Semangat yang Keliru

April 29, 2013 - Ellen G. White

27 April – Sebuah Kehidupan Rangkap Dua
Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan AnakNya Yesus Kristus. 1 Yohanes 1:3.

Tak ada yang lebih dibutuhkan dalam pekerjaan kita selain hasil-hasil praktis dari persekutuan dengan Allah. Kita harus menunjukkan lewat kehidupan kita sehari-hari bahwa kita memiliki kedamaian dan perhentian dalam Sang Juruselamat. DamaiNya di dalam hati akan memancar pada wajah…… Persekutuan dengan Allah akan meluhurkan tabiat dan kehidupan. Orang-orang akan mengetahui dari kita, sebagaimana murid-murid pertama dahulu, bahwa kita bersama Yesus. Hal ini akan menanamkan di dalam diri pekerja sebuah kuasa yang tidak dapat datang dari yang lain. Dengan adanya kuasa ini ia mestinya tidak memperbolehkan dirinya sendiri untuk dirampas [oleh si jahat]. Kita harus menjalani sebuah kehidupan rangkap dua—sebuah kehidupan dari pemikiran dan perbuatan, dari doa yang hening dan pekerjaan yang sungguh-sungguh. 125.1
Semua orang yang berada di bawah pelatihan Allah membutuhkan waktu yang hening untuk persekutuan dengan hati mereka sendiri, dengan alam, dan dengan Allah…… Kita harus secara pribadi mendengarkanNya berbicara kepada hati kita. Ketika suara-suara lain dibisikkan, dan di dalam keheningan kita menanti di hadapanNya, keheningan jiwa membuat suara Allah lebih berbeda. Dia menawarkan kita, “Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah.” [Mazmur 46:10]. Ini adalah persiapan yang efektif untuk semua pekerjaan bagi Allah. Di tengah-tengah kerumunan orang yang bergegas, dan tekanan berbagai aktivitas yang intens dari kehidupan ini, ia yang disegarkan dengan cara demikian akan dikelilingi dengan sebuah atmosfir terang dan damai. Ia akan menerima sebuah anugerah baru baik kekuatan fisik maupun mental. Hidupnya akan meluapkan sebuah keharuman, dan akan mengungkapkan sebuah kuasa ilahi yang akan menjangkau hati orang-orang. 125.2
Banyak orang, bahkan dalam masa pengabdian mereka, gagal menerima berkat dari persekutuan yang nyata dengan Allah. Mereka terlalu tergesa-gesa. Dengan langkah yang terburu-buru mereka melewati lingkaran kehadiran Kristus yang mengasihi, mungkin berhenti sesaat dalam batas-batas wilayah yang suci, namun tidak mendambakan nasehat. Mereka tidak mempunyai waktu untuk tinggal bersama Guru ilahi. Dengan beban-bebannya mereka kembali bekerja. 125.3
Para pekerja ini tidak bisa meraih keberhasilan yang paling tinggi jika mereka tidak mempelajari rahasia kekuatan itu. Mereka harus memberi diri mereka sendiri waktu untuk berpikir, berdoa, menunggu dari Allah sebuah kuasa fisik, mental, dan spiritual yang memperbaharui. Mereka membutuhkan pengaruh yang meninggikan yang berasal dari RohNya. Dengan menerima ini, mereka akan dipercepat oleh hidup yang segar. 125.4

28 April – Semangat Yang Keliru
Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Roma 10:2.

Ada sebuah semangat yang kacau, tanpa maksud atau tujuan, yang tidak sejalan dengan pengetahuan, yang buta dalam pelaksanaannya dan destruktif dalam hasil-hasilnya. Ini bukanlah semangat Kristen. Semangat Kristen dikendalikan oleh prinsip dan bukannya tidak teratur. Ia itu sungguh-sungguh, dalam, dan kuat, melibatkan seluruh jiwa dan membangkitkan kepekaan moral. 126.1
Penyelamatan jiwa-jiwa dan kepentingan-kepentingan kerajaan Allah adalah urusan-urusan yang sangat penting. Perkara apakah yang menuntut kesungguhan yang lebih besar selain penyelamatan jiwa-jiwa dan kemuliaan Allah? Ada pertimbangan-pertimbangan di sini yang tidak boleh dianggap remeh. Pertimbangan-pertimbangan itu sama pentingnya dengan keabadian. Takdir-takdir abadi sedang dipertaruhkan. Para pria dan wanita sedang memutuskan untuk kebaikan atau celaka. Semangat Kristen tidak akan membuang-buang energinya sendiri dalam pembicaraan, tetapi akan merasa dan bertindak dengan kuat dan efisien. Meskipun demikian semangat Kristen tidak akan bertindak supaya dilihat orang. Kerendahan hati akan memberi tabiat bagi setiap usaha dan terlihat dalam setiap pekerjaan. Semangat Kristen akan menuntun kepada doa yang sungguh dan kerendahan hati serta kepenuhan iman dalam tugas-tugas rumah. Dalam lingkungan keluarga akan terlihat kelemahlembutan dan cinta, kebajikan dan kasih sayang, yang senantiasa merupakan buah-buah dari semangat Kristen…… 126.2
Aduh, betapa sedikit orang yang merasakan nilai dari jiwa-jiwa itu! Betapa sedikit orang yang mau berkorban untuk membawa jiwa-jiwa tersebut pada pengetahuan akan Kristus! Ada banyak pembicaraan, banyak cinta yang diakui untuk jiwa-jiwa yang sedang binasa; tetapi hanya sebatas pembicaraan. Adalah semangat Kristen yang dibutuhkan—sebuah semangat yang akan diwujudkan dengan melakukan sesuatu. Semua orang sekarang harus bekerja bagi diri mereka sendiri, dan bilamana mereka memiliki Yesus dalam hati mereka maka mereka akan mengakui diriNya kepada orang-orang lain. Jiwa yang memiliki Kristus tidak lebih bisa lagi dihalangi untuk mengakui diriNya daripada air sungai Niagara dihentikan dari aliran terjunnya. 126.3
Hidup yang abadi harus melibatkan minat yang paling dalam dari setiap orang Kristen. Menjadi rekan sekerja Kristus dan para malaikat surga dalam rencana besar penyelamatan! Pekerjaan apa yang sebanding dengan ini! Dari setiap jiwa yang diselamatkan ada datang ke hadirat Allah sebuah ganjaran kemuliaan untuk dipantulkan pada orang yang diselamatkan dan juga pada orang yang menjadi alat dalam penyelamatannya. 126.3

April 27 – A Twofold Life
Our fellowship is with the Father, and with his Son Jesus Christ. 1 John 1:3.
Nothing is more needed in our work than the practical results of communion with God. We should show by our daily lives that we have peace and rest in the Saviour. His peace in the heart will shine forth in the countenance. . . . Communion with God will ennoble the character and the life. Men will take knowledge of us, as of the first disciples, that we have been with Jesus. This will impart to the worker a power that nothing else can give. Of this power he must not allow himself to be deprived. We must live a twofold life–a life of thought and action, of silent prayer and earnest work. 125.1
All who are under the training of God need the quiet hour for communion with their own hearts, with nature, and with God. . . . We must individually hear Him speaking to the heart. When every other voice is hushed, and in quietness we wait before Him, the silence of the soul makes more distinct the voice of God. He bids us, “Be still, and know that I am God.” Ps. 46:10. This is the effectual preparation for all labour for God. Amidst the hurrying throng, and the strain of life’s intense activities, he who is thus refreshed will be surrounded with an atmosphere of light and peace. He will receive a new endowment of both physical and mental strength. His life will breathe out a fragrance, and will reveal a divine power that will reach men’s hearts. 125.2
Many, even in their seasons of devotion, fail of receiving the blessing of real communion with God. They are in too great haste. With hurried steps they press through the circle of Christ’s loving presence, pausing perhaps a moment within the sacred precincts, but not waiting for counsel. They have no time to remain with the divine Teacher. With their burdens they return to their work. 125.3
These workers can never attain the highest success until they learn the secret of strength. They must give themselves time to think, to pray, to wait upon God for a renewal of physical, mental, and spiritual power. They need the uplifting influence of His Spirit. Receiving this, they will be quickened by fresh life. 125.4

April 28 – Mistaken Zeal
For I bear them record that they have a zeal of God, but not according to knowledge. Rom. 10:2.
There is a noisy zeal, without aim or purpose, which is not according to knowledge, which is blind in its operations and destructive in its results. This is not Christian zeal. Christian zeal is controlled by principle and is not spasmodic. It is earnest, deep, and strong, engaging the whole soul and arousing to exercise the moral sensibilities. 126.1
The salvation of souls and the interests of the kingdom of God are matters of the highest importance. What object is there that calls for greater earnestness than the salvation of souls and the glory of God? There are considerations here which cannot be lightly regarded. They are as weighty as eternity. Eternal destinies are at stake. Men and women are deciding for weal or woe. Christian zeal will not exhaust itself in talk, but will feel and act with vigour and efficiency. Yet Christian zeal will not act for the sake of being seen. Humility will characterize every effort and be seen in every work. Christian zeal will lead to earnest prayer and humiliation, and to faithfulness in home duties. In the family circle will be seen the gentleness and love, benevolence and compassion, which are ever the fruits of Christian zeal. . . . 126.2
Oh, how few feel the worth of souls! How few are willing to sacrifice to bring souls to the knowledge of Christ! There is much talking, much professed love for perishing souls; but talk is cheap stuff. It is earnest Christian zeal that is wanted–a zeal that will be manifested by doing something. All must now work for themselves, and when they have Jesus in their hearts they will confess Him to others. No more could a soul who possesses Christ be hindered from confessing Him than could the waters of Niagara be stopped from flowing over the falls. 126.3
Eternal life should engage the deepest interest of every Christian. To be a co-worker with Christ and the heavenly angels in the great plan of salvation! What work can bear any comparison with this! From every soul saved there comes to God a revenue of glory to be reflected upon the one saved and also upon the one instrumental in his salvation. 126.4

Leave a Reply