RINDU KEPADA PENURUTAN FIRMAN TUHAN

August 24, 2015 - kesaksian

Oleh Pastor Inaciu da Kosta

Dia ingin menjadi seorang Kristen yang setia, tetapi kerinduannya tak kesampaian. Lalu dia bertemu dengan sahabat lamanya yang menunjukkan Jalan  hidup baru dalam Kristus dan kebenarannya. Ibu Thomas meninggal ketika Thomas baru berumur satu setengah tahun. Ayah Thomas dengan tegun memelihara keempat orang anaknya yang masih kecil-kecil, termasuk Thomas yang bungsu.

Suatu hari memikiul beban yang berkelebihan, dia mengalami luka pada paru-parunya sehingga perlu perawatan yang intensif. Menurut Paramedis yang memeriksa, Thomas harus dioperasi. Keadaan ekonomi keluarganya tidak memungkinkan untuh hal itu. Kengerian bahwa maut akan segera merengut nyawanya menghantui pikirannya setiap hari.

 

Ketika Thomas mulai mempelajari Alkitab bersama seorang Advent secara ajaib penyakitnya dilupakan, entah itu sembuh atau tidak tetapi hal yang diakui dia menerima kekuatan baru untuk mengahdapi kematian yang selama ini sangat ditakuti. Hal ini Thomas tidak dapatkan selama di gereja asalnya (Roma Katholik) yang membaptiskannya sejak ia masih bayi. Bahkan sejak ia berkonsultasi dengan seorang priest parokinya yaitu Manuel Fraile, untuk mendapatkan kekuatan baru bila menghadapi maut, Priest tersebut mengatakan tidak ada waktu untuk belajar Alkitab atau konsultasi.

 

Thomas segera memutuskan untuk mendalamai Alkitab dan pengenalan akan Tuhan Yesus secara intensif. Tetapi ia sadar bahwa, ia tidak bisa mendalami secara sendiri. Satu kali Thomas bertemu dengan sahabat lamanya Makario yang memperkenalkan beberapa temannya yang bisa membantunya. Walaupun pada waktu itu Makario sendiri belum dibaptis dalam gereja Advent. Makario sendiri mengatakan kepada Thomas bahwa ada Missionary yang sementara ini berada 25 kilometer dari tempatnya. Dan bahkan Pastor Inaciu da Kosta sering juga jalan kaki lewat tempatmu untuk melawat umat-umat Tuhan yang jauhnya 35 km dari Lospalos. Pastor Inaciu da Kosta selalu lewat rumah Thomas bila berjalan untuk mengunjungi anggota Jemaat, hanya saja Thomas tidak ada di rumah. Akhirnya Charles Mandagie, salah seorang missionary dari Indonesia bisa bertemu dan menbantunya untuk lebih memahami Alkitab.

 

Setelah enam bulan belajar Alkitab bersama–sama dengan teman-teman dari Advent ia pun dibaptiskan dalam Jemaat Tuhan SDA.

 

Panggilan Menginjil

Setelah Thomas dibaptis ia sangat bersemangat untuk membagikan Kasih Yesus bagi teman-temannya yang ada di pendalaman yaitu yang sekampung dengannya. Segala sesuatu tentang kebenaran dan hidup baru yang dia tahu, dibagikannya.

 

Thomas adalah orang yang setia sejak ia mau belajar Firman Tuhan sampai ia dibaptis ia harus berjalan ke Lospalos lebih dari 18 kilometer untuk berbakti bersama-sama dengan temannya-temannya sesama umat Advent pada setiap hari Sabat. Dan pada setiap hari Minggu keesokannya ia kembali ke kampungnya.

 

Jemaat itu beranggotakan sekitar 20 orang lebih bila semua dapat berkumpul pada hari Sabat. Tapi jarang semua anggota dapat berkumpul bersama-sama oleh karena banyak jemaat yang datang dari tempat yang jauh, rata-rata lebih dari 20 km.  Walaupun anggota-anggota tinggalnya saling berjauhan tapi mereka suka membagikan Injil kebenaran. Pendeta yang menggembalakan jemaat tersebut juga harus berjalan cukup jauh untuk mengunjungi para anggota jemaatnya. Jemaat tersebut rajin membagikan Injil walaupun sering sekali mereka diancam bahkan rumah mereka pun mau dibakar dan menghadapi berbagai teror lainnya.

 

Thomas Berjumpa Dengan

Teman Lamanya

Dalam perjalanannya bolak-balik kampung halamannya pada setiap hari Sabat dan Minggu, ia selalu membawa traktat yang dibagikannya kepada orang-orang yang berada di sepanjang jalan menuju ke kampungnya.

 

Suatu kali ia bertemu dengan teman lamanya, Alarico, yang tinggal 9 km dari Lospalos, dan Thomas pun diajaknya untuk mampir di rumah temannya itu. Kesempatan ini Thomas gunakan untuk menyampaikan Kabar Baik dari Yesus. Mulai Thomas menjelaskan bahwa sejak Ia mengenal Kasih Kristus dan kebenaran-Nya ia merasa bersukacita. Ia pun menawarkan bila Alarico mau belajar Sabda Allah, namun ia belum ada waktu.

 

Pada suatu hari Jumat seperti kebiasaan Thomas berjalan ke Lospalos untuk berbakti pada hari Sabat, ia mampir di rumah Alarico untuk memulai belajar Alkitab. Ketika ia mengucapkan salam beberapa kali akhirnya ada yang menyahut dari dalam. Thomas pun masuk tetapi menemukan Alarico sedang terbaring tak berdaya. Penyakit radang Paru-parunya yang pernah dideritanya sekarang kambuh lagi. Thomas pun memintanya untuk ke rumah sakit agar dapat ditangani secara medis.  “Kami tidak memiliki uang untuk ke rumah sakit,” kata istrinya dengan wajah murung. Thomas pun hanya meminta doa bersama dengan keluarga tersebut. Kemudian ia pun melanjutkan perjalanannya ke Lospalos.

 

Pertemuan Yang Bisu

Hari Minggu pagi setelah hari Sabat lewat, seperti biasa Thomas berjalan pulang kembali ke kampung halamannya. Tepat di depan rumah sakit ia berjumpa dengan beberapa orang muda yang ia kenal baik. Para pemuda tersebut adalah teman belajar Alkitab bersama Thomas. Ia pun menyapa mereka, namun teman-teman itu mengatakan, “Tom, semalam Alarico telah meninggal.” Thomas kaget dan terdiam, ia menginggat Alarico yang baru beberapa hari ia temui dan menawarkannya untuk belajar Alkitab tetapi dia belum bersedia. Setelah para pemuda itu berlalu ia masih terdiam dan seolah tak percaya akan apa yang didengarnya itu. Untuk memastikannya, ia pun dengan cepat menuju ke dalam ruang Rumah Sakit. Setelah ia masuk ia melihat beberapa keluarga sedang meratapi Alarico yang tak bernyawa.

 

Saat itu waktu menunjukkan pukul 13:30 Waktu Timor Leste. Alarico meninggal jam 22:00 WTL pada malam sebelumnya.  “Kenapa mayatnya belum dibawa ke rumah?” Thomas bertanya. Mereka menjawab: “Kami sudah berusaha, dengan memohon kepada Bupati, Camat, pihak rumah sakit, tetapi mereka semua tidak dapat membantu.”

 

“Barangkali kalian bisa meminta Priest Katholik, mungkin beliau bisa membantu,” kata Thomas. “Priest katakan dia tidak bisa, nanti mobilnya kerasukan roh orang mati,” kata keluarga Alarico.

 

“Barangkali saya yang akan mencoba lagi,” kata Thomas. Ia pun pergi ke berbagai tempat untuk mencari bantuan. Dan terakhir ia datang kepada Priest Katolik, memohon mobilnya agar bisa membantu umatnya.  Priest tetap pada pendiriannya, bahwa ia tidak bisa membantu karena takut roh orang mati akan merasuki mobilnya. Thomas hampir tidak percaya dengan ucapan priest tersebut.

 

Berkat Datang Melalui Doa

Thomas pun kembali ke Rumah Sakit dan berdoa meminta pertolongan Tuhan. Sementara ia masih memikirkan keluarga yang sedang berduka yang mau menghancurkan rumah sakit oleh karena tidak bisa membantu dengan ambulance, tiba-tiba sebuah mobil Toyota Hilux warna unggu memasuki pelataran Rumah Sakit. Seorang lelaki yang wajahnya mirip dengan orang Jepang, duduk di belakang kemudi dengan wajah tenang, menghentikan mobilnya tepat di depan tangga rumah sakit. Thomas yang duduk di tangga rumah sakit tersebut ikut membantu orang yang sedang sekarat karena keracunan dan membawanya ke ruang gawat darurat.

 

Sesaat kemudian Thomas memperhatikan lelaki yang kelihatan tenang itu, dan berharap orang tersebut bisa membantu. Ia pun berdoa sejenak sebelum mendekati bapak yang wajahnya kelihatan familier itu. Thomas pun menyampaikan permohonannya, agar orang tersebut bisa membawa Jenazah Alarico ke rumahnya yang jauhnya 12 km dari Lospalos. Bapak tersebut tidak menolak bahkan tanpa banyak bertanya ia mau membantu. Pada saat bapak tersebut mengiyakan permintaannya, Thomas hampir tak percaya. Dia tak percaya kalau masih ada orang yang mau membantu sementara ia tidak pernah mengenal orang tersebut. Ia hampir melompat dan memeluk bapak yang begitu baik hati mau menolongnya. Ia hanya mengucapkan terima atas bantuannya.

 

Setelah itu Thomas pun memperkenalkan bahwa ia adalah seorang anggota Jemaat Advent di Lospalos. Ia hanya mau menolong keluarga yang berduka. Ternyata bapak tersebut juga adalah seorang Advent. Ia adalah Bpk. Jeffrey Kiroyan, yang bekerja di AFMET, sebuah LSM ternama di kota Lospalos sebagai Manager LSM tersebut.

 

Thomas bersama dengan keluarga yang sedang berduka sangat bersukacita, Tuhan yang penuh kasih tidak membiarkan umat-umat-Nya, bahkan menggunakan umat pilihan-Nya untuk saling menolong.

 

Jenazah Alarico akhirnya dapat dibawa pulang ke rumahnya berkat bantuan yang diterima melalui Bpk. Jeffrey K.  Berkat Allah yang dirasakan tidak sampai di situ karena Bpk. Jeffrey juga menyerahkan beberapa US dollar yang lebih dari cukup untuk keluarga yang berduka, di mana bantuan ini ternayata sangat membantu keluarga yang sedang berduka tersebut.

 

Saudara-sauadara seiman yang sedang membaca Warta Advent On-line ini, Thomas mengharapkan kiranya saudara-saudara dapat ikut membantu jemaat kecil di kota Lospalos, sehingga kerinduan mereka untuk dapat memiliki kendaraan Ambulance yang akan digunakan untuk membantu masyarakat dapat terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama.

 

› tags: firman / menurut /

Leave a Reply