Sebuah Tempat Berlindung yang Aman

February 27, 2013 - Ellen G. White

Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 28 Februari (MARANATHA THE LORD IS COMING – Ellen G. White) :

28 Februari – Sebuah Tempat Berlindung Yang Aman
Sebab sesungguhnya, Tuhan mau keluar dari tempatNya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana. Yesaya 26:21.

Pada masa ini sedang menjelang dengan pasti dan cepatnya kesalahan yang hampir universal atas para penduduk dari berbagai kota, karena peningkatan yang terus-menerus dari kejahatan yang nekat. Korupsi yang merajalela, adalah melampaui kekuatan pena untuk menggambarkannya. Setiap hari membawa pengungkapan-pengungkapan yang segar akan perselisihan, penyuapan, dan penipuan; setiap hari membawa rekaman yang menyakitkan hati akan kekerasan dan tanpa aturan, akan ketidakpedulian pada penderitaan manusia, akan kehancuran yang brutal dan jahat dari kehidupan manusia…… 67.1
Allah kita adalah Allah yang berbelaskasih. Dengan panjang sabar dan belaskasih yang lembut Dia menghadapi para pelanggar hukumNya…….. Tuhan bersabar dengan orang-orang, dan dengan kota-kota, dengan penuh kasihan memberikan amaran-amaran untuk menyelamatkan mereka dari amarah ilahi; tetapi waktunya akan datang ketika permohonan-permohonan untuk belaskasihan tidak akan lagi didengar….. 67.2
Keadaan-keadaan yang sedang merajalela di masyarakat, dan secara khusus di kota-kota besar dari berbagai bangsa, menyatakan dalam nada-nada yang menggelegar bahwa jam pehukuman Allah ada datang dan bahwa akhir dari segala perkara duniawi sudah dekat. Kita sedang berdiri pada ambang krisis zaman. Dalam pergantian yang cepat pehukuman-pehukuman Allah akan mengikuti api yang satu dan lainnya, dan banjir, dan gempa bumi, dengan perang dan pertumpahan darah……. 67.3
Badai amarah Allah sedang berkumpul; dan hanya orang-orang yang menyambut undangan belaskasih saja yang akan tahan,….. dan menjadi disucikan melalui kepatuhan pada hukum-hukum dari Pengatur yang ilahi. Hanya orang benar saja yang akan berlindung bersama Kristus di dalam Allah sampai kesedihan berlalu. Biarlah bahasa jiwa mengungkapkan perkara ini:
“Other refuge have I none; (“Tiada aku punya tempat perlindungan yang lain;
Hangs my helpless soul on Thee; menggantungkan jiwaku yang tak tertolong ini padaMu;
Leave, Oh leave me not alone! Jangan, Oh jangan biarkan aku sendiri!
Still support and comfort me. Tetaplah mendukung dan menaungi aku.
“Hide me, O my Saviour, hide, “Sembunyikan aku, O Juruselamatku, sembunyikanlah aku,
Till the storm of life is past; Hingga badai kehidupan ini berlalu;
Safe into the haven guide; Selamatkanlah ke dalam tuntunan tempat berlindung;
Oh, receive my soul at last!” Oh, pada akhirnya terimalah jiwaku!”) 67.4

February 28 – A Safe Refuge
Behold, the Lord cometh out of his place to punish the inhabitants of the earth for their iniquity: the earth also shall disclose her blood, and shall no more cover her slain. Isa. 26:21.
There is coming rapidly and surely an almost universal guilt upon the inhabitants of the cities, because of the steady increase of determined wickedness. The corruption that prevails, is beyond the power of the human pen to describe. Every day brings fresh revelations of strife, bribery, and fraud; every day brings its heart-sickening record of violence and lawlessness, of indifference to human suffering, of brutal, fiendish destruction of human life. . . . 67.1
Our God is a God of mercy. With long-sufferance and tender compassion He deals with the transgressors of His law. . . . The Lord bears long with men, and with cities, mercifully giving warnings to save them from divine wrath; but a time will come when pleadings for mercy will no longer be heard. . . . 67.2
The conditions prevailing in society, and especially in the great cities of the nations, proclaim in thunder tones that the hour of God’s judgment is come and that the end of all things earthly is at hand. We are standing on the threshold of the crisis of the ages. In quick succession the judgments of God will follow one another–fire, and flood, and earthquake, with war and bloodshed. . . . 67.3
The storm of God’s wrath is gathering; and those only will stand who respond to the invitations of mercy, . . . and become sanctified through obedience to the laws of the divine Ruler. The righteous alone will be hid with Christ in God till the desolation be overpast. Let the language of the soul be:
“Other refuge have I none; Hangs my helpless soul on Thee; Leave, Oh leave me not alone! Still support and comfort me. “Hide me, O my Saviour, hide, Till the storm of life is past; Safe into the haven guide; Oh, receive my soul at last!” 67.4

Leave a Reply