Rahasia Bait Suci: Kebenaran yang Terkubur

October 24, 2012 - Steve Wholberg

 

Jauh dalam hati buku Wahyu ada kebenaran yang telah terkubur oleh tradisi dankepalsuan teologi. Kebenaran ini masih sangat hidup dan aktif serta berkuasa dan akan mempengaruhi nasib saudara dan saya. Kebenaran ini adalah kunci untuk mengungkapkan nubuatan-nubuatan Alkitab pada hari-hari terakhir menjelang kedatangan Kristus.

Mari kita kembali mengulang pelajaran Kemah Suci. Di pelataran kemah suci ada mezbah korban bakaran, basin air. Di dalam bilik yang suci ada 7 kaki dian, meja roti sajian dan mezbah pedupaan. Di tempat yang maha suci ada tabut perjanjian, tutup perdamaian, kerub kemuliaan, terang kehadiran Allah. Dari Mazmur 77:13 Thy way, O God, is in the sanctuary: who is so great a God as our God? Terjemahan Alkitab Bahasa Indonesianya kurang tepat, seharusnya “Ya Allah, Jalan-Mu ada di Bait Suci! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami?” Kita tau bawa jalan Tuhan ada di Bait Suci.

Ibrani 8:1,2,5 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, 8:2 dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. 8:3 Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. 8:5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: “Ingatlah,” demikian firman-Nya, “bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.”   Ayat 1: Yesus adalah Imam Besar di sorga. Ayat 2: Dia melayani di  tempat kudus , yakni dalam kemah sejati yang diidirikan oleh Tuhan sendiri. Ayat 5: Bait Suci duniawi adalah gambaran dan bayangan dari Bait Suci yang ada disorga. Dari Wahyu 1:12,13: Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.  Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Dikatakan bahwa Yesus berada ditengah tengah 7 kaki dian emas di tempat yang kudus. Dalam Wahyu 4: 5,7 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. (7)Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. Obor yang sebanding dengan  7 kaki dian, lalu tampak ada 3 kuasa Allah yakini: kilat , suara, guruh. Wahyu 8:3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. Mezbah emas sebanding dengan mezbah pedupaan. Wahyu 8:5 Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi. Pada mezbah pedupaan tampak ada 4 kuasa Allah yakni: suara, guruh, halilintar, gampa bumi . Wahyu 11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Tabut perjanjian yang ada di tempat yang maha kudus, tampak ada 5 kuasa Allah yakni: suara, guruh, kilat, gempa bumi dan hujan es batu.

Bisa kita simpulkan bahwa sebetulnya buku Wahyu sedang membuka rahasia bait suci. Buku Wahyu mengungkap fakta bahwa buku tersebut ditulis sama dengan arah proses pengampunan dosa dalam  kemah suci bangsa Israel,  yakni dari bait suci hingga tiba di tempat yang maha kudus. Buku Wahyu menunjukkan keistimewaan tempat yang maha kudus, hal ini tampak dengan meningkatnya kuasa Allah yang keluar. Di tempat yang mahakudus inilah, Yesus yang adalah Imam Besar, melayani, mengantarai manusia agar bisa diselamatkan.

Dalam Wahyu 11:19 diatas, tampak ada Tabut perjanjian, apa sebetulnya tabut itu? Ibrani 8:5 diatas, mengatakan bahwa bait duniawi adalah bayangan dari bait surgawi. Apa yang ditempatkan pada tabut perjanjian di kemah suci duniawi? Coba kit abaca Ulangan 10:4,5  Dan pada loh itu Ia menuliskan, sama dengan tulisan yang mula-mula, Kesepuluh Firman yang telah diucapkan TUHAN kepadamu di atas gunung dari tengah-tengah api pada hari kamu berkumpul; sesudah itu TUHAN memberikannya kepadaku. (5) Lalu aku turun kembali dari atas gunung, dan aku meletakkan loh-loh itu ke dalam tabut yang telah kubuat; dan di situlah tempatnya, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku. Jadi ada dua loh batu atau kesepuluh firman didalamnya! Ibrani 9:4 Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian.  Jelas sekali disinilah disimpan dua loh batu perjanjian. Allah tahu bahwa 10 hukum ini akan diabaikan oleh manusia, sehingga Allah menampakkan 5 kuasa-Nya untuk menekankan betapa pentingnya 10 hukum yang berada dalam tabut perjanjian, yang tersimpan di tempat yang maha kudus. Allah mau agar manusia mengaplikasikan 10 hukum-Nya dalam kehidudan mereka. Kita tau bahwa pada akhir zaman, sesuai dengan Wahyu 12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Naga/setan akan menyerang perempuan/gereja Kristus, siapakah gereja Kristus itu? Wahyu 14:12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Mereka inilah yang mengikuti perintah-perintah Allah dan memiliki iman kepada Yesus Kristus!

Buku Wahyu sedang membuka rahasia bait suci, menunjuk ke tempat yang maha kudus dimana tabut perjanjian itu berada, dimana didalam tabut itu tersimpan 10 hukum. Buku Wahyu dengan jelas juga mendeskripsikan ciri ciri umat Allah yaitu mereka  yang menurut hukum-hukum-Nya dan mengikuti Yesus. Fakta yang menyedihkan saat ini adalah banyak orang kristen yang menyatakan bahwa 10 hukum tidak berlaku lagi, atau telah dipalangkan di kayu salib, atau  10 hukum hanya untuk orang Yahudi saja atau sekarang kita hanya memakai perjanjian baru, itu semua ada di perjanjian lama. Sebetulnya, semua pendapat itu digugurkan oleh pekabaran dari buku Wahyu yang datang dari tempat yang kudus.  Mari kita jelajahi terus kebenaran yang akan mempersiapkan kita bagi kedatangan-Nya yang kedua.

Leave a Reply