Serukan kuat kuat kepada umat-Ku pelanggaran dan dosa mereka!

Yesaya 58:1 Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
Banyak penginjil mengkalim bahwa pekabaran merekalah yang adalah: “seruan nyaring” itu.
Tapi dapatkah dipercaya jika apa yang mereka serukan hanya untuk kalangan tertentu saja. Sebagian berkata: “mari kita panggil mereka yang masih diluar kandang untuk bergabung, tetapi jangan mengusik saudara-saudara yang berada dalam Advent. Biarlah dosa-dosa itu tetap ada dalam Advent, karena tidak mungkin manusia bisa sempurna; yang penting berbakti hari Sabat, dosa-dosa lainnya gak terlalu penting; dsb”. Sebagian lagi berkata-kata yang keras dalam gereja Advent tetapi tidak berseru dengan nyaring dosa-dosa diluar Advent, dan juga tidak sedikit yang berkata Advent ini babel, mari kita serukan supaya umat-umat Tuhan keluar dari padanya.
Sungguh sangat bertentangan dengan yang Alkitab katakan.
Yohanes 10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Adakah ayat yang mengatakan kamu harus membangun kandang yang baru sehingga kamu keluar memisahkan diri dari organisasi dengan alasan bahwa organiasasi ini sudah kacau. Memang benar organisasi ini sepertinya akan roboh, tetapi tangan Tuhan yang penuh kuasa itu sedang menahannya. Melompat keluar dari bahtera yang dipenuhi oleh bau kotoran hewan adalah kebinasaan.
Bukankah jika itu seruan nyaring maka seruan itu harus didengar oleh semua yang hidup di zaman ini? Adakah seruan nyaring jika itu disampaikan dengan mengabarkan dari persamaan dahulu lalu kemudian menerangkan kebenaran?
Gantinya berseru dengan suara yang nyaring juga, mereka balik menentang seruan nyaring dengan ayat-ayat Alkitab dengan pengertian sendiri dan kutipan-kutipan Roh Nubuat yang seolah-olah membenarkan anti amaran mereka bahkan ketika mereka kehabisan kata-kata perlawanan, mereka mulai merangkai kata-kata mutiara sendiri yang tampak bijak lalu menjerat banyak orang untuk disesatkan. Mereka dengan kebencian, sombong dan iri hati seperti yang dilakukan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi terhadap Yesus Kristus yang menegur dosa itu dosa; mereka yang membenci Yohanes yang tidak belajar di sekolah imam tapi menyampaikan pekabaran dengan keras; mereka yang melempari Stefanus dengan batu sampai mati. Hal yang sama terjadi saat ini. Mereka sakit hati dan membenci amaran dan berkata: “siapa kamu sehingga beraninya menegur kami; tulisan-tuliasanmu yang menggunakan kata: aku-kamu adalah bukti kesombongan dan membuat diri menjadi prioritas; semua yang kamu tuliskan adalah benar, tetapi tidak terarah dan membabi buta; kamu merasa diri benar dan menganggap semua agama sesat; dsb. Bartobatlah!, mari ikuti pelatihan penginjilan yang kami adakan supaya kamu tahu bagaimana membawa jiwa-jiwa kepada Yesus dan bukan menyakiti semua umat.”
Adakah nabi Yesaya yang menegur bangsa Israel dengan keras karena dia menganggap dirinya benar dihadapan Tuhan? Bukankah nabi Yesaya, Yohanes, Stefanus dan Yesus Kristus sekalipun adalah orang-orang yang rendah hati serta lemah lembut walaupun kata-kata mereka keras? Apakah kemarahan Musa atas pelanggaran bangsa Israel itu bukan karena kasih? (Keluaran 32:19)
Kamu tidak menegur mereka yang melakukan pelanggaran kepada perintah Tuhan tetapi kamu marah kepada orang-orang yang tidak menuruti kemauan kamu dan yang tidak menghargai kamu dan pengorbanan yang kamu lakukan yang sangat banyak itu.

Kamu mengatas namakan persatuan untuk membenarkan sakit hatimu, seolah-olah yang mereka lakuan adalah karena kasih, sedangkan pemberi amaran bertindak dengan kebencian dan fanatik. Padahal umat-umat Tuhan tidak mungkin sakit hati karena Roh Tuhan yang menguasai pikiran mereka. Kamu yang yang jahat selalu berkata: “Tuhan, ampunilah orang yang selalu menyakiti kita” (adakah sakit hati bagi umat Tuhan? dan adakah umat Tuhan menuntut pembalasan atas musuh-musuh mereka? bukankah sebaliknya umat Tuhan itu mengampuni, mengasihi, mendoakan dan mengucapkan berkat atas musuh-musuh mereka?)
1 Korintus 11:19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

Kamu berkata bahwa kita sebagai umat Tuhan harus hidup sebagaimana Yesus Kristus hidup, sedangkan kamu tidak menyerukan kebenaran itu dengan jelas, mengamarkan dunia, menegor dosa, seperti yang Yesus Kristus lakukan. Lihat, Yesus merendahkan diri-Nya dengan penyangkalan diri dengan tidak merasa bahwa diri-Nya harus dihargai dan dihormati, tetapi Dia menegor dengan keras orang-orang yang menentang Tuhan hal yang sama juga dilakukan oleh nabi Yesaya, Yohanes, Stefanus, dll. Akupun demikian, aku mengabarkan kebenaran agar semua mata tertuju kepada Yesus Kristus, dan aku tidak layak mendapat pujian dan hormat. Karena aku sama seperti semua manusia yang hanyalah debu tanah yang tidak memiliki harga diri. Jika aku mau mendapat pujian dan banyak like, tentu aku menuliskan segala yang menyukakan telinga banyak orang. Bukankah di akhir zaman ini banyak orang tidak menyukai kebenaran tetapi justru sebaliknya?
Kamu lihat sendiri apa yang aku kerjakan. Adakah ini seruan nyaring jika hanya menegor beberapa orang saja, tidak tegas, dengan perdebatan, menegur orang hebat saja atau hanya kalangan lemah saja? Apakah untuk mendapat like yang banyak?
Jika semua orang Tuhan punya, adakah Dia itu adil jika menegur hanya orang tertentu saja? Adakah itu kasih jika Tuhan membiarkan orang yang dikasihi-Nya terus berbuat dosa dan tidak sadar bahwa dosa itu dosa? Lalu kamu berkata: “Tidak perlu ditegur. Kami sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah, dan ada waktunya kami akan bertobat. Lagipula tidak ada manusia yang bisa sempurna, jika ada yang sempurna maka orang itu pasti diangkat hidup-hidup ke Surga seperti Henok dan Elia” Sangkamu mereka itu sempurna dengan kemampuan sendiri dan bukan karena Yesus Kristus, dan sesorang tidak perlu disempurnakan oleh Kristus untuk diangkat ke Surga saat Yesus datang kedua kali nanti? Tentu semuanya adalah proses. Baik kebinasaan maupun keselamatan adalah proses yang berjalan menjadi tabiat pada masing-masing orang menurut pilihan yang dikerjakannya. Adakah ini pekerjaan Tuhan sedangkan kamu yang aku katakan sesat tidak juga menutup account facebook_ku, atau menuntut hukuman mati bagiku yang telah menghina semua agama-agama besar dan berpengaruh? Masihkah kamu menyamakan aku yang sendiri berkata-kata dengan orang-orang fanatik yang berani berkata-kata dan bertindak membenarkan diri karena mereka banyak dan anarkis? Apakah kamu yang mengaku seiman denganku menganggap bahwa aku membahayakan organisasi Advent yang aku cintai ini, padahal tidak ada satupun musuh yang berani menyentuhku? Jika aku berkata-kata atas kehendakku, kepintaranku, kesombonganku, keberanianku, maka pasti nyawaku yang kecil ini sudah lenyap sejak pertama aku menyampaikan ini semua. Kamu mau membawa orang-orang kepada Tuhan, tapi kamu lakukan semua yang dunia lakukan dengan alasan supaya orang gampang untuk menerima kebenaran. Bukankah karena Toleransi maka paus telah membawa patung-patung penyembahan kedalam gereja? teruslah kompromi dengan dunia karena sebentar lagi kamu akan bergabung bersama dunia. Dan seperti kata-kata ahli Taurat terhadap Yesus Kristus: “Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya” (Markus 11:18), maka mulai terbongkarnya kedok-kedok pengajaran dan kebaikanmu yang mengatasnamakan kasih dan persatuan dan bukan atas pertobatan dan kebenaran, kamu akan berusaha membuat pemberi amaran supaya diam. Adakah nubuatan yang mengatakan bahwa umat Tuhan akan sakit hati? Sebentar lagi kamu akan menuntut pemberi amaran supaya dipenjarakan.
Seperti Saul yang takut kepada Daud tetapi selalu berencana membunuh Daud walaupun dia tahu bahwa Daud dikuasai oleh Roh Tuhan.
Matius 10:26-30 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
Jika aku bekerja atas kehendakku sendiri, tentu nyawaku tidak dilindungi-Nya. Aku tidak berlindung pada organisasi, preman, pengawalan manusia dalam mengerjakan ini. Aku juga bukan pembela Yesus Kristus yang tidak terbatas itu. Tetapi Yesus Kristus yang memperlengkapiku yang bodoh, kosong, lemah, miskin, kecil dan sendiri ini. Datanglah dengan berbagai cara dan buktikan sendiri, Dia yang seperti apa yang menyertaiku.

1 Korintus 1:26-29 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

Kamu yang mengenalku tahu bahwa aku kecil, bodoh, miskin dan lemah. Tetapi hanya mereka yang rendah hati yang mau ditegur oleh anak kecil, lemah, miskin serta bodoh.
Maksud Tuhan menggunakan orang-orang yang kecil, miskin, bodoh, dan lemah, supaya aku maupun kamu tidak ada yang memegahkan diri. Tetapi karena kesombongan, tidak mau bertobat dan tidak suka teguran, maka kamu berbalik menuduh bahwa akulah yang sombong, fanatik, merasa suci, merasa digunakan Tuhan, dan tidak mendengar teguranmu yang menyuruhku untuk diam. Dapatkah tuduhan kosongmu dipercaya sedangkan kata-katamu tidak berkuasa apa-apa? Teruslah membenciku serta amaran-amaran ini.
Apakah aku yang kamu tantang, atau Dia yang menggerakkan aku yang kamu tantang?
Apakah kurang kata-kata inspirasi dalam Alkitab sehingga kamu mengambil kata-kata inspirasi dari orang-orang yang tidak mengenal Allah? Apakah kurang kuasa dari menceritakan cerita yang ada dalam Alkitab, sehingga kamu mengadopsi cerita-cerita “alkisah” atau dongeng-dongeng yang kamu katakan bisa diambil makna yang baik dan membangun? Bukankah cerita-cerita dunia itu berasal dari filsafat-filsafat yang tidak mengenal kebenaran atau yang mengatakan percaya Yesus tapi belum pasti apakah dia itu penyesat atau bukan? Apakah contoh kasih dari Yesus masih kurang sehingga kamu menceritakan kasih dari tokoh dunia yang lebih tenar dari Yesus karena kebaikan dan pengorbanan palsunya yang banyak itu? Memang benar Yesus Kristus menggunakan perumpamaan-perumpamaan. Tetapi perumpamaan yang Dia sampaikan itu benar-benar kejadian nyata serta dengan kuasa Roh Kudus. Tetapi kamu menceritakan kisah-kisah dari orang-orang sukses di dunia tetapi belum jelas kuasa apa yang menginspirasinya. Karena masalah kebenaran berbeda dengan pendapat para intelek. Jika Tuhan menggunakan orang-orang bodoh, lemah dan tidak berpendidikan untuk mempermalukan dunia, maka sudah seharusnya kita lebih waspada terhadap mereka yang kuat, banyak, pintar, rohaniawan dan berpengaruh. Apalagi itu datang dari agen-agen Setan. Kamu menceritakan falsafah dari Dalai Lama pemimpin agama yang percaya kepada dewa-dewa itu dengan alasan bahwa dia itu rendah hati dan menghargai semua agama. Mungkin dia bisa jadi umat Tuhan yang belum mengenal Yesus atau bisa juga tidak. Tetapi asal-usulnya belum jelas, dan yang pasti kata-katanya tidak menambahkan Alkitab. Kita yang tulus, selidikilah Alkitab dan hanya Alkitab saja. Abaikan kata-kata orang super Indonesia dalam acara golden ways di tv ataupun orang-orang super dunia. Karena inspirasi-inspirasi orang sukses dunia adalah untuk mempersiapkan orang-orang yang cinta dunia untuk hidup kaya, bersatu dalam perkumpulan gereja suam-suam kuku, kermakmuran dunia, mencari nama, dipuji dan memuji manusia, dsb. Tetapi inspirasi dari Alkitab adalah untuk mereka yang mau meninggalkan dunia walaupun hidup dalam penderitaan, kesusahan, aniaya dan kemiskinan sekalipun. Kamu yang jahat, teruslah mengukur berkat Tuhan itu dari materi, posisi dan pengaruh dan berkata: “mari kita membagi berkat Tuhan kepada orang-orang yang kurang atau tidak diberkati.” Sangkamu kesehatan, rasa puas akan apa yang dimiliki dan kerohanian yang panas itu bukan berkat yang terindah yang Tuhan mau kita peroleh?
Sudah saatnya kamu yang setuju tidak perlu memberikan likemu pada statusku. Karena amaran ini harus diberitakan bukan untuk mendapatkan like. Bukan juga untuk mendapat komentar persetujuan. Jika kamu tahu ini benar dan sesuai Alkitab, lakukanlah! Dan jika sesat, abaikanlah!
Ada juga yang berkata: “daripada kamu melakukan hal yang tidak berguna itu, mending kamu perhatikan banyak orang yang membutuhkan bantuan kemanusian; dsb”.
Kata-kata mereka seperti bijak dan penuh kasih. Tetapi mereka tidak berbeda seperti orang-orang Farisi yang menuduh perempuan pelacur yang mengurapi Yesus Kristus dengan minyak narwastu yang mahal bahwa untuk apa pemborosan yang tidak berguna? lebih baik uang itu digunakan untuk membantu orang-orang miskin.

Yohanes 12:3-5 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?
Mereka pikir pekerjaan yang aku lakukan ini tidak lebih berguna dari kebaikan palsu mereka. Mereka lakukan kegiatan kemanusiaan dengan merasa diri paling dermawan dan suka berkorban lalu mereka mulai membanding-bandingkan. Bukankah benar bahwa kebutuhan terbesar saat ini adalah orang-orang yang memberi amaran? Berdoalah dan sampaikanlah kepada Yesus Kristus yang kamu sangka ada dipihak kalian itu untuk menghardikku yang telah menganggap remeh segala kebaikan dan pengorbanan palsumu itu. Sebab jika kamu lakukan kebaikan-kebaikan itu tetapi kamu menghalang-halangi amaran, maka kamu bekerja bukan dengan kuasa Tuhan. Kegiatan sosial memang sangat diperlukan, tetapi jika itu dilakukan dan mengabaikan yang ini, maka aku yang kecil, bodoh, lemah ini berkata: “itu sesat!”.
Bukankah kita bagian-bagian tubuh yang saling melengkapi? Jika aku tidak memaksamu untuk melakukan pekerjaan seperti yang aku kerjakan, bagaimana mungkin kamu mempersalahkan aku karena aku tidak mengerjakan seperti yang kamu kerjakan? Kamu lihat terus selumbar dimataku, padahal balok besar ada dalam matamu tidak kamu ketahui.
Lukas 6:41,42 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Berapa kasus yang sudah terjadi bahwa orang yang menulis sesuatu yang menghina satu agama saja sudah lenyap? Tetapi aku masih tetap berkoar-koar tanpa halangan. Jika aku juga tidak bekerja, tentu aku tidak mengabaikan kegiatan pelayanan harian.
Hai kamu orang bebal yang terus menentang amaran ini. Teruslah membenci dan menghalang-halangi gantinya kamu mempersiapkan dirimu bagi kedatangan Yesus Kristus yang tidak lama lagi. Teruslah mencari cara untuk menghentikanku; teruslah percaya kepada inspirasi-inpirasi orang-orang yang tidak mengenal Yesus Kristus dan atau pelanggar-pelanggar Taurat Tuhan yang kudus itu dengan berkata: “inspirasi ini sangat baik, membangun, membawa damai, inspirasi cinta, kesejahteraan dan kesuksesan, mempersatukan agama dan bukan membuatnya bermusuhan atau terpecah-belah, dsb”
Kamu pikir itu adalah kata-kata yang baik bagi imanmu. Kamu mulai hidup damai dan dalam kerukunan antar beragama dan menganggap tidak masalah berbakti hari Minggu, Sabtu, Jumat atau hari apapun, yang penting itu dilakukan dengan hati yang tulus, dsb. Tetapi karena inspirasi-inspirasi itu dikuasai oleh roh-roh penyesat, maka kamu dengan perlahan tapi pasti, melihat bahwa tidak ada lagi dosa yang perlu ditinggalkan, yang penting hidup rukun, semua pasti selamat, sehingga kamu tidak setuju pada Alkitab yang berkata bahwa jalan menuju keselamatan itu sempit; tidak perlu hidup sempurna untuk ke Surga, karena semua manusia ada sisi baik dan buruknya. Dan akhirnya kamu, dalam kerohanian yang suam-suam kuku berkata: “apapun agamamu, yang penting berbuat baik, pasti selamat!”. Sungguh penyesatan yang hampir serupa tapi samar-samar yang diucapkan Setan di taman Eden itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati!”(Kejadian 3:3).
Matius 7:13,14 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Teruslah mengabarkan seruan nyaring yang palsumu dan menyesatkan itu, yaitu dengan toleransi beragama yang tinggi tetapi membenarkan pelanggaran Taurat Tuhan yang kudus, tetapi kamu diam walalupun kamu tahu itu salah; melalui persamaan maupun melalui acara-acara hiburan dalam gereja dengan lagu-lagu rohani seperti suara malaikat yang mengangkat iman seperti sampai tingkat ketujuh, dan melalui kebaikan-kebaikan dan pengorbanan-pengorbanan palsumu yang banyak dan mencari nama itu. Sebab memang banyak yang sepertinya ditobatkan karena teknik-teknik penginjilanmu itu, tetapi semuanya untuk sebuah perkumpulan kerohanian orang-orang yang cinta hiburan, punya selera humor yang sia-sia, lagu-lagu dengan suara malaikat untuk memuji orang dan dipuji, posting-posting facebook dengan jutaan like, dsb. Padahal kamu dapat berbuat kebaikan hanya pada pada orang yang tenang dan menghargaimu. Tetapi karena kebaikan itu datang dari dalam dirimu dan bukan Roh Kudus yang melakukan itu melalui kamu, maka kamu marah terhadap mereka yang tidak menghargaimu; kamu tidak bisa mengampuni, mengasihi, mendoakan musuh-musuhmu. Kamu terus berbuat banyak kebaikan dengan tujuan agar pekabaran kebenaran bisa berterima bagi banyak orang. Tetapi kamu tidak pernah mengatakan dosa itu dosa, karena kamu masih memeluk juga dosa yang kamu masih sayang-sayang itu sehingga kamu enggan untuk menegor mereka yang tampak lebih baik darimu.
Dapatkah kamu menghentikan pekerjaan yang datangnya dari Tuhan?
Sudah sepantasnya kamu jangan berdiam lakukan apapun seperti tantangan-tantanganku sebelumnya. Supaya kamu dapat tertawa lebar atas binasanya aku yang kamu katakan sesat.
Kenapa aku yang kamu tuduh dari Setan tidak dapat juga dihentikan dengan doa-doamu?
Atau jika aku hanya berlagak tahu, bagaimana mungkin segala kuasa dan orang kuat serta banyak tidak bisa menyentuhku?
Jika masa aniaya itu datang, mati atau tidak bukan urusanku. Karena Bapa yang menentukannya, dan bukan kekuatanku aku akan melewati masa kepicikan besar itu, tetapi dengan kuasa Yesus Kristus aku terus berpegang dari sekarang dan sampai selama-lamanya.
Lakukanlah tanpa banyak berkata-kata. Dan teruslah berkata bahwa dunia masih lama berlalu; Yesus Kristus belum datang sekarang; langit kemarin, hari ini dan juga besok masih sama-sama biru.
Apakah aku bisa mempercepat kedatangan Yesus Kristus itu? Tidak!
Karena memang benar, Tuhan yang melakukannya, Dia juga yang akan mengakhirinya!
Penganiayaan besar itu akan datang sebentar lagi. Pilihlah sebelum terlambat, dipihak mana kamu akan berdiri. Menganaiaya lalu binasa selama-lamanya oleh murka Allah yang menyala-nyala, atau dianiaya ataupun dibunuh lalu dijemput oleh Yesus Kristus saat kedatangan-Nya di awan-awan..

Leave a Reply