Rendahnya Keadaan Moral

May 25, 2013 - Ellen G. White

25 Mei – Rendahnya Keadaan Moral
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Efesus 5:3.

Ada suatu kebiasaan umum yang mengkhawatirkan dalam aktivitas-aktivitas percakapan pada masa kini, yang menunjukkan rendahnya keadaan pikiran dan moral. Keluhuran tabiat yang benar adalah sangat langka. Kerendahan hati dan tata krama yang benar adalah jarang terlihat. Ada sedikit orang saja yang murni dan tidak bernoda…… 153.1
Pikiran-pikiran cemar yang tersimpan menjadi kebiasaan, dan jiwa tergores dan ternoda. Sekali melakukan tindakan yang salah maka suatu noda diperbuat, yang tak satupun bisa membersihkannya kecuali darah Kristus; dan jika kebiasaan ini tidak diubah dengan ketekunan yang teguh, maka jiwa pun dikotori dan gelombang yang mengalir dari air terjun yang menodai ini akan mengotori orang-orang lain. 153.2
Ada laki-laki dan perempuan yang mengundang pencobaan; mereka menempatkan diri mereka sendiri dalam kedudukan-kedudukan di mana mereka akan digoda, di mana mereka tak bisa menolak selain untuk dicobai, tatkala mereka menempatkan diri mereka dalam masyarakat yang patut diragukan. Cara terbaik untuk menghindari dosa adalah bertindak atas dasar pertimbangan yang sepatutnya di setiap waktu dan dalam segala situasi, jangan pernah bergerak atau berbuat dari dorongan hati. Berbuatlah dalam takut akan Allah selamanya di hadapanmu maka engkau pasti akan bertindak benar. 153.3
Bahaya-bahaya moral yang diperlihatkan baik orang-orang tua maupun orang-orang muda, meningkat setiap hari. Kekacauan moral, yang kita sebut kebejatan, menemukan ruangan yang luas untuk bekerja, dan pengaruhnya diberikan oleh laki-laki, perempuan, dan kaum muda yang mengaku sebagai orang-orang Kristen yang adalah rendah, sensual, dan jahat …… 153.4
Mereka yang sudah mempelajari kebenaran dan tidak memiliki pekerjaan sesuai dengan pengakuan mereka akan iman adalah budak pencobaan-pencobaan Setan. Mereka memasuki bahaya pada setiap langkah mereka maju. Mereka dibawa untuk berhubungan dengan yang jahat, mereka menyaksikan penglihatan-penglihatan, mereka mendengar suara-suara, yang akan membangunkan hasrat-hasrat mereka yang tidak patuh itu; mereka ditundukkan pada pengaruh-pengaruh yang menuntun mereka untuk memilih yang jahat daripada yang baik, karena mereka tidak teguh bersungguh-sungguh. 153.5
Tak ada latihan yang sangat kita perlukan sekarang selain daripada penyiapan para pemuda dan pemudi untuk memiliki kejujuran moral dan untuk membersihkan jiwa-jiwa mereka dari setiap noda dan noda kekotoran moral. 153.6

26 Mei – Fanatisisme dan Bahasa Lidah
Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi. Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. 1 Korintus 14:32, 33.

Sebuah roh fanatisisme telah memimpin sekelompok tertentu dari para pemelihara Sabat…… Mereka telah menghirup namun dengan sedikit sumber air kebenaran dan tidak mengenal roh pekabaran malaikat ketiga. Tak ada yang bisa diperbuat bagi kelompok ini hingga pandangan-pandangan fanatik mereka dikoreksi…… 154.1
Sebagian dari orang-orang dalam kelompok ini memiliki aktivitas-aktivitas latihan yang mereka sebut sebagai karunia-karunia dan mengatakan bahwa Tuhan telah menempatkan mereka di dalam gereja. Mereka mengucapkan suatu omongan yang tidak bermakna yang mereka sebut sebagai bahasa yang tidak dikenal, yang tidak diketahui bukan saja oleh manusia tetapi juga Tuhan dan seluruh penghuni surga. Karunia-karunia yang demikian dibuat oleh laki-laki dan perempuan, yang dibantu oleh si penipu besar itu. Fanatisisme, kegirangan yang palsu, omongan yang keliru dalam bahasa-bahasa lidah, dan aktivitas-aktivitas yang ribut telah dianggap sebagai karunia-karunia yang Allah tempatkan di dalam Gereja. Sebagian orang telah tertipu dalam hal ini. Buah-buah dari semuanya ini tidak pernah baik…….. 154.2
Ada banyak semangat yang resah yang tidak akan tunduk pada kedisiplinan, sistem, dan aturan. Mereka menyangka bahwa kebebasan mereka akan dibatasi jika mereka harus menyingkirkan penilaian mereka sendiri dan tunduk kepada penilaian dari mereka yang berpengalaman. Pekerjaan Allah tidak akan berkembang jika tidak ada sebuah watak yang tunduk pada aturan dan menyingkirkan roh yang sembrono dan kacau dari fanatisisme yang lahir dari pertemuan-pertemuan mereka. Kesan-kesan dan perasaan-perasaan bukanlah bukti yang pasti bahwa seseorang dituntun oleh Tuhan. Setan, jika ia tidak dicurigai, akan memberikan kesan-kesan dan perasaan-perasaan itu. Hal ini bukanlah tuntunan yang aman. Semua orang hendaknya secara menyeluruh mengenalkan diri mereka sendiri pada bukti-bukti iman kita, dan menjadi pelajaran besar mestinya bagaimana mereka bisa menghiasi pengakuan mereka dan menghasilkan buah demi kemuliaan Allah……… Sebuah semangat yang remeh, bercanda, dan sembrono harus ditegur. Bukanlah bukti akan adanya karunia Allah atas hati bagi orang-orang untuk berbicara dan berdoa dengan talenta mereka di dalam pertemuan, dan kemudian menyerahkan diri pada tata cara yang kasar dan ceroboh atas pembicaraan dan tindakan bila keluar dari pertemuan itu…… 154.3
Kebenaran Allah tidak akan pernah merendahkan, tetapi akan meninggikan penerimanya, membaharui citarasanya, menguduskan penilaiannya, dan menyempurnakan dirinya bagi rombongan malaikat murni dan suci di dalam kerajaan Allah. 154.4

May 25 – Low State of Morals
Fornication, and all uncleanness, or covetousness, let it not be once named among you, as becometh saints. Eph. 5:3.
There is an alarming commonness in conversation at the present day, which shows a low state of thoughts and morals. True dignity of character is very rare. True modesty and reserve are seldom seen. There are but few who are pure and undefiled. . . . 153.1
Polluted thoughts harbored become habit, and the soul is scarred and defiled. Once do a wrong action and a blot is made which nothing can heal but the blood of Christ; and if the habit is not turned from with firm determination, the soul is corrupted and the streams flowing from this defiling fountain corrupt others. 153.2
There are men and women who invite temptation; they place themselves in positions where they will be tempted, where they cannot but be tempted, when they place themselves in society that is objectionable. The best way to keep safe from sin is to move with due consideration at all times and under all circumstances, never to move or act from impulse. Move with the fear of God ever before you and you will be sure to act right. 153.3
The moral dangers to which all, both old and young, are exposed are daily increasing. Moral derangement, which we call depravity, finds ample room to work, and an influence is exerted by men, women, and youth professing to be Christians that is low, sensual, devilish. . . . 153.4
Those who have learned the truth and do not have works corresponding with their profession of faith are subject to Satan’s temptations. They encounter danger at every step they advance. They are brought into contact with evil, they see sights, they hear sounds, that will awaken their unsubdued passions; they are subjected to influences that lead them to choose the evil rather than the good, because they are not sound at heart. . . . 153.5
There is no training we need so much now as the preparing of young men and women to have moral rectitude and to cleanse their souls of every spot and stain of moral defilement. 153.6

May 26 – Fanaticism and Tongues Speaking
The spirits of the prophets are subject to the prophets. For God is not the author of confusion, but of peace, as in all churches of the saints. 1 Cor. 14:32, 33.
A spirit of fanaticism has ruled a certain class of Sabbathkeepers. . . . They have sipped but lightly at the fountain of truth and are unacquainted with the spirit of the message of the third angel. Nothing can be done for this class until their fanatical views are corrected. . . . 154.1
Some of these persons have exercises which they call gifts and say that the Lord has placed them in the church. They have an unmeaning gibberish which they call the unknown tongue, which is unknown not only by man but by the Lord and all heaven. Such gifts are manufactured by men and women, aided by the great deceiver. Fanaticism, false excitement, false talking in tongues, and noisy exercises have been considered gifts which God has placed in the Church. Some have been deceived here. The fruits of all this have not been good. . . . 154.2
There are many restless spirits who will not submit to discipline, system, and order. They think that their liberties would be abridged were they to lay aside their own judgment and submit to the judgment of those of experience. The work of God will not progress unless there is a disposition to submit to order and expel the reckless, disorderly spirit of fanaticism from their meetings. Impressions and feelings are no sure evidence that a person is led by the Lord. Satan will, if he is unsuspected, give feelings and impressions. These are not safe guides. All should thoroughly acquaint themselves with the evidences of our faith, and the great study should be how they can adorn their profession and bear fruit to the glory of God. . . . A trifling, joking, reckless spirit should be rebuked. It is no evidence of the grace of God upon the heart for persons to talk and pray with talent in meeting, and then give up to a rough, careless manner of talking and acting when out of meeting. . . . 154.3
The truth of God will never degrade, but will elevate the receiver, refine his taste, sanctify his judgment, and perfect him for the company of the pure and holy angels in the kingdom of God. 154.4

Leave a Reply