Setan dan Persekutuan Rangkap Tiga

July 1, 2013 - Ellen G. White

Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Wahyu 13:4.

“Dia mempunyai dua tanduk seperti seekor domba, dan dia berbicara seperti seekor naga.” Meski mengaku sebagai pengikut Domba Allah, orang-orang itu ternyata menjadi diilhami oleh roh naga itu. Mereka mengaku sebagai orang-orang yang lemah lembut dan rendah hati, namun mereka berbicara dan membuat undang-undang dengan kekuatan roh Setan, yang dengan demikian menunjukkan perilaku mereka bertolak-belakang dengan pengakuan mereka itu. Kekuasaan yang menyerupai domba ini bersatu dengan naga dalam memerangi siapa saja yang memelihara hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus Kristus. Dan Setan bersatu dengan orang-orang Protestan dan pengikut Paus, bertindak bersama mereka sebagai dewa dunia ini, mengajar kepada setiap orang bahwa mereka semua adalah anggota-anggota kerajaannya, yang harus diatur dan diperintah serta dikendalikan sesuai kesenangannya. Jika ada orang yang tidak setuju untuk menginjak-injak hukum Allah, maka roh naga itu akan memperlihatkan kuasanya. Mereka akan dipenjara, dibawa ke hadapan mahkamah, dan didenda. “Dia menyebabkan semua orang, baik kecil maupun besar, kaya maupun miskin, merdeka ataupun hamba, menerima suatu tanda pada tangan kanan mereka, atau pada dahi mereka.” “Dia mempunyai kuasa untuk menghidupkan patung binatang itu, sehingga patung binatang itu dapat berbicara dan menyebabkan banyak orang yang tidak menyembah binatang itu akan dibunuh.” Demikianlah Setan merebut tahta keistimewaan Yehova. Manusia durhaka itu duduk di tahta Allah, menyatakan dirinya sebagai Allah, dan bertindak melampaui Allah. 191.1
Ada perbedaan yang menyolok antara mereka yang menerima meterai Allah dan mereka yang menyembah patung binatang dan patungnya itu. Hamba-hamba Allah yang beriman akan menerima penganiayaan yang paling pahit dari guru-guru palsu, yang tidak akan mau mendengar firman Allah, dan yang menaruh batu sandungan di hadapan orang-orang lain yang ingin mendengarnya. Tetapi umat Allah tidaklah takut. Setan tidak akan bisa melampaui batas kekuatannya sendiri. Tuhan akan menjadi benteng pertahanan umat-Nya. Dia memperhatikan ketidakadilan yang diberlakukan atas hamba-hambaNya demi kebenaran sebagai ketidakadilan bagi diriNya sendiri. Bilamana keputusan terakhir sudah diambil, bilamana semua orang telah menetapkan pendirian mereka, apakah kepada Kristus dan perintah-perintahNya atau kepada kemurtadan besar, Allah akan bangkit dalam kuasaNya, dan semua mulut yang menghujat menentang Dia akan selama-lamanya dibungkam. Setiap kekuatan yang membangkang akan menerima hukumannya. 191.2

July 2 – Satan and the Threefold Union
And they worshipped the dragon which gave power unto the beast. Rev. 13:4.
“He had two horns like a lamb, and he spake as a dragon.” Though professing to be followers of the Lamb of God, men become imbued with the spirit of the dragon. They profess to be meek and humble but they speak and legislate with the spirit of Satan, showing by their actions that they are the opposite of what they profess to be. This lamb-like power unites with the dragon in making war upon those who keep the commandments of God and have the testimony of Jesus Christ. And Satan unites with Protestants and Papists, acting in consort with them as the god of this world, dictating to men as if they were the subjects of his kingdom, to be handled and governed and controlled as he pleases. If men will not agree to trample under foot the commandments of God, the spirit of the dragon is revealed. They are imprisoned, brought before councils, and fined. “He causeth all, both small and great, rich and poor, free and bond, to receive a mark in their right hand, or in their foreheads.” “He had power to give life unto the image of the beast, that the image of the beast should both speak, and cause that as many as would not worship the image of the beast should be killed.” Thus Satan usurps the prerogatives of Jehovah. The man of sin sits in the seat of God, proclaiming himself to be God, and acting above God. 191.1
There is a marked contrast between those who bear the seal of God and those who worship the beast and his image. The Lord’s faithful servants will receive the bitterest persecution from false teachers, who will not hear the word of God, and who prepare stumbling blocks to put in the way of those who would hear. But God’s people are not to fear. Satan cannot go beyond his limit. The Lord will be the defence of His people. He regards the injury done to His servants for the truth’s sake as done to Himself. When the last decision has been made, when all have taken sides, either for Christ and the commandments or for the great apostate, God will arise in His power, and the mouths of those who have blasphemed against Him will be forever stopped. Every opposing power will receive its punishment. 191.2

Leave a Reply