Sepuluh Hukum

October 25, 2012 - Steve Wholberg

Sekarang ini banyak orang yang mengabaikan 10 Hukum Allah. Mereka berdalih bahwa Perjanjian Lama sudah tidak berlaku lagi karena kita sekarang hidup pada masa Perjanjian Baru. Ada yang mengatakan bahwa 10 Hukum hanya berlaku bagi orang Israel saja, bukan buat umat-umat Allah sekarang ini. Ada juga yang mengatakan bahwa 10 Hukum sudah dipalangkan di kayu salib dan sekarang ini yang berlaku adalah Hukum Kasih Karunia. Apakah benar demikian? Ada banyak sekali penjelasan yang bisa mematahkan asumsi-asumsi diatas. Namun saat ini saya ingin membawa Saudara kepada suatu rahasia yang barangkali baru sekarang Saudara tahu, namun sebetulnya sudah lama diperlihat kan kepada Yohanes oleh Yesus Kristus sendiri dan diperuntukkan bagi kita umat-umat Allah di akhir zaman, oleh karena Yesus tahu, bahwa para pengikutnya pada akhir zaman akan mengabaikan hukum-hukum Allah baik secara denominasi maupun secara pribadi. Mari kita singkap lebih jauh rahasia ini.

 

Ayat thema kita saat ini terdapat dalam Wahyu 11:9 “Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat” Bukan main, ini adalah suatu penglihatan yang menakjubkan! Allah secara langsung mematahkan semua pandangan modern yang menyatakan bahwa 10 hukum Allah sudah tidak berlaku. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena dari Perjanjian Lama kita tahu bahwa didalam Tabut Perjanjian disimpan 10 Hukum Allah! Jadi 10 Hukum Allah yang berada di Bait Suci berarti: Yesus Kristus sebagai Imam Besar akan melakukan proses penghakiman berdasarkan pada 10 Hukum itu. Proses penghakiman inilah yang akan menentukan keselamatan Saudara dan saya.

 

Coba sekarang kita buka Kejadian 19:16 “Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan”. Sama dengan ayat thema diatas, kisah ketika 10 hukum ini difirmankan, disertai juga dengan serentetan peristiwa alam yang dahsyat. Bukankah ini berarti bahwa Allah ingin menegaskan kepada bangsa Israel badani dahulu kala (Buku Keluaran) dan bangsa Israel rohani sekarang ini (Buku Wahyu) bahwa 10 hukum ini tidak boleh sekali-kali diabaikan, karena ini adalah sesuatu substansial, monumental dan kekal?

 

Bayangkan bila saudara atau saya ada bersama orang Israel pada saat 10 hukum ini difirmankan. Kita akan mendengar guntur silih berganti, kilat sambung menyambung, kemudian bunyi sangkakala yang sangat keras. Barangkali saudara dan saya akan sangat ketakutan. Demikian juga bangsa Israel pada saat itu, mereka gemetar. Kita juga akan melihat asap yang membumbung tinggi yang disertai oleh api lalu merasakan tanah dimana kita berpijak, bergetar..semua ini terjadi bersamaan! Saya ingat dulu waktu masih SMP, gunung Soputan didekat sekolah kami, meletus! Gunung Soputan yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, menyebabkan sebagian wilayah yang ada di Kabupaten Minahasa seperti Langowan, Tompaso dan Kawangkoan mendapat muntahan debu vulkanik. Gemuruh terjadi pada sore hari dan Gunung ini mengeluarkan debu vulkanik yang tebal disertai api. Peristiwa ini nampak jelas dan meliputi wilayah Kawangkoan. Listrik sempat dipadamkan mulai pada malam hari sampai pagi hari sehingga wilayah ini menjadi jadi gelap gulita. Debu vulkanik itu tebalnya mencapai 1 hingga 2 senti. Asap hitam tebal tak henti-hentinya mengepul keluar, membuat suasana menjadi gelap pada siang hari. Tampak api terus berkelebat diatas gunung, gemuruh suara ledakan yang tidak ada henti-hentinya, hujan disertai awan debu menutupi langit sekolah kami. Saya menjadi sangat takut. Sekolah ditutup. Sayapun pulang ke rumah kami di Airmadidi.

 

Bukankah ada maksud Allah dibalik demonstrasi kekuatan alam yang begitu dahsyat ketika 10 hukum Allah ini difirmankan kepada bangsa Israel maupun diperlihatkan kepada Yohanes di buku Wahyu? Ya..benar! Jangan kita sampai mengabaikannnya! Kalaupun ada bagian atau ayat dalam Alkitab yang saudara tidak berkenan, janganlah itu 10 hukum, oleh karena dari semua ayat dalam Alkitab, hanya 10 hukum ini saja yang ditulis dengan jari tangan Allah sendiri, bilamana kita menentangnya/melanggarnya, maka kita sama saja melawan karya Allah yang maha Kuasa dan kuasa ini tampak melalui serentetan peristiwa alam yang dahsyat ketika 10 hukum itu diintroduksi.

 

Mari kita buka Keluaran 20:3-17. “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu”.

 

Selain untuk menegaskan keesaan Allah, hukum itu mengingatkan kita agar dengan menomor-satukan Allah, maka kita akan terluput dari jebakan 3 ‘Ta’ yaitu harta, tahta dan wanita, yang jelas-jelas akan merusak fisik/mental kita. Bukankah dengan tidak menyembah patung, selain Allah ingin menegaskan otoritas-Nya sebagai sumber berkat, maka hukum itu menegaskan bahwa peyembahan patung hanya akan membuang-buang waktu saja, tidak akan menghasilkan keuntungan sedikitpun bagi kita, karena patung tidak memiliki daya dan kuasa sedikitpun? Bukankan dengan tidak menyebut nama Tuhan dengan sia-sia, selain untuk mengawal dan menjaga kebesaran nama-Nya, kita secara langsung diajar untuk menghormati sesama kita, apalagi mereka yang dipercayakan mengemban tugas-tugas Negara/jemaat? Bukankah dengan menyucikan hari ketujuh yaitu hari Sabtu, selain bertujuan untuk meyembah Allah pencipta kita, kita diajarkan untuk mengingat siapa yang menciptakan kita, kita diajar untuk menyisihkan waktu merenungkan firman Allah, memperbaiki hubungan keluarga dan handai tolan, mengagumi alam ciptaan-Nya, menolong dan mendoakan orang yang malang. Bukankah dengan menghormati orang-tua kita, Allah mau agar kehidupan kita dalam keluarga menjadi bahagia? Tidak ada kata-kata kasar, menjamin perawatan mereka dihari tua, dll. Dan tentu ini juga akan berlaku bila kita menjadi tua. Bukankah dengan kita tidak saling membunuh/membenci maka dunia ini akan damai? Bukankah dengan kita setia kepada Istri ataupun Suami, maka kita akan diluputkan dari sakit hati/stres? Bukankah dengan adanya hukum tidak mencuri maka kita tidak perlu membangun pagar tembok yang tinggi disekeliling rumah? Bukankah dengan tidak berdusta maka tidak perlu ada pengadilan? Bukankah dengan tidak ingin, maka semua tatanan kehidupan didunia akan terjaga?

 

Kesimpulannya adalah, hukum yang Allah berikan tidak membebani kita, tidak merugikan kita, tidak mengekang kita, melainkan melindungi kita, menguntungkan kita karena menciptakan kehidupan yang indah, damai dan bahagia. Tuhan Yesus sendiri mengatakan dalam Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”. Raja Daud dalam Mazmur 119:97 mengatakan: “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari”. Rasul Paulus menegaskan dalam Roma 3:31: “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya”.

 

Bagi yang ingin belajar, bertanya atau memberi saran, hubungi kami di k13s@live.com Tuhan memberkati kita.

Leave a Reply