Perjuangan Penting Dihadapan Kita

3 Mei – Perjuangan Penting Di Hadapan Kita
Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Kisah Para Rasul 5:29.

Sebuah krisis yang besar menanti umat Allah. Sebuah krisis menanti dunia ini. Perjuangan yang paling penting dari segala zaman begitu dekat di hadapan kita….. Tuntutan untuk memaksakan penyucian hari Minggu telah menjadi salah satu kepentingan dan kebutuhan nasional. Kita tahu persis apa yang menjadi akibat dari pergerakan ini. Tetapi apakah kita sudah siap untuk menghadapinya? Sudahkah kita dengan penuh iman menyelesaikan tugas yang Allah perintahkan pada kita untuk memberikan orang-orang amaran akan adanya bahaya di hadapan mereka?……. 131.1
Ada banyak orang yang belum pernah memahami tuntutan-tuntutan Sabat Alkitab dan landasan yang salah yang di atasnya pelembagaan hari Minggu bertumpu. Setiap pergerakan yang mendukung legislasi agama adalah sesungguhnya sebuah tindakan konsesi kepada kepausan, yang selama berabad-abad telah terus-menerus berperang menentang kebebasan hati nurani. Penyucian hari Minggu meminjam keberadaannya sebagai sesuatu yang disebut dengan pelembagaan Kristen pada “rahasia kedurhakaan” [bandingkan 2 Tesalonika 2:7]; dan peneguhannya akan menjadi sebuah pengakuan yang kuat dari prinsip-prinsip yang merupakan landasan Romanisme. Bilamana bangsa kita akan mengharamkan prinsip-prinsip pemerintahannya sendiri demi memaksakan hukum peribadatan hari Minggu, di mana Protestantisme dalam tindakan ini akan bergabung dengan ajaran Katolik Roma; maka ia itu tidak lain daripada menyerahkan hidup kepada tirani yang sedemikian lama telah mengincar kesempatannya dengan tidak sabar untuk bersemi kembali pada kelaliman yang aktif….. 131.2
Jika ajaran Katolik Roma atau prinsip-prinsipnya akan dilegislasikan kembali ke dalam kekuasaan, maka api penganiayaan akan dinyalakan kembali untuk menentang mereka yang tidak akan mengorbankan nurani dan kebenaran demi rasa hormat kepada kesalahan yang memasyarakat secara umum. Kejahatan ini kini berada pada titik perwujudannya. 131.3
Bilamana Allah telah memberikan kita terang yang menunjukkan bahaya-bahaya di hadapan kita, maka bagaimana kita bertahan bersih pada pandanganNya jika kita lalai untuk mengerahkan setiap usaha dalam kekuatan kita untuk membagikannya kepada masyarakat? Bisakah kita menjadi senang meninggalkan mereka untuk menghadapi issu yang penting ini tanpa diamarkan?…… 131.4
Ketika hukum-hukum yang dibuat para penguasa dunia ini dibuat untuk menentang hukum-hukum dari Sang Penguasa Tertinggi jagad raya ini, maka mereka yang adalah penurut-penurut setia milik Allah akan menjadi benar di hadapanNya. 131.5

May 3 – Momentous Struggle Before Us
We ought to obey God rather than men. Acts 5:29.
A great crisis awaits the people of God. A crisis awaits the world. The most momentous struggle of all the ages is just before us. . . . The question of enforcing Sunday observance has become one of national interest and importance. We well know what the result of this movement will be. But are we ready for the issue? Have we faithfully discharged the duty which God has committed to us of giving the people warning of the danger before them? . . . 131.1
There are many who have never understood the claims of the Bible Sabbath and the false foundation upon which the Sunday institution rests. Any movement in favour of religious legislation is really an act of concession to the papacy, which for so many ages has steadily warred against liberty of conscience. Sunday observance owes its existence as a so-called Christian institution to “the mystery of iniquity”; and its enforcement will be a virtual recognition of the principles which are the very cornerstone of Romanism. When our nation shall so abjure the principles of its government as to enact a Sunday law, Protestantism will in this act join hands with popery; it will be nothing else than giving life to the tyranny which has long been eagerly watching its opportunity to spring again into active despotism. . . . 131.2
If popery or its principles shall again be legislated into power, the fires of persecution will be rekindled against those who will not sacrifice conscience and the truth in deference to popular errors. This evil is on the point of realization. 131.3
When God has given us light showing the dangers before us, how can we stand clear in His sight if we neglect to put forth every effort in our power to bring it before the people? Can we be content to leave them to meet this momentous issue unwarned? . . . 131.4
When the laws of earthly rulers are brought into opposition to the laws of the Supreme Ruler of the universe, then those who are God’s loyal subjects will be true to Him. 131.5

Leave a Reply