Semua Bangsa mengikuti Tuntunan Amerika Serikat

July 25, 2017 - Ellen G. White

Sebab itu demi segala bangsa mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, dan menyembah patung emas yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu. Daniel 3:7.

Sejarah akan berulang. Agama yang palsu akan ditinggikan. Hari pertama dalam minggu, yaitu sebuah hari bekerja yang lazim, yang tidak memiliki kesucian apapun, akan ditetapkan seperti patung Babil yang pernah ada. Semua bangsa dan bahasa dan kaum akan diperintahkan untuk menyembah sabat yang palsu ini. Ini adalah rencana Setan untuk merendahkan hari yang telah ditentukan Allah yang telah diberikan kepada dunia sebagai sebuah ingatan akan penciptaan.  214.1

Undang-undang yang memaksa penyembahan hari pertama ini akan diterapkan ke seluruh dunia.  214.2

Sebagaimana Amerika Serikat, negeri kebebasan beragama, akan bersatu dengan kepausan dalam menindas hati nurani dan memaksa mereka untuk menghormati sabat palsu itu, demikian pula orang-orang di seluruh dunia ini akan dituntun untuk mencontohnya.   214.3

Bangsa-bangsa lain akan mengikuti Amerika Serikat. Meskipun dia memimpin, krisis yang sama akan menimpa umat kita di seluruh penjuru dunia.  214.4

Bangsa-bangsa akan diarahkan pada kuasanya. Dukungan akan ditarik dari negara-negara yang menyatakan taat pada standar kebenaran Allah, satu-satunya ujian yang pasti atas kepribadian. Dan semua orang yang tidak tunduk pada undang-undang yang dibuat oleh dewan-dewan nasional dan mematuhi hukum-hukum nasional yang meninggikan sabat palsu yang ditetapkan oleh si manusia durhaka itu dalam rangka menginjak-injak hari kesucian milik Allah, akan merasakan kuasa menindas patung binatang itu bukan saja dari kepausan tetapi juga dari dunia Protestan.   214.5  

Masa kesusahan yang terbentang di hadapan umat Allah akan menguji iman yang tidak akan bimbang. Anak-anakNya harus memanifestasikan bahwa hanya Dialah yang patut disembah, dan tak ada keraguan biarpun dari hidup itu sendiri, yang dapat menuntun mereka untuk berkompromi dengan penyembahan yang palsu itu. Bagi hati yang setia, perintah-perintah dari  orang-orang yang berdosa dan fana akan tenggelam ke dalam kesia-siaan di luar firman Allah yang abadi. Kebenaran akan dipatuhi meskipun akibatnya harus dipenjarakan, dibuang, atau dibunuh. 214.6

MARANATHA

Leave a Reply