Petrus Romanus, The Pope Till The End

March 8, 2013 - Others

(Prophecy of St. Malachy)
Oleh : Jerry Mamahit – USA

Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan harus dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri diatas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah.Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah. 2 Tes 2:3,4

Bilamana kita membuka website Google dan mencari nama “Petrus Romanus”, maka kita akan dapat membaca tentang nama ini yang begitu banyak dibicarakan oleh pengamat Vatikan, oleh karena perhatian dunia Katolik dan non Katolik sekarang tertuju kepada pemilihan Paus yang akan diadakan pertengahan Maret untuk menggantikan Paus Benediktus XVI yang sudah berhenti. Perhatian adalah begitu besar tentang siapa yang akan dipilih sebagai Pemimpin Gereja Katolik dengan umat sebanyak 1,2 milyar, oleh karena adanya nubuatan dari St. Malachy, Bishop Irlandia yang menubuatkan bahwa Paus yang berikut adalah Paus Petrus Romanus, yang merupakan Paus yang terakhir, dengan peranannya yang sangat besar menjelang akhir dunia.

Ditahun 1139 TM, Malachy, Santo dari Gereja Katolik itu menerima penglihatan (vision) ketika ia berkunjung ke Roma. Selanjutnya dia tuliskan penglihatannya dalam satu dokumen yang berisi uraian singkat dari 112 Paus yang akan datang yang akan memimpin Gereja Katolik. Tulisan-tulisan ini kemudian dikenal dengan “Prophecy of the Popes”, sangat diketahui oleh pejabat-pejabat di Vatikan dan pelajar-pelajar Gereja, oleh karena akurasi nubuatannya yang sangat luar biasa, seperti yang sudah berlaku pada ke 111 Paus yang telah berlalu. St. Malachy menubuatkan bahwa sejak Paus Celestine II (Paus I dalam hitungan St. Malachy) hingga Paus yang terakhir akan ada 112 Paus. Nubuatan St. Malachy ini menunjuk kepada nama,sifat ,warna kepimpinan dan lambangnya dari Paus Celestine II (tahun 1143)sampai dengan Paus yang menurutnya adalah Paus terakhir, yaitu yang ke 112 yang akan dipilih bulan Maret ini, yang mencakup suatu masa waktu hampir 900 tahun.

Pada tanggal 11 Februari 2013, Paus Benediktus XVI mengumumkan yang dia akan berhenti.Paus Benediktus XVI adalahyang ke 111 dalam nubuatan St. Malachy. Malachy menubuatkan bahwa Paus yang 111 akan disebut “Gloria Olivae”, atau “glory of the olive”, yang menunjuk kepada Ordo Benediktin yang merupakan asal muasal dari nama Benediktus yang digunakan Kardinal “Yoseph Ratzinger” sebagai nama untuk pelayanannya setelah dia diangkat menjadi Paus yang ke 111. Hal ini membuktikan sekali lagi kebenaran dari nubuatan St. Malachy.

Tentang Paus yang ke 112, yaitu Paus yang terakhir, nubuatan St. Malachy adalah sebagai berikut: “In extreme persecution the seat of the Holy Roman Church will be occupied by Peter the Roman… “Who will pasture his sheep in many tribulations and when these things are finished, the city of seven hills will be destroyed, and the terrible or fearsome judge will judge his people.The End.” Nubuatan ini menunjukan yang pada masa Paus “Peter Romanus”, “city of sevel hills” yaitu kota Vatican akan dihancurkan, kemudian penghakiman atas manusia akan dimulai dan “The End” (kesudahan dunia) tiba.

Mac Slavo menulis tanggal 11 Februari 2013 berjudul “Petrus Romanus: 900 Year Old Prophecy Says Next Pope Will Oversee End of Days (http://www.shtfplan.com/headline-news/petrus-romanus-900-year-old-prophecy-says-next-pope-will-oversee-end-of-days_02112013), sebagai berikut:“Bila nubuatan ini akurat, maka dunia segara akan dilanda oleh peperangan antara baik dan jahat. Pendapat dari sejumlah umat Katolik yang Paus berikut yang ada dalam daftar St. Malachy mengumandangkan mulainya “kemurtadan yang besar” yang diikuti oleh “kesusahan besar” dan tahap berikutnya segera terjadinya peristiwa-peristiwa akhir dunia, yang juga diterima oleh banyak umat non Katolik. Situasi ini membuka jalan bagi bangkitnya “false prophet”, yang menurut kitab Wahyu memimpin komunitas agama dunia menerima pemimpin politik yang dikenal sebagai “anti Kristus”.

Bagaimana kita Gereja MAHK menyikapi nubuatan dari St. Malachy ini, terutama yang berhubungan dengan Paus Petrus Romanus “ The Pope Till the End.”

Tentunya tidakakan ada tanggapan resmi dari Gereja MAHK, dan hal ini wajar-wajar saja. Kalau ada pendapat tentang nubuatan St. Malachy hal itu tentu pendapat pribadi dan tidak untuk dipermasalahkan, tetapiuntuk menambah wawasan masing-masing kita dalam mengambil keputusan pribadi sehubungan dengan masalah kehidupan yang kekal.

Kalau kita kembali melihat nubuatan-nubuatan yang sangat berperan dalam sejarah umat Israel khususnya dan umat Tuhan pada umumnya yang tercatat di Alkitab, kita dapat melihat yang Tuhan menggunakan orang-orang bukan “umat Tuhan” dan “bukan orang Israel”, sebagai agen dimana nubuatan-nubuatan disampaikan. Diantaranya, yang pertama ialah Firaun, seorang kafir Raja Mesir, yang menerima mimpi tentang tujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk badannya dan tujuh ekor lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya,di zaman Yusuf anak Jakub. Yang kedua adalah mimpi dari Nebukadnesar, juga seorang kafir Raja Babilon, mengenai nubuatan tentang kerajaan-kerajaan dunia sejak Kerajaan Babilon sampai akhir jaman.Jusuf dan Daniel masing-masing berperan dalam mengartikan mimpi kedua raja tersebut.Jadi wajar saja jika St. Malachy Tuhan gunakan juga untuk menyampaikan nubuatan.Nubuatan St. Malachy tidak memerlukan penafsiran makna, tetapi memerlukan pembuktian bahwa ke 112 Paus yang akan duduk sebagai pimpinan tertinggi Gereja Katolik sejak masa St. Malachy sampai dengan yang terakhir dalam hal nama dan warna kepimpinannya adalah sesuai dengan nubuatannya. Kenyataan sejarah membuktikan yang nubuatannya itu yang mencakup Paus-Paus dalam periode hampir 900 tahun,,kebenarannya mendekatiseratus persen.

Hal yang kedua kalau kita pelajari adalah kapan penglihatan St. Malachy itu disampaikan.Penglihatan itu disampaikan di sekitar tahun 1139. Pada waktu itu hanya ada satu gereja Kristen, yaitu Gereja Katolik dan tidak ada yang lain, sehingga wajar saja kalau Tuhan menggunakan salah satu pribadi dari Gereja Katolik untuk nubuatan tentang gereja itu.

Tentang siapa yang mempunyai hikmat untuk bernubuat Kitab Nabi Yesaya menulis yang nubuatan tidak mungkin diberitahukan oleh berhala-berhala orang kafir, sebagai berikut; Yesaya 41:22 “Biarlah mereka maju dan memberitahukan kepada kami apa yang akan terjadi, Nubuat yang dahulu, beritahukan apa artinya, supaya kami memperhatikannya, atau hal-hal yang akan datang, kabarkanlah kepada kami supaya kami mengetahuinya. 20 Beritahukanlah hal-hal yang akan datang kemudian, supaya kami mengetahui kamu ini sungguh allah. 26 Siapakah yang memberitahukannya dari mulanya, sehingga kami mengetahuinya, dari dahulu, sehingga kami mengatakan: Benarlah dia?” Sungguh tidak ada orang yang memberitahukannya.”Ayat –ayat ini menunjukkan bahwa selain dari Tuhan tidak ada yang bisa bernubuat.

Ada yang mengatakan bahwa sejak di publikasikan nubuatan dari St. Malachy tahun 1595 maka “College of Cardinals” yang melakukan pemilihan Paus sepanjang abad sesudah St.Malachy bernubuat, selalu mendasarkan pemilihan mereka berdasarkan nubuatan tersebut. Dengan kata lain “Prophecy of the Popes” adalah blue print bagi “College of Cardinals” dalam melakukan tugas pemilihan Paus. Bisa saja demikian, tetapi pendapat itu sulit untuk dipertahankan karena usia manusia tidak bisa diatur oleh “College of Cardinals” untuk mempertahankan jumlah 112 Paus dalam periode hampir 900 tahun.

Terlepas dari mencari tahu apakah nubuatan St. Malachy itu adalah “devine revelation” atau “demonic revalation”, sejarah membuktikan bahwa akurasinya adalah hampir seratus persen. Atas dasar ke 111 nubuatannya adalah tepat maka kita juga bisa menantikan Paus yang ke 112 juga adalah seperti yang dinubuatkan oleh St. Malachy, yaitu seorang Paus yang adalah “false prophet” yang menghantarkan kepada bangkitnya “anti Kristus”, atau dia sendirilah yang “Anti Kristus”. Dalam dua minggu kedepan kita akan mengetahui apakah Paus yang akan dipilih oleh “College of Cardinals” namanya akan menunjuk kepada Petrus Romanus.

Tanpa nubuatan St. Malachy, sebagai anggota Gereja MAHK kita sudah mengetahui dimana posisi kita dalam urutan waktu nubuatan sejarah dunia.Posisi Gereja MAHK berada di urutan waktu seperti yang dikemukakan oleh Yohanes pewahyu, di periode pasal 18 dari Kitab Wahyu, yaitu diayat 1-5.”Bumi menjadi terang oleh kemuliaanNya”, yang ditulis di Wahyu 18:1 menunjuk kepada kecurahan “Roh Suci” dalam kerangka hujan akhir untuk penyelesaian pekerjaan Tuhan di dunia ini. Kegiatan yang dilakukan oleh organisasi Gereja MAHK tahun 2011-2015 yang dikenal dengan doa 777 dan “Revival and Reformation” adalah untuk kecurahan “Roh Suci” dan untuk menjadikan Wahyu 18:1 menjadi kenyataan dalam periode program ini.

Satu hal yang kita perlu diingatkan lagi bahwa kecurahan “Roh Suci”, menurut Wahyu 18:1-5 adalah untuk membawa pekabaran “sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu” yang merupakan panggilan terakhir untuk bertobat kepada seluruh dunia. Mengapa Babel itu sudah rubuh?Penjelasannya ada di Wahyu 18:5 yaitu “sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai kelangit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya”.Selanjutnya Roh Nubuat di buku Maranatha hal.179 paragrap terakhir menulis tentang kapan dosa dosa Babel itu telah bertimbun-timbun sampai kelangit, yaitu sebagai berikut; “Bilakah dosa-dosanya sampai kelangit?Bilamana hukum Allah pada akhirnya dibatalkan oleh pemerintah”.Jadi urutan waktu dari Wahyu 18:1-5 dan Maranatha hal. 179, adalah sebagai berikut; Undang-undang hari Minggu menandakan bahwa dosa-dosa sudah bertimbun sampai kelangit, karenanya “Roh Suci” dicurahkan untuk memberi kuasa bagi amaran untuk keluar dari Babel agar tidak tertimpa malapetaka-malapetakanya. Setelah diberlakukannya undang-undang hari Minggu maka penganiayaan dan masa yang sulit oleh kuasa “false prophet” dan “anti Kristus” akannyata dan yang akan disusul dengan masa yang sukar. Yang perlu sekali diingat disini ialah kuasa “Roh Suci” yang sekarang kita serentak doakan untuk dicurahkan, akan dicurahkan setelah undang-undang hari Minggu diberlakukan.

Adalah sangat bijak untuk kita putuskan bagi diri kita sendiri tentang hal-hal yang dikemukakan diatas apakah benar demikian.Oleh karena pekabaran diatas menunjukkan yang kita sekarang hidup dimasa-masa yang kritis sehingga kita harus mengambil sikap yang menentukan apakah karunia hidup kekal atau kebinasan yang menjadi tujuan kita. Kecuali kita berdoa dan belajar Firman Tuhan setiap hari dengan sungguh-sungguh dan menyerahkan hidup kita kepadaNya, maka kita tidak akan bertahan terhadap kuasa kegelapan yang sudah siap dengan usaha-usaha penipuannya yang terakhir. “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri dihadapan Anak Manusia” Lukas 21:36

Leave a Reply