Rahasia Kemajuan

Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 19 dan 20 Maret (MARANATHA THE LORD IS COMING – Ellen G. White) :

19 Maret – Rahasia Kemajuan
Percayalah kepadaNya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapanNya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela. Mazmur 62:8.

Kita harus banyak berdoa jika kita mau membuat kemajuan dalam hidup ilahi. Ketika pesan kebenaran itu diproklamirkan pertama-tama, betapa banyak kami berdoa. Betapa seringnya suara pengantaraan itu terdengar di dalam bilik, di dalam gudang, di kebun, atau di hutan kecil. Secara berulang-ulang kami menghabiskan waktu di dalam doa yang sungguh-sungguh, dua atau tiga orang bersama menyatakan janji; seringkali suara tangisan terdengar dan kemudian suara ucapan syukur dan nyanyian pujian. Sekarang karena hari Allah itu sudah lebih dekat daripada kita percaya sebelumnya, dan kita harus lebih sungguh-sungguh, lebih bersemangat, dan kuat, daripada di hari-hari sebelumnya. Bahaya-bahaya kita adalah lebih hebat sekarang daripada waktu itu. 86.1
Adalah dalam waktu-waktu penyampaian doa yang menyendiri Yesus telah menerima kebijaksanaan dan kekuatan dalam hidup duniawiNya. Biarlah orang-orang muda meniru teladanNya dalam menemukan pada waktu subuh dan petang hari suatu masa yang hening untuk persekutuan dengan Bapa di surga. Pada setiap langkah jalan kita Dia berkata, “Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” Yesaya 41:13. Dapatkah anak-anak kita mempelajari pelajaran ini pada masa-masa awal kehidupan mereka, betapa kesegaran dan kekuatan, betapa kesenangan dan kegembiraan, akan dibawa ke dalam kehidupan mereka! 86.2
Biarlah hatimu beristirahat demi kerinduannya untuk Allah, untuk Allah yang hidup. Hidup Kristus telah menunjukkan apa yang dapat diperbuat oleh kemanusiaan dengan menjadi pengikut tabiat ilahi. Semua yang Kristus telah terima dari Allah boleh juga kita miliki. Maka mohonkanlah dan terimalah. Dengan iman yang gigih dari Yakub, dengan tekad keras dari Eliyah, mintalah bagi dirimu semua yang Allah telah janjikan. 86.3
Biarlah gagasan-gagasan mulia dari Allah memiliki hatimu. Biarlah hidupmu dijalin melalui hubungan-hubungan yang tersembunyi kepada hidup Yesus. Dia yang telah memerintahkan terang itu untuk menyinari kegelapan sedang berkenan menyinari hatimu, untuk memberikan terang pengetahuan dari kemuliaan Allah di dalam wajah Yesus Kristus. Roh Kudus akan mengambil perkara-perkara milik Allah ini dan menunjukkannya kepadamu…… Kristus akan menuntun engkau pada ambang pintu milik Yang Abadi itu. Engkau boleh melihat kemuliaan itu melampaui selubung, dan mengungkapkan kepada orang-orang kecukupan yang berasal dari pada Dia yang hidup selamanya untuk membuat perantaraan bagi kita. 86.4

20 Maret – Iman Yang Tidak Tergoyahkan
Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Yakobus 1:6.

Doa dan iman adalah berhubungan dengan erat, dan mereka perlu dipelajari secara bersama-sama. Dalam doa yang berasal dari iman ada sebuah pengetahuan ilahi; ia itu adalah sebuah pengetahuan yang harus dimengerti oleh siapa saja yang mau membuat pekerjaan hidupnya berhasil. Kristus berkata, “Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” [Markus 11:24]. Dia membuatnya jelas bahwa permintaan kita harus sesuai dengan kehendak Allah; kita harus memohon hal-hal yang Dia telah janjikan, dan apa saja yang kita terima mestilah digunakan dalam melaksanakan kehendakNya. Jika syarat-syarat ini dipenuhi, maka janji itu adalah pasti. 87.1
Demi pengampunan dosa, demi Roh Kudus, demi sebuah penguasaan diri seperti Kristus, demi kebijaksanaan dan kekuatan untuk melakukan pekerjaanNya, demi setiap hadiah yang dijanjikanNya, kita boleh meminta; lalu kita percaya bahwa kita menerimanya, dan sebagai balasnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Allah bahwa kita telah menerimanya. Kita perlu mengharapkan bukan bukti yang kelihatan dari berkatNya. Hadiah itu ada di dalam janjinya, dan kita boleh menjalankan pekerjaan kita yang dijamin oleh apa yang dijanjikan Allah untuk diperbuatNya, dan bahwa hadiah itu, yang sudah kita miliki, akan menjadi nyata ketika kita sangat memerlukannya. 87.2
Untuk menjalani hidup yang sedemikian sesuai dengan firman Allah berarti penyerahan seluruh hidup kepadaNya. Akan terasa sebuah kebutuhan dan ketergantungan yang terus-menerus, sebuah penarikan hati ke hadapan Allah. Doa adalah sebuah keperluan; sebab ia itu adalah kehidupan dari jiwa. Doa keluarga, doa bersama, memiliki tempatnya masing-masing; tetapi adalah persekutuan rahasia dengan Allah yang mempertahankan kehidupan jiwa…… 87.3
Sebuah kekuatan sebagaimana yang belum pernah ada sebelumnya terlihat menggenggam dunia ini. Dalam hiburan, dalam mencari uang, dalam persaingan kekuasaan, dalam pertarungan habis-habisan untuk mempertahankan keberadaan hidup, ada sebuah kekuatan mengerikan yang memikat tubuh, pikiran, dan jiwa. Di tengah kesibukan yang tergesa-gesa ini, Allah sedang berbicara. Dia menawarkan kita untuk memisahkan diri dari dunia dan bersatu denganNya. “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi.” [Mazmur 46:10]. 87.4
Bukanlah perhentian sesaat dalam kehadiranNya, melainkan hubungan pribadi dengan Kristus, untuk duduk dalam kebersamaan dengan Dia—inilah kebutuhan kita. 87.5

March 19 – The Secret of Progress
Trust in him at all times; ye people, pour out your heart before him: God is a refuge for us. Ps. 62:8
We must be much in prayer if we would make progress in the divine life. When the message of truth was first proclaimed, how much we prayed. How often was the voice of intercession heard in the chamber, in the barn, in the orchard, or the grove. Frequently we spent hours in earnest prayer, two or three together claiming the promise; often the sound of weeping was heard and then the voice of thanksgiving and the song of praise. Now the day of God is nearer than when we first believed, and we should be more earnest, more zealous, and fervent than in those early days. Our perils are greater now than then. 86.1
It was in hours of solitary prayer that Jesus in His earth-life received wisdom and power. Let the youth follow His example in finding at dawn and twilight a quiet season for communion with their Father in heaven. And throughout the day let them lift up their hearts to God. At every step of our way He says, “I the Lord thy God will hold thy right hand; . . . fear not; I will help thee.” Isa. 41:13. Could our children learn this lesson in the morning of their years, what freshness and power, what joy and sweetness, would be brought into their lives! 86.2
Let your heart break for the longing it has for God, for the living God. The life of Christ has shown what humanity can do by being partaker of the divine nature. All that Christ received from God we too may have. Then ask and receive. With the persevering faith of Jacob, with the unyielding persistence of Elijah, claim for yourself all that God has promised. 86.3
Let the glorious conceptions of God possess your mind. Let your life be knit by hidden links to the life of Jesus. He who commanded the light to shine out of darkness is willing to shine in your heart, to give the light of the knowledge of the glory of God in the face of Jesus Christ. The Holy Spirit will take the things of God and show them unto you. . . . Christ will lead you to the threshold of the Infinite. You may behold the glory beyond the veil, and reveal to men the sufficiency of Him who ever liveth to make intercession for us. 86.4

March 20 – Unwavering Faith
Let him ask in faith, nothing wavering. For he that wavereth is like a wave of the sea driven with the wind and tossed. James 1:6.
Prayer and faith are closely allied, and they need to be studied together. In the prayer of faith there is a divine science; it is a science that everyone who would make his life-work a success must understand. Christ says, “What things soever ye desire, when ye pray, believe that ye receive them, and ye shall have them.” Mark 11:24. He makes it plain that our asking must be according to God’s will; we must ask for the things that He has promised, and whatever we receive must be used in doing His will. The conditions met, the promise is unequivocal. 87.1
For the pardon of sin, for the Holy Spirit, for a Christlike temper, for wisdom and strength to do His work, for any gift He has promised, we may ask; then we are to believe that we receive, and return thanks to God that we have received. We need look for no outward evidence of the blessing. The gift is in the promise, and we may go about our work assured that what God has promised He is able to perform, and that the gift, which we already possess, will be realized when we need it most. 87.2
To live thus by the word of God means the surrender to Him of the whole life. There will be felt a continual sense of need and dependence, a drawing out of the heart after God. Prayer is a necessity; for it is the life of the soul. Family prayer, public prayer, have their place; but it is secret communion with God that sustains the soul life. . . . 87.3
An intensity such as never before was seen is taking possession of the world. In amusement, in money-making, in the contest for power, in the very struggle for existence, there is a terrible force that engrosses body and mind and soul. In the midst of this maddening rush, God is speaking. He bids us come apart and commune with Him. “Be still, and know that I am God.” . . . 87.4
Not a pause for a moment in His presence, but personal contact with Christ, to sit down in companionship with Him– this is our need. 87.5

Leave a Reply