Umat yang Sisa dan Pemeteraian

Lalu berkatalah Malaikat Tuhan kepada Iblis itu: ”Tuhan kiranya menghardik engkau, hai Iblis! Tuhan, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?” Zakharia 3:2.

Umat yang sisa akan dibawa ke dalam pencobaan dan kesusahan besar. Mereka yang memelihara hukum-hukum Allah dan iman akan Yesus, akan merasakan kemarahan naga itu dan para pengikutnya. Setan menjadikan dunia sebagai bonekanya; dia telah mengendalikan gereja-gereja yang murtad. Tetapi di sini ada sekelompok kecil yang tetap menentang kekuasaannya. Jika dia dapat memusnahkan mereka ini dari dunia, maka kemenangannya akan lengkap. Sebagaimana dia dulunya mempengaruhi bangsa-bangsa kafir untuk menghancurkan Israel, maka demikian pula di masa mendatang dia akan mengendalikan kuasa-kuasa jahat bumi untuk menghancurkan umat Allah. Semua orang akan dituntut menyerahkan kepatuhannya pada perintah-perintah manusia dalam rangka merusak hukum ilahi. Mereka yang benar di hadapan Allah dan pada kewajibannya akan diancam, dituduh, dan dihalangi. Mereka akan dikhianati oleh “orangtua, saudara-saudara, sanak-saudara, dan teman-teman.” 213.1
Harapan mereka satu-satunya hanyalah belaskasihan Allah; pertahanan mereka hanyalah doa. Sebagaimana Yosua memohon di hadapan Malaikat, demikian pula umat yang sisa, dengan kehancuran hati dan iman yang sungguh, akan memohon pengampunan dan kelepasan melalui Yesus Pembela mereka….. 213.2
Setan mendakwa mereka di hadapan Allah, dengan menyatakan bahwa mereka telah kehilangan perlindungan ilahi akibat dosa-dosa mereka, dan mengklaim berhak untuk menghancurkan mereka sebagai para pelanggar hukum…… 213.3
Namun meskipun para pengikut Kristus telah berdosa, mereka tidak menyerahkan diri mereka dalam penguasaan setan. Mereka telah meninggalkan dosa mereka, dan telah mencari Tuhan dalam kerendahan hati dan penyesalan, dan Sang Pembela ilahi itu memohonkan (pengampunan) dalam perilaku mereka….. 213.4
Umat Allah berkeluh-kesah dan menangis atas kekejian yang terjadi di negeri itu. Dengan berurai air mata mereka mengingatkan orang-orang jahat itu atas bahaya menginjak-injak hukum Allah, dan dengan kesedihan yang tak terkatakan mereka merendahkan diri mereka di hadapan Allah atas pelanggaran-pelanggaran mereka. Orang-orang jahat itu mengolok-olok kesedihan mereka, menertawakan himbauan-himbauan mereka yang serius, dan mencibirkan kelemahan mereka. Namun penderitaan dan kerendahan hati umat Allah itu adalah bukti yang tidak dapat disalahkan bahwa mereka sedang memperoleh kembali kekuatan dan keluhuran karakter yang telah hilang sebagai akibat dosa…. 213.5
Sementara Setan mendesakkan tuduhan-tuduhannya, maka malaikat-malaikat suci yang tidak kelihatan datang mengitari mereka dengan menempatkan meterai Allah yang hidup atas diri mereka. 213.6

July 24 – The Remnant and the Sealing
And the Lord said unto Satan, The Lord rebuke thee, O Satan; even the Lord that hath chosen Jerusalem rebuke thee: is not this a brand plucked out of the fire? Zech. 3:2.
The remnant church will be brought into great trial and distress. Those who keep the commandments of God and the faith of Jesus, will feel the ire of the dragon and his hosts. Satan numbers the world as his subjects; he has gained control of the apostate churches. But here is a little company that are resisting his supremacy. If he could blot them from the earth, his triumph would be complete. As he influenced the heathen nations to destroy Israel, so in the near future he will stir up the wicked powers of earth to destroy the people of God. All will be required to render obedience to human edicts in violation of the divine law. Those who will be true to God and to duty will be menaced, denounced, and proscribed. They will be betrayed “both by parents, and brethren, and kinsfolks, and friends.” 213.1
Their only hope is in the mercy of God; their only defence will be prayer. As Joshua was pleading before the Angel, so the remnant church, with brokenness of heart and earnest faith, will plead for pardon and deliverance through Jesus their Advocate. . . . 213.2
Satan urges before God his accusations against them, declaring that they have by their sins forfeited the divine protection, and claiming the right to destroy them as transgressors. . . . 213.3
But while the followers of Christ have sinned, they have not given themselves to the control of evil. They have put away their sins, and have sought the Lord in humility and contrition, and the divine Advocate pleads in their behalf. . . . 213.4
The people of God are sighing and crying for the abominations done in the land. With tears they warn the wicked of their danger in trampling upon the divine law, and with unutterable sorrow they humble themselves before the Lord on account of their own transgressions. The wicked mock their sorrow, ridicule their solemn appeals, and sneer at what they term their weakness. But the anguish and humiliation of God’s people is unmistakable evidence that they are regaining the strength and nobility of character lost in consequence of sin. . . . 213.5
While Satan was urging his accusations, holy angels, unseen, were passing to and fro, placing upon them the seal of the living God. 213.6

Leave a Reply