Pernakah anda mengukur Kasih dan Kuasa Allah?

January 17, 2014 - Raymond Lohonauman

Slmt pagi all. Renungqn pagi ini diambil dari Efesus 3:14-21, mengenai Doa Paulus. Ada 2 hal yg menarik yg perlu disimak dlm doanya ini, pertama (ayt 18), Paulus berdoa spy kita memahami, Betapa, LEBARNYA & PANJANGNYA & TINGGINYA & DALAMNYA KASIH KRISTUS. Paulus adalah orang yg sepanjang hidupnya mencoba “mengukur” nilai Kasih Allah itu, tapi pada akhirnya dia sadar bahwa dia tidak pernah akan mampu menghitungnya karena “begitu luasnya” kasih Allah itu. Kata2 diatas barangkali merupakan “ringkasan” 1 Korintus 13, sebuah tulisan khusus Paulus mengenai “kasih”. Paulus menyadari tidak ada yg abadi di dunia ini kecuali “kasih”, “Kasih tdk berkesudahan” kata Paulus dlm 1 Kor 13:8, itu sebabnya dia tidak memiliki obsesi duniawi apa2 kecuali terus berusaha “memahami” kasih Allah itu lebih dalam & dalam lagi & berusaha utk menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan kesehariannya. Karena itulah dia berdoa spy umat2 Allah lainnya juga kiranya selalu “memikirkan” terus tentang kasih Allah itu dlm kehidupan mrk. Hal yg Kedua (ayt 20), dari pengalaman hidupnya, Paulus menyadari betul betapa “berkuasanya” Allah itu dlm kehidupan ini krn Dia dpt melakukan, JAUH LEBIH BANYAK DARIPADA YG KITA DOAKAN & PIKIRKAN. Dia yg tadinya seorang penganiaya umat Allah akhirnya menjadi orang yg selalu mengalami aniaya krn telah menjadi “hamba Allah”, itu “tdk pernah terpikir” olehnya sebelumnya. Dia yg biasa menerima “fasilitas”, hidup berkecukupan sebagai salah seorang dari kalangan “elit” Yahudi, rela hanya menjadi “penginjil sukarela” “self supporting” dgn membuat & menjual tenda , itu “tidak pernah dibayangkan” sebelumnya”, Dia yg pernah terlibat pembunuhan atas stafanus, “membiarkn dirinya” utk dibunuh, itu “tidak pernah terlintas dlm pikirannya sebelumnya”. Berdasarkan 2 hal diatas, yakni KASIH & KUASA ALLAH YG TIDAK TERBATAS, masihkah ada keraguan untuk menyerahkan kehidupan, rencana2 & seluruh permasalahan yg ada ke dlm tanganNya? Jika Paulus pernah mengalami “kehebatan” kasih & kuasa Allah itu, mengapa tidak kita hari ini juga merasakannya? Biarlah pengalaman Paulus juga akan menjadi pengalaman kita apapun keadaan kita hari ini. Gbu all, slmt pagi, slmt Sabat 🙂
____________________
@Pdt. Raymond Lohonauman

Leave a Reply