Tabiat yang Disetujui Surga

Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 16 dan 17 Maret (MARANATHA THE LORD IS COMING – Ellen G. White) :

16 Maret – Tabiat Yang Disetujui Surga
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 1 Timotius 4:12.

Yesus, yang Mulia di sorga, telah meninggalkan sebuah teladan bagi orang-orang muda. Dia bekerja keras dalam tempat berkaryaNya di Nazareth untuk memperoleh makananNya sehari-hari. Dia patuh kepada orangtuaNya, dan berusaha untuk tidak menghabiskan waktunya sendiri atau mengikuti keinginannya sendiri. Dengan suatu kehidupan atas kesenangan yang mudah seorang muda tidak bisa mencapai keunggulan yang sebenarnya sebagai seorang dewasa atas sebagai seorang Kristen. Allah tidak menjanjikan kita kemudahan, kehormatan, atau kekayaan dalam pelayananNya; tetapi Dia menjamin kita bahwa semua berkat yang dibutuhkan akan menjadi milik kita, “dengan penganiayaan-penganiayaan”, dan di dalam dunia yang mendatangkan “hidup abadi”. Tidak ada selain persembahan yang menyeluruh pada pelayananNya yang akan Kristus terima. Inilah pelajaran yang setiap orang harus pelajari….. 83.1
Kita telah menandai gambaran-gambaran tentang kuasa dari prinsip yang religius dan teguh…. Jurang dari gua singa itu tidak dapat menelan Daniel dari doa-doa hariannya, juga api yang bernyala-nyala tidak bisa menghanguskan Sadrakh dan teman-temannya untuk jatuh di hadapan patung berhala yang dibangun Nebukadnezar. Orang-orang muda yang memiliki prinsip-prinsip yang teguh akan menghindari kesenangan, menantang kesengsaraan, dan bahkan menghadapi gua singa dan nyala api yang panas daripada ditemukan tidak benar di hadapan Allah. Tandailah tabiat Yusuf. Keutamaannya diuji secara keras, tetapi kemenangannya adalah penuh. Pada setiap titik orang muda yang luhur itu bertahan menghadapi ujian. Prinsipnya yang tinggi dan lurus muncul pada setiap pencobaan. Tuhan bersama dia, dan perkataanNya adalah hukum baginya. 83.2
Mereka yang mempelajari Alkitab, memohon petunjuk kepada Allah, dan bersandar kepada Kristus akan dimampukan untuk bertindak secara bijaksana di setiap waktu dan setiap keadaan. Prinsip-prinsip yang baik akan digambarkan dalam kehidupan yang sebenarnya. Biarkanlah saja kebenaran sekarang diterima dengan hormat dan menjadi dasar tabiat, dan ia itu akan menghasilkan keteguhan akan tujuan, yang tidak dapat dipengaruhi oleh godaan-godaan kesenangan, kesesatan dari adat-istiadat, penghinaan dari orang-orang yang mencintai dunia, suara-suara gaduh dari hati untuk kesenangan diri. Kesadaran haruslah menjadi yang pertama diterangi, lalu keinginan harus dibawa untuk taat. Cinta akan kebenaran dan kesalehan harus berkuasa di dalam jiwa, dan sebuah tabiat yang disetujui oleh surga akan terpancar. 83.3

17 Maret – Menaiki Tangga Petrus
Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 2 Petrus 1:5-7.

Arahkanlah orang-orang muda kepada tangga Petrus yang terdiri dari delapan anak tangga, dan tempatkan kaki mereka, bukan pada anak tangga yang tertinggi, tetapi pada yang terendah, dan dengan permintaan yang sungguh-sungguh doronglah mereka untuk naik sampai kepada yang paling puncak. 84.1
Kristus……. adalah tangga itu. Kaki tangga itu ditancapkan secara kuat pada bumi dalam keadaan kemanusiaanNya; anak tangga yang tertinggi mencapai takhta Allah dalam keilahianNya. Kemanusiaan Kristus merangkul kemanusiaan yang jatuh, sementara keilahianNya terbentang pada takhta Allah. Kita diselamatkan dengan menaiki anak tangga demi anak tangga, melihat kepada Kristus, bergantung kepada Kristus, meningkat selangkah demi selangkah pada ketinggian Kristus sehingga Dia dibuat bagi kita menjadi kebijaksanaan dan kebenaran dan penyucian dan penebusan. Iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara, dan kasih akan semua orang adalah anak-anak tangga ini. Semua karunia ini harus dimanifestasikan di dalam tabiat Kristen; dan “jika engkau melakukan perkara-perkara ini, engkau tidak akan pernah jatuh: sebab dengan demikian sebuah pintu masuk diberikan kepadamu dengan luasnya ke dalam kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus.” (bdk. 2 Petrus 1:8). 84.2
Anda tidak perlu berpikir untuk harus menunggu sampai anda menyempurnakan satu karunia dulu sebelum mengembangkan yang lain. Tidak demikian; sebab semua perkara itu harus ditumbuhkan bersama…..; setiap hari yang anda jalani, anda dapat menyempurnakan perlengkapan-perlengkapan yang diberkati itu diungkapkan secara penuh dalam tabiat Kristus…. 84.3
Jangan menjadi ditaklukkan oleh banyaknya pekerjaan yang anda harus lakukan dalam kehidupan anda, sebab anda tidak dituntut untuk melakukannya sekaligus. Biarlah setiap kekuatan anda digunakan untuk setiap hari kerja, menyempurnakan setiap kesempatan yang berharga, meninggikan nilai pertolongan-pertolongan yang Allah berikan kepada anda, dan membuat kemajuan pada peningkatan tangga itu selangkah demi selangkah. Ingatlah bahwa anda harus hidup selain satu hari pada suatu waktu, bahwa Allah telah memberikan satu hari, dan catatan-catatan surga akan menunjukkan bagaimana anda telah menghargai keistimewaan-keistimewaan dan kesempatan-kesempatannya. Semoga anda menyempurnakan setiap hari yang diberikan kepada anda oleh Allah, sehingga pada akhirnya anda boleh mendengar Tuhan berkata, “Baik sekali perbuatanmu, hai hambaKu yang baik dan setia.” [Matius 5:21]. 84.4

March 16 – The Character Heaven Approves
Let no man despise thy youth; but be thou an example of the believers, in word, in conversation, in charity, in spirit, in faith, in purity. 1 Tim. 4:12.
Jesus, the Majesty of heaven, has left an example for the youth. He toiled in the workshop at Nazareth for His daily bread. He was subject to His parents, and sought not to control His own time or to follow His own will. By a life of easy indulgence a youth can never attain to real excellence as a man or as a Christian. God does not promise us ease, honour, or wealth in His service; but He assures us that all needed blessings will be ours, “with persecutions,” and in the world to come “life everlasting.” Nothing less than entire consecration to His service will Christ accept. This is the lesson which every one of us must learn…. 83.1
We have marked illustrations of the sustaining power of firm, religious principle…. The gaping lions’ den could not keep Daniel from his daily prayers, nor could the fiery furnace induce Shadrach and his companions to fall down before the idol which Nebuchadnezzar set up. Young men who have firm principles will eschew pleasure, defy pain, and brave even the lions’ den and the heated fiery furnace rather than be found untrue to God. Mark the character of Joseph. Virtue was severely tested, but its triumph was complete. At every point the noble youth endured the test. The same lofty, unbending principle appeared at every trial. The Lord was with him, and His word was law. 83.2
Those who study the Bible, counsel with God, and rely upon Christ will be enabled to act wisely at all times and under all circumstances. Good principles will be illustrated in actual life. Only let the truth for this time be cordially received and become the basis of character, and it will produce steadfastness of purpose, which the allurements of pleasure, the fickleness of custom, the contempt of the world-loving, and the heart’s own clamours for self-indulgence are powerless to influence. Conscience must be first enlightened, the will must be brought into subjection. The love of truth and righteousness must reign in the soul, and a character will appear which heaven can approve. 83.3

March 17 – Climbing Peter’s Ladder
Beside this, giving all diligence, add to your faith virtue; and to virtue knowledge; and to knowledge temperance; and to temperance patience; and to patience godliness; and to godliness brotherly kindness; and to brotherly kindness charity. 2 Peter 1:5-7.
Point the youth to Peter’s ladder of eight rounds, and place their feet, not on the highest round, but on the lowest, and with earnest solicitation urge them to climb to the very top. 84.1
Christ . . . is the ladder. The base is planted firmly on the earth in His humanity; the topmost round reaches to the throne of God in His divinity. The humanity of Christ embraces fallen humanity, while His divinity lays hold upon the throne of God. We are saved by climbing round after round of the ladder, looking to Christ, clinging to Christ, mounting step by step to the height of Christ, so that He is made unto us wisdom and righteousness and sanctification and redemption. Faith, virtue, knowledge, temperance, patience, godliness, brotherly kindness, and charity are the rounds of this ladder. All these graces are to be manifested in the Christian character; and “if ye do these things, ye shall never fall: for so an entrance shall be ministered unto you abundantly into the everlasting kingdom of our Lord and Saviour Jesus Christ.” 84.2
You are not to think that you must wait until you have perfected one grace before cultivating another. No; they are to grow up together…; every day that you live, you can be perfecting the blessed attributes fully revealed in the character of Christ…. 84.3
Do not become overwhelmed with the great amount of work you must do in your lifetime, for you are not required to do it all at once. Let every power of your being go to each day’s work, improve each precious opportunity, appreciate the helps that God gives you, and make advancement up the ladder of progress step by step. Remember that you are to live but one day at a time, that God has given you one day, and heavenly records will show how you have valued its privileges and opportunities. May you so improve every day given you of God, that at last you may hear the Master say, “Well done, thou good and faithful servant.” 84.4

Leave a Reply