Unggul

September 19, 2013 - Others

“Adalah sangat berbahaya untuk memberi semangat kepada orang lain agar melihat diri mereka sebagai yang paling unggul, apapun motivasinya” tulis Presiden Rusia disebuah kolom surat kabar New York Times untuk menyindir sekaligus menunjukkan keunggulan diplomasinya terhadap Presiden Obama sehubungan dengan ancaman serangan misil Obama terhadap Suriah. Apakah seperti itu objektivitas konsep keunggulan Amerika dimata Obama? Kalau kita simak pidato atau ucapan-ucapan Obama, kita akan menyimpulkan hal yang menarik. Presiden Obama dalam salah satu pidatonya: ”Amerika bukan Polisi dunia. Diseluruh dunia, setiap hari terjadi hal-hal yang paling buruk dan adalah melampaui kesanggupan Amerika untuk membenarkan setiap kesalahan. Namun dengan usaha yang cukup walau penuh resiko, kita dapat menghentikan pembunuhan gas masal terhadap anak-anak, yang dalam jangka waktu yang panjang akan berpengaruh langsung terhadap keamanan anak-anak Amerka sendiri. Saya percaya kita harus bertindak. Itulah yang membuat Amerika berbeda. Itulah yang membuat kita UNGGUL. Dengan rendah hati namun penuh keyakinan, janganlah kita sampai kehilangan pandangan terhadap kebenaran itu”. Obama juga mengatakan dalam satu kesempatan, bahwa Amerika hanyalah negara yang biasa, tidaklah lebih baik atau lebih buruk dari yang lain, oleh sebab itu dia lebih suka menjauhkan diri dari peran kepemimpinan dunia. Ketika menjawab pertanyaan wartawan pada saat berkunjung ke luar negeri di tahun 2009, beliau mengatakan sebagai berikut: “Saya percaya dengan keunggulan AS sama seperti orang Inggris percaya akan keunggulan Inggris dan orang Grika percaya kepada keunggulan Grika.” Presiden sangat jelas mengatakan bahwa pada umumnya orang didunia ini memiliki kebanggaan nasional, tapi bagi dia, kebanggaan Amerika itu unik. Dia berbicara tentang keunggulan Ekonomi dan Militer AS. Dia katakan dia sangat bangga akan peran dan sejarah yang AS telah lakukan sebelumnya di dunia. Dan dia menambahkan, Amerika memiliki nilai-nilai dasar yang tercermin dari konstitusi, dalam undang-undang, dalam praktek demokrasi, dalam kebebasan berbicara, dalam persamaan hak, yang walaupun belum sempurna namun adalah yang terbaik, yang paling unggul. Ronald Reagan mengatakannya dengan lebih puitis lagi “Amerika bak kota bercahaya pada sebuah bukit di malam hari.”

Kalau kita renungkan hal ini, bukankah analogi ini sama dengan saudara dan saya sebagai umat-umat Allah pada akhir zaman? Bukankah konsep keunggulan diatas berlaku bagi kita juga sebagai bangsa Israel modern? Walau kita sama-sama manusia berdosa, lemah, miskin, buta dan telanjang, kita harus berani mengatakan bahwa dosa adalah dosa dan menjauhkan diri daripadanya, dengan demikian kita memberi contoh yang baik kepada generasi penerus dan mudah-mudahan menjadi inspirasi dalam kehidupan mereka dikemudian hari. Kita juga tidak berusaha untuk mencari kedudukan dunia, tapi mengutamakan lebih dahulu akan kerajaan Allah. Kita juga bangga dengan kesuksesan moral pahlwan-pahlawan Alkitab seperti Musa, Abraham, Jusuf, Daud, Daniel, dstnya. Kita bangga dan beruntung oleh karena memiliki pengharapan untuk selamat oleh karena penebusan Yesus Kristus. Kita bangga dengan murid-murid Yesus seperti Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Kita bangga dengan Rasul Paulus. Kita bangga memiliki pahlawan-pahlawan reformasi seperti Martin Luther, John Calvin, Huss, Jerome, Wycliffe, Orang-Orang Waldensi, dstnya. Kita bangga karena kita memiliki tulisan-tulisan Roh Nubuat karangan Ellen White, khususnya tulisan tentang nubuatan dan kesehatan. Kita bangga karena kita memiliki universitas dan rumah-rumah sakit yang diakui dunia. Yang paling penting adalah, kita bangga karena kita memiliki, mempercayai dan mengamalkan doktrin yang sesuai dengan Firman Allah itu sendiri, tanpa ditambah ataupun dikurangi. Kita bangga dengan apa yang kita miliki saat ini sebagai umat-umat Allah di akhir zaman, yang walaupun tidak sempurna namun adalah umat yang terbaik dan paling unggul. Kita memang adalah bangsa pilihan Allah. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” 1 Petrus 2:9 dan kita memang sama seperti yang dikatakan Ronald Reagan diatas, akan tampak bercahaya bagaikan bintang-bintang di atas dunia ini, Filipi 2:15.

Leave a Reply