Pekabaran Tiga Malaikat: Pengertian Malaikat dan Injil yang Kekal

Tidak ada nubuatan yang lebih berkuasa dari pada Pekabaran Tiga Malaikat yang terdapat dalam buku Wahyu 14:6-12. Malaikat-malaikat disini mewakili pekabaran yang harus disampaikan dengan penuh kuasa ke seluruh dunia oleh karena waktu kedatangan Yesus sudah dekat. Ayat 6 berbicara tentang Injil, Ayat 7 menjelaskan tentang penghakiman serta penyembahan kepada Pencipta, ayat 8 menerangkan tentang jatuhnya Babilon yang memabukkan seluruh dunia dengan anggurnya, ayat 9 mengenai teriakan keras malaikat ketiga tentang Binatang, Patung Biantang dan Tanda Binatang, ayat 10 dan 11menegaskan tentang murka Allah yang akan menimpa mereka yang memiliki tanda binatang itu, ayat 12 mengidentifikasi umat Allah yaitu mereka yang menurut perintah dan memiliki iman kepada Yesus. Dan kalau kita baca seterusnya, ayat 14, ini semua adalah pekabaran menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali (baca ayat 16) untuk menuai hasil bumi, yang bunyinya sama dengan Matius 13:39-40!
Benar-benar ini adalah pekabaran untuk kita, oleh karena kita hidup pada akhir zaman, menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mempelajarinya, menganalisanya, mencari tau apa artinya bagi kita dan bagaimana respons kita terhadap pekabaran ini.
Pertanyaan pertama: Siapa “Malaikat” ini? (Wahyu 14:6) Apakah ini benar-benar malaikat yang terbang kesana-kemari di angkasa? Kata malaikat sebetulnya diterjemahkan dari bahasa Grika, yaitu “Angolos” yang berarti juru kabar. Murid Yesus menggunakan kata malaikat untuk Yohanes Pembaptis (Markus 1:2). Tentunya kita tau Yohanes Pembaptis bukan malaikat tapi manusia. Kalau kita bandingkan Matius 24:14 dengan Wahyu 14:6, dapat kita lihat bahwa konteks dari kedua ayat ini adalah sama, yaitu pekabaran injil ke seluruh dunia. Malaikat dalam Wahyu 14:6 adalah juru kabar Allah yang dalam Matius 24:14 diatas, mengacu kepada murid-murid Yesus. Jadi dapat kita simpulkan, malaikat=jurukabar=manusia.
Lalu apa yang diberitakan? Jelas sekali jawabannya tertulis dalam ayat 7,8 dan 9 yaitu, penyembahan kepada Allah Pencipta, Babel, Penghakiman Allah, Binatang, Tanda Binatang, Murka Allah, Ciri-ciri orang Kudus. Perlu ditekankan disini, sangat penting bagi kita untuk memberitakannya dengan suara nyaring, oleh sebab dunia ini telah penuh dengan penyesatan doktrin Injil yang Kekal yang disutradarai oleh Setan.
Pertanyaan kedua: Apakah “Injil yang Kekal” itu? (Baca Wahyu 14:6) Banyak orang yang langsung mengaitkan Injil yang kekal ini dengan kitab-kitab dalam Perjanjian Baru yang secara langsung menyaksikan tentang Yesus Kristus. Namun sebenarnya pemahaman ini keliru. Injil Yesus Kristus sudah dikabarkan sejak Taman Eden, dikabarkan secara turun-temurun melalui upacara-upacara korban yang melambangkan kematian Yesus di kayu Salib, sebagai korban penghapus dosa manusia, agar manusia bisa diselamatan. Jadi setiap kali domba atau korban disembelih, setiap kali darah tercurah diatas medzbah, itu adalah berita Injil yang Kekal yang menunjuk kepada Yesus Kristus. Wahyu 13:8 mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Domba yang disembelih sejak dunia dijadikan. Kalau kita baca Ibrani 4:2, Paulus menggunakan kata “Kita” dan “Mereka”. “Kita” disini adalah umat Allah di Perjanjian Baru dan “Mereka” adalah umat Allah dari Pernjanjian Lama. Disini Paulus sedang berbicara tentang orang Israel dan ketidak-patuhan mereka kepada Allah.
Wahyu 14:6 mengatakan bahwa Allah memiliki orang-orang yang akan memberitakan Injil yang Kekal/Injil Yesus Kristus menjelang kedatangan-Nya yang kedua. Jadi Yesus Kristus adalah untuk semua orang, termasuk orang-orang di Perjanjian Lama. Tidak ada 2 cara penyelamatan, orang Yahudi tidak diselamatkan dengan cara yang berbeda dengan orang-orang Kristen saat ini. Yesus bekata dalam Yohanes 14:6: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Artinya ini berlaku bagi semua orang, bukan hanya orang di Perjanjian Baru, tapi adalah juga orang-orang yang hidup sejak Adam dan Hawa, hingga akhir zaman.
Semua orang yang tiba di Sorga nanti harus melalui Injil yang Kekal Yesus Kristus yang diberitakan sejak taman Eden melalui korban-korban di Medzbah, melalui murid-murid Yesus, sampai kepada mereka yang terus memberitakan Injil hingga akhir zaman.
Saudara, Pekabaran Tiga Malaikat sedang diberitakan saat ini dan terjadi di seluruh dunia, Kiranya Tuhan membuka mata dan telinga kita untuk mendegarkan suara-Nya. (Bersambung)

Leave a Reply