Bait Suci Sebagai Pusat Kendali

 

Dia kantor Departemen Pertahanan AS  atau Pentagon, ada sebuah ruangan yang disebut sebagai Master Control, sebuah tempat dimana semua keputusan-keputusan penting dibuat. Inilah tempat menganalisa gerak-gerik musuh dan tentunya keputusan yang diambil akan sangat berdampak bagi AS bahkan seluruh dunia. Di sorga juga demikian, ada tempat yang dinamakan Bait Suci, tempat dimana Yesus melayani sebagai Imam Besar. Inilah tempat keputusan-keputusan penting yang menyangkut kematian dan kehidupan manusia dibuat, yang tentunya berdampak langsung terhadap keselamatan saudara dan saya.

Pemahaman popular saat ini adalah akan dibangunnya Bait Suci di Jerusalem, pada suatu saat nanti sesudah rapture, menjelang kedatangan Yesus, tepatnya pada masa 7 tahun penganiayaan,. Tentunya saat ini tidak ada Bait Suci disana, yang ada hanyalah mesjid umat Islam, The Dome of the Rock yang terletak di Mt. Temple, kota Jerusalem. Mereka yang mengikuti doktrin popular ini, tidak lagi perduli dengan teologi Yohanes perihal Bait Suci, yang merupakan inspirasi Roh Kudus. Mari kita pelajari secara mendalam tentang Bait Suci agar kita boleh teguh dalam kebenaran dan sanggup mematahkan doktrin-doktrin sesat yang merajalela saat ini.

Wahyu 11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Jelas sekali dikatakan Bait Suci berada di Sorga dan Tabut Perjanjian tampak ada didalamnya, jadi sama sekali bukan imajiner atau akan dibangun, ini riil dan adanya di Sorga, bukan di kota Jerusalem!

Bait Suci itu sendiri ada 4 macam. 1 Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Inilah yang disebut sebagai bait badani.

Efesus 2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Ini yang disebut sebagai bait gerejani. Wahyu 11:19 yang sudah kita baca diatas, adalah yang disebut sebagai bait sorgawi. Keluaran 25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Inilah yang disebut sebagai Bait Duniawi yang diperintahkan oleh Allah kepada bangsa Israel untuk dibangun di padang gurun. Setelah tiba di Kanaan, mereka membuat bangunan yang lebih permanen namun dihancurkan oleh Bangsa Babilon pada tahun 586 BC. Kemudian dibangun kembali dengan sangat megahnya oleh Raja Sulaiman, tapi dihancurkan oleh Kerajaan Roma pada tahun 70 AD dan tidak pernah lagi dibangun hingga sekarang.

Mari kita lihat keterkaitan keempat bait ini. Jadi kalau kita pelajari kembali, di bilik yang kudus kita akan menjumpai perlengkapan berikut ini: 7 kaki dian, meja dan roti sajian, mezbah pembakaran ukupan. Di bilik yang maha kudus ada tongkat harun, pot manna, tabut perjanjian, 2 loh batu, 2 kerub kemuliaan, tutup perdamaian, cahaya kemuliaan. Kita tau bahwa bait di dunia adalah model mini dari Bait Surgawi dan Imam di dunia adalah tipe Imam Besar di surga yaitu Yesus Kristus. Apa yang Yesus lakukan di Bait Suci Sorgawi adalah sama dengan apa yang imam di Bait Suci duniawi lakukan. Apa yang Yesus lakukan saat ini sangat berhubungan dengan Bait Badani, yaitu bait pribadi setiap umat Allah di dunia saat ini. Kegiatan Yesus sangat berhubungan dengan penerangan umat-umat-Nya melalui bait gerejani. Kegiatan Yesus sangat berhubungan dengan pikiran dan kesadaran kita baik secara pribadi/bait badani maupun sebagai satu umat/bait gerejani di dunia ini. Yesus sedang membersihkan pikiran kita dengan darah-Nya. Yesus sedang dan ingin menulis hukum-hukum-Nya pada hati dan pikiran kita. Bilamana kita percaya dan menurut kepada-Nya, maka kita akan selamat. Bait Suci Sorgawi adalah pusat kendali keselamatan manusia. Inilah rahasia bait suci yang sekarang telah terungkap.

Ibrani 8:1-6 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, 8:2 dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. 8:3 Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. 8:5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: “Ingatlah,” demikian firman-Nya, “bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.” 8:6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

Leave a Reply