Melalui Masa Penganiayaan

 

Kapankah masa penganiayaan itu? Apakah ada masa tertentu dimana umat Allah akan dianiaya? Apakah penganiayaan itu sangat besar? Apakah umat-umat Allah akan terluputkan? Apakah benar masa penganiayaan itu ada didepan kita? Apakah kita perlu takut dianiaya? Mari kita lihat apa yang sebenarnya dikatakan oleh Alkitab mengenai hal ini. Mari kita baca ayat-ayat berikut ini:
Yohanes 16:33b Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.
Kisah 14:22b Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.
Roma 5:3 Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan
Roma 8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
Roma 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
2 Korintus 1:3,4 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
Wahyu 2:9,10 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari.
Dan masih banyak ayat-ayat lagi. Namun jelas dalam ayat-ayat diatas bahwa kita umat-umat Tuhan sudah, sementara atau akan mengalami penganiayaan! Kita harus senantiasa siap dianiaya, tidak ada penentuan waktu khusus untuk itu. Beberapa contoh bisa dituliskan disini. Simon Petrus disalibkan dengan kepala dibawah (67 AD). Kota Jerusalem dihancurkan Nebukadnezar, bangsa Israel ditawan Kerajaan Babylon (597 BC). Orang-orang Waldensi (Abad ke-12). Orang-orang Kristen di Timur-Tengah khususnya Mesir http://www.cbn.com/cbnnews/world/2013/August/Egypt-Christians-Allege-Torture-Under-Morsi-Regime/ dan Syria http://www.worthynews.com/12527-more-christian-clergy-missing-in-syria, orang-orang Kristen di Rusia, China, Korea Utara http://www.christiantoday.com/article/call.for.end.to.appalling.human.rights.violations.in.north.korea/33384.htm, Eropa Timur, India dan di negara-negara Islam khususnya Indonesia, seperti yang terjadi di Ambon, Poso, dll beberapa tahun yang lalu. Penganiayaan ini tidak akan berhenti namun akan terus terjadi di masa yang akan datang hingga kedatangan Yesus yang kedua kali.
Wahyu 2:10b mengatakan bahwa kita harus setia sampai akhir, oleh karena itu kita tidak bisa menghindarkan diri dari penganiayaan. Matius 28:20 mengatakan bahwa Yesus akan berserta kita, artinya penganiayaan itu tidaklah berat, Yesus akan menolong kita, asalkan kita percaya. Memang dalam Wahyu 7:13,14 ada istilah masa penganiayaan yang besar, tapi itu adalah sebutan untuk semua penganiayaan yang dialami umat-umat Allah secara keseluruhan. Yesus tidak mengacu kepada satu masa tertentu dimana umat Allah akan dianiaya secara hebat.
Penganiayaan telah ada sejak zaman dahulu, bahkan sedang berlaku sekarang ini kepada sebagian umat Allah dan akan terjadi di masa yang akan datang, hingga kedatangan Yesus yang kedua kali. Setan senantiasa ingin mengacaukan pengertian kita tentang apa yang dituliskan oleh Alkitab. Sekarang ini ada doktrin yang disebut sebagai Pretribulation, dimana doktrin ini mengajarkan bahwa umat Allah tidak akan dianiaya oleh karena mereka akan diangkat scara diam-diam ke sorga sebelum masa penganiayaan itu tiba. Mereka mengartikan masa penganiayaan itu adalah suatu rentang waktu di masa depan, yang akan terjadi sebelum kedatangan Kristus. Doktrin ini sangat berbahaya oleh karena umat Allah secara mental tidak siap menghadapi penganiayaan dalam kehdiupannya. Dalam Yohanes 16:33b Yesus sendiri mengatakan kepada kita bahwa kita tidak perlu takut, sebab Ia telah mengalahkannya. Kita harus percaya dengan janji-janjiNya. 1 Korintus 10:13 mengatakan: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Iman kita harus berjangkar pada firman-Nya dan bukan berdasarkan kepada apa yang diajarkan oleh manusia. Kapal kehidupan yang kita tumpangi sudah, sementara dan akan menerpa banyak gelombang, badai dan topan penganiayaan, namu kita tidak perlu takut, oleh karena Yesus adalah Kapten kita. Alkitab telah menubuatkan penganiayaan di masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang dan secara eksak telah, sementara dan akan digenapi. Biarlah kita siap senantiasa menghadapi penganiayaan, agar iman kita semakin kuat supaya bilamana Yesus datang, kita boleh didapati setia, lalu kita diselamatkan dan boleh mengenakan mahkota kehidupan kekal. Wahyu 2:10b mengatakan: “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

Leave a Reply