Sifat Binatang

Mari kita lihat sifat binatang-binatang nubuatan untuk kita jadikan sebagai pelajaran dalam kehidupan kerohanian kita. Kalau kita baca Daniel 2:31,32, ayat-ayat ini menjelaskan tentang patung yang menyerupai manusia yang terbuat dari berbagai logam. Daniel 2:36-40 menjelaskan tentang arti dari patung tersebut yaitu mengacu kepada kerajaan-kerajaan yang akan silih berganti berkuasa dalam sejarah dunia. Daniel 2 menggunakan simbol patung manusia. Daniel 7, menuliskan tentang kerajaan atau bangsa-bangsa yang sama tapi dilambangkan dengan Binatang. Daniel 7:3-7, semua binatang ini parallel dengan logam-logam dalam Daniel 2. Daniel 7:19-23, menuliskan bahwa pada binatang yang ke-4 yaitu kerajaan yang ke-4, muncul tanduk yang lain yang mempunyai mata dan mulut yang menyombong seperti manusia. Tuhan Allah dalam ayat ayat diatas menggunakan lambang manusia lalu binatang lalu kembali ke manusia.
Mari kita buka Wahyu 13:1, ini binatang yang lain. Daniel 7:20 mengatakan binatang ini mempunyai mata dan mulut yang menyombong. Lalu baca Wahyu 13:18, bilangan binatang itu adalah bilangan manusia. Jadi Allah menggunakan simbol manusia untuk bangsa-bangsa dalam Daniel 2, lalu Allah menggunakan manusia lagi untuk tanduk yang lain, keluar dari binatang ke-4 dalam wahyu 13, kemudian menggunakan lambang manusia kembali dalam Wahyu 13:18.
Kelihatannya Allah silih berganti menggunakan lambang manusia , binatang, manusia ,binatang, lalu kembali manusia. Mengapa Allah melakukan itu? Apakah ada pekabaran yang Ia ingin sampaikan?
Tampaknya selain binatang melambangkan bangsa/kerajaan, Allah juga mau agar kita melihat sifat dari binatang-binatang nubuatan tersebut yang sangat mencerminkan sifat manusia. Sangat penting untuk melihat sifat-sifat binatang ini agar kita bisa sadar dan segera menghindarinya, supaya kita boleh bersiap bagi kedatangan Yesus Kristus.
Wahyu Pasal 12 menjelaskan tentang nubuatan peperangan antara naga dengan seorang perempuan. Ayat 12 “Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.” Ayat 17 ”Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” Apakah sifat marah dan geram binatang ini hanya dimiliki oleh naga? Atau dimiliki juga oleh umat Allah saat ini? Sifat marah dan geram harus kita hindari bila kita mau bersedia bagi kedatangan Yesus Kristus.

Mari kita buka Wahyu 13, ada 2 binatang di pasal ini. Ayat 5 “Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.” Sifat utamanya dalah sombong dan hujat. Pertanyaan: Apakah sifat ini juga sudah menjadi sifat uamt Allah saat ini? Kita harus berjuang untuk mengalahkan sifat itu kalau kita ingin bersedia bagi kedatanganNya.
Wahyu 13:11 ”Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.” Sifat utamanya: Memiliki tanduk seperti domba tapi berbicara seperti naga. Domba adalah lambang dari Yesus. Jadi binatang ini mengaku seperti domba tapi yang keluar dari mulut dan hatinya adalah suara naga, dengan kata lain, binatang ini kelihatan/mengaku baik dari luar namun kenyataannya bertindak seperti Setan. Apa kata yang cocok dengan perilaku seperti itu? Munafik. Orang yang mengatakan satu hal tapi melakukan yang lain. Apakah sifat ini ada pada umat Allah saat ini? Kita harus mengalahkan sifat ini bila kita mau bersedia bagi kedatangan Yesus.
Ada 3 macam binatang dengan 3 sifat utamanya. Naga merah yang besar: Geram serta marah. Binatang pertama: Sombong, hujat. Bintang kedua: Tampak seperti domba, berbicara seperti naga, atau tampak dari luar baik tapi berperilaku jahat (Munafik). Allah mau agar kita mengambil pelajaran dari sifat-sifat binatang dalam nubuatan ini. Bilamana kita memiliki sifat-sifat marah, sombong dan hipokrit, maka kita akan berada dalam kelompok binatang-binatang ini.
Bagaimana agar kita bisa mengalahkan sifat-sifat binatang nubuatan ini? Yaitu melalui iman dan dengan melihat pada Yesus. Yesus adalah kebalikan dari marah, Dia penuh dengan kasih. Yesus kebalikan dari sombong, Dia sangat rendah hati. Yesus kebalikan dari munafik, dia berbicara dengan menghidupkan kebenaran.
Saya akan tutup dengan membaca Matius 11: 28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (29) “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

Leave a Reply