Problema Pandangan Preterisme

September 23, 2012 - Steve Wholberg

 

Mari kita baca ayat-ayat berikut ini:
Yakub 5:8 “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!”
1 Petrus 4:7 “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa”
Ibrani 10:37 ”Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya”
Wahyu 1:3 “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat”
Wahyu 22:20 “Lalu ia berkata kepadaku: ”Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat”

Perhatikan kata-kata “dekat”, “sedikit waktu lagi”, “segera”, dalam ayat-ayat diatas? Pernahkah saudara memikirkan seberapa “dekatkah” pengertian kata-kata tersebut? Banyak orang yang tadinya adalah orang Kristen yang sangat setia namun sekarang malah mengolok-olok mereka yang tetap percaya bahwa kedatangan Kristus sudah dekat. Kata mereka, sejak dahulu dikhotbahkan di KKR, gereja, dll bahwa Yesus akan segera datang, namun hingga sekarang (mereka sudah menjadi tua), Yesus tidak juga datang. Jadi arti kata “dekat”, “segera”, “sedikit waktu lagi” adalah masalah yang aktual, penting dan sangat perlu untuk kita mengerti. Karena ada pandangan yang mengartikan kata-kata tersebut secara literal, artinya waktu penggenapannya benar-benar sangat dekat sesuai dengan pengertian semantik kata-kata tersebut dalam satuan waktu. Pandangan ini mengatakan bahwa nubuatan kedatangan Yesus Kristus dalam Alkitab, sudah digenapi pada tahun 70 AD. Kalau kita selidiki sejarah, pada tahun tersebut, Jenderal Titus dari kerajaan Roma, menyerang, mengalahkan dan menghancurkan kota Yerusalem serta membunuh hingga 1 juta orang Yahudi. Pandangan inilah yang populer disebut sebagai Preterisme. Kata mereka, Yesus Kristus sudah datang pada tahun tersebut, maka tidak ada lagi pengharapan bagi manusia saat ini untuk diselamatkan. Menurut mereka, tidak ada tanda-tanda yang dapat dilihat saat ini yang menunjuk kepada kedatangan Yesus. Jadi ayat-ayat yang menubuatkan kedatangan Kristus seperti Matius 24, Lukas 17, Markus 13, 2 Tesalonika 2 dan buku Wahyu, menurut doktrin Preterisme ini, semuanya sudah terjadi pada tahun 70 AD. Matius 24:6 diartikan sebagai akhir dari bangsa Yahudi. Matius 24:27 diartikan sebagai penghakiman Allah terhadap Yerusalem. Saudara bisa google dan baca buku “The Last Days Madness” karangan Gary Demar bila ingin mencari tahu lebih jauh tentang doktrin Preterisme ini.

Pertanyaannya sekarang, apakah benar seperti itu pengertian kata-kata dekat, segera dan sedikit waktu lagi dalam ayat-ayat diatas? Mari kita mulai, buka Hagai 2:7 “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat”
Buku Hagai ditulis pada waktu pemerintahan Raja Darius, sekita tahun 520 BC, yaitu setelah penjajahan bangsa Babilon. Saat itu orang Yahudi sudah pulang ke Yerusalem dan Kaabah akan segera dibangun. Perhatikan frase “sedikit waktu lagi”, ini berbicara tentang kedatangan Yesus Kristus. Coba sekarang kita buka Ibrani 12:26 “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: ”Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Coba bandingkan kedua ayat ini, bukankah ayat ini adalah kutipan langsung dari ayat yang pertama (Hagai 2:7)? Paulus menuliskan ayat ini sekitar tahun 80 AD, jadi kalau kita hitung selisih waktu penulisan antara kedua ayat, maka ada sekitar 600 (520+80) tahun. Sampai saat ini (saat tulisan ini dibuat), Yesus belum juga datang, jadi periode waktu sejak Nabi Hagai menuliskan ayat diatas hingga saat ini ada sekitar 2533 tahun. Jadi boleh saya simpulkan bahwa pengertian kata-kata “segera”, “dekat”, “sedikit waktu lagi” bukan berarti literal. Kesimpulan ini juga selaras dengan apa yang dituliskan Rasul Petrus dalam 2 Petrus 3:3,4,7-10:
3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
4 Kata mereka: ”Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”
7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.
8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Jelas sekali ayat 8 membantah pengertian literal dari kata-kata “dekat”, “segera”, “sedikit waktu lagi”. Pikiran manusia bukanlah pemikiran Allah. Ayat 9 mengingatkan kembali konteksnya tetap sejalan dengan tulisan Nabi Hagai yaitu tentang Kedatangan Yesus yang kedua kali. Ayat 10 kembali mengulangi dan menegaskan amaran sentral yang diberikan oleh Hagai 2:7 dan Ibrani 12:26.
Doktrin Preterisme salah dalam mengartikan ayat-ayat Alkitab. Kedatangan Kristus bukan pada tahun 70 AD, melainkan belum terjadi hingga kini, tapi pasti akan terjadi di masa depan. Sebagai penutup, mari kita baca 2 Petrus 3:13-14: “Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. (14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia”. Kiranya kita semua, baik penulis maupun pembaca, bisa kedapatan setia pada waktu kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali nanti.

Leave a Reply