Sukacita dalam Kepatuhan

Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 12 Maret (MARANATHA THE LORD IS COMING – Ellen G. White) :

12 Maret – Sukacita dalam Kepatuhan
Aku rindu kepada keselamatan dari padaMu, ya Tuhan, dan TauratMu menjadi kesukaanku. Mazmur 119:174.

Orang Kristen sejati tidak akan pernah mengeluh bahwa kuk [tanggungan] yang dibebankan Kristus adalah mencekik leher. Ia menjadikan pelayanan milik Yesus sebagai kemerdekaan yang paling benar. Hukum Allah adalah kegemarannya. Alih-alih merendahkan perintah-perintah ilahi, untuk menyesuaikan dengan kekurangan-kekurangannya, ia secara tetap berjuang untuk meningkatkan level kesempurnaan hukum-hukum itu. 79.1
Pengalaman yang demikian harus menjadi milik kita jika kita mau dipersiapkan untuk tahan berdiri dalam hari Tuhan itu. Sekarang, sementara masa kasihan masih berlangsung, sementara suara belaskasih masih terdengar, adalah waktunya bagi kita untuk menyingkirkan dosa-dosa kita….. 79.2
Allah telah membuat ketentuan yang melimpah agar kita bisa berdiri secara sempurna dalam rahmatNya, tidak kekurangan apa-apa, menantikan kedatangan Tuhan kita. Apakah engkau sudah siap? Sudahkah engkau kenakan pakaian pesta pernikahan itu? Pakaian itu tidak akan pernah menutupi penipuan, ketidaksucian, korupsi, atau kemunafikan. Mata Allah tertuju padamu…. Kita boleh bisa saja menyembunyikan dosa-dosa kita dari pandangan manusia, tetapi kita tidak bisa menyembunyikan apapun dari Pencipta kita. 79.3
Allah tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi menyerahkanNya pada kematian demi pelanggaran-pelanggaran kita dan membangkitkan Dia kembali demi pembenaran kita. [Roma 8:32]. Melalui Kristus kita boleh mempersembahkan permohonan-permohonan kita pada takhta Rahmat itu. Melalui Dia, kita yang tidak bernilai apa-apa, boleh meraih segala berkat rohani. Sudahkah kita datang kepadaNya agar kita boleh mempunyai hidup? 79.4
Kehendak Allah diungkapkan dalam peraturan-peraturan dari hukum suciNya, dan prinsip-prinsip dari hukum ini adalah prinsip-prinsip surga. Para malaikat surga tidak memperoleh pengetahuan yang lebih tinggi selain daripada mengetahui kehendak Allah, dan melaksanakan kehendakNya itu adalah pelayanan tertinggi yang bisa memberdayakan kekuatan mereka. 79.5
Tetapi di surga, pelayanan tidak diberikan dalam roh legalitas [keabsahan]. Ketika Setan memberontak menentang hukum Yehova, pemikiran yang terdapat di dalamnya adalah bahwa sebuah hukum muncul kepada para malaikat hampir seperti sesuatu yang mengejutkan kepada sesuatu yang tidak terpikirkan. Dalam pelayanan mereka para malaikat itu bukanlah sebagai para hamba, tetapi sebagai anak-anak…… Kepatuhan tidaklah membosankan bagi mereka. Cinta bagi Allah membuat pelayanan mereka sebuah kesukaan. Jadi di setiap jiwa di mana Yesus, pengharapan akan kemuliaan itu, berdiam, perkataanNya akan bergema kembali, “Aku suka melakukan kehendakMu, ya Allahku; TauratMu ada dalam dadaku.” [Mazmur 40:8]. 79.6

March 12 – Joy in Obedience
I have longed for thy salvation, O Lord; and thy law is my delight. Ps. 119:174.
The true Christian will never complain that the yoke of Christ is galling to the neck. He accounts the service of Jesus as the truest freedom. The law of God is his delight. Instead of seeking to bring down the divine commands, to accord with his deficiencies, he is constantly striving to rise to the level of their perfection. 79.1
Such an experience must be ours if we would be prepared to stand in the day of God. Now, while probation lingers, while mercy’s voice is still heard, is the time for us to put away our sins…. 79.2
God has made ample provision that we may stand perfect in His grace, wanting in nothing, waiting for the appearing of our Lord. Are you ready? Have you the wedding garment on? That garment will never cover deceit, impurity, corruption, or hypocrisy. The eye of God is upon you…. We may conceal our sins from the eyes of men, but we can hide nothing from our Maker. 79.3
God spared not His own Son, but delivered Him to death for our offences and raised Him again for our justification. Through Christ we may present our petitions at the throne of Grace. Through Him, unworthy as we are, we may obtain all spiritual blessings. Do we come to Him, that we may have life? 79.4
The will of God is expressed in the precepts of His holy law, and the principles of this law are the principles of heaven. The angels of heaven attain unto no higher knowledge than to know the will of God, and to do His will is the highest service that can engage their powers. 79.5
But in heaven, service is not rendered in the spirit of legality. When Satan rebelled against the law of Jehovah, the thought that there was a law came to the angels almost as an awakening to something unthought of. In their ministry the angels are not as servants, but as sons…. Obedience is to them no drudgery. Love for God makes their service a joy. So in every soul wherein Christ, the hope of glory, dwells, His words are re-echoed, “I delight to do thy will, O my God: yea, thy law is within my heart.” 79.6

Leave a Reply