Umat Allah Dipersalahkan Karena Berbagai Bencana

“Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! Karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”(Why. 12:12)

Bilamana umat manusia semakin jauh meninggalkan Allah, Setan diperbolehkan memiliki kuasa atas mereka yang tidak patuh itu. Dia melemparkan kehancuran di antara umat manusia. Ada bencana di darat dan di laut. Harta dan hidup manusia dihancurkan oleh api dan banjir. Atas malapetaka ini Setan mempersalahkan orang-orang yang menolak untuk menyembah berhala yang telah didirikannya. Agen-agen Setan menuduh umat Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai biang keladi petaka ini. Mereka mengatakan, “Orang-orang ini (Masehi Advent Hari Ketujuh) membangkang terhadap aturan. Mereka mencemarkan Hari Minggu. Seandainya mereka dipaksa mematuhi hukum peribadatan Hari Minggu, maka penghakiman-penghakiman yang mengerikan ini akan terhenti.” 176.1
Bencana-bencana akan datang—yaitu bencana-bencana yang sangat mengerikan, yang sangat tidak diharapkan; dan akan muncul silih berganti. Jika ada perhatian terhadap amaran-amaran yang Allah berikan, dan jika gereja-gereja bertobat, kembali pada kesetiaan mereka, maka kota-kota yang lain dapat terhindar untuk sekian lama. Namun apabila orang-orang sesat terus berada dalam kesesatan mereka, mengabaikan hukum Allah dan mempraktekkan ajaran-ajaran palsu di hadapan orang-orang, maka Allah akan membiarkan mereka menderita bencana agar mereka sadar. 176.2
Penghakiman-penghakiman akan dicurahkan sesuai kejahatan orang-orang dan terang kebenaran yang mereka miliki. Jika mereka telah memiliki kebenaran, maka hukuman yang ditimpakan kepada mereka adalah sesuai dengan terang kebenaran tersebut. 176.3
Setan menaruh hasil penafsirannya atas berbagai kejadian di dalam benak para pemimpin dan menggerakkan mereka untuk berfikir bahwa bencana-bencana yang memenuhi bumi adalah hasil dari pelanggaran hukum peribadatan Hari Minggu. Sebagai hasil pemikiran untuk meredakan murka Allah, orang-orang yang berpengaruh ini pun membuat undang-undang yang memaksakan pemeliharaan Hari Minggu. Mereka menganggap bahwa dengan meninggikan hari perhentian palsu ini lebih tinggi dan tinggi lagi, yaitu dengan cara memaksakan ketaatan orang pada hukum peribadatan Hari Minggu, yakni Sabat yang palsu, mereka melayani Allah. Orang yang menghormati Allah dengan memelihara Sabat yang benar dianggap tidak taat kepada Allah, padahal mereka sendirilah yang tidak taat kepada Allah, karena mereka menginjak-injak hukum Sabat yang berasal dari Taman Eden itu. 176.4

June 17 – Calamities Blamed on God’s People
Woe to the inhabiters of the earth and of the sea! for the devil is come down unto you, having great wrath, because he knoweth that he hath but a short time. Rev. 12:12.
As men depart further and further from God, Satan is permitted to have power over the children of disobedience. He hurls destruction among men. There is calamity by land and sea. Property and life are destroyed by fire and flood. Satan resolves to charge this upon those who refuse to bow to the idol which he has set up. His agents point to Seventh-day Adventists as the cause of the trouble. “These people stand out in defiance of law,” they say. “They desecrate Sunday. Were they compelled to obey the law for Sunday observance, there would be a cessation of these terrible judgments.” 176.1
Calamities will come–calamities most awful, most unexpected; and these destructions will follow one after another. If there will be a heeding of the warnings that God has given, and if churches will repent, returning to their allegiance, then other cities may be spared for a time. But if men who have been deceived continue in the same way in which they have been walking, disregarding the law of God and presenting falsehoods before the people, God allows them to suffer calamity, that their senses may be awakened. 176.2
The judgments will be according to the wickedness of the people and the light of truth that they have had. If they have had the truth, according to that light will be the punishment. 176.3
Satan puts his interpretation upon events, and they [leading men] think, as he would have them, that the calamities which fill the land are a result of Sunday-breaking. Thinking to appease the wrath of God, these influential men make laws enforcing Sunday observance. They think that by exalting this false rest-day higher, and still higher, compelling obedience to the Sunday law, the spurious sabbath, they are doing God service. Those who honour God by observing the true Sabbath are looked upon as disloyal to God, when it is really those who thus regard them who are themselves disloyal, because they are trampling under foot the Sabbath originated in Eden. 176.4

Leave a Reply