Segera negara kita akan berusaha untukmemaksakan kepada semua orang pemeliharaan hari pertama sebagai sebuah hari yang kudus. Dalam melakukan ini mereka tidak akan tinggal diam untuk memaksakan orang agar melawan hati nurani mereka untuk menguduskan hari yang diumumkan negara sebagai Sabat.” –Last Day Events, 144.2.

Pemelihara Sabat Akan Ditentang Dan Dibenci

 

1. Orang-orang setia akan bertempur dalam peperangan melawan kuasa-kuasa nasional yang besar.—“Umat Tuhan yang sejati akan bertempur dalam peperangan tentang Sabat hari ketujuh. Para penguasa di AS dan di negara-negara lain akan bangkit dalam keangkuhan dan kuasa mereka dan membuat undang-undang untuk membatasi kebebasan beragama.” –Last Day Events, 144.3.

2. Mereka akan dibenci karena kedudukan mereka.—“Segera hukum-hukum hari Minggu akan diberlakukan, dan orang-orang yang menduduki posisi kepercayaan akan menjadi marah melawan sekelompok kecil umat Tuhan pemelihara hukumNya.”-4 Manuscript Releases, 278.

2. SAAT BAGI HUKUM HARI MINGGU NASIONAL

Tidaklah mungkin untuk menentukan sebuah tanggal terjadinya peristiwa ini, juga untuk menentukan rentang waktu yang menuju kepada peristiwa ini. Tidak akan ada jejak waktu yang pasti setelah 1844 (7BC 971) karena penentuan waktu bukanlah suatu ujian setelah 1844 (EW 75; 2SM 73; 1T 409). Lihat banyak kutipan tentang hal ini dalam traktat, No Time for Time Excite­ment [PG-21}.

 

 

3.  BINATANG SERUPA ANAK DOMBA MEMBENTUK HUKUM HARI MINGGU NASIONAL

Binatang serupa anak domba dalam Wahyu 13 mewakili sebuah kekuasaan yang menganiaya (TM 117). Ini melambangkan Amerika Protestan (GC 445) dan USA (GC 440-441, 445; SR 381-2). Binatang ini akan menjadikan pemeliharaan hari Minggu sebagai ujian, dan dalam melakukan hal ini, akan memaksakan penyembahan kepada kepausan (GC 445). Lambang binatang serupa anak domba “yang  berbicara seperti seekor ular naga” tidak akan berlaku bagi AS hingga hukum hari Minggu diberlakukan.

1. Pemberlakuan hukum hari Minggu di AS akan menghasilkan (1) patung binatang, (2) penyembahan kepausan, dan (3) awalnya pemberian tanda binatang.—“Nubuatan dalam Wahyu 13 menyatakan bawha kuasa yang dinyatakan oleh binatang dengan tanduk seperti anak domba akan menyebabkan ‘bumi dan orang-orang yang berdiam di dalamnya’ menyembah kepausan yang di sana dilambangkan oleh binatang ‘seperti macan tutul.’ Binatang dengan dua tanduk ini juga akan mengatakan ‘kepada penduduk bumi, bahwa mereka harus membuat sebuah patung binatang tersebut’’ dan selanjutnya, memerintahkan kepada semuanya, ‘baik yang kecil maupun besar, kaya dan miskin, bebas dan budak,’ untuk menerima ‘tanda binatang itu.’ Telah ditunjukkan bahwa AS adalah kekuasaanyang dilambangkan oleh binatang dengan dua tanduk serupa anak domba, dan nubuatan ini akan digenapi ketika AS memaksakan pemeliharaan hari Minggu, yang diakui oleh Roma sebagai pengakuan istimewa terhadap pemerintahannya. Akan tetapi dalam penyembahan kepausan ini, AS tidak akan sendirian. Pengaruh Roma di negara-negara yang pernah mengakui pemerintahannya, masih jauh dari kehancuran. Dan nubuatan mengatakan kekuasaannya akan diperoleh kembali.” –Great Controversy, 578:9-579:0.

4.  PEMBERLAKUAN HUKUM HARI MINGGU NASIONAL MEMBAWA KEPADA PENYEMBAHAN BINATANG SERUPA MACAN TUTUL TERSEBUT

Binatang serupa macan tutul dalam Wahyu 13 mewakili kepausan (GC 443, 445). Binatang ini disembah melalui tindakan melanggar hukum Tuhan dengan memelihara hari Minggu sebagai hari kudus (TM 133). Usaha-usaha untuk menghancurkan pemeliharaan hari Sabat menjadi tanda penyembahan hari Minggu (5T 525). Pemberlakuan pemeliharaan hari Minggu akan setara dengan penyembahan binatang itu (GC 448-9). Penyembahan ini akan dipaksakan dengan hukuman aniaya dan kematian (5T 752).

1. Perintah itu akan menuntut penyembahan binatang itu.—“Perintah akan dikeluarkan yang menuntut semua orang untuk menyembah binatang itu dan patungnya.” –5 Testimonies, 525:2.

2. Binatang yang pertama itu adalah kepausan.—“Dalam Wahyu 13 (ayat 1-10) digambarkan seekor binatang lain, “serupa dengan macan tutul’, yang oleh ular naga itu diberikan ‘kekuasaan, takhta dan wewenangnya yang besar.’ Lambang ini, sebagaimana dipercaya oleh sebagian besar kaum Protestan, mewakili kepausan, yang mewarisi kekuasaan dan kedudukan dan wewenang yang dahulu dimiliki oleh kekaisaran Roma kuno. Nubuatan ini, yang hampir identik dengan penggambaran tanduk kecil dalam Daniel 7, tanpa diragukan lagi menunjuk kepada kepausan.” –Great Con­tro-versy, 439:1.

3. Binatang kedua akan menyebabkan manusia menyem-bah binatang pertama.—“Nubuatan dalam Wahyu 13 menyatakan bahwa kekuasaan yang dinyatakan oleh binatang dengan tanduk seperti anak domba akan menyebabkan “seluruh bumi dan semua penghuninya” untuk menyembah kepausan, yang di sana di-lambangkan dengan binatang serupa dengan macan tutul. ‘ “-Great Controversy, 578:3.

4. Perintah itu akan menuntut manusia menyembah binatang dan menerima tandanya.—“Perintah telah dikeluarkan oleh penguasa bumi tertinggi bahwa mereka harus menyembah binatang dan menerima tandanya dengan hukuman aniaya dan kematian. Semoga Tuhan menolong umatNya sekarang, karena apakah yang dapat mereka lakukan dalam konflik yang mengerikan itu tanpa pertolonganNya. ” –5 Testimonies, 213:0.

5. Ciri binatang itu adalah melanggar hukum-hukum Tuhan. —“Ciri khusus binatang itu, dan patungnya, adalah pelanggaran akan hukum-hukum Tuhan. “-Great Controversy, 446:1.

6. Kebalikan dari orang-orang yang menyembah binatang itu, akan ada orang-orang yang tidak akan menyembah binatang itu, karena mereka tidak akan menguduskan hari pertama. Mereka akan memelihara hukum-hukum Tuhan.—“Yohanes dipanggil untuk memandangsuatu umat yang berbeda dari orang-orang yang menyembah binatang dan patungnya dengan memelihara hari pertama. Pemeliharaan hari ini adalah tanda binatang itu.”-Testimonies to Ministers, 133:1.

7. Penyembahan binatang itu, yang disebutkan dalam peringatan khidmat oleh malaikat ketiga, adalah berlawanan dengan penurutan kepada hukum-hukum Tuhan.—“Setelah peringatan terhadap penyembahan binatang dan patungnya, nubuatan menyatakan, “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Tuhan  dan iman kepada Yesus.” Karena orang-orang yang memelihara hukum-hukum Tuhan adalah berlawanan dengan orang-orang yang menyembah binatang dan patungnya dan menerima tanda binatang, maka pemeliharaan hukum Tuhan, di satu pihak, dan pelanggaran akan hukum tersebut, di lain pihak, akan menjadi pembeda antara penyembah Tuhan dan penyembah binatang itu. “-Great Controversy, 445:9.

8. Hukum itu akan menjadi pemaksaan sabat palsu.—“Sebuah krisis besar menghadang umat Tuhan. Segera negara kita akan berusaha untuk memaksakan kepada semua orang pemeliharaan hari pertama sebagai sebuah hari yang kudus. Dalam melakukan ini mereka tidak akan tinggal diam untuk memaksakan orang agar melawan hati nurani mereka untuk menguduskan hari yang diumumkan negara sebagai Sabat.” – Review Extra, 11 Desember 1888.

5.  PERINTAH HUKUM HARI MINGGU ADALAH PENYEMBAHAN KEPADA BINATANG DAN PATUNGNYA DAN MEMBAWA TANDA BINATANG

1 – Perintah itu menuntut penyembahan binatang dan penerimaan tandanya.—“Umat yang sisa ini, yang tidak mampu mempertahankan diri mereka sendiri dalam konflik maut dengan kekuatan-kekuatan bumi yang dipimpin oleh ular naga itu, menjadikan Tuhan sebagai pembelaan mereka. Perintah telah dikeluarkan oleh penguasa bumi tertinggi bahwa mereka harus menyembah binatang dan menerima tandanya dengan hukuman aniaya dan kematian. “-5 Testimonies, 213:0.

2 – Tidak ada seorangpun menerima tanda binatang itu, hingga mereka memahami permasalahannya dan taat kepada hukum hari Minggu.—“Dengan permasalahan yang disampaikan secara jelas di hadapan mereka, siapapun yang akan menginjak-injak hukum Tuhan dengan menurut kepada perundangan buatan manusia, akan menerima tanda binatang; ia menerima tanda persekutuan kepada kuasa yang ia pilih untuk ditaatinya selain Tuhan. Peringatan dari surga adalah “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Tuhan, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya.” “-Great Controversy, 604:3 – 605:0.

3 – Pertentangan tentang permasalahan pokok ini akan memisahkan antara orang-orang yang menerima tanda binatang dan orang-orang yang menerima meterai Tuhan.—“Sementara pemeliharaan hari sabat palsu demi penurutan kepada hukum negara, bertentangan dengan hukum keempat, akan menjadi tanda pengakuan kepada satu kekuasaan yang berlawanan dengan Tuhan, pemeliharaan hari Sabat yang benar demi ketaatan kepada hukum Tuhan  adalah bukti kesetiaan kepada Pencipta. Sementara satu kelas, dengan menerima tanda penyerahan kepada kekuasaan bumi, menerima tanda binatang, kelas yang lain, yang memilih tanda pengakuan kepada kekuasaan ilahi, menerima meterai dari Tuhan.” –Great Controversy, 605:2

4 – Sebagian orang akan menolak untuk menurut kepada perintah untuk menyembah binatang dan patungnya.—“Jikalau kita adalah hamba-hamba Tuhan yang sejati, tidak boleh ada keraguan di dalam pikiran kita apakah kita akan menuruti hukum-hukumNya atau berkonsultasi dengan minat sementara kita. Jikalau orang-orang yang percaya kepada kebenaran tidak dipelihara oleh imannya di hari-hari yang masih damai, apakah yang akan mempertahankan mereka ketika ujian terbesar tiba dan perintah dikeluarkan melawan orang-orang yang tidak mau menyembah patung binatang dan menerima tandanya pada dahi atau tangan mereka? Masa yang khidmat ini tidak terlalu jauh. Gantinya menjadi lemah dan tidak membuat keputusan, umat Tuhan haruslah mengumpulkan kekuatan dan keberanian bagi masa kesesakan.”-4 Testimonies, 251:1.

5 – Umat yang setia bahkan saat ini bisa berkata tidak kepada perintah itu.—“Orang-orang yang tidak mau menerima tanda binatang dan patungnya ketika perintah itu dikeluarkan, harus membuat keputusan sekarang untuk berkata, Tidak, kami tidak akan menghormati lembaga binatang tersebut.” –Early Writings, 67:2.

Mengapa Kita Harus Pelihara “Sabat Hari Ketujuh”

 

Pemeliharaan hari Minggu akan menjadi ujian, umat yang setia harus mempertahankan pemeliharaan sabat hari ketujuh .” Kita diajarkan bahwa alasan-alasan mengapa kita harus selalu mempertahankan nama tersebut adalah termasuk yang berikut ini:

“Konflik itu adalah antara tuntutan-tuntutan Tuhan dan tuntutan-tuntutan binatang itu. Hari pertama, sebuah lembaga kepausan yang secara langsung berlawanan dengan hukum keempat, haruslah menjadi sebuah ujian oleh binatang bertanduk dua tersebut. Dan kemudian peringatan yang mengerikan dari Tuhan menyatakan hukuman bagi penyembahan kepada binatang dan patungnya. Mereka akan minum anggur murka Tuhan yang dicurahkan tanpa campuran ke dalam cawan murkaNya.” ­1 Testimonies, 223:2.

Sementara kita membahas perkara ini, kita harus mempertimbangkan sebuah pertanyaan yang berhubungan: Apakah yang akan dilakukan oleh kepemimpinan organisasi gereja ketika hukum hari Minggu diberlakukan, ketika tidak lagi harus berdiri sebagi satu denominasi dan demikian juga, struktur dan kepemimpinan organisasinya yang terus berbakti pada hari Sabat Alkitab?

Salah satu kemungkinan adalah bahwa sejumlah pemimpin gereja akan berdiri setia kepada prinsip-prinsip mula-mula. Kemungkinan yang kedua adalah bahwa mereka akan berjalan kepada kesesatan, meninggalkan gereja dan bergabung dengan lawan. Kemungkinan ketiga adalah bahwa mereka akan berlanjut sebagai pemimpin-pemimpin organisasi dari suatu denominasi tertentu meskipun mereka telah meninggalkan Sabat dan berbakti pada hari Minggu.  Salah satu dari ketiga kemungkinan ini akan terjadi.

 

Namun kita baru saja membaca pernyataan, yang mendesak orang-orang setia untuk selalu mempertahankan suatu persekutuan kelompok pemelihara sabat hari ketujuh.” Tentulah, Bapa kita di surga akan memampukan orang-orang yang setia untuk menyampaikan pekabaran yang tegas kepada dunia. Mengapakah kita harus didesak untuk mempertahankan persekutuan pemelihara sabat hari ketujuh? Tampaknya Tuhan akan melindungi identitas itu dan hanya kelompok orang-orang pemelihara sabat yang sejati yang akan mempertahankannya setelah krisis hukum hari Minggu dimulai. Jikalau itu terjadi, maka orang-orang yang sesat akan sepenuhnya menghapuskan identitasnya, dan bergabung dengan kelompok musuh.

 

 

6. KETENTUAN TIDAK BOLEH BERJUAL-BELI

Bagaimanakah dengan hukuman tidak boleh berjual-beli? Apa-kah ini sama dengan hukum  hari Minggu, atau apakah ini dikeluar-kan kemudian sebagai satu perintah atau hukum yang terpisah? Kita tidak memperoleh banyak informasi tentang masalah ini, dan ini bisa saja bagian lanjutan dari undang-undang untuk memperkeras lagi ketentuan dan hukuman dari hukum hari Minggu nasional (cf. DA 121-122).

  1. (1)   Penulis tidak mengetahui adanya contoh yang lengkap di mana syarat tidak boleh berjual-beli ditunjukkan sebagai satu bagian undang-undang yang terpisah (tetapi lihat 5T 152, yang dikutip di atas).

(2)  Hukuman dalam hukum hari Minggu nasional adalah begitu keras sehingga pada prinsipnya semua orang meskipun mengetahui apa permasalahan yang terlibat di dalamnya akan tunduk, memelihara hari Minggu dan menerima tanda binatang.

  1. (3)   Kita diajarkan bahwa “ancaman penjara dan hukuman mati” akan menjadi bagian dalam hukum hari Minggu itu sendiri, dan bahwa itu akan jauh lebih keras daripada syarat tidak boleh berjual-beli.

(4) Maka—apakah syarat tidak boleh berjual-beli itu sebuah peraturan terpisah atau tidak, tampaknya tidak terlalu signifikan.

1 – Aset-aset akan segera menjadi tidak berharga.-“Kekayaan yang ditimbun akan segera menjadi tidak berharga. Ketika perintah dikeluarkan bahwa tidak ada orang boleh menjual ataupun membeli kecuali mereka yang telah memiliki tanda binatang, sangat banyak sarana yang akan menjadi tidak berguna. Tuhan memanggil kita sekarang untuk melakukan segala sesuatu dalam kekuatan kita untuk mengirimkan peringatan kepada dunia.” -Last Day Events, 148:2.

2. Pembatasan tidak boleh berjual-beli akan berlaku bagi pemelihara hukum Tuhan.—“Pekerjaan tidak boleh berhenti karena kekurangan sarana. Lebih banyak sarana harus diinvestasikan di dalamnya. Saudara-saudara di Amerika, dalam nama Tuhan kita saya memohon anda untuk bangun! Anda yang telah menempatkan talenta dan sarana di dalam kain, dan menyembunyikannya di dalam tanah, yang membangun rumah-rumah dan menambah kepemilikan tanah, Tuhan memanggil anda, ‘Juallah milikmu, dan berikanlah sedekah.’ Ada masa yang akan datang ketika pemelihara hukum Tuhan tidak akan dapat menjual atau membeli. Segeralah gali talenta-talenta yang telah engkau kuburkan. Jikalau Tuhan telah mem-percayakan anda dengan uang, tunjukkanlah dirimu setia kepada kepercayaan itu; bukalah pembungkus kainmu, dan kirimkanlah talentamu kepada para penukar, sehingga ketika Kristus datang, Ia akan menerima milikNya dengan keuntungan.” -Counsels on Stewardship, 40:1,

 

3 – Umat yang setia akan dihukum karena menolak untuk melanggar hukum Tuhan. Ketika kita mengetahui kuasa firman Tuhan, kita tidak akan menuruti saran-saran Setan demi memperoleh makanan atau menyelamatkan nyawa kita. Pertanyaan-pertanyaan kita satu-satunya adalah, Apakah perintah Tuhan? Dan apakah janjiNya? Dengan mengetahui hal ini, kita akan menuruti perintahNya, dan mempercayai janjiNya.

“Di dalam konflik besar pertentangan dengan Setan yang terakhir, orang-orang yang setia kepada Tuhan akan melihat bahwa setiap dukungan bumi akan diputuskan. Karena mereka menolak untuk melanggar hukumNya dan taat kepada kekuasaan-kekuasaan bumi, mereka akan dilarang untuk berjual-beli. Pada akhirnya akan diperintahkan bahwa mereka harus dihukum mati.  Lihat Wahyu 13:11-17. akan tetapi kepada orang-orang yang taat diberikan janji, “dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin. Yesaya 33:16.  Dengan janji ini anak-anak Tuhan akan hidup. Ketika bumi akan merana karena kelaparan, mereka akan dikenyangkan. “Mereka tidak akan mendapat malu pada waktu ke-celakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.” Mazmur 37:19.”­- Desire of Ages, 121:2-122:0.

4 – Hanya orang-orang yang memiliki tanda binatang akan di-izinkan untuk membeli dan menjual.—“Sekaranglah, saudara-sauda-ra kita harus mengurangi harta mereka gantinya menambahkannya. Kita akan berpindah ke negeri yang lebih baik, bahkan negeri surga. Maka janganlah kita menjadi penghuni bumi, namun mempersiapkan segala sesuatu seringkas mungkin seperti sebuah kompas.

Saatnya akan tiba ketika kita tidak dapat menjual dengan harga berapapun. Perintah akan segera dikeluarkan untuk melarang orang-orang untuk membeli atau menjual dari siapapun yang tidak memiliki tanda binatang. Kita pernah hampir mengalami ini direalisasikan di Kalifornia segera; namun ini hanyalah sebuah ancaman dari pelepasan keempat penjuru mata angin. Namun keempatnya masih ditahan oleh keempat malaikat. Kita belum siap. Ada satu pekerjaan yang harus diselesaikan, dan kemudian para malaikat akan diperintahkan untuk pergi, dan keempat penjuru mata angin akan bertiup di atas bumi. Itulah waktu penentuan bagi anak-anak Tuhan, masa kesesakan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak suatu bangsa berdiri. Sekarang adalah kesempatan bagi kita untuk bekerja,”-5 Testimonies, 152:3-2.

“Setan berkata… “Karena takut kekurangan makanan dan pakaian mereka akan bergabung dengan dunia dalam pelanggaran akan hukum Tuhan. Bumi akan sepenuhnya berada di bawah ke-kuasaanku.’ “-Prophet and Kings, 183:3, 184.:2.

 

5 – Selain tidak boleh berjual-beli, akan ada ancaman hukuman dan kematian.—“Saatnya tidak terlalu jauh ketika ujian akan tiba kepada setiap jiwa. Tanda binatang akan didesakkan kepada kita. Orang-orang yang selangkah demi selangkah telah menyerah kepada tuntutan duniawi dan berkompromi dengan kebiasaan duniawi tidak akan kesulitan untuk menyerah kepada kekuatan-kekuatan itu,daripada menyerahkan diri mereka kepada olok-olok, penghinaan, ancaman penjara, dan kematian. Pertarungan itu adalah antara hukum-hukum Tuhan dan hukum-hukum manusia.”-5 Testimonies, 81:1.

“Peristiwa-peristiwa penuh keajaiban akan segera dibukakan di hadapan dunia. Akhir dari segala sesuatu telah dekat. Masa kesukaran akan menimpa umat Tuhan. Kemudian perintah itu akan dikeluarkan untuk melarang orang-orang yang memelihara Sabat Tuhan untuk berjual-beli, dan mengancam mereka dengan hukuman, dan bahkan kematian, jikalau mereka tidak memelihara hari pertama sebagai Sabat.” ­Lift Him Up, 947:9.

“Sebagaimana Nebukadnezar raja Babilon mengeluarkan suatu perintah bahwa semua orang yang tidak tunduk dan menyembah pa-tung ini harus dibunuh, demikianlah suatu pengumuman akan dibuat bahwa semua orang yang tidak menghormati lembaga hari Minggu akan dihukum dengan hukuman penjara dan kematian… Biarkah semua orang membaca dengan seksama Wahyu 13, karena ini berlaku bagi setiap manusia, besar ataupun kecil.”-14 Manuscript Releases, 91 (1896).

“Saatnya tidak terlalu jauh ketika ujian akan tiba kepada setiap jiwa. Tanda binatang akan didesakkan kepada kita. Orang-orang yang selangkah demi selangkah telah menyerah kepada tuntutan duniawi dan berkompromi dengan kebiasaan duniawi tidak akan kesulitan untuk menyerah kepada kekuatan-kekuatan itu, daripada menyerahkan diri mereka kepada olok-olok, penghina-an, ancaman penjara, dan kematian. Pertarungan itu adalah antara hukum-hukum Tuhan dan hukum-hukum manusia.”-5 Testimonies, 81:1.

7.  HUKUM HARI MINGGU ADALAH TANDA UNTUK MENING-GALKAN KOTA-KOTA BESAR SEBAGAI PERSIAPAN UNTUK MENINGGALKAN KOTA-KOTA KECIL

 

1 – Keluarlah dari kota-kota sebelum anda tidak lagi dapat melakukannya.—“Serikat-serikat dagang dan persatuan-persatu-an di duniaadalah sebuah perangkap. Menjauhlah daripadanya, dan menjauhlah daripadanya, saudara-saudara. Janganlah berurusan dengannya. Oleh karena serikat-serikat dan persatuan-persatuan ini, akan menjadi sulit bagi lembaga-lembaga kita untuk melanjutkan pekerjaannya di kota-kota. Peringatan saya adalah: Menjauhlah dari kota-kota. Janganlah membangun sanitarium di kota-kota. Didiklah umat kita untuk keluar dari kota-kota menuju pedesaan, di mana mereka dapat memiliki sebidang kecil tanah, dan membangun rumah bagi mereka dan anak-anak mereka.

 

“Restoran-restoran kita haruslah berada di kota-kota; karena jikalau tidak, para pekerja di restoran ini tidak dapat menjangkau orang banyak dan mengajarkan mereka tentang prinsip-prinsip hidup yang benar. Dan untuk saat sekarang kita harus menggunakan tempat-tempat pertemuan di kota-kota. Namun tidak lama lagi akan ada pertentangan dan kekacauan di kota-kota, sehingga orang-orang yang ingin meninggalkan kota-kota tidak akan dapat melakukannya. Kita harus mempersiapkan diri bagi perkara ini. “-2 Selected Messages, 142:3-4.

“Dia menginginkan agar kita hidup di mana kita dapat memiliki ruangan yang cukup luas. UmatNya tidak boleh berkerumun ke kota-kota. Ia menginginkan agar mereka membawa kelu-arga mereka keluar dari kota-kota, sehingga mereka dapat mem-persiapkan secara lebih baik bagi kehidupan kekal. Untuk se-mentara waktu mereka harus meninggalkan kota-kota.. Keluarlah dari kota-kota sesegera mungkin. “­—2 Selected Message, 356:3, 5.

2 – Perintah hukum hari Minggu akan menjadi tanda istimewa untuk meninggalkan kota-kota besar.—“Tidak ada waktu sekarang bagi umat Tuhan untuk memusatkan perhatian kepada kesukaan mereka atau mengumpulkan harta dunia. Seperti para murid mula-mula, saatnya tidak terlalu jauh, ketika, kita akan dipaksa untuk mencari perlindungan di tempat-tempat yang sepi dan sendirian. Seperti pengepungan Yerusalem oleh tentara Roma adalah tanda untuk melarikan diri bagi orang-orang Kristen di Yudea, demikianlah kuasa bangsa kita memberi perintah yang memaksakan sabat kepausan akan menjadi tanda bagi kita. Maka itulah saatnya untuk me-ninggalkan kota-kota, persiapan untuk meninggalkan kota-kota yang lebih kecil untuk menuju rumah-rumah perhentian di dalam tempat-tempat yang tersembunyi di pegunungan.” –5 Testimonies, 464:3-465:0 (Country Living, 32).

3 – Sehubungan dengan hal tersebut, sekarang kita tidak boleh memiliki pusat-pusat kegiatan di kota.—“Selama bertahun-tahun saya telah diberikan terang istimewa bahwa kita tidak boleh memusatkan pekerjaan kita di kota-kota. Huru-hara dan kekacauan yang memenuhi kota-kota besar, keadaan-keadaan yang disebabkan oleh serikat-serikat buruh dan mogok kerja, akan menjadi penghalang besar bagi pekerjaan kita. Manusia berusaha untuk membawa orang-orang yang terlibat dalam perdagangan yang berbeda di bawah ikatan serikat-serikat tertentu. Ini bukanlah rencana Tuhan, namun rencana suatu kuasa yang tidak boleh kita beri pengakuan. Firman Tuhan sedang digenapi; orang-orang jahat mengikatkan diri mereka dalam ikatan-ikatan yang siap untuk dibakar.” –7 Testimonies, 84:2.

4 – Hiduplah di mana anda dapat memelihara hari Sabat tanpa halangan.—“Kita tidak boleh menempatkan diri kita di mana kita akan dipaksa memiliki hubungan yang erat dengan orang-orang yang tidak memuliakan Tuhan.. Sebuah krisis akan segera terjadi sehubungan dengan pemeliharaan hari Minggu

“Kelompok hari Minggu sedang memperkuat dirinya dalam pengakuan-pengakuan palsu, dan ini akan berarti tekanan bagi orang-orang memutuskan untuk memelihara hari Sabat Tuhan. Kita harus menempatkan diri kita di tempat di mana kita dapat melaksanakan hukum Sabat dalam kepenuhannya. “Enam hari lamanya engkau akan bekerja” demikianlah firman Tuhan,  “dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan.” Dan kita haruslah berhati-hati untuk tidak menempatkan diri kita dimana kita dan anak-anak kita akan mendapatkan kesulitan untuk memelihara Sabat. “Jikalau dalam pemeliharaan Tuhan kita dapat memperoleh tempat-tempat jauh dari kota-kota, Tuhan akan membuat kita melakukannya. Ada masa penuh kesukaran di hadapan kita… Saya melihat perlunya bagi kita untuk segera mempersiapkan segala sesuatu bagi krisis tersebut.” –2 Selected Messages, 359:2-5.

5 – Tuhan akan menolong anda menemukan sebuah tempat yang terpencil.—“Saya memohon kepada beberapa keluarga untukmenyediakan bagi diri mereka sarana yang ditunjuk oleh Tuhan, dan menjauh dari kota-kota untuk menyelamatkan anak-anak mereka. Beberapa orang menunda-nunda, tidak membuat usaha-usaha yang pasti.

“Para malaikat yang penuh belas kasihan mendesak Lot dan istrinya dan anak-anak perempuannya dengan memegang tangan mereka. Jikalau saja Lot bergegas sebagaimana Tuhan menginginkan dia melakukannya, istrinya tidak akan menjadi tiang garam. Lot terlalu banyak menunda. Janganlah kita seperti dia. Suara yang sama yang memperingatkan Lot untuk meninggalkan Sodom memohon kepada kita, “Keluarlah daripadanya, dan menjauhlah, … dan jangan menyentuh hal-hal yang kotor.” Orang-orang yang menuruti peringatan ini akan menemukan perlindungan. Biarlah setiap orang akan menjadi awas terjaga bagi dirinya sendiri, dan mencoba menyelamatkan keluarganya. Biarlah mereka menyediakan dirinya bagi pekerjaan itu. Tuhan akan menyatakan dari satu langkah ke langkah berikutnya apa yang harus dilakukan selanjutnya.“-Country Living, 6:6-7:0.

 

8. PERDAGANGAN, PROFESI, DAN SERIKAT-SERIKAT LAINNYA AKAN BERPERANAN DALAM KONFLIK TERAKHIR INI

1 – Waspadalah terhadap organisasi-organisasi yang menen-tang hukum Tuhan.—“Manusia telah membentuk persatuan untuk menentang Tuhan semesta alam. Persatuan-persatuan ini akan terus berlanjut hingga Kristus akan meninggalkan tempat penganta-raannya di hadapan takhta kasih karunia dan akan mengenakan jubah pembalasan. Agen-agen Setan ada di setiap kota, sibuk mengorganisir kelompok-kelompok yang menentang hukum Tuhan. Orang-orang yang mengaku kudus dan orang-orang yang mengaku tidak beriman akan berdiri di pihak kelompok-kelompok ini. Ini bukanlah saatnya bagi umat Tuhan menjadi lemah. Kita tidak boleh lengah sesaatpun. “-8 Testimonies, 42:2.

“Serikat-serikat dagang akan menjadi salah satu alat yang akan membawa dunia kepada masa kesukaran seperti yang belum pernah terjadi sejak dunia ini dijadikan.”-2 Selected Messages, 142:1.

2 – “Oleh karena serikat-serikat dan persatuan-persatuan ini, akan segera menjadi sulit bagi lembaga-lembaga kita untuk melakukan pekerjaan mereka di kota-kota. Peringatan saya adalah: Keluarlah dari kota-kota. Jangan membangun sanitarium di kota-kota” –2 Selected Messages, 142:3.

“Manusia terikat ke dalam golongan orang-orang yang tidak setia.—“Serikat-serikat ini adalah salah satu tanda bagi hari-hari terakhir.Manusia terikat ke dalam golongan orang-orang yang siap dibakar. Mereka bisa saja adalah anggota gereja, namun ketika mereka menjadi anggota serikat-serikat tersebut, mereka tidak mungkin memelihara hukum-hukum Tuhan; karena menjadi anggota serikat-serikat ini berarti tidak menghormati Sepuluh Hukum secara keseluruhan.” –2 Selected Messages, 143:3.

Kita Tidak Boleh Terlibat Dengan Mereka

 

1 – Kita tidak boleh bersatu dengan mereka.—“Orang-orang yang mengaku menjadi anak-anak Tuhan tidak boleh berikatan dengan serikat-serikat pekerja yang telah dibentuk ataupun yang akan dibentuk. Ini dilarang oleh Tuhan. Tidak dapatkah orang-orang yang mempelajari nubuatan melihat dan memahami apa yang ada di hadapan kita? “-2 Selected Messages, 144:1.

2 – Kita harus berdiri bebas di dalam Tuhan.—“Kita sekarang harus menggunakan segala kemampuan yang dipercayakan oleh Tuhan untuk memberikan pekabaran peringatan terakhir kepada dunia.  Di dalam pekerjaan ini kita harus memelihara kepribadian kita. Kita tidak boleh bersekutu dengan perkumpulan rahasia atau dengan serikat-serikat dagang. Kita harus berdiri bebas di dalam Tuhan, terus menerus memandang kepada Kristus untuk memperoleh petunjuk. Segala gerakan kita haruslah dilakukan dengan suatu kesadaran akan pentingnya agar pekerjaan ini untuk diselesaikan bagi Tuhan.”-7 Testimonies, 84:3.

3 – Keanggotaan di dalam serikat-serikat akan membungkus anda di dalam ikatan dengan musuh.—“Pekerjaan umat Tuhan adalah bersiap bagi peristiwa-peristiwa masa depan yang segera akan terjadi ke atas mereka dengan kekuatan yang membutakan. Di dalam dunia, monopoli-monopoli raksasa akan dibentuk. Manusia akan mengikatkan diri mereka bersama-sama dalam serikat-serikat yang akan membungkus mereka di dalam ikatan musuh. Sedikit orang akan bergabung untuk memegang segala sarana di dalam bidang bisnis tertentu. Serikat-serikat dagang akan dibentuk, dan orang-orang yang menolak untuk bergabung dalam serikat-serikat ini akan dijadikan target. “-2 Selected Messages, 142:2.

Serikat-Serikat Pekerja Akan Menjadi Alat-Alat Setan Yang Menekan

 

1 – Kuasa serikat pekerja akan melakukan penekanan.— “Saat-nya akan segera tiba ketika kuasa serikat pekerja yang menguasai akan sangat menekanBerulang-ulang Tuhan telah menginstruksikan bahwa umat kita haruslah membawa keluarga mereka menjauh dari kota-kota ke pedesaan, di mana mereka dapat menyediakan kebutuhan mereka; karena di masa depan masalah berjual-beli akan menjadi masalah yang sangat serius. Kita sejak sekarang harus mulai untuk mendengarkan petunjuk yang diberikan kepada kita berulang-ulang kali: Keluarlah dari kota-kota, ke wilayah-wilayah pedesaan, di mana rumah-rumah tidak berdesakan satu sama lain, dan di mana anda akan menjadi terbebas dari campur tangan musuh-musuh.” –2 Se­lected Messages, 141:1.

2 – Serikat-serikat dagang akan mendorong kepada masa kesukaran.—“Serikat-serikat dagang adalah salah satu alat yang mendorong dunia kepada suatu masa kesukaran yang belum pernah ada sejak dunia ini dijadikan.”-2 Selected Messages, 142:1.

3 – Serikat-serikat ini akan membawa kekerasan yang paling mengerikan.—“Ada pekerjaan besar di hadapan kita. Musuh telah berhasil menyibukkan pikiran orang-orang yang percaya akan kebenaran masa kini, dan halangan demi halangan telah ditempatkan di jalan kemajuan pekerjan Tuhan…Akan menjadi lebih sulit di masa depan dibandingkan dengan masa sekarang. Keagenan-keagenan Setan menjadi lebih keras dalam pemberontakan mereka terhadap Tuhan. Serikat-serikat dagang akan menjadi penyebab kekerasan yang paling mengerikan yang pernah disaksikan manusia.” ­Letter 99, 1904, hlm. 3. (Kepada J. E. White dan istri, 23 Februari 1904.) – 4 Manuscript Releases, 23:3.

4 – Serikat-serikat ini adalah alat-alat yang tidak akan ditolerir lebih lama lagi oleh Tuhan.—“Setelah dibuang dari surga, Setan membangun kerajaannya di dunia ini, dan sejak itulah ia tanpa kenal lelah bekerja keras untuk membujuk manusia agar mereka tidak lagi mengakui Tuhan. Ia menggunakan kuasa yang sama yang telah di-gunakannya di surga pengaruh pikiran terhadap pikiran. Manusia menjadi si penggoda bagi sesamanya. Perasaan kuat yang telah korup dari Setan disambut, dan perasaan-perasaan ini menimbulkan suatu kuasa pemaksaan yang mengagumkan. Di bawah pengaruh perasaan-perasaan ini, manusia mengikatkan diri satu sama lain dalam persatuan, dalam serikat-serikat dagang, dan dalam perkumpulan-perkumpulan rahasia. Di dalam dunia ini sedang bekerja alat-alat yang tidak akan ditolerir lebih lama lagi oleh Tuhan. “­1 Mind, Character, and Personality, 28:3.

9. HUKUM HARI MINGGU UNIVERSAL

Di bawah pengaruh USA, kesesatan akan menyebar ke seluruh dunia ketika bangsa-bangsa lain memberlakukan hukum-hukum hari Minggu nasional mereka sendiri. Akibatnya akan terjadi di seluruh dunia, atau suatu hukum hari Minggu yang universal. Pola yang ditunjukkan dalam kutipan-kutipan adalah sebagai berikut:

  1. (1)          Hukum Hari Minggu Nasional pertama kali diberlakukan di AS.
  2. (2)          Negara-negara lain di dunia “Kristen” (Eropa, Kanada, Australia, Amerika Tengah dan Selatan, dan Filipina) akan segera mengikuti.
  3. (3)          Seluruh negara akan dibujuk atau dipaksa untuk mengeluarkan dan memberlakukan ketentuan-ketentuan yang serupa.

 

Di bagian awal tentang Hujan Akhir Palsu, kita mencatat tiga perkara yang akan berdampak besar baik bagi negara-negara Kristen maupun negara-negara non-Kristen:

  1. (1)          Pekerjaan ajaib Setan melalui mujizat dan penyembuhan oleh alat-alatnya;
  2. (2)          Penampakannya sebagai Kristus di berbagai belahan dunia;
  3. (3)          Penampakan tuhan-tuhan asing/orang-orang suci (seperti  Budha & Muhammad).

 

Semua ini akan digunakan untuk mengalihkan orang-orang ke-pada pemeliharaan hari Minggu, sebagai jawaban atas permasalahan-permasalahan dunia. Namun itu akan menggiring kepada penyembahan antikristus oleh dunia. Dan Setan akan berada di belakang semuanya ini.

“Di masa kini, antikristus akan tampak seperti Kristus yang sejati, dan kemudian hukum Tuhan akan sepenuhnya ditiadakan di negara-negara di dunia kita. Pemberontakan melawan hukum Tuhan yang kudus akan sepenuhnya masak. Namun pemimpin yang sesungguhnya dari pemberontakan ini adalan Setan yang berpakaian seperti malaikat terang. Manusia akan diperdaya dan akan meninggikan dia ke tempat Tuhan, dan mendewakan dia. Namun Yang Maha Mengetahui akan campur tangan, dan kepada gereja-gereja yang telah sesat yang bergabung untuk meninggikan Setan, penghukuman akan terjadi, “Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Yahweh Tuhan, yang menghakimi dia, adalah kuat.” (Wahyu 18:8).”-Testimonies to Ministers, 62:1.

Dimulai Dengan Negara-Negara Protestan, Diikuti Negara-Negara Katolik

1 – Roma memiliki pengaruh di banyak negara.—“Amerika Serikat tidak akan sendirian dalam memberi pengakuan kepada Kepausan.Pengaruh Roma di negara-negara yang pernah mengakui kekuasaannya, masih jauh daripada kemusnahan.” ­Maranatha, 188:1.

2 – Romanisme di Eropa dan Protestantisme di Amerika Utara akan memberlakukan hukum tersebut.—“Dalam konflik terakhir Sabat akan menjadi titik pertentangan yang khusus di seluruh dunia Kristen. Para penguasa negara sekuler dan pemimpin keagamaan akan bersatu untuk memberlakukan pemeliharaan hari Minggu; dan ketika hukuman yang lebih lunak gagal, hukum-hukum yang lebih memaksa akan diberlakukan. Akan didesakkan bahwa sedikit orang-orang yang berdiri melawan lembaga gereja dan hukum negara tidak boleh ditolerir; dan sebuah perintah pada akhirnya akan dikeluarkan yang mengumumkan bahwa mereka pantas menerima hukuman yang paling kejam, dan setelah beberapa saat, memberi orang-orang kebebas-an untuk membunuh mereka. Romanisme di Dunia Lama, dan Protestantisme sesat di Dunia Baru, akan melakukan cara yang sama terhadap orang-orang yang menghormati hukum-hukum ilahi.” –4 Spirit of Prophecy, 444:2- 445:0 [1884 Great Controversy]

Romanisme di Dunia Lama, dan Protestantisme sesat di Dunia Baru, akan melakukan cara yang sama terhadap orang-orang yang menghormati seluruh hukum-hukum ilahi.” .”-Great Controversy, 616:0 (1911).

Catatan: Menurut keempat pernyataan di atas, tampak bahwa sementara Protestantisme akan memimpin dalam menyebabkan diberlakukannya hukum hari Minggu nasional di Amerika Protestan, Katolikisme Roma akan memimpin dalam memaksa negara-negara Katolik di Eropa untuk mengikuti jejaknya.

 

Seluruh Negara Kristen Akan Menerapkannya

 

1 – Seluruh dunia Kristen akan terlibat.—“Di dalam pertentangan besar antara iman dan ketidakpercayaan seluruh dunia Kristen akan terlibat.” ­Last Day Events, 137:1.

2 – Seluruh dunia Kristen akan memberlakukannya, dan perhatian seluruh dunia akan tertuju padanya.—“Peringatan dari malaikat ketiga…dinyatakan dalam nubuatan yang dikumandangkan dengan suara nyaring, oleh seorang malaikat yang terbang di langit; dan ini akan menarik perhatian seluruh dunia.

“Dalam masalah pertarungan ini, seluruh dunia Kristen akan terbagi menjadi dua kelompok besar—orang-orang yang memelihara hukum-hukum Tuhan dan iman kepada Yesus, dan orang-orang yang menyembah binatang dan patungnya dan menerima tanda binatang.  Meskipun gereja dan negara akan bersatu dalam kuasa untuk memaksa “kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,” (Wahyu 13:16), namun umat Tuhan tidak akan menerimanya” Great Controversy, 450:0-1.

3 – Dunia Protestan akan menerapkannya, dan bangsa-bangsa akan bergolak.—“Bangsa-bangsa akan bergolak hingga ke pusat-pusatnya. Dukungan akan ditarik terhadap orang-orang yang mengabarkan satu-satunya standar kebenaran Tuhan, satu-satunya ujian tabiat yang pasti. Dan semua orang yang tidak akan tunduk kepada perintah dari dewan-dewan nasional dan menurut kepada hukum-hukum nasional untuk meninggikan hari sabat yang ditetapkan oleh manusia durhaka itu, untuk tidak menghormati hari Tuhan yang kudus, akan merasakan, bukan saja kuasa kepausan yang penuh tekanan, melainkan juga dari dunia Protestan, yaitu patung binatang itu” –2 Selected Messages, 380:1.

Kemudian Kepada Negara-Negara Non-Kristen

 

Pertama kepada dunia Kristen; dan kemudian setiap negara akan terlibat dan menyembah binatang dan patungnya.

 

“Dunia yang disebut dunia Kristen adalah menjadi teater bagi tindakan-tindakan keputusan yang besar. Orang-orang yang memegang kekuasaan akan memberlakukan hukum-hukum yang mengatur hati nurani, menurut teladan Kepausan. Babilon akan menjadikanseluruh bangsa minum anggur hawa nafsu cabulnya. Setiap bangsa akan terlibat: “karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.” Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Kupergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Tuhan telah mengingat segala kejahatannya. Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya; berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan jan-da, dan aku tidak akan pernah berkabung.” Wahyu 18:3-7.- Maranatha, 188:3.

Setiap Bangsa Di Bumi Ini Akan Menuntutnya

 

1 – Hukum ini akan berlaku di seluruh dunia.—“Perintah untuk memaksakan penyembahan hari ini akan berlaku di seluruh dunia.” –7 Bible Com­mentary, 976/2:3.

2 – Seluruh dunia akan mengambil peranan.—“Pertanyaan tentang Sabat akan menjadi masalah di dalam pertentangan akhir yang besar di mana seluruh dunia akan mengambil peranan,”- 6 Testimonies, 352:1.

3 – Negara-negara asing akan menerimanya.—“Negara-negara asing akan meniru teladan Amerika Serikat. Meskipun ia menjadi pemimpin, namun krisis yang sama akan terjadi pada umat kita di seluruh bagian dunia.”- 6 Testimonies, 395:1.

4 – Kekuasaan-kekuasan bumi akan memerintahkannya. “Adalah mengerikan masalah yang harus dihadapi dunia. Kekuasaan-kekuasaan di bumi, yang bersatu untuk berperang melawan hukum-hukum Tuhan, akan memerintahkan kepada semua orang, ‘besar dan kecil, kaya dan miskin, bebas dan budak’ agar tunduk kepada kebiasaan gereja dengan memelihara hari sabat palsu.”- Great Controversy, 604:2.

5 – Setiap negara akan bergabung dalam satu ikatan serikat universal.—“Dunia yang disebut dunia Kristen adalah menjadi teater bagi tindakan-tindakan keputusan yang besar. Orang-orang yang memegang kekuasaan akan memberlakukan hukum-hukum yang mengatur hati nurani, menurut teladan Kepausan. Babilon akan menjadikan seluruh bangsa minum anggur hawa nafsu cabulnya. Setiap bangsa akan terlibat: Tentang perkara ini Yohanes Pewahyu menyatakan: “karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.” Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengi-ngat segala kejahatannya. Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya; berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.” Wahyu 18:3-7.

“Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” Wahyu 17:13-14. ‘Mere-ka seia sekata.’ Akan ada satu ikatan perserikatan universal, satu keselarasan besar, satu persatuan kekuatan-kekuatan Setan. “Kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu.’ Dan dinyatakan dalam satu kekuatan memaksa yang sewenang-wenang terhadap kebebasan beragama—kebebasan untuk menyembah Tuhan sesuai dengan tuntunan hati nurani—sebagaimana yang dinyatakan oleh kepausan, ketika di masa lalu ia menganiaya orang-orang yang berani menolak untuk berkompromi kepada tata upacara dan perayaan-perayaan keagamaan orang-orang Roma.”-3 Selected Messages, 392:1, 3-4.

6 – Seluruh bangsa, bahasa dan kaum akan diperintahkan untuk melaksanakannya.—“Sejarah akan berulang. Agama palsu akan ditinggikan. Hari pertama, yaitu sebuah hari kerja biasa, yang tidak memiliki kekudusan, akan ditentukan sebagaimana halnya patung di Babilon. Seluruh bangsa dan bahasa dan kaum akan diperintahkan untuk berbakti pada hari sabat palsu ini. Ini adalah rencana Setan untuk tidak memperhitungkan hari yang dilembagakan oleh Tuhan, dan diberikan kepada dunia sebagai peringatan tentang Penciptaan… Perintah untuk memaksakan perbaktian pada hari ini berlaku ke seluruh dunia.” – Maranatha, 214:1 / 7 Bible Commen­tary, 976/2:3.

7 – Setiap negara di bumi ini akan mengikuti teladan Amerika.—“Ketika Amerika, yaitu tanah bagi kebebasan beragama, akan bersatu dengan kepausan dalam menekan hati nurani dan memaksa orang-orang untuk menguduskan hari sabat palsu, orang-orang di setiap negara di dunia ini akan dipimpin untuk mengikuti teladannya.”- 6 Testimonies, 18:2

8 – Penggantian ini akan menjadi universal.—“Penggantian sabat yang benar dengan sabat yang palsu adalah bagian terakhir dalam drama ini. Ketika penggantian ini menjadi universal, Tuhan akan menyatakan DiriNya. Ketika hukum-hukum manusia ditinggikan mengatasi hukum-hukum Tuhan, ketika kuasa-kuasa di bumi ini mencoba memaksa manusia untuk memelihara hari per-tama, ketahuilah bahwa saatnya telah tiba bagi Tuhan untuk be-kerja. “-7 Bible Commentary, 980/2:4.

“Penggantian hukum Tuhan dengan hukum manusia, peninggian hari Minggu menggantikan Sabat Alkitab, semata-mata melalui wewenang manusia, adalah tindakan terakhir dalam drama ini. Ketika penggantian ini menjadi universal, Tuhan akan menyatakan DiriNya. Ia akan bangkit dalam kebesaranNya untuk mengoncangkan bumi yang menyedihkan ini.”- ­7 Testimonies, 141:1.

9 – Semua orang akan menentukan sikap; tidak ada seorang-pun yang tetap netral.—“Dalam pertentangan besar antara iman dan tidak beriman, seluruh dunia Kristen akan terlibat. Semua orang akan menentukan sikap. Sebagian orang tampaknya mungkin tidak terlibat dalam pertentangan di pihak manapun. Mereka mungkin tampak tidak menentukan sikap melawan kebenaran, namun mereka tidak akan bersikap tegas terhadap Kristus karena takut akan kehilangan harta atau menderita kehinaan. Orang-orang seperti ini dihitung sebagai musuh-musuh Kristus.” –Last Day Events, 215:2.

Seluruh Dunia Akan Menentang Orang-Orang Yang Akan Tetap Setia Kepada Tuhan

1 – Kelompok kecil yang setia kepada Tuhan akan menjadi sasaran kebencian universal.—“Ketika Sabat telah menjadi titik khusus pertentangan di seluruh dunia Kristen, dan penguasa-pengu-asa keagamaan dan sekuler telah bersatu untuk memberlakukan pemeliharaan hari Minggu, penolakan yang terus menerus dari sebuah kelompok kecil untuk tunduk kepada tuntutan populer akan menjadikan mereka sasaran kebencian universal. “-Great Controversy, 615:2.

2 – Kendati segala sesuatu yang terjadi, orang-orang setia akan tetap berdiri teguh.—“Masa penuh tekanan di depan umat Tuhan akan menuntut sebuah iman yang tidak akan bimbang. Anak-anakNya harus menyatakan bahwa Dialah satu-satunya tujuan dari penyembahan mereka, dan bahwa tidak ada pertimbangan, meski-pun demi nyawa itu sendiri, yang dapat membujuk mereka untuk memberikan perkecualian terkecil sekalipun bagi penyembahan palsu.  Bagi hati yang setia, perintah manusia yang terbatas dan ber-dosa akan sirna menjadi tidak penting di hadapan firman Tuhan yang kekal. Kebenaran akan ditaati meskipun dengan akibat penjara atau pengasingan atau kematian.”-Prophets and Kings, 512:2-513:0.

– Seluruh kekuatan-kekuatan bumi yang korup akan melawan umat Tuhan.—“Dalam peperangan yang akan berkobar di hari-hari terakhir, akan ada persatuan, untuk menentang umat Tuhan, dari seluruh kekuatan-kekuatan yang korup yang telah sesat karena memutuskan hubungan dengan hukum-hukum Yahwe. Dalam pe-perangan ini, Sabat hukum keempat akan menjadi titik permasa-lahan besar, karena dalam hukum Sabat Sang Pemberi Hukum menyatakan DiriNya Sendiri sebagai Pencipta dari langit dan bumi.”-3 Selected Messages, 392:5-393:0.

4 – Seluruh dunia yang jahat akan bertobat, memelihara ha-ri Minggu, dan menentang umat Tuhan yang setia.—“Orang-orang jahat… menyatakan bahwa mereka telah memiliki kebenaran, bahwa keajaiban-keajaiban ada di antara mereka, bahwa para malaikat surga berbicara kepada mereka dan berjalan bersama mereka, bahwa kuasa besar dan tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban dipertunjukkan di antara mereka, dan bahwa ini adalah milenium (masa seribu tahun) sementara yang telah mereka tunggu-tunggu sejak lama. Seluruh dunia dipertobatkan dan selaras dengan hukum hari Minggu.” –3 Selected Messages, 427:5, 428:1.

Seluruh dunia diaduk oleh permusuhan melawan orang-orang MAHK karena mereka tidak memberikan pengakuan kepada kepaus-an dengan menghormati hari Minggu, lembaga yang ditetapkan oleh kuasa antikristen ini.” Testimonies to Ministers, 37:0.

“Orang-orang yang menginjak-injak hukum Tuhan membuat hukum-hukum manusia yang akan mereka paksakan agar diterima  semua orang. Manusia akan merancang dan menasehati dan merencanakan apa yang akan mereka lakukan. Seluruh dunia memelihara hari Minggu, kata mereka, dan mengapa orang-orang ini, yang begitu kecil jumlahnya, tidak melakukannya sesuai dengan hukum di negeri ini?” –Last Day Events, 136:3.

Catatan: Kita akan mempelajari dalam bab tentang Hujan Akhir Palsu bahwa Setan secara pribadi akan muncul (menyerupai Kristus) untuk membujuk bangsa-bangsa lain untuk mem-berlakukan hukum-hukum hari Minggu nasional. Kita juga akan belajar bahwa ia akan menggunakan tipuan reinkarnasi ilah-ilah kafir untuk membantu menipu orang banyak.

Hukum Hari Minggu Universal Datang Sebelum Penutupan Pintu Kasihan Secara Umum

 

Pemberlakuan sebuah hukum hari Minggu nasional di AS akan melemparkan orang-orang di negeri ini ke dalam peristiwa-peristiwaKrisis Terakhir. Namun ketika undang-undang serupa menyebar ke setiap negara, sehingga menjadi sebuah hukum hari Minggu yang universal—umat manusia akan berada di ujung dari penutupan pintu kasihan secara umum. Pemberlakuan hukum ini di sebuah negara membawa rangkaian peristiwa-peristiwa “tanda binatang—meterai Tuhan—seruan nyaring.” Namun ketika negara yang terakhir telah menerapkannya, hampir seluruh bangsa sudah akan membuat keputusan. Maka, pintu kasihan bagi manusia akan segera ditutup setelah hukum itu menjadi sedunia.

“Tuhan memberikan bangsa-bangsa suatu masa percobaan tertentu.” –4 Bible Commentary, 1143.

“Dengan ketepatan yang tidak salah Yang Mahakuasa masih menyimpan catatan seluruh bangsa. Ketika belas kasihanNya ditawarkan, dengan panggilan untuk bertobat, catatan ini masih tetap terbuka; namun ketika angka-angkanya telah mencapai jumlah tertentu, yang telah ditentukan oleh Tuhan, pelayanan kemurkaanNya dimulai. Catatan-catatan ditutup. Kesabaran Ilahi berhenti. Tidak ada lagi permohonan belas kasihan demi mereka.”-5 Testimonies, 208.

Tuhan menyimpan sebuah catatan atas bangsa-bangsa; angka-angkanya membengkak melawan mereka dalam buku-buku surgawi; dan ketika telah diundangkan bahwa pelanggaran terhadap hari pertama akan diganjar dengan hukuman, maka cawan itu telah menjadi penuh.”- 7 Bible Commentary, 910.

“Ketika angka-angka keseluruhan dalam buku-buku catatan surgawi mencapai jumlah pelanggaran yang lengkap, murka akan tiba, yang tidak bercampur dengan belas kasihan, dan kemudian akan tampak perkara besar yang telah menghabiskan kesabaran Ilahi. Krisis ini akan tercapai ketika bangsa-bangsa akan bersatu untuk meniadakan hukum Tuhan.” –5 Testimonies, 524.

“Bumi ini telah hampir mencapai tempat di mana Tuhan akan mengizinkan si penghancur untuk bekerja. Penggantian hukum Tuhan dengan hukum manusia, peninggian hari Minggu menggantikan Sabat Alkitab, semata-mata melalui wewenang manusia, adalah tindakan terakhir dalam drama ini. Ketika penggantian ini menjadi universalTuhan akan menyatakan DiriNya. Ia akan bangkit dalam kebesaranNya untuk mengoncangkan bumi yang menyedihkan ini. ­Ia akan keluar dari tempatNya untuk menghukum penduduk duniakarena kejahatan mereka, dan bumi akan ditutupi oleh darahnya dan tidak dapat lagi menutupi orang-orang yang terbunuh.”-7 Testimonies, 141.

“Penggantian yang sejati oleh yang palsu adalah babak terakhir dalam drama ini. Ketika penggantian ini menjadi universal, Tuhan akan menyatakan DiriNya. Ketika hukum manusia ditinggikan melebihi hukum-hukum Tuhan, ketika kekuatan-kekuatan bumi ini berusaha memaksa manusia untuk memelihara hari pertama, ketahuilah bahwa saatnya telah tiba bagi Tuhan untuk bekerja. Ia akan bangkit dalam kebesaranNya untuk mengoncangkan bumi yang menyedihkan ini. ­Ia akan keluar dari tempatNya untuk menghukum penduduk dunia karena kejahatan mereka.”-7 Bible Commentary, 980.

Leave a Reply