Semua Harta Kita Untuk Allah

April 29, 2013 - Ellen G. White

26 April – Semua Harta Kita Untuk Allah
Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Matius 10:8.

Semua yang orang terima dari karunia Allah tetap milik Allah. Apa saja yang Dia limpahkan dalam bentuk benda-benda yang berharga dan indah dari dunia ini adalah diserahkan ke tangan kita untuk menguji kita, untuk menyuarakan kedalaman cinta kita bagiNya dan penghargaan kita akan kemurahan-kemurahan hatiNya. Entah itu harta kekayaan ataupun kecerdasan, semuanya harus diletakkan, dengan persembahan yang rela, di kaki Yesus. 124.1
Dalam mengutus murid-muridNya untuk pergi “ke seluruh dunia, dan mewartakan injil kepada segala makhluk,” Kristus menugaskan orang-orang untuk menyampaikan pengetahuan akan rahmatNya. Namun sementara sebagian orang pergi mengajar, Dia memanggil sebagian yang lain…… untuk persembahan-persembahan yang digunakan demi menyokong pekerjaanNya di bumi. 124.2
Tidak semua orang bisa memberikan persembahan yang besar, tidak semua orang bisa melaksanakan pekerjaan-pekerjaan besar, perbuatan-perbuatan megah; tetapi semuanya bisa mempraktikkan penyangkalan diri, semua bisa memperlihatkan ketidakegoisan dari Sang Juruselamat. Sebagian orang bisa membawa pemberian yang banyak ke rumah perbendaharaan Tuhan; sebagian lainnya bisa membawa hanya sedikit; tetapi setiap pemberian yang dibawa dalam ketulusan hati diterima oleh Tuhan. 124.3
Banyak orang akan terkejut melihat betapa banyak yang dapat disimpan demi pekerjaan Allah melalui tindakan-tindakan penyangkalan diri. Jumlah-jumlah yang sedikit yang disimpan melalui perbuatan-perbuatan berkorban akan berbuat lebih besar bagi pembangunan pekerjaan Allah daripada pemberian-pemberian yang lebih banyak yang tidak berasal dari penyangkalan diri. 124.4
Semangat kebebasan adalah semangat surga. Cinta pengorbanan diri dari Kristus diperlihatkan pada kayu salib. Agar manusia bisa diselamatkan, Dia telah menyerahkan segala yang Dia miliki dan kemudian menyerahkan diriNya sendiri. Salib Kristus memberikan imbauan pada kebajikan setiap pengikut Juruselamat yang terberkati itu. Prinsip yang digambarkan di situ adalah memberi, memberi…. Prinsip yang berasal dari dunia ini adalah mengambil, mengambil….. 124.5
Terang injil bersinar dari salib Kristus menegur keegoisan….. Banyak dari umat Allah sekarang berada dalam bahaya penyesatan oleh keduniawian dan hasrat kepemilikan. Mereka seharusnya mengerti bahwa adalah belaskasihNya yang melipatgandakan tuntutan-tuntutan untuk arti keberadaan mereka……. Dia dengan cara demikian membuat manusia menjadi saluran untuk menyalurkan berkat-berkatNya di bumi. Allah telah merancang sistem kemurahan hati agar manusia bisa menjadi seperti Penciptanya, yaitu murah hati dan tidak egois dalam tabiat, dan akhirnya ikut ambil bagian bersama dengan Kristus dalam ganjaran yang abadi dan mulia itu. 124.6

April 26 – All Our Treasures for God
Freely ye have received, freely give. Matt. 10:8.
All that men receive of God’s bounty still belongs to God. Whatever He has bestowed in the valuable and beautiful things of earth is placed in our hands to test us, to sound the depths of our love for Him and our appreciation of His favours. Whether it be the treasures of wealth or of intellect, they are to be laid, a willing offering, at the feet of Jesus. 124.1
In commissioning His disciples to go “into all the world, and preach the gospel to every creature,” Christ assigned to men the work of extending the knowledge of His grace. But while some go forth to preach, He calls upon others . . . for offerings with which to support His cause in the earth. 124.2
Not all can make large offerings, not all can do great works, magnificent deeds; but all can practice self-denial, all can reveal the unselfishness of the Saviour. Some can bring large gifts to the Lord’s treasury; others can bring only mites; but every gift brought in sincerity is accepted by the Lord. 124.3
Many would be surprised to see how much could be saved for the cause of God by acts of self-denial. The small sums saved by deeds of sacrifice will do more for the upbuilding of the cause of God than larger gifts will accomplish that have not called for denial of self. 124.4
The spirit of liberality is the spirit of heaven. Christ’s self-sacrificing love is revealed upon the cross. That man might be saved, He gave all that He had and then gave Himself. The cross of Christ appeals to the benevolence of every follower of the blessed Saviour. The principle there illustrated is to give, give. . . . The principle of worldlings is to get, get. . . . 124.5
The light of the gospel shining from the cross of Christ rebukes selfishness. . . . Many of God’s people are in danger of being ensnared by worldliness and covetousness. They should understand that it is His mercy that multiplies the demands for their means. . . . He thus makes man the medium through which to distribute His blessings on earth. God planned the system of beneficence in order that man might become like his Creator, benevolent and unselfish in character, and finally be a partaker with Christ of the eternal, glorious reward. 124.6

Leave a Reply