Postur Tubuh yang Baik

Oleh
Prof. Dr. Albert M. Hutapea, MPH, PhD, AIFM

Penampilan postur tubuh sering kali digunakan sebagai standar dalam menilai seseorang. Pose tubuh memegang peranan penting dalam menunjukkan kewibawaan, dan gairah hidup. Bahkan lebih jauh lagi, Dr. Allen Russeli, spesialis rehabilitasi dari New York’s Rush Institute mengatakan: “Sering kali, dengan melihat postur tubuh seseorang, saya dapat menebak penyakit kronis apa yang sedang diderita oleh orang tersebut.” Dengan demikian, postur tubuh juga berhubungan kesehatan umum seseorang. Postur tubuh dapat dipengaruhi oleh penyakit tertentu dan sebaliknya. Postur tubuh memang sangat mempengaruhi fungsi ginjal, lambung, jantung, organ reproduksi, paru-paru dan otak.
Secara definisi, postur tubuh yang baik adalah posisi tubuh dimana masing-masing bagiannya tersusun secara tepat. Secara praktisnya, postur tubuh yang baik adalah posisi tegak dimana sebuah garis lurus dapat ditarik pada sisi tubuh mulai dari telinga ke bahu, pinggul, dan mata kaki. Cara berdiri yang tepat ini membutuhkan energi yang minimum.

Sewaktu kita berdiri sambil melawan daya tarik bumi berlangsunglah berbagai proses fisiologis dan mekanis yang menakjubkan. Proses-proses fisiologis dan mekanis ini melibatkan 639 otot, 206 tulang, belasan organ tubuh lainnya, dan ratusan struktur indera, ribuan jalur komunikasi serta puluhan liter cairan tubuh. Kedengarannya sangat rumit. Yah, untunglah kita tidak perlu secara langsung mengatur semua struktur-struktur tersebut di atas.
Semua proses ini berlangsung secara otomatis sesuai dengan kebiasaan (kata kebiasaan ini sebenarnya perlu digaris bawahi). Ini berarti bahwa jika kita mempunyai postur tubuh yang salah, maka kita dapat memperbaikinya dengan menggantikan kebiasaan yang tadinya salah dengan kebiasaan yang baik.
Kelima bagian utama yang menentukan postur tubuh kita adalah kaki, pinggul, tulang belakang, pundak, dan kepala. Dengan memperhatikan kelima bagian ini, kita dapat memantau postur tubuh kita sendiri. Kelima bagian tubuh inilah yang menjadi sumber utama postur tubuh yang salah. Selanjutnya, marilah kita bahas tiga kesalahan utama postur tubuh serta cara menanggulanginya.
Punggung bawah yang terlalu melengkung ke dalam. Hal ini dapat dihindari dengan mengencangkan otot-otot bagian perut dada, dan tidak berdiri dengan terlalu tegak (membusungkan dada). Hindari kursi, sofa atau tempat duduk mobil yang terlalu empuk. Hal lain yang dapat menimbulkan kesalahan di atas adalah tidur tengkurap di atas kasur empuk, dan bagian perut yang membuncit.
Letak kaki yang menunjuk ke samping. Beberapa orang berdiri dan berjalan dengan kedua kaki yang tidak sejajar. Sebaiknya, kita berjalan dan berdiri dengan kaki yang sejajar di mana kedua jempol kaki menunjuk ke depan. Letak kaki yang terlalu terbuka mengurangi keseimbangan tubuh dn meletihkan kaki secara keseluruhan.
Bahu yang membungkuk serta dagu yang menjorok ke depan. Ini dapat disebabkan oleh gaya hidup yang kurang aktif berolahraga, duduk membungkuk selama jam kerja dan sewaktu mengemudi kendaraan, serta duduk di atas kursi yang sangat empuk sewaktu menonton TV, membaca, dan sebagainya. Kebiasaan ini akan melelahkan bahu dan leher, serta menegangkan otot-otot dada dan leher bagian depan, sehingga akan menyulitkan kelancaran pernapasan.
Jika kita duduk dengan tepat maka kita tidak akan merasa cepat letih walaupun kita duduk di kursi yang tidak memiliki sandaran. Duduk dengan menyilangkan kaki sebelah sangat membebani tulang belakang.
Bangku yang baik adalah yang sandarannya membentuk sudut 107° dengan alas duduknya, dan tidak terlalu tinggi sehingga alas duduknya tidak terlalu tertekan oleh bagian bawah paha orang yang duduk di atasnya.
Olahraga yang cukup dan teratur akan mengencangkan otot-otot kita. Jika memang otot-otot bagian perut yang lemah, lakukanlah gerakan-gerakan olahraga yang mengencangkannya. Marilah selalu memperhatikan postur tubuh kita dengan saksama sampai kita dapat membiasakan diri berdiri dan duduk dengan benar secara otomatis.
Postur tubuh yang baik bukan hanya menjaga kesehatan fisik, melainkan juga dapat membuat kita lebih percaya diri dan lebih menarik. Sehingga kita tidak hanya tampak lebih muda, tetapi juga akan hidup lebih bergairah.

-ALBERT M. HUTAPEA

Leave a Reply