Sepuluh Hukum (Lanjutan)

 

Banyak orang berpikir bahwa 10 hukum itu tidak ada hubungannya dengan nubuatan akhir zaman. Dalam pkiran mereka nubuatan hanyalah berhubungan dengan topik-topik seperti Binatang, Rapture, Tanda Biantang, Armageddon, Israel, dll. Apakah pendapat ini benar?

Mari kit abaca Wahyu 14:14 “Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya”. Jadi ini adalah nubuatan tentang kedatangan Krisus dengan sebilah sabit. Waktu penuaian! Mari kita lihat 2 ayat sebelumnya, yaitu Wahyu 14:12 “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus”. Apa ciri-ciri umat- umat Allah yang sudah siap bagi penuaian itu? Menuruti akan perintah Allah dan memiliki iman kepada Yesus Kristus. Perintah Allah adalah 10 Hukum, inilah yang harus dipelihara kalau kita ingin menyambut akan kedatangan-Nya. Bukankah ini suatu nubuatan yang sangat fundamental? Ingat, jika manusia menulis Alkitab, Allahlah yang menulis 10 Hukum. Jelas 10 hukum tidak kalah penting dengan topik-topik populer lainnya. Kita akan mengulangi sedikit pembahasan 10 hukum pada pembahasan sebelumnya, agar bisa dimengerti secara utuh.

Hukum pertama: Keluaran 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Ini  artinya jangan sampai pekerjaan, hoby, anak, istri, suami, TV, ipad, komputer, internet, dollar, perusahaan, dll yang lebih diperhatikan sehingga Allah dilupakan. Ingat dosa adalah pelanggaran akan hukum Allah.

Hukum kedua: Keluaran 20:4,5,6 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Tidak salah melihat atau membeli patung, yang salah kalau kita menyembahnya atau secara tidak langsung menyembahnya. Apakah itu patung Bunda Maria, Budha, atau pemimpin agama lainnya.

Hukum ketiga: Keluaran 20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Sering kita mendengar nama Yesus diserukan secara spontan ketika tiba-tiba melihat atau merasakan sesuatu yang aneh. Herannya, nama-nama nabi lainnya tidak pernah disebut? Disini kita bisa melihat kesuksesan Setan dalam menciptakan trend pelanggaran 10 hukum, sehingga banyak orang yang berbondong-bondong ikut melanggarnya.

Hukum keempat: Keluaran 20:8,9,10,11 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Nah, ini yang paling kontroversial dan yang paling disalah-mengerti. Ini adalah satu-satunya hukum yang dimulai dengan kata “ingat”, dimana Allah ingin agar kita tidak melupakannya. Hal ini mengacu kepada hari Sabat yang menurut Alkitab adalah hari yang ketujuh. Dalam perjanjian baru, sangat jelas dikatakan Yesus bangkit pada hari yang pertama. Buku Matius, Markus, Lukas dan Johanes menjelaskan hal yang sama. Saya sangat setujuh, kita harus menyembah Dia setiap hari, baik hari pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh, namun Alkitab sangat jelas mengatakan bahwa walaupun Yesus bangkit pada hari yang pertama, namun hari ketujuhlah yang menjadi hari Tuhan Allah. Pada ayat 11 dikatakan bahwa Dia menjadikan langit dan bumi. Baca Johanes 1:10, Kolose 1:16 dan Johanes 1:3, semua ayat ini menyatakan hal yang sama. Hukum hari Sabat memberikan kesempatan bagi kita untuk merenungkan Yesus sebagai Pencipta langit dan bumi dan segala isinya. Hukum Sabat memberikan waktu bagi kita untuk merenungkan betapa besarnya kasih Tuhan Pencipta terhadap kita, sehingga Dia rela mati di kayu salib oleh sebab kesalahan kita  yang lalai memelihara 10 perintah-Nya, supaya kita kembali memperoleh kesempatan yang kedua untuk hidup kekal. Saya sendiri sudah memelihara Sabat sejak kecil dan banyak orang Kristen dari berbagai denominasi telah menerima kebenaran hari ketujuh sebagai hari sabat Tuhan Allah. Banyak yang bisa diungkapkan tentang hukum keempat, tapi kita harus lanjut.

Hukum kelima: Keluaran 20: 12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Sama dengan hukum keempat, hukum ini dimulai dengan kata hormat. Jalinlah hubungan baik dengan orang tua, walaupun mereka tidak sempurna tapi itulah firman Allah.

Hukum keenam: Keluaran 20:13 Jangan membunuh. Kalau saja semua orang mematuhi hukum ini, tidak akan ada perang, 9/11, kriminalitas. Bahkan menurut Yesus, membenci saja sudah dianggap membunuh.

Hukum ketujuh: Keluaran 20:14 Jangan berzinah. Coba baca Kejadian 2:24. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Dikatakan bukan bersatu dengan pacar perempuan/laki-laki. Bukan dengan isrti atau suami orang lain. Buka laki-laki dengan laki-laki atau sebaliknya. Tunggulah sampai menikah baru ada hubungan fisik, itu adalah rencana Allah yang dituliskan pada batu.

Hukum kedelapan: Keluaran 20:15 Jangan mencuri. Kalau saja semua mengikuti hukum ini, maka tidak akan ada gembok, kunci, alarm mobil/rumah, dll. Tidak ada rasa cemas, kuatir  barang kita akan dicuri orang, bahkan tidak akan banyak orangmenyimpan uang di bank.

Hukum kesembilan: Keluarang 20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan bergosip, jangan merekayasa cerita. Bayangkan kalau semua menuruti hukum ini, tidak akan ada alat lie detector, tidak perlu ada interogasi karena orang akan mengatakan yang sejujurnya. Apapun resikonya, kita harus menurut hukum ini, karena ini adalah perintah Allah.

Terakhir, hukum kesepuluh: Keluaran 20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.” Hukum ini menyangkut pikiran, keinginan-keinginan kita. Kita harus puas dengan apa yang kita miliki. Kita harus bersyukur kepada Allah atas apa yang kita miliki. Banyak orang yang jatuh sehubungan dengan penurutan akan hukum ini. Raja Daud dan Raja Sulaiman, dll. Kalau kita sudah menikah, jangan lagi menatap ke kiri atau pun ke kanan. Jauhilah tempat-tempat dimana keinginan itu bisa muncul. Kalau kita ingin materi, kerja keraslah dan beli sendiri, supaya tidak menjadi dosa. Gara-gara ingin, makanya banyak perampokan, pembunuhan. Sepertinya inilah hukum yang paling sulit, kita harus berdoa dengan tekun karena “ingin” ini adalah sumber dosa. Karena ingin, makanya orang berdusta, mencuri, berzina, membunuh. Sebetulnya solusinya mudah, tinggalah diluar kota, tempat dimana pencobaan itu sedikit. Kalau tetap dalam kota, kita harus lebih banyak berdoa. Pupuk rasa puas terhadap apa yang kita miliki serta bersyukur atas apa yang ada pada kita.

Nubuatan Alkitab yang dituliskan Yohanes dalam Wahyu 14:12,14. “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus”. Ayat 14:  “Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya”. Jadi, ketika Dia datang untuk menuai, Dia akan menyabit umat-umat Allah yang memelihara hukum-Nya dan beriman kepada-Nya. Semoga saudara dan saya termasuk orang-orang yang disabit untuk dibawa masuk kedalam kerajaan-Nya.

Leave a Reply