Terlalu sering memuji

August 7, 2017 - Stevanus S. Widjaja

SENIN, 7 Agustu, 2017

Salam *SIGAP* dan Shalom…

” Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.” Mazmur 111 : 10

*TERLALU SERING MEMUJI*

Hari Senin pagi ini saya share konsekwensi mengenai pujian yg berlebihan kepada seseorang yang dikagumi dan atau konsekwensi atas perbuatan orang-orang Kristen yang tidak konsisten dalam hidup ini akan merusak agama mereka sendiri.

Beberapa contoh yang ” *terlalu sering* ” dilakukan oleh orang-orang Kristen dan para pekerja Tuhan hari ini, adalah sebagai berikut :

1. *Pujian berlebihan kepada seseorang, menyebabkan orang yang dipuji itu akan kehilangan ketergantungan kepada Tuhan*

” *Terlalu sering pemimpin-pemimpin agama yang dipuji-puji* dan *dihormati* _kehilangan rasa ketergantungan mereka kepada Allah dan menaruh percaya pada diri sendiri_. “KA, 158

2. *Pujian dan kasih yang berlebihan kepada seorang pendeta, sama halnya org yg memuji itu telah melupakan Kasihnya Kepada Yesus*

” _Kenyataan bahwa seorang pendeta disambut dan dipuji bukan suatu pertanda_ *bahwa ia sudah berbicara di bawah pengaruh Roh Kudus*. *Terlalu sering kejadian* _bahwa orang-orang muda yang bertobat, kecuali diawasi_, *akan mengasihi pendetanya lebih daripada Penebus mereka*. _Mereka merasa bahwa mereka sangat diuntungkan oleh kerja pendeta mereka_. ” Gospel Workers, hlm. 44, 45. (1892).

3. *Meragukan isi buku PL dan PB sama halnya telah meragukan keberadaan dan Otoritas Allah*

” _Mereka yang meragukan kehandalan catatan-catatan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru_, *terlalu sering melangkah terlalu jauh, dan meragukan keberadaan atau eksistensi Allah*, _serta mengatakan bahwa kuasa yang kekal itu berasal dari alam_. Setelah melepaskan jangkar mereka, maka mereka dibiarkan membentur batu karang ketidakpercayaan. ” KA, 491

4. *Perbuatan yang tidak konsisten dari orang kristen akan memperburuk Iman orang lain untuk beragama*

” *Terlalu sering iman keagamaan kita dibawa ke dalam keburukan*, _dan banyak kasus_, _mereka yang menyaksikan pertunjukan_ *yang tidak konsisten kemudian tak dapat lagi diyakinkan bahwa ada orang kebaikan reformasi itu*. ” Christian Temperance and Bible Hygiene, hlm. 55-57.

Kiranya oleh bimbingan Roh Kudus setiap orang Kristen akan tahu mana yang baik dan benar dilakukan sampai hari Maranatha…. 🙏🙏🙏

Leave a Reply