SEKILAS PANDANG KERAJAAN IMAN

Renungan George R Knight tentang SEKILAS PANDANG KERAJAAN IMAN tersirat ada tiga (3) peristiwa penting untuk direnungkan secara pribadi, yaitu :

1. Kedua penyamun itu “mencelaNya demikian juga” (Mat. 27:44). Tetapi hal itu tidak berlangsung terus-menerus. Salah satu mereka melihat sesuatu dalam diri Yesus yang sama sekali tidak dilihat oleh massa yang tidak peduli.

2. Di saat itu, pencuri yang lain memandang sekali lagi kepada Yesus dan mengingat apa yang telah dia dengar tentang perbuatan penyembuhan Yesus dan belas kasihan-Nya. Tepat pada saat itu iman meraihnya dan harapan menyala dan Ia percaya Yesus adalah Mesias.

3. Di tengah keputusasaan dan tidak ada harapan dan ketidakberdayaan dalam iman, dan keadaan dia yang penuh dosa. Tiba-tiba saja semua pikiran dan emosinya menguasai pikirannya di saat Roh Kudus membawa keyakinan dan kuasa ke dalam hatinya untuk berbicara demi Kristus kepada temannya.

Nah, bagaimana dengan pandangan iman kita kepada Kristus ?

Apakah yang sudah pernah kita lakukan bagi Kristus sebagai pernyataan iman percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah hari ini ?

Inilah nasehat Pena Inspirasi bagi setiap orang percaya untuk dilakukan segera :

1. Inilah waktunya bekerja dengan sungguh-sungguh melakukan kebajikan kepada sesama

“*Sekarang waktunya sudah hampir habis untuk kita bertobat*. Umat Allah harus menaruh minat dalam pekerjaan berbuat baik. Mereka harus mempersatukan hati dan jiwa dalam usaha yang sungguh-sungguh mengangkat dan meringankan sesama mereka.” Testimonies, jld. 6, hlm, 296, 297.

2. Lakukan usaha perorangan memberitakan Kabar baik kepada setiap orang

“Khotbah Tak dapat Melakukannya. Dengan usaha perorangan, jangkaulah orang-orang di mana mereka berada. Saling mengenal dengan mereka. Pekerjaan ini tak dapat diwakilkan. Uang yang dipinjamkan atau yang dihadiahkan tak dapat melaksanakannya. Khotbah dari mimbar tak dapat melakukannya.” Gospel Workers, hlm. 188.

3. Lakukan perbuatan Kasih di hari Sabat melebihi dari hari lainnya sesuai dengan rencana dan maksud Tuhan

“Pelayanan yang Membahagiakan pada Hari Sabat. Sesuai dengan hukum keempat, hari Sabat ditahbiskan untuk istirahat dan kebaktian rohani. Semua pekerjaan duniawi ditunda, tetapi pekerjaan kemurahan dan kebajikan sesuai dengan rencana dan maksud dari Tuhan. Itu tidak dibatasi pada waktu dan tempat. Untuk membebaskan yang menderita, menghibur yang berduka, adalah usaha kasih yang menghormati hari Allah yang kudus.” Redemptions or the Teachings of Christ, no. 4, hlm. 46.

4. Tugas utama setiap orang adalah memberitakan Injil dan bukan hanya berdiam diri saja

“*Jangan Tunggu Jiwa Itu yang Datang kepada Kita*. Kita tidak menunggu jiwa-jiwa sampai datang kepada kita; Kita harus keluar mencari mereka di mana mereka berada. Bilamana firman itu dikhotbahkan dari mimbar, pekerjaan itu baru mulai. Ada banyak orang yang tidak pernah dicapai Injil kecuali itu dibawa kepada mereka.” Christ’s Object Lessons, hlm. 229.

5. Membantu sambil menginjil kepada orang-orang miskin

“Bekerjalah dari rumah ke rumah, tidak menyia-nyiakan orang miskin, yang biasanya dilewati saja. Kristus mengatakan, “Dia telah mengurapi aku untuk mengkhotbahkan Injil kepada orang miskin.” Dan kita pergi melaksanakan hal yang sama.” Review and Herald, 11 Juni 1895.j.

Kiranya Tuhan memberkati segala usaha pelayanan dan pekerjaan tangan kita sampai Maranatha…. 🙏🙏🙏

Leave a Reply