TENTANG KOTA-KOTA BESAR

June 19, 2017 - Roh Nubuat

Para Pembangun Kota yang Mula-Mula
Akibat kutukan Allah, Kain menyingkir dari rumah tangga ayahnya. Mula-mula dia memilih pekerjaan sebagai penggarap tanah. dan sekarang dia membangun sebuah kota dan menamainya menurut nama anak laki-lakinya yang tertua (Kejadian 4: 17). Dia sudah melarikan diri dari hadapan Tuhan, membuang janji akan Firdaus yang dipulihkan, untuk mencari harta dan kesenangannya di bumi ini di bawah kutuk dosa, dengan demikian berdiri sebagai pemimpin golongan besar manusia yang menyembah ilah dunia ini.–PP 81 (1890).

Untuk sementara keturunan Nuh terus menetap di antara gunung-gunung di mana bahtera itu terdampar. Sementara jumlah mereka bertambah banyak, kemurtadan segera membawa mereka kepada pemisahan. Mereka yang ingin melupakan Khalik mereka dan melepaskan ikatan hukum-Nya merasa terganggu terus-menerus dengan pengajaran dan keteladanan teman-teman mereka yang takut akan Allah, dan selang beberapa waktu mereka memutuskan untuk berpisah dari penyembah-penyembah Allah itu. Maka mereka mengembara ke lembah Sinear, di tepi sungai Ferat. . . . Di sinilah mereka memutuskan untuk membangun sebuah kota, dan di kota itu sebuah menara yang sangat tinggi untuk membuatnya keajaiban dunia (Kejadian 11:2-4). -PP 118, 119 (1890).

Kota-Kota Besar Adalah Tempat Persemaian Kejahatan
Mengejar kesenangan dan hiburan berpusat di kota-kota besar. Banyak orang tua yang memlllh sebuah kota sebagai tempat tinggal anak-anaknya, berpikir untuk memberikan kepada mereka keuntungan-keuntungan yang lebih besar, menemui kekecewaan dan terlalu terlambat menyesali kesalahan mereka yang mengerikan itu. Kota-kota besar sekarang ini dengan cepat menjadi seperti Sodom dan Gomora. Banyaknya hari libur mendorong kemalasan. Rekreasi-rekreasi yang menarik mengunjungi tempat pertunjukan, pacuan kuda, perjudian, minum minuman keras, dan bergembira ria -merangsang setiap nafsu sampai ke puncaknya. Orang-orang muda terseret arus kepopuleran.-COL 54 (1900).

Terang sudah diberikan kepada saya bahwa kota-kota besar akan dipenuhi dengan kekacauan, kekerasan, serta kejahatan, dan bahwa semua perkara ini akan meningkat sampai kepada akhir sejarah dunia.-7T 84 (1902).

Di seluruh dunia, kota-kota besar menjadi tempat bersemainya kejahatan. Di segala segi terdapat pemandangan dan suara-suara kejahatan. Di mana-mana ada penggodaan saksual dan pemborosan.—MH 363 (1905).

Hukuman-Hukuman Akan Menimpa Kota-Kota Besar
Kegemparan-kegemparan besar akan menimpa bumi, dan istana-istana megah yang dibangun dengan biaya besar pasti akan menjadi reruntuhan puing-puing.—3MR 312 (1891).

Apabila tangan Allah yang menahan itu ditarik maka siperusak akan memulai pekerjaannya. Kemudian bencana-bencana yang paling besar akan menimpa kota-kota kita. 3MR 314(1897)

Tuhan memberi amaran kepada penduduk bumi, seperti pada kebakaran di Chicago dan di Melbourne, London dan kota New York. -Ms 127, 1897.

Kiamat sudah dekat. dan setiap kota akan dijungkirbalikkan dengan segala cara. Akan terjadi kekacauan di setiap kota. Segala sesuatu yang dapat diguncang akan tergoncang, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Pehukuman itu akan sesuai dengan kejahatan orang banyak dan terang kebenaran yang telah mereka miliki.-1MR 248 (1902).

Oh, sekiranya umat Allah merasakan kebinasaan yang akan menimpa ribuan kota, yang sekarang nyaris dipersembahkan kepada berhala.-Ev 29 (1903)..

Waktunya sudah dekat bilamana kota-kota besar akan disapu bersih, dan semua orang harus diamarkan tentang datangnya hukuman-hukuman ini. -Ev 29 (1910)

Gedung-Gedung Tahan Bencana Akan Menjadi Abu
Saya sudah melihat struktur-struktur bangunan yang paling mahal yang dibangun dan dimaksudkan untuk tahan api, dan sebagaimana Sodom musnah oleh api pembalasan Allah demikianlah gedung-gedung yang dibanggakan ini menjadi abu. . . . Monumen-monumen kehebatan manusia yang dipuja puja akan diremukkan jadi abu bahkan sebelum kebinasaan besar yang terakhir menimpa dunia ini. -3SM 418 (1901 ).

Allah sedang menarik Roh-Nya dari kota-kota yang jahat yang telah menjadi seperti kota-kota pada zaman sebelum Air Bah dan seperti kota Sodom dan Gomora. . . . Rumah-rumah mewah, yang ketrampilan arsitekturnya mengagumkan, akan dibinasakan tanpa amaran sejenakpun bilamana Tuhan melihat bahwa para pemiliknya telah melampaui batas-batas pengampunan. Kehancuran bangunan-bangunan megah oleh api, sekalipun dianggap tahan api, merupakan suatu gambaran tentang bagaimana arsitektur bumi ini dalam waktu singkat akan menjadi terhampar sebagai puing-puing.-TDG 152 (1902).

Manusia akan terus membangun gedung-gedung yang mahal yang berharga jutaan dolar. Perhatian khusus akan diberikan terhadap keindahan arsitektur dan kekuatan serta kekokohan bahan bangunannya, tetapi Tuhan telah memberi petunjuk kepada saya bahwa sekalipun gedung-gedung itu luar biasa kokoh dan mahal semuanya itu tetap akan mengalami nasib yang sama dengan kaabah di Yerusalem.—5BC
1098 (1906).

New York City
Allah tidak mencurahkan murka-Nya tanpa belas kasihan. Tangan-Nya masih terkedang. Pekabaran-Nya harus disampaikan di New York besar. Kepada orang banyak harus ditunjukkan betapa mungkin bagi Allah, dengan satu jamahan tangan-Nya, untuk memusnahkan harta benda yang telah mereka timbun itu pada hari terakhir yang besar itu. -3MR 310, 311 (1902).

Saya tidak mendapat terang khusus mengenai apa yang akan menimpa kota New York, hanya yang saya ketahui bahwa pada suatu hari kelak bangunan-bangunan raksasa yang ada di sana akan diruntuhkan oleh kuasa Allah yang menjungkirbalikkan. . . . Kematian akan melanda semua tempat. ltulah sebabnya mengapa saya ingin sekali agar kota-kota kita itu diberi amaran.–RH, 5 Juli 1906.

Sekali peristiwa ketika saya berada di New York City, saya mendapat khayal pada malam hari dan menyaksikan gedung-gedung tinggi yang berlomba-lomba mencakar langit. Gedung-gedung ini dijamin tahan api, dan didirikan untuk mengagung-agungkan para pemilik dan pembangunnya. . . .

Pemandangan berikutnya yang lewat di hadapan saya ialah suatu tanda bahaya kebakaran. Orang-orang memandang gedung-gedung yang tinggi dan dianggap tahan api itu, dan berkata: ‘Gedung-gedung ini benar-benar aman.’ Akan tetapi gedung-gedung tersebut dilahap api seakan hanya terbuat dari ter. Mobil-mobil pemadam kebakaran tidak dapat berbuat apa-apa untuk mencegah kehancurannya. Para petugas pemadam kebakaran tak sanggup menggunakan perlengkapan pemadam api.—9T 12, 13 (1909).

Chicago dan Los Angeles
Pemandangan yang segera akan terjadi di Chicago dan kota-kota besar lainnya juga lewat di depan saya. Sementara kejahatan bertambah dan kuasa perlindungan Allah ditarik, terjadilah badai kehancuran dan prahara. Gedung-gedung hancur oleh api dan diguncang oleh gempa-gempa bumi. . . .

Beberapa waktu setelah ini kepada saya dituniukkan bahwa penglihatan tentang gedung-gedung di Chicago dan rancangan dengan mana bangsa kita hendak mendirikannya, serta kemusnahannya, merupakan suatu pelajaran penting bagi anggota-anggota kita yang mengamarkan mereka untuk tidak menanamkan modal yang besar dari harta mereka di Chicago, atau di kota besar mana pun. kecuali pemeliharaan Allah secara pasti membuka jalan dan dengan jelas menunjukkan tugas untuk membangun ataupun membeli sebagaimana perlu dengan memberikan kata-kata amaran. Peringatan yang sama telah disampaikan sehubungan dengan membangun di Los Angeles. Berulang-ulang saya diberi petunjuk bahwa kita jangan menanam modal dalam mendirikan gedung-gedung yang megah di kota-kota besar.—PC 50 (1906).

San Fransisco dan Oakland
San Fransisco dan Oakland sedang menjadi seperti Sodom dan Gomora, dan Tuhan akan menghukum mereka. Tidak lama lagi mereka akan menderita akibat penghakiman-Nya.— Ms 30. 1903.

Gempa bumi dahsyat yang telah melanda San Fransisco akan diikuti dengan perwujudan-perwujudan kuasa Allah yang lain. Hukum-Nya telah dilanggar. Kota-kota besar tercemar oleh dosa. Pelajarilah riwayat kota Niniwe. Allah mengirim pekabaran khusus melalui Yunus kepada kota yang jahat itu. . . . Banyak pekabaran seperti yang dibawakannya akan disampaikan pada zaman kita ini, kalau kota-kota yang jahat mau bertobat seperti halnya Niniwe.-Ms 61a, 3 Juni 1906.

Bahkan di kota-kota besar di mana pehukuman Allah dijatuhkan sebagai akibat dari pelanggaran seperti itu tidak terdapat tanda-tanda pertobatan. Tempat-tempat minum minuman keras masih terbuka, dan banyak godaan yang menghadang manusia. -Surat 268, 20 Agustus 1906.

Kota-Kota yang Jahat Lainnya
Sementara kita mendekati akhir sejarah dunia, kita akan melihat pemandangan bencana San Fransisco berulang di tempat-tempat lain. . . . Hal ini membuat saya merasa sangat prihatin sebab saya mengetahui bahwa hari pehukuman pasti menimpa kita. Pehukuman yang sudah terjadi merupakan suatu amaran, tetapi bukan akhir dari pehukuman yang akan menimpa kota-kota yang jahat. . . .

(Habakuk 2:1-20; Zefanya 1:1-3:20; Zakharia 1:1-4:14; Maleakhi 1:1- 4, dikutip.) Pemandangan-pemandangan ini akan segera disaksikan sebagaimana sudah diuraikan dengan jelas. Saya mengemukakan pernyataan-pemyataan luar biasa ini dari Kitab Suci supaya diperhatikan semua orang. Nubuatan-nubuatan yang tercatat dalam Perjanjian Lama adalah Firman Tuhan untuk zaman akhir, dan akan digenapi dengan pasti seperti yang sudah kita lihat dalam pemusnahan kota San Fransisco.—Surat 154, 26 Mei 1906.

Saya disuruh untuk menyatakan pekabaran bahwa kota-kota besar yang penuh dengan pelanggaran dan kejahatannya luar biasa, akan dihancurkan oleh gempa bumi, oleh api, dan oleh banjir.-Ev 27 (27 April 1906).

Semua amaran dari Kristus tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi mendekati penutupan sejarah bumi sekarang ini sedang digenapi di kota-kota besar kita. Allah mengizinkan perkara-perkara ini dinyatakan dengan jelas agar mereka yang berwenang dapat menyadarinya. Kota San Fransisco adalah contoh tentang bagaimana jadinya kelak seluruh dunia ini.

Penyogokkan yang jahat, penggunaan kekayaan yang tidak pada tempatnya. permainan-permainan curang di antara orang-orang yang berkuasa untuk membebaskan orang yang bersalah dan menghukum yang tidak bersalah – semua kejahatan ini memenuhi kota-kota besar lainnya di bumi ini dan sedang menjadikan dunia ini seperti keadaannya pada zaman sebelum Air Bah. -Surat 230, 1907.

Serikat-Serikat Buruh di Kota-Kota Besar

Setan sedang sibuk bekerja di kota-kota kita yang ramai. Pekerjaannya itu terlihat dalam kekacauan, pertentangan dan perselisihan antara buruh dan majikan, dan kemunaflkan yang telah merasuk ke dalam gereja-gereja. . . . Keinginan daging, kesombongan mata, pameran sifat mementingkan diri, penyalahgunaan kekuasaan, kekejaman dan kekerasan yang digunakan untuk memaksa orang-orang bergabung dengan perkumpulan-perkumpulan serta serikat-serikat — mengikat diri mereka dalam berkas-berkas yang akan dibakar dengan api besar zaman akhir – semua ini adalah pekerjaan dari kaki-tangan lblis.-Ev 26 (1903).

Orang-orang jahat sedang diikat dalam berbagai ikatan, berbagai perwalian, berbagai perhimpunan, dan berbagai perhimpunan. Janganlah kita melibatkan diri dengan organisasi-organisasi demikian. Allah adalah Penguasa kita, Pemerintah kita, dan la menyerukan kepada kita agar keluar dari dunia dan memisahkan diri. Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, Firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu’ (2Korintus 6:17). Jika kita menolak melakukan ini, kalau kita terus mengikatkan diri dengan dunia dan memandang segala sesuatu dari sudut pandangan duniawi, Kita akan menjadi serupa dengan dunia. Apabila aturan duniawi dan pemikiran-pemikiran duniawi mengatur urusan-urusan kita maka kita tidak dapat berdiri di atas mimbar yang kebenaran abadi yang luhur dan suci. -4BC 1142 (1903).

Serika-Serikat Buruh Sumber Kesusahan Bagi Umat MAHK
Serikat-serikat buruh akan merupakan salah satu perantara yang akan menimbulkan suatu masa kesulitan di atas bumi ini yang belum pemah terjadi sejak awal dunia ini. . . . Segelintir orang akan bergabung untuk merebut segala sarana yang bisa diperoleh dalam bidang-bidang usaha tertentu. Serikat-serikat buruh akan terbentuk, dan mereka yang menolak untuk bergabung dengan perserikatan ini akan menjadi sasaran. . . .

Akibat dari perserikatan dan persekutuan ini maka segera akan sangat menyulitkan bagi lembaga-lembaga kita untuk menjalankan pekerjaan mereka di kota-kota besar. Amaran saya adalah: Keluarlah dari kota-kota besar. Jangan membangun rumahsakit-rumahsakit di kota-kota besar.—2SM 142 (1903).

Waktunya akan segera datang bilamana kekuasaan serikat-serikat buruh akan sangat menekan.—2SM 141 (1904).

Banyak Orang di Kota-Kota Besar yang Rindu Akan Terang dan Kebenaran
Kota-kota besar di setiap negara akan sulit dihadapi, namun mereka tidak akan mengalami puncak kemarahan Allah, Karena beberapa jiwa akan melepaskan diri dari penipuan musuh lalu menyesal dan bertobat.—Ev 27 (1906).

Kegelapan rohani yang menudungi seluruh dunia diperhebat dengan sesaknya pusat-pusat kependudukan. Di kota-kota besar inilah pekerja lnjil menemukan kedurhakaan terbesar dan kebutuhan yang terbesar pula. Dan di kota-kota yang sama disodorkan peluang-peluang terbesar bagi para penarik jiwa. Berbaur dengan orang banyak yang tidak mengenal Allah dan surga ada banyak orang yang rindu akan terang dan kemurnian hati. Bahkan di antara orang-orang yang tidak peduli dan masa bodoh bukan sedikit terdapat orang-orang yang perhatiannya dapat ditarik kepada penyataan kasih Allah terhadap jiwa manusia.–RH 17 November 1910.

Perlu Usaha yang Sungguh-Sungguh di Kota-Kota Besar
Alam persiapan menyambut kedatangan Tuhan kita maka kita harus melakukan satu pekerjaan besar di kota-kota besar. Kita memiliki satu kesaksian yang serius untuk disampaikan di pusat-pusat keramaian ini. -Words of Encouragement to Self-supporting Workers (Ph 113) 5 (1909).

Pekabaran amaran untuk masa kini tidak disampaikan dengan sungguh-sungguh di dunia bisnis yang luas itu. Hari demi hari pusat-pusat perekonomian dan perdagangan dibanjiri oleh pria dan wanita yang membutuhkan kebenaran masa kini, tetapi tidak mendapatkan pengetahuan yang menyelamatkan tentang prinsip-prinsipnya yang mulia Karena usaha-usaha yang serius dan tekun tidak dilakukan untuk menjangkau golongan orang-orang ini di mana mereka berada.-CW 14 (1909).

Pekabaran malaikat yang ketiga sekarang harus dikumandangkan, tidak hanya di negeri-negeri yang jauh, tetapi juga di tempat-tempat sekitar yang terabaikan, di mana banyak orang belum diamarkan dan diselamatkan. Kota-kota kita di mana- mana sedang mendambakan pekerjaan sepenuh hati dari hamba-hamba Allah. RH, 17 November 1910

Belum Semua Orang Dapat Meninggalkan Kota-Kota Besar
Di mana memungkinkan, adalah tugas para orang tua untuk membangun rumah di daerah pedesaan bagi anak-anak mereka.—AH 141 (1906).

Sementara waktu berlalu makin banyak anggota kita yang harus meninggalkan kota-kota besar. Selama bertahun-tahun kita sudah diberi petunjuk agar saudara-saudara dan saudari-saudari kita, terutama keluarga-keluarga yang mempunyai anak-anak kecil, merencanakan untuk meninggalkan kota-kota besar sementara jalan terbuka bagi mereka untuk melakukannya. Tetapi sampai saat yang memungkinkan untuk mereka pergi, selama mereka tinggal, mereka harus dengan sangat giat melakukan pekerjaan penginjilan, betapa pun terbatasnya keadaan dan pengaruh mereka.—2SM 360 ( 1906).

Kota-kota besar kita kian bertambah jahat, dan semakin nyata bahwa mereka yang tinggal di kota-kota itu tidak perlu harus berlaku demikian dengan akibat terancamnya Keselamatan jiwa mereka.-CL 9 (1907).

Kota-kota besar dan kecil semakin bertimbun dengan dosa dan kejahatan akhlak, namun di setiap kota Sodom selalu ada orang-orang seperti Lot.–6T 136 (1900).

Sekolah, Gereja, dan Restoran Diperlukan di Kota-Kota Besar
Lebih banyak yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan dan mendidik anak-anak mereka yang sekarang ini tidak dapat menyingkir dari kota-kota besar. lni suatu hal yang bermanfaat bagi usaha-usaha kita yang terbaik. Sekolah-sekolah gereja harus didirikan untuk anak-anak itu di kota-kota besar, dan sehubungan dengan sekolah-sekolah ini harus diadakan persediaan pengajaran dari pelajaran-pelajaran yang lebih tinggi untuk mana itu diperlukan.—CG 306 (1903).

Restoran-restoran kita harus ada di kota-kota besar, kalau tidak para pekerja di restoran-restoran ini tidak dapat menjangkau penduduk dan mengajar mereka tentang prinsip-prinsip hidup yang benar.-2SM 142 (1903).

Berulang-ulang Tuhan memberi petunjuk kepada kita bahwa kita harus menggarap kota-kota besar dari pusat-pusat terdepan. Di kota-kota ini kita harus mempunyai rumah-rumah perbaktian, sebagai tanda peringatan bagi Allah; tetapi lembaga-lembaga untuk penerbitan buku-buku kita, untuk penyembuhan orang sakit, dan untuk pelatihan para pekerja (perguruan-perguruan tinggi), harus dibangun di luar kota. Terutama hal ini penting agar orang-orang muda kita dilindungi dari godaan-godaan kehidupan kota.-2SM 358 (1907).

Kepindahan Tergesa-Gesa ke Luar Kota Tidak Dianjurkan
Biarlah setiap orang mengambil waktu untuk mempertimbangkan dengan seksama dan tidak seperti orang dalam perumpumaan itu yang mulai membangun tetapi tidak sanggup menyelesaikannya. Janganlah melakukan kepindahan kecuali segala sesuatu sudah dipertimbangkan dengan masak segala sesuatu harus ditimbang. . . .

Mungkin ada orang-orang yang akan berbuat sesuatu dengan tergesa-gesa, dan memasuki sesuatu bisnis padahal mereka tidak mengetahui apa-apa tentang hal ltu. lni Allah tidak kehendaki. . . .

Janganlah ada yang dikerjakan secara tidak teratur, karena akan tlrnbul suatu kemgian atau pengorbanan besar terhadap harta benda akibat pembicaraan-pembicaraan yang berapi-api dan bergairah yang membangkitkan semangat yang tidak sesuai dengan ketentuan Allah; sehingga kemenangan yang perlu diraih berubah menjadi kekalahan akibat kurangnya kerendahan hati dan pemikiran yang tepat serta prinsip dan maksud yang sehat. (2)-2SM 362, 363 (1893).

Tanda untuk Meninggalkan Kota
Waktunya tidak akan lama bilamana kita, seperti halnya murid-murid yang pertama itu, akan terpaksa mencari perlindungan di tempat-tempat yang sepi dan terasing. Sebagaimana pengepungan kota Yerusalem oleh pasukan Roma merupakan pertanda untuk pergi bagi orang-orang Kristen Yudea, demikianlah perkiraan kekuasaan pada pihak bangsa kita dengan keluarnya Dekret Pemaksaan Hari Sabat Kepausan ltu akan menjadi amaran bagi kita. ltulah waktunya untuk meninggalkan kota-kota besar, persiapan untuk meninggalkan kota-kota yang lebih kecil menuju tempat tinggal di lereng-lereng pegunungan yang terasing. -5T 464, 465 ( 1885).

Sebagian Orang Benar Masih Berada di Kota-Kota Setelah Dekret Maut ltu Diundangkan
Pada masa kesusahan itu kita semua akan melarikan diri dari kota-kota besar dan desa-desa sambil dikejar-kejar oleh orang-orang jahat, yang memasuki rumah-rumah orang Saleh dengan pedang.-EW 34 (1851).

Sementara orang-orang Saleh meninggalkan kota-kota dan desa-desa, mereka dikejar oleh orang-orang Jahat yang berusaha membunuh mereka. Tetapi pedang-pedang yang diangkat untuk membunuh umat Allah akan patah dan jatuh bagaikan sehelai jerami yang tak berdaya. Malaikat-malaikat Allah melindungi orang-orang Saleh.-EW 284, 285 (1858).

Sekalipun dekret umum sudah menentukan waktu di mana para pemelihara hukum itu boleh dibunuh, dalam banyak keadaan musuh-musuh mereka itu akan mendahului perintah tersebut, dan sebelum waktu yang ditentukan itu akan berusaha untuk merenggut nyawa mereka. Tetapi tak seorangpun dapat menerobos pengawal-pengawal perkasa yang ditempatkan pada setiap jiwa yang setia. Sebagian ada yang diserang sewaktu mereka melarikan diri dari kota dan desa, tetapi pedang-pedang yang diangkat untuk membunuh mereka itu patah dan jatuh tak berdaya bagaikan sehelai jerami. Yang lainnya dilindungi oleh malaikat-malaikat yang berpakaian pasukan perang.-GC 6.31 (1911).

akhirzaman.org

Leave a Reply