Seratus Empat Puluh Empat Ribu Orang

Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Wahyu 14:1.

Dia atas lautan kristal di hadapan takhta itu, yakni laut kaca sebagaimana ia bercampur dengan api—yang sedemikian gemerlapnya ia dengan kemuliaan Allah—ada berkumpul rombongan yang “telah memperoleh kemenangan atas binatang itu, dan atas patungnya, dan atas tandanya, dan atas bilangan namanya.” Bersama dengan Anak Domba di Bukit Sion, “dengan memegang kecapi-kecapi Allah,” mereka berdiri, yaitu seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari antara umat manusia itu; dan ada terdengar, seperti suara air bah, dan seperti suara sebuah guruh yang besar, “suara para pemain kecapi yang beriringan dengan kecapi-kecapi mereka.” Dan mereka menyanyikan “sebuah lagu baru” di hadapan takhta itu, yakni sebuah nyanyian yang tidak seorang pun dapat mempelajarinya selain seratus empat puluh empat ribu orang itu. Ia itu adalah nyanyian Musa dan Anak Domba—sebuah nyanyian kelepasan. 328.1
Tak seorang pun selain seratus empat puluh empat ribu orang itu yang bisa mempelajari nyanyian tersebut; sebab ia itu adalah nyanyian dari pengalaman mereka—sebuah pengalaman yang tak ada rombongan lain manapun yang pernah miliki. “Inilah mereka yang mengikuti Anak Domba itu ke manapun Dia pergi.” Mereka ini, setelah diubahkan dari bumi, dari antara orang-orang yang hidup, adalah terhitung sebagai “buah-buah pertama kepada Allah dan kepada Anak Domba itu.” Wahyu 15:2,3; 14:1-5. “Inilah mereka yang keluar dari kesusahan besar itu;” mereka telah melewati masa kesusahan seperti yang belum pernah terjadi sejak adanya sebuah bangsa; mereka telah menahan penderitaan dari masa kesusahan Yakub; mereka telah berdiri tanpa seorang pengantara selama pencurahan akhir dari penghakiman-penghakiman Allah. Tetapi mereka telah dilepaskan, sebab mereka telah “membasuh jubah mereka, dan memutihkannya di dalam darah Anak Domba.” “Pada mulut mereka tidak ada tipu: sebab mereka adalah tanpa salah” di hadapan Allah. “Oleh sebab itulah mereka di hadapan takhta Allah, dan melayani Dia siang dan malam di kaabahNya: dan Dia yang duduk pada takhta itu akan berdiam di antara mereka.” 328.2
Mereka telah melihat bumi dicemarkan dengan kelaparan dan sampar, matahari yang mempunyai kekuatan untuk menghanguskan manusia dengan panas yang besar, dan mereka sendiri telah tahan menderita, lapar, dan haus. Tetapi “mereka tidak akan lagi lapar, tidak akan lagi dahaga; matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.” Wahyu 7:14-16. 328.3

17 November – Kumpulan Besar Orang-Orang Tebusan
Kemudian daripada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, dan berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Why. 7:9.

Semua kelompok, semua bangsa dan kaum dan masyarakat serta bahasa akan berdiri di hadapan takhta Allah dan Anak Domba itu dengan jubah mereka yang tiada bernoda dan mengenakan mahkota-mahkota yang dihiasi permata. Berkata malaikat itu, Inilah mereka yang telah keluar dari kesusahan besar dan telah membasuh jubah mereka dan memutihkannya, sementara orang-orang yang mencintai kesenangan lebih daripada Allah, yang memanjakan diri dan tidak patuh, telah kehilangan kedua dunia. Mereka tidak memiliki perkara-perkara dari kehidupan ini maupun dari hidup abadi. 329.1
Kerumunan orang yang menang itu, dengan nyanyian-nyanyian kemenangan serta mahkota-mahkota dan kecapi-kecapi, telah menginjak tungku api dari kesusahan dunia ketika ia itu dipanaskan dan sangat panas. Dari kemelaratan, dari kelaparan dan penyiksaan, mereka datang, dari penyangkalan diri yang dalam dan kekecewaan-kekecewaan yang pahit. Lihatlah kepada mereka sekarang sebagai para penakluk, yang tidak lagi melarat, tidak lagi di dalam kesedihan, dalam penderitaan dan dibenci oleh semua orang demi kepentingan Kristus. Lihatlah pakaian-pakaian surgawi mereka, putih dan bersinar, lebih mewah daripada jubah kerajaan manapun. Lihatlah dengan iman atas mahkota-mahkota mereka yang berhiaskan permata itu; belum pernah ada mahkota semacam itu yang menghias dahi raja duniawi manapun. 329.2
Dengarlah suara mereka tatkala menyanyikan dengan keras hosanna-hosanna dan ketika mereka mengayunkan daun-daun palem kemenangan itu. Musik yang merdu memenuhi surga ketika suara mereka menyanyikan kata-kata ini: “Layak, layaklah Anak Domba itu yang telah dibunuh dan bangkit kembali untuk selama-lamanya. Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba.” Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat mahkluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: “Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! (Why. 7:12). 329.3
Oh, dalam hari itu akan diungkapkan bahwa orang-orang benar adalah orang-orang yang bijaksana, sedangkan orang-orang yang berdosa dan tidak taat adalah bodoh….. Malu dan penghinaan adalah bagian mereka. Mereka yang telah menjadi rekan-rekan sekerja bagi Kristus pada saat itu akan berada di dekat takhta Allah, dikenakan dengan kemurnian dan jubah kebenaran abadi. 329.4

November 16 – The One Hundred Forty-Four Thousand
I looked, and, lo, a Lamb stood on the mount Sion, and with him an hundred forty and four thousand, having his Father’s name written in their foreheads. Rev. 14:1.
Upon the crystal sea before the throne, that sea of glass as it were mingled with fire–so resplendent is it with the glory of God–are gathered the company that have “gotten the victory over the beast, and over his image, and over his mark, and over the number of his name.” With the Lamb upon Mount Zion, “having the harps of God,” they stand, the hundred and forty and four thousand that were redeemed from among men; and there is heard, as the sound of many waters, and as the sound of a great thunder, “the voice of harpers harping with their harps.” And they sing “a new song” before the throne, a song which no man can learn save the hundred and forty and four thousand. It is the song of Moses and the Lamb–a song of deliverance. 328.1
None but the hundred and forty-four thousand can learn that song; for it is the song of their experience–an experience such as no other company have ever had. “These are they which follow the Lamb whithersoever he goeth.” These, having been translated from the earth, from among the living, are counted as “the firstfruits unto God and to the Lamb.” Revelation 15:2, 3; 14:1-5. “These are they which came out of great tribulation;” they have passed through the time of trouble such as never was since there was a nation; they have endured the anguish of the time of Jacob’s trouble; they have stood without an intercessor through the final outpouring of God’s judgments. But they have been delivered, for they have “washed their robes, and made them white in the blood of the Lamb.” “In their mouth was found no guile: for they are without fault” before God. “Therefore are they before the throne of God, and serve him day and night in his temple: and he that sitteth on the throne shall dwell among them.” 328.2
They have seen the earth wasted with famine and pestilence, the sun having power to scorch men with great heat, and they themselves have endured suffering, hunger, and thirst. But “they shall hunger no more, neither thirst any more; neither shall the sun light on them, nor any heat.” Revelation 7:14-16. 328.3

November 17 – The Great Multitude of the Redeemed
After this I beheld, and, lo, a great multitude, which no man could number, of all nations, and kindreds, and people, and tongues, stood before the throne, and before the Lamb, clothed with white robes, and palms in their hands. Rev. 7:9.
All classes, all nations and kindreds and people and tongues will stand before the throne of God and the Lamb with their spotless robes and jewelled crowns. Said the angel, These are they that have come up through great tribulation and have washed their robes and made them white, while the lovers of pleasure more than lovers of God, the self-indulgent and disobedient, have lost both worlds. They have neither the things of this life nor the immortal life. 329.1
That triumphant throng, with songs of victory and with crowns and harps, have trodden in the fiery furnace of earthly affliction when it was heated and intensely hot. From destitution, from hunger and torture, they come, from deep self-denial and bitter disappointments. Look upon them now as conquerors, no longer poor, no longer in sorrow, in affliction and hated of all men for Christ’s sake. Behold their heavenly garments, white and shining, richer than any kingly robe. Look by faith upon their jewelled crowns; never did such a diadem deck the brow of any earthly monarch. 329.2
Listen to their voices as they sing loud hosannas and as they wave the palm branches of victory. Rich music fills heaven as their voices sing forth these words: “Worthy, worthy is the Lamb that was slain and rose again forevermore. Salvation unto our God which sitteth upon the throne, and unto the Lamb.” And the angelic host, angels and archangels, covering cherub and glorious seraph, echo back the refrain of that joyous, triumphant song saying, “Amen: Blessing, and glory, and wisdom, and thanksgiving, and honour, and power, and might, be unto our God for ever and ever” (Rev. 7:12). 329.3
Oh, in that day it will be discovered that the righteous were the wise ones, while the sinful and disobedient were fools. . . . Shame and everlasting contempt is their portion. Those who have been colaborers for Christ will then be near the throne of God, girt with purity and the garments of eternal righteousness. 329.4

Leave a Reply