Wahyu 21-22: Tentang Yerusalem Baru

Dianalisis Berdasarkan Alkitab oleh
Pdt. Hotma S. P. Silitonga, MA, MTh, PhD.
Lektor Kepala Ilmu Filsafat Teologi DikNas

Berbicara tentang “Yerusalem Baru” di Wahyu 21, maka apa yang Yohanes Kekasih lihat di pulau Patmos adalah sebuah film. Perlu kita ketahui bahwa kitab Wahyu adalah “Rangkuman dan Kesimpulan seluruh Alkitab,” dan buku ini berisi tulisan yang menggunakan banyak lambang—“Tulisan Apokaliptik.” Cara membacanya patutlah berdasarkan 2 Peterus 1:19-21 yaitu BIARKAN ALKITAB MENERANGKANNYA SENDIRI. Dengan demikian, bilamana kita membaca Wahyu 21:1-2 dalam kamus ilmu keselamatan, maka cara membacanya adalah sebagai berikut:

Wahyu 21:1-2 Lalu aku melihat [Yohanes melihat penglihatan yaitu sebuah pertunjukan fim oleh Tuhan, setelah masa 1000 tahun Wahyu 20 selesai—Inilah yang dikenal dengan PERISTIWA KEDATANGAN KRISTUS KE-3 DI MANA “TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia”—Zakharia 14:5. Pada saat kedatangan Kristus yang ketiga kali ini-sementara turun dari Surga bersama umat-Nya, Kristus berfirman dan menciptakan] langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu [Ini adalah planet Bumi yang diciptakan di Kejadian 1-2 yang sudah rusak karena dosa dan sudah dilenyapkan pada saat yang sama TUHAN BERFIRMAN MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI BARU—2 Peterus 3:7], dan laut pun tidak ada lagi [yang merupakan pemisah komunikasi antara Yohanes dan Jemaatnya]. Aku [Yohanes Kekasih] melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya [Yerusalem Baru ini adalah Jemaat Tuhan yang sudah ditebus mulai dari Adam sampai akhir zaman. Inilah yang disebutkan juga di Wahyu 12 sebagai Perempuan Murni atau yang juga disebut di Wahyu 7 dan 14 sebagai “Kelompok 144000 yaitu JEMAAT YANG BERJUANG MENUJU KEMENANGAN YANG PASTI KARENA IMAN]. Peristiwa setelah masa 1000 tahun adalah sebuah cerita di mana RENCANA KESELAMATAN SUDAH SELESAI. Itulah sebabnya Wahyu 21:3-5 ditegaskan: Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” Jadi karena rencana keselamatan sudah selesai, alat peraga Bait Suci yang sudah dibuat sejak Kejadian sampai Wahyu sudah tidak perlu lagi, itulah sebabnya Wahyu 21:22 menyatakan dengan tegas: Aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Singkatnya: Kota Yerusalem Baru adalah sebuah ungkapan di Alkitab untuk menggambarkan secara realita UMAT TEBUSAN YANG SUDAH DITEBUS OLEH KRISTUS MELALUI SEBUAH PERJANJIAN KASIH TUHAN YANG SELALU BARU SETIAP SAAT. INILAH MASYARAKAT YANG AKAN MENDIAMI DUNIA BARU YANG DISEBUT KEMAH TUHAN DI WAHYU 21:3 ATAU SEBUAH TAMAN EDEN YANG SUDAH DIPULIHKAN BERDASARKAN WAHYU 22, DI MANA SEMUA UMAT TEBUSAN AKAN TERUS MENERUS BELAJAR DAN BELAJAR TENTANG ILMU KESELAMATAN DAN TIDAK AKAN PERNAH TAMAT. INILAH PAHALA YANG TUHAN BERIKAN BERDASARKAN YOHANES 3:16 DAN 17:3. AMAN—IMAN—AMIN. HALELUYA—MARANATA.
– Pdt. HSPS. Silitonga

Leave a Reply