Protestantisme Bersatu dengan Kepausan

June 29, 2013 - Ellen G. White

Dan kesepuluh tanduk yang telah kau lihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu. Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu. Wahyu 17:12, 13.

Semakin kita mendekati krisis yang terakhir, adalah momen yang penting bahwa keharmonisan dan persatuan tercipta di antara sarana-sarana milik Tuhan. Saat ini dunia masih diributi dengan badai dan perang dan lain sebagainya. Namun di bawah satu pemimpin—kuasa Kepausan—orang-orang akan bersatu menantang Allah yang bersemayam di dalam diri para saksiNya. 187.1
Apa yang menyebabkan penyerahan kerajaan itu pada kuasanya? Protestantisme, suatu kekuasaan yang, sementara mengaku dirinya memiliki tabiat dan roh anak domba serta bersekutu dengan Surga, berbicara dengan suara ular naga. Penyerahan kerajaan ini digerakkan oleh kuasa yang bergerak dari bawah. 187.2
“Semuanya ini mempunyai satu maksud.” Akan ada sebuah persatuan sedunia, satu keharmonisan besar, sebuah persekutuan dari kekuatan-kekuatan Setan. “Dan mereka akan menyerahkan kekuasaan mereka kepada binatang itu.” Demikianlah terwujud kuasa peradilan yang satu dan sama, yaitu kuasa penindas yang menentang kebebasan beragama, kebebasan untuk menyembah Allah berdasarkan perintah-perintah hati nurani, sebagaimana yang pernah dimanifestasikan oleh Kepausan, ketika di masa lalu menganiaya orang-orang yang berani menolak pemaksaan ritus-ritus penyembahan dan perayaan-perayaan Romawi. 187.3
Dalam peperangan di akhir zaman nanti akan bersekutu semua kekuatan korup yang telah murtad dari ketaatan akan hukum Allah untuk menentang umat Allah. Dalam peperangan ini, Sabat hukum keempat akan menjadi issu utama; sebab dalam hukum Sabat ini Sang Pemberi Hukum mengidentifikasi diriNya sendiri sebagai Pencipta langit dan bumi. 187.4
Melalui dua kesalahan fatal, yaitu keabadian jiwa dan Minggu hari kesucian, Setan akan menggiring umat manusia ke dalam penyesatan-penyesatannya. Kesalahan yang pertama berdasar pada spiritualisme dan kesalahan yang kedua menciptakan simpati dengan Roma. Orang-orang Protestan Amerika Serikat akan menjadi yang pertama mengulurkan tangan untuk merangkul spiritualisme; mereka pun akan melewati jurang yang dalam untuk berjabat tangan dengan kekuasaan Roma; dan di bawah pengaruh dari bersatunya ketiga hal tersebut negara ini (Amerika Serikat) akan mengikuti jejak Roma menghempaskan hak-hak akan kebebasan hati nurani. 187.5

June 28 – Protestantism Unites with the Papacy
And the ten horns which thou sawest are ten kings, which have received no kingdom as yet; but receive power as kings one hour with the beast. These have one mind, and shall give their power and strength unto the beast. Rev. 17:12, 13.
As we approach the last crisis, it is of vital moment that harmony and unity exist among the Lord’s instrumentalities. The world is filled with storm and war and variance. Yet under one head–the papal power–the people will unite to oppose God in the person of His witnesses. 187.1
What is it that gives its kingdom to this power? Protestantism, a power which, while professing to have the temper and spirit of a lamb and to be allied to Heaven, speaks with the voice of a dragon. It is moved by a power from beneath. 187.2
“These have one mind.” There will be a universal bond of union, one great harmony, a confederacy of Satan’s forces. “And shall give their power and strength unto the beast.” Thus is manifested the same arbitrary, oppressive power against religious liberty, freedom to worship God according to the dictates of conscience, as was manifested by the papacy, when in the past it persecuted those who dared to refuse to conform with the religious rites and ceremonies of Romanism. 187.3
In the warfare to be waged in the last days there will be united, in opposition to God’s people, all the corrupt powers that have apostatized from allegiance to the law of Jehovah. In this warfare the Sabbath of the fourth commandment will be the great point at issue; for in the Sabbath commandment the great Lawgiver identifies Himself as the Creator of the heavens and the earth. 187.4
Through the two great errors, the immortality of the soul and Sunday sacredness, Satan will bring the people under his deceptions. While the former lays the foundation of spiritualism, the latter creates a bond of sympathy with Rome. The Protestants of the United States will be foremost in stretching their hands across the gulf to grasp the hand of spiritualism; they will reach over the abyss to clasp hands with the Roman power; and under the influence of this threefold union, this country will follow in the steps of Rome in trampling on the rights of conscience. 187.5

Leave a Reply