Salah Fokus

July 15, 2017 - Soundcloud Sam

Kebanyakan orang Kristen percaya bahwa dalam menjalani kehidupan kekristenan, kita harus berusaha berperilaku baik, dan ketika kita merasa upaya kita sudah maksimum, kita berharap bahwa Kristuslah yang akan menyempurnakannya. Pemikiran ini (keselamatan diperoleh sebagian oleh karena usaha kita dan sebagian lagi oleh karena kuasa-Nya) banyak dianut oleh kebanyakan orang Kristen saat ini.
Pernahkah saudara mengatakan kepada anak-anak saudara untuk berperilaku baik? Pernahkah orang lain meminta kepada saudara untuk “berperilaku baik” dan saudara menjawab “saya akan coba”? Terdengar sangat biasa bukan? Kita berpikir bahwa kita harus berusaha melakukan segala sesuatu dengan kuasa kita sendiri lalu kemudian bilamana usaha kita kurang lengkap, maka kita mengharapkan Allah untuk menyempurnakannya.
Dalam konteks “menghidupkan kehidupan kekristenan” seperti itu, akan sangat sering kita terjebak dalam kebiasaan untuk melakukan apa yang kita tau baik. Kita memaksa diri kita untuk menurut. Dan konsep “agama subsidi” (usaha sendiri + usaha Ilahi) ini sebenarnya berasal dari Babylon.
Namun ada kabar baik, bilamana kita rajin mencari akan Yesus, belajar mengenal Dia lebih baik dan berusaha menenun persahabatan yang semakin hari semakin mendalam dengan-Nya, Dia akan membenarkan perbuatan kita! Kita tidak dapat menghasilkan kebenaran sama sekali, seberapa besarpun usaha maupun perbuatan baik kita. Usaha kita sama sekali tidak mendapatkan kredit keselamatan, konsep meritokrasi tidak relevan disini. Rasul Yohanes menegaskan, hanya Dia lah yang akan menerima segala kemuliaan.
Johanes 15:8 “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Leave a Reply